NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Sebuah Pertanyaan di Acara Halal Bihalal

     Ardana pergi tepat jam setengah dua siang, sepertinya ia memang akan memenuhi janji dengan orang yang berada di dalam telpon kemarin. Nayra baru keluar kamar mandi saat Ardana pergi. Langkahnya terlihat tergesa seperti pertemuan dan urusannya dnegan orang itu penting sekali.

     Nayra tidak menyusul, lagipula halal bihalal dirinya bersama teman-teman alumni Unikom akan segera dimulai.

     Tiba-tiba ponselnya berdering, di sana nama Nepa tertera.

     "Nay, kamu belum berangkat, kan? Aku lupa, kemarin nggak kasih tahu kalau halal bihalal kita ada dress codenya lho."

     "Aduh...gimana dong, padahal aku udah nyiapin baju, Nep. Aku punya warna favorit hijau sage dan kuning," balas Nayra.

     "Wah...kebetulan dong, dress codenya warna kuning, pokoknya yang bernuansa kuning deh," balas Nepa.

     Nayra sumringah, dia senang ternyata dress code yang dikatakan Nepa, tidak jauh dari warna favoritnya selama ini. Alhasil baju oneset yang pernah ia beli di toko online dua minggu yang lalu itu, akan ia pakai sekarang.

    "Kira-kira bagus nggak ya?" gumamnya bertanya sendiri.

     "Oh ya Nay." Suara Nepa ternyata masih ada dalam saluran telpon. Nayra sampai terkejut, dia tidak sadar kalau sejak tadi Nepa terlupakan akibat ia terlalu senang karena dress code yang akan dipakai halal bihalal hari ini menggunakan salah satu warna favoritnya.

     "Ya Nep?"

     "Berhubung kamu sudah menikah, jangan lupa dandanannya masih harus sama kayak dulu saat masih mahasiswi. Kali aja kalau udah nikah, dandananmu berubah style jadi kayak emak-emak."

     Nayra tertawa kecil. Sejak menikah, ia memang jarang berdandan seperti dulu saat masih kuliah. Dulu blush on dan perona mata juga cela mata wajib ia pakai. Stylenya ngiblat kekorea-koreaan, maklum anak muda yang sedang hits-hitsnya demam K-pop. Dandanan ala-ala Korea saat itu memang paling Nayra gemari.

     Kini, di rumah, Nayra cukup memakai pelembab serta bedak saja dan lipbalm untuk menutupi bibirnya agar tidak pecah-pecah. Kalau ia berdandan menor ala emak-emak seklipun, Nayra yakin Ardana tidak akan mau meliriknya.

     "Ih...Nepa...ya nggak dong. Aku masih suka dandanan kayak korea-korea lho. Hanya karena setelah menikah aku jarang keluar, jadi aku nggak pernah lagi gunakan alat tempur make-up ala Koreaku di rumah."

     "Ya udah, buruan dandannya lho. Kita-kita sedang on the way ke Aoka. Oh ya, kamu mau aku jemput atau datang sendiri saja?" Nepa.

     "Aku datang sendiri saja. Aku pakai motor listrik kok."

     "Ok, aku tunggu." Nepa mengakhiri sambungan telponnya.

     Kini Nayra harus segera bersiap, sebab sebentar lagi jam dua akan tiba.

     Nayra masih ingat dandanan yang dulu sering ia tampilkan. Beberapa saat kemudian, diapun sudah menjelma bak seorang artis Korea versi hijaber. Pakaian one set berwarna kuning yang melekat di tubuhnya, dilengkapi kardigan berwarna kuning seulas itu, semakin memancarkan kecantikannya yang selama ini ia sembunyikan di dalam rumah itu.

     Sebelum berangkat, Nayra melengkapi tampilannya. Tas selempang berwarna krem dan heels lima senti yang senada dengan warna tas selempang, kini melekat di tubuhnya. Setelah itu, ia segera bergegas menuju motor listrik yang sudah siap ia pakai di depan rumah.

     "Akhirnya Nay, kamu sampai juga." Nepa menyambut kedatangan Nayra dengan suka cita, disusul yang lain. Mereka sama-sama histeris saat Nayra datang. Begitupun Nayra, diapun histeris karena sejak menikah hampir kehidupannya ia habiskan hanya di rumah saja.

