NovelToon NovelToon
I Love You, Cinta

I Love You, Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Beda Usia / Trauma masa lalu
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?

===

“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”

“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”

“Masa?”

“Mahameru pantang ingkar janji.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Bolehkah?

Bab 27

 

“Kang, mau gantian?” Eru menawarkan diri bergantian mengemudi. Lepas kantor, Asep yang mengemudi. Sempat bergantian dengan Umar, tapi berganti Asep lagi.

“Masih aman Ru, justru mobilnya nggak aman. Bang, nggak enak ini bawanya," keluh Asep.

Umar mengarahkan Asep agar keluar dari lajur cepat dan menepi untuk mengecek mesin.

“Di depan aja ada rest area, sekalian cek mesin. Coba hubungi Abil Ru, udah di mana mereka? Bilang kita berhenti di rest area, lo share lock aja.”

Cinta yang tertidur sambil memeluk bantal akhirnya terjaga, menggeliat pelan lalu kembali menyandarkan kepala sambil terpejam. Eru menawarkan minum dijawab dengan gelengan pelan.

“Minyak angin aku mana ya?” CInta meraba jok di samping dan di bawah bok0ngnya.

Eru menunduk, ternyata jatuh. “Ini.”

“Nie, kenapa ke rest area lagi?”

“Mau nurunin elo. Kebanyakan beban nih mobil, tarikannya berat,” ejek Asep padahal sedang mengemudi.

“Jangan-jangan ada yang ngikut Bang,” ujar Cinta menepuk jok yang diduduki Umar.

“Ikut gimana?”

“Pernah nonton podcast, katanya mobil tiba-tiba berat malah mendadak mesinnya mati. Taunya ada entitas yang ikut, sering kejadian di jalan tol. Jangan-jangan kita begitu, lagi di jalan tol ‘kan?”

Eru terkekeh, mengenal Cinta yang makin ke sini makan ke sana. Asep hanya berdecak sambil menggeleng, emosi jiwa menghadapi kelakuan dan pikiran Cinta. Pantas mereka sering berdebat dan bertengkar.

“Ngaco Ta, mana ada kayak gitu. Nggak usah aneh-aneh, mau maghrib ini,” cetus Umar.

Cinta tidak menanggapi lagi, perutnya terasa diaduk. Harusnya dia tidur saja, bangun kalau sudah sampai. Begitu mobil berhenti sempurna di dekat bengkel darurat rest area, pintu baris kedua langsung terbuka. Cinta turun dengan wajah pucat dan langkah gontai serta badannya limbung. Bergegas ke pingir untuk berjongkok mengeluarkan isi perutnya.

Ada tangan memijat tengkuk dan merapikan helaian rambut yang terjatuh ke depan wajah saat ia menunduk.

“Udah belum?” CInta mengangguk. Eru menyerahkan dua helai tisu untuk menyeka wajah.

“duduk dulu, aku pesankan teh hangat.” Eru menunjuk bangku semen di bawah pohon rindang tidak jauh dari parkiran.  Cinta mengangguk, ia pasrah saat Eru merangkulnya menuju kursi.

“Ini minyak anginnya.” Eru duduk di samping Cinta, membuka tas selempangnya mengeluarkan jamu cair untuk masuk angin. “Aku dibawain beginian sama mami, kamu minum deh. Aku ke foodcourt, mau titip apa?”

“Apa aja terserah kamu.”

Hampir setengah jam menunggu mobil diperbaiki. Gelas plastik sudah kosong bekas kopi, teh, mie cup dan kantong snack. CInta duduk di kursi semen, di sampingnya ada Umar fokus dengan ponsel. Eru berjongkok di samping Cinta, Asep agak jauh karena sambil merokok.

“Abil udah hampir sampai hotel,” ucap Umar.

“Enaknya, aku udah bayangin mandi air hangat, ranjang empuk dan selimut tebal.” Cinta membayangkan sambil memejamkan mata.

“Ta, lo kenapa sih mabukan. Waktu ke Cirebon juga gitu.”

“Masuk angin kayaknya, semalem ga bisa tidur,” sahut Cinta. “Kalau habis mimpi buruk susah lagi buat tidur.”

“Kasih yang enak Ru, biar nggak mimpi buruk lagi,” ejek Asep diangguki Eru sambil senyum dan mendapatkan geplakan dari Cinta.

