NovelToon NovelToon
KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Single Mom / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Cwen Arabelle, seorang anak berusia 7 tahun lelah mendengar mama dan ayahnya bertengkar, akhirnya berusaha menjodohkan mamanya dengan seorang guru di sekolahnya yang terlihat masih sangat muda.

"Paman, paman mau tidak menjadi papa untuk Cwen?" tanya Cwen memamerkan gigi kelincinya kepada guru favoritnya di sekolahan.

"Paman tenang saja, Cwen akan segera meminta mama dan ayah berpisah agar paman bisa menikah dengan mama dan menjadi papa untuk Cwen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA : Bagian 27

“Kamu serius ingin menikah di umur 23 tahun?”tanya Lingga yang terkejut mendengar temannya ingin menikah.

Ansel mengundang teman-temannya ke apartement, bukan tanpa alasan Ansel mengundang mereka, ia ingin meminta bantuan juga saran dari teman-teman semasa kuliahnya itu, walaupun mereka bekerja di tempat yang berbeda, tetapi sesekali mereka akan berkumpul untuk memper-erat pertemanan mereka.

“Kalau saya tidak serius, tidak mungkin saya membawa kalian ke sini,”

“Kamu sudah melamarnya secara resmi?” tanya Ando, orang paling sulit bergaul di antara mereka.

Ansel mengangguk,“waktu itu saya pernah mengungkapkan perasaan saya, lalu saya bertanya apakah mau menikah dengan saya,”

“Jawabannya?”

Ansel menggeleng,“Dia menolak, tapi saya sudah meminta restu kepasa kedua orang tua saya, saya juga sudah membawanya bertemu dengan keluarga saya,”

Keempat temannya hanya menggelengkan kepalanya heran, Ansel ini memang kalau sudah jatuh cinta akan mendadak menjadi orang paling bodoh di dunia, entah kemana kepintarannya itu?

“Kamu ini, sebagai laki-laki, harusnya kamu bisa melamarnya lebih romantis bukan hanya bertanya di dalam mobil, tentu saja dia akan menolakmu, Ansel,”

Ansel menoleh kearah temannya yang bernama Yoga itu,“memangnya berpengaruh?”

“Semua perempuan itu ingin di perlakukan spesial Ansel, bukan hanya mengungkapkan perasaan lalu hanya bertanya apa dia bersedia menikah denganmu atau tidak, kamu ini bisa lebih romantis sedikit tidak, sih?” kesal juga Ando itu, sifat pendiamnya mendadak hilang jika berhadapan dengan Ansel yang bodoh dalam percintaan.

“Lalu aku harus bagaimana? Kemarin pun dia kembali menolak, aku juga bisa menunggu kok sampai dia siap,”

“Kalau kamu bisa menunggu sampai perempuan itu siap, lalu kenapa kamu malah meminta kita datang ke sini untuk meminta saran, harusnya kamu tunggu saja perempuan itu untuk siap menikah dengan kamu," Kesal juga Angga yang sejak tadi hanya diam mendengarkan.

“Kamu itu selalu aja seperti ini Ansel, saya tidak mau ya kalau kejadian beberapa tahun lalu kembali terulang,“peringat Lingga yang tahu persis masa lalu temannya itu saat awal-awal mereka berteman.

Ansel menghela nafasnya,”jangan di bahas lagi dong, itu sudah masa lalu loh, lagi pula aku tidak akan sebodoh dulu, kali ini aku benar-benar memilihnya karena saya yakin dengan perasaan saya,”

“Apa bedanya dengan yang dulu, kau juga yakin dengan perasaanmu, kau bahkan terlihat orang paling bodoh di antara kaliam berdua,”

Yoga menatap Ansel sedikit kesal, memang keempatnya merasa kesal jika mengingat bagaimana bodohnya Ansel ketika jatuh cinta dengan seseorang, sampai rasanya mereka berharap jika Ansel tidak jatuh cinta lagi pada orang yang salah.

“Ini berbeda, tolong jangan menyamakan yang sekarang dengan yang dulu, saya akui saya yang dulu memang terlihat bodoh,”

“Ngomong-ngomong, perempuan yang kamu suka seperti apa sekarang? Apakah lebih tua, lebih muda atau seumuran? Atau dia guru juga di tempat sekarang kau mengajar?”tanya Lingga penasaran, pasalnya sejak awal Ansel cerita, ia sama sekali tidak mengatakan seperti apa perempaun yang sedang di sukainya, bahkan sampai ingin menikahinya. Memangnya Ansel sudah sesiap itu untuk menikah?

“Itu semua tidak penting, lagi pula untuk apa kalian tahu,”balas Ansel tidak ingin menyebutkan seperti apa rupa dari seseorang yang di cintainya itu. Jenia terlalu cantik untuk ia beritahu kepada teman-temannya, Ansel tidak ingin jika teman-temannya itu malah suka dengan Jenia.

“Posesif juga kamu rupanya,”

Ansel mengangkat bahunya, ya, memang terdengar seperti itu, tidak masalah, Ansel memang tidak rela jika teman-temannya tahu Jenia sekarang, bukannya membantu, Ansel takut mereka malah jatuh cinta pada Jenia.

