NovelToon NovelToon
TELAHIR SAKTI

TELAHIR SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi
Popularitas:738
Nilai: 5
Nama Author: Abas Putra

TELAHIR SAKTI: "Pencarian Pusaka Primordial"

Dunia yang damai ternyata hanyalah lembaran kertas di mata para dewa.

Pahlawan legendaris bernama Raka mengorbankan jiwa dan raganya yang merupakan tetesan "Tinta Primordial" untuk membebaskan dunia dari belenggu Naskah Takdir. Pengorbanannya memberikan kehendak bebas bagi seluruh penduduk fana. Namun, di dimensi kosmik yang jauh lebih tinggi, sebuah tempat bernama Ruang Redaksi, kebebasan ini dianggap sebagai "Kecacatan Cerita" yang harus segera dihapus."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abas Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

B 27: Terjadi Momen Masa Lalu

Nara duduk di tepi tempat tidur Raka. Ia menatap jubah Raka yang tersampir di kursi, lalu kembali menatap pria yang dulu pernah berbagi momen panas dengannya di masa itu.

"Dulu, aku berpikir kau hanyalah pemuda desa yang beruntung mendapatkan kekuatan dewa," bisik Nara, jemarinya perlahan menyentuh punggung tangan Raka yang kasar. "Tapi melihat apa yang kau lakukan pada Mata Kosmik, kau benar-benar telah menjadi sesuatu yang lain, Raka." bisik Nara.

Raka menatap Nara. Meskipun ia sangat mencintai Sekar dan Vanya, kehadiran Nara membangkitkan sisi kemanusiaannya yang paling dasar, kenangan tentang masa-masa di mana semuanya masih sederhana.

"Aku hanya ingin melindungi rumahku, Nara," jawab Raka.

Nara mendekatkan wajahnya. Napasnya terasa hangat di kulit Raka. "Kau selalu menjadi pahlawan bagi orang lain, Raka. Tapi di sini, di planet terkutuk ini, kau bisa menjadi dirimu sendiri sebentar saja."

ketegangan emosional yang kuat di antara mereka. Sebuah rasa yang belum tuntas dari masa lalu.

Nara mencondongkan tubuhnya, memberikan kecupan lembut namun penuh tekanan di kening Raka, lalu turun ke bibirnya.

Raka tidak menolak, ia butuh koneksi manusiawi ini untuk meyakinkan dirinya bahwa ia masih hidup setelah kedinginan Matahari ke-15 hampir membunuhnya.

Namun, sebelum momen itu berlanjut lebih jauh, sebuah alarm peringatan berbunyi di seluruh markas.

Wewooo...

"Sial! Radar mereka mendeteksi lonjakan energi penyembuhmu!" Nara berdiri dengan sigap, mengambil busur energinya.

Raka mencoba bangkit, meskipun tubuhnya gemetar. "Biarkan aku membantu."

"Tidak! Kau masih terlalu lemah. Tetap di sini!" perintah Nara.

Tiba-tiba, dinding markas itu hancur diledakkan oleh senjata termal.

BOOM!

Dari balik asap, muncul pasukan elit Sektor Terlarang yang disebut "Shadow Stalkers" pembunuh yang bisa menghilang dalam bayangan dan menyerang langsung ke arah sukma.

"Nara, awas!" teriak Raka saat melihat sesosok bayangan muncul tepat di belakang wanita itu dengan pedang energi yang siap membunuhnya.

Sring!

Raka menggunakan sisa tenaganya untuk melepaskan satu jentikan energi kecil. Meskipun kecil, itu cukup untuk melempar sang pembunuh ke dinding. Namun, Raka jatuh tersungkur, muntah darah. Kekuatannya benar-benar di titik nadir.

Raka! Teriakan Nara dengan panik melihat raka mengeluarkan darah.

Pertempuran di dalam markas bawah tanah pun pecah. Para pemberontak berjatuhan satu per satu.

Raka menyadari bahwa tanpa kekuatan penuhnya, mereka semua akan mati di planet ini. Ia menatap ke arah tungku energi markas yang ada di tengah ruangan, menyadari satu-satunya cara. ia harus melakukan "Overload" pada sistem penyembuhannya dengan bantuan seseorang yang memiliki energi kehidupan murni.

Nara menoleh ke arah Raka, ia mengerti apa yang harus dilakukan. Namun, ritual itu akan menguras nyawa Nara jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

"Dinding-dinding logam markas bawah tanah "Cahaya Terakhir" terus bergetar hebat akibat hantaman meriam termal dari permukaan planet.

BOOM!

Debu dan serpihan langit-langit berjatuhan, bercampur dengan aroma mesiu yang pekat. Di lorong-lorong sempit, suara jeritan para pemberontak bersahutan dengan bunyi desingan laser dari pasukan Shadow Stalkers.

Nara melepaskan tiga panah energi sekaligus, menghancurkan helm salah satu pembunuh bayaran hingga kepalanya meledak.