Sang montir menyampaikan kalau mobil sudah beres.

“Ya udah jalan lagi. Nanti sebelum pulang, minta supir cek ke bengkel lagi,” titah Umar.

...Mami_Maura...

Eru, sayang, udah sampai?

^^^Belum mih, lagi di rest area, ^^^

^^^tapi udah mau jalan lagi. ^^^

^^^Paling satu jam juga sampai^^^

Besok pagi telpon mami ya. Jangan begadang, langsung istirahat ya

^^^Iya. aku aman kok^^^

Justru mami mikirin CInta, takut nggak aman sama kamu

^^^🤫paling colek dikit^^^

Jangan Ru, nanti lecet

^^^🤭^^^

“Chat siapa, senyum-senyum gitu,” keluh Cinta.

“Mami. Mau ngomong sama beliau, biar aku telponin.”

“Ih, jangan ah. Belum kenal.”

“Ya makanya biar kenal. Video call, gimana?"

“Nggak, nanti aja,” tolak CInta. “gil4 aja, tampang aku kusut begini.”

“Masih cantik kok,” bisik Eru mulai menggombal.

“Tau ah.”

***

“Halo mih,” sapa Eru menghubungi maminya.

“Eru, kamu sehat ‘kan?” tanya Maura di ujung sana dengan suara parau.

“Mami kenapa, sakit?”

“Nggak pa-pa, Cuma kurang fit aja. Kayaknya mau flu,” jawab Maura. Sejak kedatangan Akbar dan perdebatan berakhir dengan mengusir pasangan itu, Maura tidak keluar kamar. Bahkan makan malam pun diantar oleh bibi. Ia menangis cukup lama. Bukan sekedar sedih mengingat suaminya, tapi kesal dan emosi akan sikap Akbar.

“Yakin? Aku panggil dokter Rita ke rumah, biar dia cek kondisi mami.” Dokter Rita adalah dokter pribadi Eru dan Maura.

“Nggak usah, gampang nanti mami panggil kalau memang sakit. Ini Cuma kurang istirahat aja. KAmu berapa hari di sana?”

“Lima atau enam hari.”

“Hm. Fokus saja sama tugas kamu ya, mami dukung apapun keputusan kamu,” tutur Maura dan Eru menjawab dengan dehaman. “Ru, kalau nanti kedepannya kamu dengar berita yang tidak enak, berita negatif. Tolong percaya sama mami dan percaya kalau papi kamu itu tidak jahat. Mami akan bantu kamu dan Cinta, mami restui kalian.”

“Mih, aku senang mami restui aku sama Cinta, meski orangnya belum mau diajak serius. Tapi maksudnya berita negatif apa?”

“Mana tahu ada berita buruk. Tahu sendiri persaingan bisnis gimana, kadang masalah lama bisa diungkit. Ada saja yang tidak suka dengan kesuksesan keluarga Arkatama. Tapi nggak usah dipikirin. Kamu sudah sarapan?”

“Ini mau turun ke resto.”

“Ya udah, sarapan. Hati-hati kerjanya ya, mami dengar kalian ke air terjun. Salam untuk Cinta.”

“Iya, mih, pasti. Mami jaga kesehatan.”

Eru menggenggam erat ponselnya setelah pembicaraan berakhir. “Berita negatif apa sih,” gumamnya, tapi tidak diambil pusing. ia berada di koridor kamar, Asep dan Umar sudah duluan ke resto. Kebetulan kamar CInta terjeda beberapa kamar lagi. Menekan bel kamar CInta. Tidak lama pintu kamar itu terbuka.

“Pagi, sayang. Sarapan yuk!”

“Room service aja bisa nggak?” Cinta sebenarnya suda siap. Dengan kaos dan celana kargo lengkap dengan rompi seragam dengan tim lainnya.

“Bisa kayaknya. Ya udah kita sarapan di sini aja.” Eru ikut masuk lalu menghubungi room service, sedangkan Cinta duduk di sofa.

“Katanya lima belas menit, diantar.” Eru ikut duduk di samping Cinta. “Mami salam untuk kamu.”

“Iyakah?”

Eru mengangguk. “Semalam aku telpon, kamu nggak jawab. Udah tidur ya.”