***

Semenjak pertemuan ia dan kelaurga Ansel, juga lamaran yang sempat Ansel lakukan kepadanya, pikirannya mulai tak fokus, ia bahkan sampai beberapa kali salah dalam berdialog di lokasi casting. Ya Jenia kembali mendapatkan panggilan untuk casting, entah sudah keberapa kalinya ia mengikuti casting, tapi tidak ada satu pun yang lolos, padahal Jenia hanya mengikuti casting sebagai tokoh pendukung, bukan tokoh utama.

“Kamu yang serius dong, kenapa sedang berdiaolog seperti ini malah tidak fokus,”omel seorang staff kepada Jenia.

“Maaf, bisa saya ulangi sekali lagi?”

“Cepat! Saya tidak punya waktu untuk terus-terusan memaklumi kamu, jika tidak bisa harusnya tidak perlu ikut casting, hanya modal wajah barat saja bisa-bisanya kamu mendapatkan panggilan casting untuk film besar, padahal dialog peran pendukung susahnya tidak seperti berdialog menjadi tokoh utama,”

Jenia hanya diam saja, ia memang selalu mendapatkan panggilan casting setelah ia mendaftarkan diri itu, memang tidak salah, pasti karena wajahnya, itulah sebabnya ia selalu mendapatkan panggilan casting, walaupun akhirnya tidak ada satu pun yang lolos.

“Maaf, saya akan ulangi sekali lagi,” ucap Jenia memilih tidak mengambil hati ucapan seorang staff yang berutugas memilih peran pendukung yang paling cocok dengan tokoh orang jahat.

“Cepat!”

Jenia langsung berdialog seolah-olah dia orang jahat, mungkin karena sedang sedikit kesal, pelafalannya terasa sangat pas juga cocok, nada marah juga emosinya keluar dengan sempurna membuat staff yang memarahi Jenia tadi langsung terdiam.

“Cukup!”

Jenia langsung menghentikan dialognya dan menoleh kepada staff yang menatap Jenia dengan tatapan seperti. Aku cukup puas dengan ekspresimu tadi.

“Kamu lolos, emosi yang kamu keluarkan tadi cukup menonjol, ekspresi marahmu juga cukup bagus,”

Tangan Jenia yang memegang sebuah kertas bertulisan dialognya sebagai orang jahat langsung gemetar, ia tidak menyangka jika casting kali ini ia lolos, padahal Jenia sudah sangat putus asa karena ia sempat berkali-kali mengulang dialognya karena masih begitu kaku, rasanya masih seperti mimpi untuk Jenia.

“Terima kasih, terima kasih karena sudah memberikan saya kesempatan pak,” lJenia sampai meneteskan air matanya saking senangnya ia dengan kelolosan castingnya.

***

“Pak guru, kenapa hari ini pak guru tidak datang ke sekolah?” tanya Cwen menghampiri Ansel yang duduk di kursi tempat jemputan siswa.

Ansel menoleh lalu tangannya terangkat untuk mengelus puncak kepala Cwen lembut.

“Hari ini pak guru tidak ada jadwal mengajar, Cwen cari pak guru ke kantor ya?”

Cwen mengangguk,“saat istirahat pertama dan kedua tadi, Cwen ketuk-ketuk pintu ruangan pak guru, tapi pak guru tidak menyahut sama sekali, Cwen kembali lagi saat istirahat ke dua, tapi hasilnya masih sama, tidak ada pak guru. Memangnya pak guru hari ini pergi kemana?”

Yang Cwen ingat, jika pak gurunya itu tidak masuk sekolah, itu artinya Ansel sedang ada urusan di luar, oleh karena itu Cwen bertanya kemana gurunya itu pergi hari ini.

“Pak guru tidak pergi kemana-mana, hanya di dalam apartement saja,”jawab Ansel membawa Cwen duduk di sebelahnya.

“Kenapa sekarang pak guru ada di sekolah? Pak guru ingin bertemu Cwen ya? Pak guru pasti rindu dengan Cwen karena belum bertemu sejak tadi pagi?”Cwen terkikik lucu karena berfikir jika Ansel memang merindukannya karena belum bertemu sejak pagi.

Ansel tersenyum,“iya, pak guru rindu Cwen, juga mama Cwen,” lirih Ansel di akhir kalimat, tapi Cwen masih cukup jelas mendengar lirihan Ansel itu.

“Apa? Pak guru rindu mam-,”

“Cwen,”

Cwen menoleh dan melihat mamanya yang berlari-lari kecil kearahnya dengen beberapa tetesan keringat di pelipisnya.

1
Lailatul Maulida
lanjut kak thor
Lailatul Maulida
lanjut kak thor💪
Ilham
lanjut BG cerita Pertaman nya aku suka cwen ceria sekali bg
Lailatul Maulida
bagus ceritanya ringan pokoknya suka lah 😁
Lailatul Maulida
lanjut kak autor
seru ceritanya
Lailatul Maulida
pecat bu sindy nya thor guru kok Rasis sama bully muridnya
Lailatul Maulida
kasihan cwen di bully di sekolahnya 🥲
Lailatul Maulida
semangat kak thor
Lailatul Maulida
bapak gedeng sukanya nuntut doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!