NovelToon NovelToon
Yun Miao 1: Satu Sabda Penyembuh

Yun Miao 1: Satu Sabda Penyembuh

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Penyelamat / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Auzora Maleeka

"Di saat napas terakhir Pak Tua Arman dianggap sebagai akhir dari kejayaan keluarga Chandra, seorang asing berpakaian putih muncul tanpa suara. Tak ada obat, tak ada mantra rumit. Ia hanya membungkuk, membisikkan satu kalimat di telinga kakek yang sekarat itu, lalu berbalik pergi. Detik berikutnya, jantung kembali berdetak kuat, membuat para anak tercengang. Siapakah dia? Dan apa yang diucapkannya untuk menantang kematian?"

"Sebuah kalimat yang mengubah takdir. Saat dunia medis menyatakan Kakek sekarat, seorang asing bernama Yun Miao muncul dan menyembuhkannya hanya dengan satu kalimat perintah. Siapakah Yun Miao, dan bagaimana kalimat sederhana bisa melawan maut?"

Mohon maaf ya teman-teman kalau novel pertamaku belum bisa membuat kalian puas bacanya. InsyaAllah aku akan terus berusaha agar novelku selanjutnya bisa memenuhi keinginan dan kriteria kalian semua.... Terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auzora Maleeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

"Ceritakan padaku dari awal sampai akhir tentang kau dan Nyonya Erna. Ada orang yang mau dengar." Pinta Nadira kepada biarawan Luki.

"Kenapa aku harus mendengarkan mu ?" Tanya Biarawan Luki sambil menunjuk ke arah Nadira.

"Nggak apa-apa kalau nggak mau bicara. Jadi ini lebih mudah." Kata Nadira.

Nadira menoleh ke samping, dimana sepasang sepatu itu berada, dan dia sambil berkata. "Bunuh dia, dan dendammu akan terbalaskan."

"Ahhhh ! Ahhhhh ! Ahhhh !" Biarawan Luki sangat ketakutan karena dia di hampiri oleh sepasang sepatu tersebut.

(Fyi : Kata di atas tolong jangan traveling otaknya ya teman²😂. Soalnya nanti kalau kalian traveling aku juga ikutan traveling🤭)

"Jangan..... Jangan..... Jangan bunuh aku. Baik, Nona Nadira. Aku akan katakan semuanya. Kau jangan biarkan wanita tua itu keluar." Kata Biarawan Luki sambil ketakutan, karena sepasang sepatu itu terus mendekatinya, karena ia juga ingin mendengar cerita tersebut.

Setelah Nadira melihat ke arah sepasang sepatu tersebut, sepasang sepatu tersebut pun menghampiri Nadira dan berada di sisinya.

"Merepotkan sekali. Lebih baik langsung bunuh saja. Atau, kau ingin dia katakan sendiri agar anak-anak tahu kejadian dulu dan nggak salah paham lagi padamu." Kata Nadira kepada sepasang sepatu tersebut yang berada di sampingnya.

kemudian Nadira menghadap kedepan, berkata. "Katakan."

Biarawan Luki masih saja ketakutan, hingga badannya gemetar seakan untuk menjawab pertanyaan Nadira seakan begitu sulit.

"Cepat katakan. Nona Nadira nggak punya kesabaran. Mungkin bukan karena obsesi Nenek, kami semua nggak memenuhi syarat untuk berbicara dengannya." Kata Adrian kepada Sang Kakek.

"Itu adalah masalah bertahun-tahun yang lalu. Ketika itu aku, aku masih....."Kata Biarawan Luki.

"Aku peringatkan dulu. Obsesi Nenek masih ada di sini. Kalau kau terus menerus berbohong, dia bisa saja marah dan bertindak kasar padamu." Potong Adrian.

"Itu terjadi, di sebuah desa pegunungan terpencil. Akulah anak yang dibesarkan dari belas kasihan orang-orang. Bukan Erna. Akulah pelakunya. Saat itu, namaku adalah bukan Arvin. Aku nggak ada nama. Orang-orang desa memanggilku pengemis kecil." Kata Biarawan Luki.

"Teruskan." Suruh Nadira.

