NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Duapuluhdua

"Wah..." decak kagum Aleix, matanya memandangi sekitar toko buku tersebut.

Ketika Cellsyia akan memegangi tangan sepupunya itu, dengan cepat Aren mencekalnya sebelum wanita itu menggapainya.

Grep

"Eh?" wanita itu terkejut.

 "Ayo kita masuk" ujar Aren, Aleix membalasnya dengan anggukkan kepala sementara Cellsyia berdehem.

Mereka bertiga mulai memasuki toko buku terbesar di kota Sagha.

"Besar sekali!" batinnya Aleix.

"Aleix, pantas saja kagum seperti itu karena pertama kalinya datang ke toko buku ini" batinnya Cellsyia.

"....." Aren, pria bule itu memandangi sang kekasih hatinya dari jarak dekat.

***

"Kak Cell" seru Aleix dengan semangat, remaja lelaki itu akan mendekati sepupu cantiknya tapi langkah terhenti karena melihat genggaman erat pada kedua tangan.

"Ck, posesif banget tuh tangan kekarnya si psikopat!" batinnya Aleix, ia tidak peduli pada genggaman itu lalu remaja lelaki bertanya pada sepupunya.

"Kak" Aleix memanggil dirinya.

"Ya, Aleix, ada apa?" Cellsyia sekuat tenaga melepaskan genggaman itu, dan ya benar akhirnya terlepas juga.

"Kenapa harus lepas sih!?" batin Aren, pria itu berusaha menggapai tangan kekasihnya tapi wanita itu menjauh dan lebih memilih remaja lelaki di dekatnya.

"Sayang" panggilan pria itu tak dihiraukan oleh kekasihnya, Cellsyia berjalan bersama Aleix dan meninggalkan dirinya sendirian.

"Ih!" Aren berdecak kesal, tatapannya tajam dan kedua tangannya mengepal.

"Awas saja kau bocah! Aleix!" batin Aren berkata.

***

"Kak, kita mau kemana dulu?" tanya Aleix sembari menatap sepupunya itu.

"Bagaimana kalau kita berpencar saja? Sebab ada yang mau aku beli di lantai 6" ujar Cellsyia dengan ucapan lain.

"Lantai 6?" Aleix mengernyitkan dahinya, dan kenapa sepupu cantiknya harus ke lantai 6.

"Iya" jawab Cellsyia sambil menganggukkan kepalanya.

"Buku yang kamu perlukan terdapat di lantai 2, coba kamu pergi kesana" kata sepupu cantiknya.

"Oh begitu, baiklah aku pergi dengan kekasihmu ini saja, Kak" tiba-tiba Aleix menggandeng lengan Aren yang berada di sampingnya, dibalas lirikan sinis oleh pria bule itu.

"Apa? Katamu? Tidak, Saya akan bersama kekasih hati Saya ini dan tidak sudi denganmu!" Aren melepaskan gandengan itu lalu tubuhnya merapat ke arah sang kekasihnya.

"Kamu kalau pergi sendirian, tidak apa-apa kan?" tanya Cellsyia.

"Kakak tidak usah khawatir, aku tak apa pergi sendiri juga" balas Aleix, mendengar jawaban sepupunya itu Cellsyia berkata.

"Baiklah, jaga dirimu, ya?" usapan lembut di kepalanya.

"Siap, Kak Cell" Aleix melakukan gaya hormat pada sepupunya.

"Nanti kita bertemu di lantai 7, ya" ucap Cellsyia.

Seketika remaja lelaki itu serta Aren, kekasihnya menatap ke arah dirinya.

"Lantai 7?" batinnya Aren dan Aleix.

"Hei, mengapa kalian melihatku seperti itu?" wanita itu bingung, apakah ada yang salah dalam perkataannya barusan.

"Hehehe" terdengar Aleix terkekeh pelan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Aku hanya terkejut saja, Kak. Kalau begitu aku pergi ke lantai 2 ya, dah, Kak" remaja lelaki itu langsung berlari dan tubuhnya langsung pergi menjauh.

"Lantai 7? Berarti itu lantai yang paling atas?" Aren bertanya pada dirinya sendiri.

Cellsyia melihat sepupunya sudah masuk ke dalam lift, dirinya menoleh ke sebelah kirinya.

"Sayang" Cellsyia memanggil kekasihnya.

"Eh, iya, kenapa?" Aren telah tersadar dari lamunannya.

"Kau diam saja?" wanita itu bertanya.

"Ayo kita ke lantai 6" mengalihkan perhatian dengan mengajak kekasihnya kesana.

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!