"Suuut" lelaki itu membekap Garima dengan telapak tangan besarnya, mereka saat ini tengah berada gang kecil penuh dengan kupu - kupu malam yang dengan gamblang menjajahkan tubuhnya.
Tubuh Garima bergetar karena ketakutan, matanya menatap lelaki misterius didepannya itu dengan melotot "siapa dia ?, apa dia seorang penjahat ?" gumam Garima dalam hati.
"Tuhan tolong aku" jerit batin Garima kembali, tidak berapa lama terdengar suara langkah kaki yang banyak membuat seluruh gang sempit dan kumuh itu menjadi ramai.
Para wanita yang sedang menjalankan pekerjaannya lari terbirit - birit karena kehadiran beberapa orang yang sedang mencari seseorang.
Lelaki itu mendorong tubuh Garima membuat rumah kecil milik Garima terbuka dan dia dengan sengaja mencium bibir Garima saat salah satu lelaki berambut gondrong memperhatikan mereka.
Garima terkejut dengan aksi lelaki didepanya itu hingga dia tidak bisa berkata apa - apa dan bingung akan melakukan apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukapena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti pasangan menikah
Rima yang sedang minum segelas air melihat Loka mengeluarkan dompet kemudian Loka mengeluarkan sebuah kartu kredit "pakai ini untuk kau membeli apapun yang kau mau" Rima mengangkat satu alisnya melihat kartu milik Loka yang sudah berada dihadapanya.
"Aku masih memiliki uang" Loka menghela nafas kemudian meminum segelas air "uangku tidak akan habis untuk kau belanjakan" Rima mendengus sambil tersenyum tidak percaya.
"Kau yakin ?, dalam dua hari aku akan menghabiskan uangmu" Loka mengendikkan bahu "silahkan" Rima melihat Loka dengan menggelengkan kepala tidak percaya.
"kenapa kau percaya sekali denganku ?" Loka menatap Rima dengan intens membuat Rima salah tingkah "karena kau ibu dari anakku" jantung Rima berdebar sangat cepat saat ini seperti ingin keluar dari dalam tubuhnya.
"Ada pekerjaan yang membuatku tidak pulang beberapa hari, jadi jaga dirimu dan lakukan apapun yang kau mau disini" Loka bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Rima yang masih melihat gerak gerik Loka.
Loka berjalan menghampiri Rima kemudian mencium puncak kepala Rima membuat Rima diam mematung karena terkejut "jaga dirimu" Rima hanya diam dan mengangguk kaku karena dia belum sepenuhnya sadar dari keterkejutannya.
"Tunggu, apa pekerjaanmu ?" Loka menghentikan langkahnya kemudian melihat Rima "tidak ada hanya freelance" Rima menggeleng kecil seraya tidak percaya.
Suara pintu apartement tertutup menandakan Loka sudah keluar dari apartement itu menyisakan Rima yang masih terbengong dengan apa yang dia rasakan beberapa saat yang lalu.
Rima mengambil kartu kredit milik Loka dengan ragu - ragu kemudian menghela nafasnya, sementara Loka tengah menghubungi seseorang yang dia percaya untuk mengelola perusahaan miliknya.
Rima tengah berkaca didepan kaca besar yang berada disamping kamar mandi dikamarnya, Rima melihat tubuhnya kini sudah sedikit berubah terutama dibagain perut "tumbuhlah sehat didalam sana" gumam Rima lirih sambil mengelus perutnya yang sedikit menonjol.
Rima melihat lemari yang berada didalam kamarnya itu masih kosong, dengan menghela nafas berat dia menundukkan kepala setelah itu dia berjalan ke arah nakas samping tempat tidur.
Mengambil kartu kredit milik Loka dengan berpikir sejenak setelah itu Rima mengagguk yakin, Rima segera memakai baju bekas miliknya kembali setelah itu berjalan keluar dari kamar.
"Persetan dengan malu, aku butuh baju ganti sekarang" Rima berjalan meninggalkan apartement dengan bergumam pada dirinya sendiri.
Loka yang berada ditempat kerjanya bersama dengan Bima dan juga Hilda sedang mengamati beberapa foto beberapa korban "mereka bukan manusia tapi iblis" gumam Loka dengan dingin.
Bima mengangguk setuju "ya kau benar As, aku mendapat informasi ada preman pasar yang ikut andil dalam penculikan anak - anak itu" Loka menatap Bima kemudian mengangguk.
"Biar aku yang membawa preman itu kemari" Bima melihat punggung Loka yang saat ini sudah berjalan meninggalkan ruang kerja mereka, Loka paling pandai mencari targetnya.
Rima berdiri disebuah toko pakaian yang ada di mall tidak jauh dari apartement milik Loka, dia menimbang untuk membelinya atau tidak "Rima kau terlalu sombong dan lihat sekarang kau juga membutuhkan kartu itu untuk membeli kebutuhanmu" jerit batin Rima dengan malu.
"Ada yang bisa saya bantu nona ?" Rima tersenyum pada pegawai toko tersebut kemudian berkata "em aku ingin membeli beberapa celana dalam, bra dan juga baju" pegawai toko tersebut mengangguk dan mengarahkan Rima ke lorong penuh dengan pakaian dalam wanita.