     "Nay, kangen banget. Lama kita tidak berjumpa," seru Gladis teman Nepa yang lain sembari cium pipi kanan dan kiri Nepa. Teman-teman Nepa yang lain sudah berdatangan, lelaki dan perempuan. Mereka saling memuji dan masih sama seperti dulu. Hanya status saja yang membedakan, Nayra dan hanya beberapa teman sudah menjadi istri. Sementara Nepa dan sebagian yang lain masih single.

     "Wah...kamu cantik banget, Nay. Kenapa nggak ajak sekalian suami kamu. Itu Repa juga bawa suami," ucap Nepa sambil melirik ke arah Repa teman mereka yang lain.

     "Kebetulan suami aku sibuk Nep. Jadi, nggak bisa ikut serta dalam halal bihalal ini." Nayra memberi alasan. Padahal di dalam hatinya berkata bahwa suaminya sibuk bertemu dengan orang lain yang ditelpon semalam.

     "Oh, ya, sudah. Nggak apa-apa kalau nggak bisa. Ayo, sebaiknya kita mulai mengikuti acara." Nepa mengajak Nayra menduduki salah satu meja yang sudah disediakan di sana.

     Halal bihalal alumni Unikom itu dimulai, diawali sambutan salah satu teman sesama alumni, kemudian acara dilanjutkan dengan makan-makan dengan suasana yang hangat.

     Keseruan di acara halal bihalal itu tercipta. Suasana kekeluargaan semakin terasa saat sesama alumni satu sama lain saling melempar pertanyaan pada sesama temannya. Pertanyaan itu dilemparkan melalui sebuah kotak yang di dalamnya ada kertas pertanyaan. Kotak itu akan dioper sambil diiringi suara musik. Saat musik itu berhenti, maka kotak itupun harus berhenti dioper.

     Sudah beberapa kali putaran terlewati, Nayra belum mendapat giliran. Namun entah putaran yang keberapa, musik tiba-tiba berhenti saat kotak pertanyaan itu tiba di tangan Nayra.

     Nayra sedikit tersentak. Namun, ia buru-buru membuka kotak itu dan membaca pertanyaan di dalamnya.

     "Jawab statusmu saat ini apa, dan apakah saat ini kamu sangat bahagia?"

     Pertanyaan itu sungguh membuat Nayra sangat kaget, ia bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan kedua.

     "Jawab, jawab, jawab...." Semua teman-teman Nayra riuh dengan mata menatap ke arahnya.

     Nayra kikuk, ia bingung harus menjawab apa.

     "Nay, kamu tinggal jawab saja. Kalau kamu tidak bahagia kenapa, dan kalau bahagia kenapa juga?" desak Nepa memaksa. Lengannya mendorong-dorong lengan Nayra supaya segera memberikan jawaban.

     Akhirnya Nayra menjawab dengan sangat meyakinkan. "Status aku saat ini seorang istri. Aku sangat bahagia, karena kami saling mencintai. Walaupun kami belum diberi momongan," jawabnya penuh kebohongan. Namun, semua itu membuat semua teman-temannya di sana riuh kembali, percaya dan memuji Nayra.

     "Selamat ya Nay, semoga kamu segera diberi momongan. Tentu saja kebahagiaan itu pasti akan berlipat ganda," sela Nepa.

     "Sebentar, ya. Sepertinya itu kakak aku, deh." Nepa berjingkat dari kursinya, lalu bergegas menuju seseorang yang barusan dia bilang adalah kakaknya.

     Nepa kembali ke kursinya beberapa saat kemudian. "Tadi, kakak aku habis pulang dari terapi. Mampir sejenak ke Aoka," ujarnya tanpa ditanya.

     Tepat jam lima sore, acara halal bihalal itu selesai. Motor Nayra sudah tiba di depan rumah. Ia sedikit terkejut, sebab mobil Ardana sudah berada di dalam halaman rumah.

     Nayra membuka pintu itu pelan-pelan, baru saja ia akan mengucap salam, tiba-tiba suara bariton dengan berat menyapa Nayra. "Baru pulang kamu?"