"Saat itu, reputasi ku di desa sangatlah buruk, karena aku sering mencuri dan merampok. Suatu hari, saat aku akan sedang merampok, ada pesta pernikahan yang sedang berlangsung di desa. Aku melihat ke arah pengantin wanita yang mana, pengantin wanita sangatlah cantik, jadi aku nggak tahan untuk nggak merebutnya." Cerita Biarawan Luki sambil tersenyum.

"Ayah." Panggil Nyonya Sonia, dan Biarawan Luki langsung menoleh ke arahnya.

"Kalau begitu, kau memaksa ibu." Kata Nyonya Sonia.

"Dulu kau nggak bilang begitu. Kau bilang ibu dibesarkan oleh orang-orang di sekitar. Selain itu, dia pakai tubuhnya......"Sambung Tuan Gavin, karena dia terlalu kaget saat mengetahui fakta tersebut sambil menutup mulutnya, sehingga dia tidak meneruskan pembicaraannya.

"Kau sejak saat itu sudah membohongi kami." Lanjut Tuan Gavin marah.

"Hahahaha.... Nggak disangka kalian beneran percaya." Kata Biarawan Luki, sedangkan Nadira memegang kepalanya sambil memejamkan matanya, seakan-akan masalah ini terus berbelit-belit.

"Aku nggak menyuruhmu untuk menjelaskan ini." Kata Nadira yang mana dia tetap memegang kepalanya sambil menutup mata.

"Oh.. Ah.. Aku membunuh pengantin pria tersebut, merebut pengantin wanita, lalu aku menyamar menjadi pengantin pria. Aku juga memakai pisau untuk memaksa kedua orang tua pengantin pria untuk mengakuiku. Beberapa tahun berlalu seperti ini, menghabiskan tabungan keluarga Wibowo, dan nggak bisa hidup lagi." Kata Biarawan Luki.

"Hahahaha..... Lalu aku menyuruh wanita itu, menyuruh ibumu untuk berhubungan dengan penduduk desa."Lanjut biarawan Luki sambil tertawa.

Nyonya Sonia, menangis dan menjadi syok sekali hingga hampir terjatuh, jika dia tidak di pegang oleh sang Kakak, karena dia sudah mengetahui sebuah fakta kebenaran yang sebenarnya yang telah ditutupi oleh sang Ayah.

"Jadi, kau suruh ibu berhubungan sama penduduk desa, lalu mencemarkan nama baiknya ? Dimana hati nurani mu ?" Teriak Nyonya Sonia sambil menangis dan menunjuk-nunjuk ke arah sang Ayah.

"Apa aku salah melakukan itu ? Hahhhh... Kalau aku nggak melakukan itu, apa kalian bisa bertahan hidup ? Bisa ada kalian ? Hehhhh.... Ternyata keputusanku benar." Kata Biarawan Luki sambil memandang ke arah kedua anaknya itu, sedangkan Nyonya Sonia memandang ke arah Kakaknya, dimana sang Kakak memandang sang Ayah.

"Kemudian, bisnis arak keluarga Wibowo, bukan kau yang membuatnya 'kan ? Kau merampas dari siapa lagi ?" Tanya Adrian.

"Kali ini kau salah tebak. Bisnis minuman keras keluarga Wibowo memang aku yang buat. aku hanya menggunakan resep turun-temurun dari ibumu." Kata Biarawan Luki sambil melihat ke arah Nyonya Sonia.

"Resep itu turun-temurun ibu. Lalu kenapa dia malah memberikannya padamu ? Apa yang sebenarnya sudah kau lakukan ?" Tanya Nyonya Sonia sambil menangis.

"Aku hanya membunuh seluruh keluarganya. Saat itu, dia juga mau bunuh diri. Tepat pada saat itu, dia menyadari kalau dirinya sedang hamil." Kata Biarawan Luki, Nyonya Sonia yang mendengar itu hampir saja jatuh jika tidak ditahan oleh sang Kakak.

"Wanita ini sangat sentimental. Dia nggak menggugurkan kandungannya. Setelah melahirkan, dia bilang menyesal. Aku bilang padanya, kalau mau menenggelamkan diri, sana tenggelamkan diri. Tapi coba tebak apa yang terjadi, wanita itu sama sekali nggak tega. Menurut kalian, itu lucu nggak ?" Kata Biarawan Luki sambil tersenyum senang, seakan-akan dia menceritakan bagaimana dirinya melakukan hal itu seakan sudah biasa dan bisa membuatnya senang.

Nyonya Sonia, pun akhirnya terjatuh kembali tetapi, sang kakak tidak bisa menahannya karena badan Nyonya Sonia sudah melemas.

"Sonia" Panggil Tuan Gavin.

"Ibu." Panggil Adrian.

Seru mereka berdua karena kaget, karena nyonya Sonia pingsan. Sedangkan Biarawan Luki masih terus tertawa dengan senangnya. Adrian tak bisa menghampiri sang ibu dikarenakan dia memegang payung Nadira untuk memayunginya.

"Kenapa kau bisa begitu nggak tahu malu ? Keluarga kita mengalami skandal besar seperti ini. Bagaimana Nona Nadira melihatnya ?" Ujar Adrian marah.

"Kisah yang begitu tragis pun nggak bisa membuat hati Nona Nadira tersentuh ?" Ucap Adrian dalam hati, sambil melihat ke arah Nadira yang masih saja sangat tenang melihat drama keluarga tersebut di depan matanya.

"Sayang sekali. Wanita ini memang nggak jujur. Saat aku nggak memperhatikan, dia memohon kepada seorang pekerja di pabrik arak untuk membawanya kabur." Kata Biarawan Luki.

Saat Biarawan Luki berbicara, Nyonya Sonia sudah sadar dari pingsannya, sehingga ia bisa berdiri lagi.

"Jadi, ibuku hanya melarikan diri, bukan kawin lari." Tanya Tuan Gavin.

"Haaahh..... Pergi dengan pria liar, bukankah itu kawin lari ? Kalau bukan karena Tuan Bima yang memberitahuku, setelah dia pergi, aroma arak yang dibuat hilang, aku nggak akan pernah repot-repot untuk menangkapnya kembali. Aku menyebarkan berita. Kalau dalam tiga hari, dia nggak kembali, aku akan membunuh kalian semua. Dan benar saja. Dalam waktu tiga hari, dia pulang dengan patuh." Jawab Biarawan Luki sambil melihat ke arah anak-anaknya.

"Bedebah ! Kau bedebah." Sentak Tuan Gavin.

"Hahahaha...... Sejak saat itu dia menyerah pada nasibnya. Dia hanya memohon padaku untuk mengampuni kalian, tapi aku tahu kebencian dihatinya. Bagaimana mungkin aku nggak membuat persiapan di awal ?" Kata Biarawan Luki.

"Memang, sedikit lagi kau hampir berhasil. Sayangnya, kau bertemu Nona Nadira." Kata Adrian.

"Sudah selesai ?" Tanya Nadira sambil melihat ke arah Biarawan Luki.

"Benar. Inilah kisah yang terjadi padaku, tapi aku nggak merasa melakukan kesalahan." Jawab Biarawan Luki kepada Nadira, sedangkan Nadira terus memandang ke arah Biarawan Luki.

"Hahaha....... kalau bukan karena kemampuanku yang hebat, bagaimana mungkin mereka bisa hidup mewah selama puluhan tahun ? Aku juga telah berkorban banyak." Lanjut Biarawan Luki sambil memandang ke arah mereka dan kemudian ke arah Nadira.

Nadira menoleh ke samping, hingga muncul sepasang sepatu tersebut. Dan Nadira berkata, "Lakukan."

Hingga pada akhirnya sepasang sepatu itu, menghampiri Biarawan Luki dan langsung menyerangnya, dan menamparnya berkali-kali hingga terjatuh. Meskipun terjatuh dia tetap saja ditampar hingga mengaduh kesakitan.

"Aduh... Aduh..... Aiyooh.."Jeritan kesakitan dari Biarawan Luki.

1
Andira Rahmawati
absend dulu thor...
Chen Nadari
mampir Thorr
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!