Namun, jumlah musuh terlalu banyak. Mereka bergerak seperti asap, muncul dari bayangan dan menghilang sebelum pedang lawan sempat menebas.

"Raka! Kau harus pergi lewat terowongan evakuasi!" teriak Nara sambil mengisi ulang busur energinya.

Tangannya gemetar, dingin membasahi dahinya yang penuh luka gores.

Raka mencoba bangkit dari tempat tidur medikasinya. Setiap otot di tubuhnya terasa seperti ditarik paksa oleh ribuan jarum panas.

"Aku... tidak akan meninggalkanmu lagi, Nara. Tidak untuk kedua kalinya."

Raka terjatuh kembali ke lantai, memuntahkan darah berwarna perak keunguan. Matahari ke-15 di dalam dirinya tidak hanya padam, tapi sedang melakukan hibernasi paksa, yang menghisap seluruh energi kehidupannya.

Jika ini terus berlanjut, Raka akan mati dalam waktu kurang dari satu jam." gumam Nara.

Melihat kondisi Raka yang mengenaskan. Ia membuat keputusan cepat. Nara menarik Raka menuju sebuah ruang kedap suara di balik tungku energi markas. Ruangan itu adalah "Kamar Inti", tempat di mana energi kehidupan planet Krios dikumpulkan.

"Ada satu cara, Raka," bisik Nara sambil mengunci pintu besi tebal tersebut.

"Teknik terlarang dari para buangan Sektor Terlarang. "Penyatuan Arus Sukma.

Aku akan memberikan seluruh esensi hidupku untuk memancing Mataharimu bangun kembali.

Tapi kita harus melakukannya tanpa penghalang... raga ke raga, jiwa ke jiwa."

Ritual Penyembuhan, Di Antara Hidup dan Mati."

Di dalam kamar inti yang remang-remang, cahaya biru dari tangki energi planet memantul di dinding logam, menciptakan suasana yang magis namun mencekam. Suara ledakan di luar terdengar meredup, berganti dengan dengungan statis dari mesin generator.

Nara melepaskan zirah tempurnya yang kusam, membiarkan pakaiannya jatuh ke lantai. Di bawah cahaya biru, tubuh Nara yang atletis namun penuh bekas luka tampak seperti pejuang yang sangat indah. Ia mendekati Raka, membantunya melepaskan perban yang membalut tubuh kekarnya.

"Jangan takut, Raka. Biarkan aku menjadi jangkarmu," ucap Nara dengan suara yang bergetar oleh emosi.

Mereka bersatu di atas tumpukan kain linen hangat di tengah ruangan. Saat sentuhan Nara yang hangat bersentuhan dengan Raka yang sedingin es, sebuah kejutan statis meledak di antara mereka.

Zinggg!

Raka menggeram sambil memegang pinggul Nara dengan sisa tenaganya, sementara Nara memeluk leher Raka, menyalurkan napasnya ke dalam paru-paru Raka yang sesak. Di tengah gempuran maut yang mengintai di balik pintu, mereka melakukan penyatuan yang sangat sakral.

Suara napas yang memburu, dan rintihan nikmat yang tertahan dari bibir Nara, Raka mengisi keheningan ruangan."

Deg!

Jantung mereka mulai berdetak dalam ritme yang sama. Raka merasakan energi kehidupan Nara yang murni, yang telah bermutasi karena radiasi planet Krios, mulai masuk ke dalam nadinya.

Rasa panas yang nikmat sekaligus menyakitkan menjalar ke seluruh saraf Raka. Tangan kekar Raka memegang punggung Nara, menghisap Energi tubuhnya dan kekuatannya. Dan gerakan raga yang dipenuhi keringat."

Dalam puncak penyatuan tersebut, Raka tidak lagi melihat kegelapan. Ia melihat sebuah nebula berwarna merah darah di dalam batinnya. Ini bukan lagi cahaya emas Matahari yang dulu. Ini adalah sesuatu yang baru.

Saat mereka mencapai puncak pelepasan, ledakan energi berwarna merah keluar dari tubuh Nara dan diserap sepenuhnya oleh tanda naga di dada Raka.

Ughhh!

Raka mengerang keras, suaranya menggelegar hingga membuat tangki energi di ruangan itu retak.

PRANGGG!

Kebangkitan Matahari Crimson, dan Pintu besi Kamar Inti hancur diledakkan dari luar.

BOOM!

Tiga orang Shadow Stalkers masuk dengan pedang energi terhunus. Mereka melihat Raka yang sedang memeluk Nara yang terkulai lemas karena kehilangan banyak energi.

"Target terdeteksi. Eksekusi!" teriak sang pemimpin pembunuh.

Namun, sebelum pedang itu menyentuh leher Raka, sebuah tekanan gravitasi yang luar biasa berat menghantam seluruh ruangan. Para pembunuh itu tertekuk lututnya, zirah mereka mulai melengkung hancur oleh beban yang tak kasat mata."

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!