NovelToon NovelToon
Bukan Suami Rahasia

Bukan Suami Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:51.8k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.

Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.

"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.

"Saya berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan saya juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Orangtua Raisha Di Mall

Hubungan yang secara mendadak ini membuat Kaivan harus punya banyak persiapan. Ya, Meski katanya dia yang diminta untuk menikahi Raisha lebih dulu bukan berarti seluruhnya akan di tanggung dari pihak wanita.

Mantan orang kepercayaan Davin itu harus bersiap atau menyiapkan segalanya mulai dari sekarang. Yang akan di nikahi adalah seorang Raisha, Putri dari keluarga pangestu. Bukan gadis biasa yang untuk keperluan pernikahan bisa di pertimbangkan.

Untuk mahar, Kaivan sudah berencana kalau mahar yang akan diberikan kepada calon istrinya bukan mahar yang pas pasan. Kaivan akan menjunjung tinggi Raisha meski dialah yang dilamar bukan melamar.

Kaivan yakin keputusannya menerima tawaran pernikahan ini akan di ungkit dan jadi permasalahan bagi Hans nanti. Tapi tak apa, Kaivan akan buktikan kalau dia lebih layak menjadi suami Raisha daripada pria itu.

Sementara itu, Pagi ini Hans sudah bersiap untuk pergi. Entah mau kemana yang jelas Hans sudah rapi dengan penampilannya ini.

"Mau kemana kamu?" Bunda Fatimah datang dengan membawa satu mangkuk sup untuk sarapan pagi ini.

"Hans ada janji sama Haura Bun... Mumpung sekarang hari minggu Hans akan ajak dia jalan-jalan.." Mendengar kata Haura, Wajah Bunda Fatimah langsung berubah masam.

"Mau kemana lagi kamu? Kamu gak denger apa yang ayah katakan? Jangan sering-sering kamu datang kerumahnya atau bertemu dengan mereka.. Kalau kamu kebiasaan, Yang ada kebiasaan ini akan dibawa sampai kamu menikah nanti Hans.. " Hans hanya terdiam. Dia hanya melakukan amanah dari mendiang Abangnya saja apa salah?

"Hans hanya melakukan amanah dari Abang Yah, Bun.. Hubungan Hans sama mbak Ajeng hanya sebatas ipar dan gak lebih dari itu.. " Ucap Hans yakin dengan ucapannya. Padahal apa yang pria itu katakan barusan sangat jauh berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya.

"Yakin kalau hubungan kalian hanya sebatas ipar? Gak lebih dari itu?" Pertanyaan Bunda Fatimah membuat Hans terdiam. Kemudian pria itu mengangguk..

" Jangan sampai Raisha datang untuk membatalkan pernikahan kalian cuma gara-gara hubungan ipar kalian ini.. Ingat Hans, Kesabaran Wanita itu ada batasnya.."

"Sudah, Mending sekarang sarapan dulu.. Ayah pusing membahas ini terus.." Merekan pun sarapan dengan tenang meski sebenarnya dalam hati Hans merasa dongkol sekali. Kenapa yang harus di bahas itu dan itu saja.

Dengan cepat Hans menyelesaikan sarapan paginya itu agar bisa menghindar dari pembahasan ini.

"Aku sudah selesai, Hans berangkat dulu. " Usai sarapan Hans langsung beranjak. Bunda Fatimah dan Ayah Mansyur saling pandang. Sungguh akhir-akhir ini putranya itu semakin membangkang. Hans melawan orangtuanya hanya demi seorang Ajeng.

Kini calon suami Raisha tersebut telah sampai dirumah yang menjadi tujuannya. Kedatangannya langsung disambut oleh tawa Haura yang ternyata sudah siap.

"Yeeei.. Akhirnya Om Hans datang juga.." Bocah itu melompat lompat girang merasa senang akhirnya orang yang telah di tunggu datang juga.

"Halo, Si cantik udah siap?" Hans berjongkok dihadapan Haura. Pria itu mensejajarkan tubuhnya dengan bocah enam tahun yang sangat Hans sayangi itu.

"Kau sudah datang Hans?" Hans mengalihkan perhatiannya terhadap Ajeng yang juga sudah siap. Wanita itu tersenyum manis, Hans yang melihatnya pun tertegun sejenak melihat penampilan Ajeng yang memukau.

"Mbak udah siap?

"Sudah..

"Ya sudah.. Kalau gitu kita berangkat.. " Ajeng menggandeng tangan putrinya dan berlalu pergi setelah mengunci pintu rumahnya.

"Silahkan masuk mbak..." Hans membukakan pintu mobil untuk Ajeng. Wanita itu tersenyum melihat perhatian Hans, Sekali lagi dia merasa menang dari Raisha itu.

"Hans..

"Ya mbak..

"Nanti pulang dari jalan-jalan kalau masih ada waktu anterin aku kerumah sakit ya.. Aku mau jenguk Raisha.." Hans tersenyum lalu mengangguk. Pria yang kendarainya pun mulai melaju.

Bahkan keduanya tak ada rasa canggung lagi setelah apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu itu.

...****************...

Hans mengajak Ajeng dan Haura jalan-jalan ke taman. Mereka turun dari kendaraan roda empatnya dengan senyum yang merekah.

Ajeng dan Hans turun, Wanita itu menggendong sang putri sementara Hans mengambil barang-barang yang telah di siapkan untuk piknik di taman yang kini sudah ramai itu.

"Wah.. Tamannya ramai ya Ma.. Haura suka.." Bocah itu meminta turun dan langsung lari-larian disana. Hans yang melihat itu ikut bahagia. Seharusnya yang berada di taman ini adalah kakaknya, Bukan dia.

"Lihat Hans.. Haura senang sekali.. Harusnya Bram yang menemaninya.." Hans menoleh kearah wanita itu kemudian meraih tangan Ajeng dan menggenggamnya.

"Mbak gak usah khawatir. Ada aku yang akan selalu menemani mbak dan Haura.. Jadi mbak jangan sedih " Ajeng tersenyum.

"Makasih ya, Hans.. Kamu selalu ada untuk kami. Andai gak ada kamu entah apa yang akan terjadi.." Kata wanita itu. Wajahnya sedih membuat Hans iba.

"Ya sudah sekarang kita susul Haura.." Ajeng mengangguk.

"Hauraaa!! Jangan lari-larian sayang..." Ajeng ikut menyusul Haura yang masih lari-larian itu. Hans pun ikut menyusul. Orang-orang yang berada disana pasti menyangka kalau mereka adalah keluarga yang harmonis.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Siapa yang tidak kagum, Ajeng dan Hans serta Haura duduk berkumpul disana. Ditengah-tengah ada makanan ringan yang tersedia serta minuman.

Jika orang yang tidak tahu mungkin akan mengira kalau mereka memang satu keluarga cemara. Padahal sebenarnya mereka hanya sepasang ipar saja.

"Om, Lain kali ajak Haura jalan-jalan lagi ya.. Tapi jangan main ke teman, Ke tempat yang lain saja.." Hans terkekeh, Pria itu Ucap kepala Haura.

"Iya.. Minggu lagi kita jalan-jalan lagi ya.." