NovelToon NovelToon
UNLOVED: Ariel & [Y/N]

UNLOVED: Ariel & [Y/N]

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:761
Nilai: 5
Nama Author: mondᓀ‸ᓂ

​[y/n] adalah seorang gadis yang hidup dalam topeng sempurna. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana senyumnya, ketenangannya, bahkan tatapan matanya hanyalah kepalsuan yang disusun rapi tanpa celah. Namun, benteng yang ia bangun bertahun-tahun mendadak retak saat ia menginjakkan kaki di sekolah barunya.

​Seorang pemuda bernama Ariel—si berandal jenius yang ugal-ugalan namun memiliki insting tajam—menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat di balik topeng tersebut. Di saat semua orang tertipu oleh keramahan [y/n], Ariel justru menantangnya untuk jujur.

​Akankah hidup [y/n] berubah setelah rahasianya mulai terkelupas satu per satu? Mengapa ia begitu terobsesi dengan kepalsuan? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya ia sembunyikan di balik helai rambut birunya? Temukan jawabannya dalam perjalanan penuh rima, luka, dan perlindungan yang tak terduga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mondᓀ‸ᓂ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

surat dari ayah

"Baiklah nona... " ucap pak yono, ia kemudian berdiri dan menyerahkan kartu nama dan map coklat tua yg entah apa isinya nya pada y/n kemudian izin pergi...

Saat pak yono sudah pergi..

Y/n hanya duduk dengan kepala menunduk... Resah, bingung, sedikit harapan dan kekecewaan

Ruangan kantor Om Indra mendadak sunyi senyap setelah pintu tertutup di belakang Pak Yono. Hanya terdengar suara detak jam dinding yang seolah mengejek kekacauan di kepala [y/n].

​[y/n] masih duduk mematung, menatap map cokelat tua di pangkuannya seolah benda itu adalah bom yang siap meledak kapan saja. Rambut birunya menutupi wajahnya yang tertunduk dalam.

Ada secercah harapan kecil yang muncul—bahwa dia tidak sendirian di dunia ini—tapi harapan itu langsung tertutup oleh rasa kecewa yang amat besar.

​"Kenapa baru sekarang..." bisik [y/n] nyaris tak terdengar. Suaranya bergetar, menahan tangis yang sudah di ujung mata.

​Ariel, yang sejak tadi berdiri kaku di sampingnya, perlahan berjongkok di depan kursi [y/n]. Dia melepaskan cengkeraman tangannya dari sandaran kursi dan beralih menggenggam jemari [y/n] yang terasa sangat dingin dan gemetar.

​"Woi," panggil Ariel lembut, sangat kontras dengan nada bicaranya yang biasanya kasar. "Liat gue."

​[y/n] perlahan mendongak. Mata cokelatnya yang biasanya jernih kini berkaca-kaca, memantulkan rasa bingung yang luar biasa.

​"Riel... gua harus apa?" tanya [y/n] dengan suara serak. "Selama ini gua nangisin orang yang ternyata masih hidup. Ibu bohongin gua, Riel. Ayah gua... dia orang kaya? Terus kenapa gua ditinggal di gang sempit itu sendirian?"

​Ariel tidak menjawab dengan kata-kata puitis, karena itu bukan gayanya. Dia justru menarik map cokelat itu dari tangan [y/n] dan meletakkannya di meja, lalu menarik kedua tangan [y/n] agar berdiri.

​"Dengerin gue," ucap Ariel sambil menatap dalam ke mata cokelat [y/n]. "Gue nggak peduli dia orang kaya, pengusaha, atau presiden sekalipun. Status 'Nona' itu nggak ngerubah fakta kalau lu adalah cewek yang nyentil dahi gue di kantin tadi siang."

​Ariel mengusap air mata yang akhirnya jatuh di pipi [y/n] dengan ibu jarinya. "Lu nggak perlu mutusin sekarang. Kalau lu belum siap ketemu dia, ya jangan ketemu. Lu punya hak buat marah. Dan selama lu belum mau pergi... lu tetep di sini. Sama gue, sama Om Indra, sama kucing-kucing di sini ini."

​Om Indra yang melihat momen itu dari balik meja kerjanya hanya bisa menghela napas lega. Dia tahu [y/n] butuh pegangan, dan si "Criminal Pelita" ini ternyata bisa jadi jangkar yang paling kuat.

​"Makasih, Riel..." bisik [y/n] sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ariel sejenak, mencari kekuatan di balik aroma parfum maskulin yang kini terasa sangat akrab baginya.

​Ariel membalasnya dengan menepuk-nepuk punggung [y/n] kaku, wajahnya memerah karena malu, tapi dia tidak melepaskannya. "Udah, jangan cengeng. Jelek tau, rambut biru tapi matanya merah."

​[y/n] perlahan menegakkan tubuhnya, menjauhkan kepalanya dari bahu Ariel sambil menyeka sisa air mata di pipinya. Dia menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan seluruh keberanian yang tersisa di dalam dirinya.

​Matanya kembali tertuju pada map cokelat tua tebal yang tergeletak di atas meja kerja Om Indra.