“Iyalah, tengah malam ngapain telpon.”

“Minta bukain pintu, tadinya aku mau tidur di sini sama kamu.” Wajah tengil Eru dengan alis naik turun.

“Ngaco. Ada apa di sini? Pasti mikirin adegan mesum.” CInta menunjuk kening Eru.

“Nggaklah, tapi boleh juga kalau kamu mau dimesumin.”

“Mending kamu keluar deh, dari pada khilaf. sana balik ke kamar!” 

Cinta berdiri menarik tangan Eru agar beranjak. Entah berapa berat badan pria itu, karena tarikan Cinta tidak membuat tubuh Eru bergeser sedikitpun. 

Yang ada Eru menarik balik tangan Cinta membuat gadis itu menjerit, tubuh yang ramping tersentak dan melayang menimpa Eru. Kedua lutut Cinta berlutut di antara kedua kaki Eru, sementara telapak tangannya refleks bertumpu pada kedua bahu tegap pria itu. 

Wajah Cinta mendarat hanya beberapa sentimeter di depan wajah Eru, menyisakan jarak yang begitu rapat hingga hidung mereka nyaris bersentuhan dan saling tatap. Cinta menelan saliv4nya, gugup dengan situasi canggung itu.

“Posisinya udah pas ini. Bolehkah?"

 

 

 

1
Shee_👚
ini berkasnya sama gak ya yang di kasih ke eru, atau berkas cuma identitas eru aja kalau dia adalah salah satu bagian dari anak pemilik yess tv🤔
Shee_👚
duh cinta jangan di buka, plisss😭😭😭
Shee_👚
betul eru apa yang di katain mamih, kamu harus memberikan kasih sayang dan cinta yang dah hilang dalam kehidupan cinta
Shee_👚
eru merasakan sakitnya jadi cinta😭😭😭
aku yakin di balik semua itu ada campur tangan akbar
Shee_👚
jahatnya akbar, ku yakin akbar biar kerok dari semua kecelakaan itu
Shee_👚
eru dan cinta korban dari ke egoisan pak akbar ini. andai dia tak menutupi semuanya dan cinta bisa memaafkan pasti tak akan seperti ini
mmh nengmuti
ayah akbar keterlaluan ngirim itu ke cinta sm aja bikin trauma cinta tambh parah lg apa ayah akbar gak tau KLO cinta sampe trauma
Shee_👚
semakin aja eru merasa bersalah dan menyalakan diri sendiri
Shee_👚
nah kan emang akbar menyalahkan kekuasaannya, agar korban tutup mulut😤
Shee_👚
nah kan cinta dendam sama orang yang menabrak motor ayahnya
mmh nengmuti
gmn ru jgn sampe mundur lanjut terus pantang mundur sebelum menyerah
Iccha Risa
kaget Ru...
mana tadi cinta bilang gakan maafin yg udh nabraknya lagi wlw udh tewas, trauma yg berat berkepanjangan karena ga ditangani. Ru gimana sikap kamu ke Cinta jgn jauhi, dia harus sembuh, dan mengikhlaskan ortunya yg tewas biar mereka tenang
Hearty💕💕
Makin meleleh ❤️ ini eh ❤️ Cintaaaa
Felycia Fernandez
Kesian Eru dan Cinta...
cinta terhalang kejadian antara orang tua.😭
semangat Eru,setidaknya kamu jangan cepat menyerah.
jadikan cambukan,Cinta yang jadi korban papi mu maka kewajiban mu melindungi nya..kalau perlu menikahi nya
Shee_👚
eru tau cinta seperti itu aja dah khawatir banget, apa lagi dia tau kalau penyebab rasa trauma itu karena papihnya.
Shee_👚
andai Akbar tau kalau cinta selalu di bayangin mimpi buruk saat kecelakaan apa dia masih tetep berfikir seperti itu.
egoisnya akbar hanya mementingkan ke baikan keluarganya sendiri. tanpa memikirkan orang lain.😤
Hesty
jgn pisahkan mereka thoor😌
Fitra Sari
lanjut Thor doubell up donkk🙏
hiro_yoshi74
oh tidak gara gara pk akbar ni jadi ruwet kan 🤭
mmh nengmuti
aku jg di sini setia menunggu mu up lg🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!