NB: Hai teman-teman Readers, catatan ya buat teman-teman:

- Watak Nayra memang lemah lembut, tapi tegar. Di sini saya membangun sikap maupun watak Nayra memang seperti itu. Kenapa Nayra tidak melawan atau keras? Ah, jadi malas baca? Karena Nayra wataknya memang lembut, dan bukan pemberontak. Tapi, poin yang paling penting adalah "Lemah tapi mematikan". Silahkan kalian ikuti kisahnya, dan kalian akan menemukan poin itu di bab-bab berikutnya.

     Jadi, saya mohon, jangan mundur dulu ya teman, please. Saya bukan sekedar menjajakan hiburan, akan tetapi akan ada nilai plusnya. Di kisah ini bersabarlah saya buat karakter Nayra seperti itu. Di lain kesempatan saya juga bakal membuat karya yang ceweknya keras. Percayalah, kisah ini atau karya ini, tidak melulu menonjolkan sisi lemah perempuan yang dijodohkan kemudian tidak dicintai. Namun, akan ada buah dari kesabaran, dan penyesalan yang dipetik.

     Pokoknya, saya mohon jangan kabur dulu. Maksimal 80 bab untuk memenuhi permintaan pihak No vel Toon, untuk karya yang ikutan lomba. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰

Jangan lupa dukungannya.....🤞🤞

     

1
Wiwik widyawati
yaaaah dikit banget up nya Thor... greget akunya Thor cepet buka busuk nya tiana
Lina Zascia Amandia: Sabar ya Kak... sedang otw...
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kalo kamu emang gak suka sama tindakan kakak mu ya udah bilang sejujurnya sama si Arda .. beres 😠😠
Anonim
Lemah amat si nepa ama si arda bodoj x mereka gemes pengen nampol otak ny
Rina
Ih bener” ya kamu Tiana 😡
Dan Ardana kamu tuh bodoh , mau aja dibohongin sama Tiana 😡😡😡
Udah deh ini mah fix kamu harus harus pergi Nayra daripada tersiksa batin kamu , kamu berhak bahagia Nayra 🫢🫢🫢
Yuliana Tunru
kesal x arda yg bodoh dan nepa yg sdh tau busuk x tiana ngalah z trs pdhl tau tiana bohong coba jujur ld ortumu biar tau busuk x tiana krn gmn pun ortumu hrs tau rencana dan jelakuan busuk tiana klo tdk pasti makin menjadi tingkah x
sunaryati jarum
Nayra nggak segera pergi saja,atau Ardan dilaporin ke atasan,biar tahu rasa
Nana Geulise
ceritanya itu itu aja...kaya diam ditenpat.lama2 bosen🤔🤔🤔
EVA OKTASARI
Kapan sih ardana nya tau klo tiana lg manfaatin dia,bikin kesel aja nih liat si pelakor merajalela
Patrick Khan
jgn lama2 bikin kesel nya dgn sikap Tania Arda kak.. bikin bosen sm kelakuan orang gila tania🔪🔪🔪🔪
Nar Sih
semakin kesell dgn ardan juga tiana ,ardan yg gk tegas suami durjana
falea sezi
Nayra oon crai woy
Wiwik widyawati
ayoooo nepa blng ke ardana klo Tiana pernah hamil...
Prafti Handayani
Masih muter di sekitaran sini az alurnya...
mantau dikit lagi nih...
Rina
Semoga Ardana tahu kebohongan Tiana dan di waktu yg sama Nayra sudah pergi jauh meninggalkan Ardana 🫢🫢🫢
Patrick Khan
sakit jiwa tania🔪🔪🤬
Hasbi Yasin
aku nungguin nayra pergi dan ardana menyesal
Yuliana Tunru
aduh nepa knp tak jujur z soal kekasih tiana yg pilot trus hbs kuret krn keguguran dan arda cm dimanfaatkan mlqh bilang soal kesalahqn arda yh bukin tiana stres hedehhh bodoh bgt
Nar Sih
lanjut kak jdi gk sabar nunggu bab selanjut nya
Aditya hp/ bunda Lia
secepatnya Thor buat Nayra pergi jauuuuh ....
Arin
Gitu nanti pasti Arda tau.... biarpun Tiana menutupi. Pasti ada yang kasih tau kan. Masalah yang terjadi pada rahim Tiana. Hayo.... masihkah Arda merasa bahwa dialah penyebab Tiana jadi seperti ini??? Kalau iya berarti dia bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!