​"Riel..." panggil [y/n] pelan, suaranya masih agak serak. "Temenin gua buka itu. Gua... gua nggak berani kalau sendirian."

​Ariel tidak menjawab dengan kata-kata. Dia hanya mendengus pelan—cara khasnya untuk menyembunyikan rasa peduli—lalu berjalan mendekati meja. Jari-jari panjangnya menyambar map tersebut dan menyerahkannya kembali ke tangan [y/n].

​"Buka aja. Ada gue di sini," ucap Ariel pendek, posisi berdirinya bergeser tepat di belakang kursi [y/n], mengintip dari balik pundak gadis itu.

​Om Indra yang peka langsung memutar kursinya, pura-pura sibuk memeriksa laporan keuangan di komputer agar memberikan privasi bagi kedua remaja itu.

​Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, [y/n] membuka tali pengikat map cokelat tersebut. Saat map itu terbuka, hal pertama yang keluar adalah sebuah foto tua berukuran saku yang warnanya sudah agak memudar.

​[y/n] mengambil foto itu. Di dalamnya, terlihat seorang pria muda berwajah tegas namun tersenyum sangat tulus, sedang menggendong seorang bayi perempuan yang tertidur lelap.

Di samping pria itu, ada Bu Lena yang tampak masih sangat muda dan cantik, tersenyum lebar ke arah kamera.

​Di balik foto itu, ada tulisan tangan yang rapi: “Putri kecil

, [y/n]. Hari pertama kita di rumah baru. 2012.”

​Air mata [y/n] kembali menggenang. "Ini... ini beneran foto gua pas bayi. Ibu nggak punya foto ini sama sekali di rumah..."

​Ariel menyipitkan matanya, memperhatikan dokumen lain yang ada di dalam map. "Lihat bawahnya, [y/n]. Ada surat kabar lama sama dokumen resmi."

​[y/n] merogoh bagian dalam map dan mengeluarkan selembar surat yang diketik rapi dengan kop surat perusahaan besar, bertuliskan Pratama Group, beserta beberapa lembar dokumen hukum.

Di bagian paling bawah, ada secarik kertas kecil yang ditulis langsung menggunakan pulpen hitam. Tulisan tangannya tampak agak terburu-buru namun sarat akan emosi.

​[

y/n] membaca tulisan itu dalam hati:

​Untuk putriku, [y/n].

ayah tahu, kata maaf tidak akan pernah cukup untuk membayar belasan tahun yang hilang. ayah tidak pernah membuangmu. Malam itu, setelah pertengkaran hebat, Ibumu membawamu pergi tanpa jejak.

ayah menghabiskan separuh hidup ayah, menyewa ratusan orang, hanya untuk mencari keberadaan kalian berdua. Baru setelah kasus Ibumu masuk berita kepolisian kemarin, ayah akhirnya menemukan titik terang.

ayah tidak memaksamu untuk langsung menerima ayah. Tapi tolong, beri ayah satu kali saja kesempatan untuk menjelaskan semuanya secara langsung. ayah menunggumu.

​— ayah mu.

​Ruangan itu kembali hening. [y/n] meremas kertas surat itu di dadanya. Rasa sesak yang sejak tadi mengganjal di hatinya perlahan berubah menjadi rasa bingung yang luar biasa.

Ternyata, selama ini ibunyalah yang melarikan diri dan menyembunyikan dirinya dari sang ayah.

​Ariel yang membaca surat itu dari belakang pundak [y/n] langsung terdiam.

Ekspresi wajahnya yang biasanya garang kini melembut, menatap rambut biru [y/n] dengan tatapan campur aduk.

​Ariel tahu, pria bernama Pratama itu bukan orang sembarangan. Surat itu membuktikan bahwa [y/n] punya tempat yang jauh lebih aman, mewah, dan layak di luar sana—dunia yang sangat berbeda dengan dunia gang sempit, tawuran, dan Meo Kafe tempat Ariel berada.

​"Jadi..." Ariel berdehem, mencoba menormalkan suaranya yang mendadak terasa serak. "Gimana? Lu... mau nemuin dia?"

1
MR Rizki
Lanjut tor 😆
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: 🍀🦈🦈🤭 makasih, iya nanti gw lanjut
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
SEMANGAAAAT ATHOOOR/Determined/
Manusia Ikan 🫪: 😹baguslah
total 4 replies
Caramel23
shuri like ini kan 😍😍
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: yoi 😂😂
total 3 replies
MR Rizki
lanjut tor, semangat 💪/Smile/
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: makasih 🤭😖
total 1 replies
kertaslusuh
Meski Ariel ketus, tpi benerr
kertaslusuh
kasian y/n, keknya generasi roti ya, thorr??
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: bayangin kalau lu y/n deh , nanti bakal... ekhem.. ekhem.. sama ariel🤭
total 3 replies
kertaslusuh
wkwkkw🤣
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎
wahahahahahah tidak ada larangan nge like karya buatan sendiri 🤭🙂
MR Rizki
Ditunggu kelanjutannya tor, semangat
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: thanks yank emuachhh 😘🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!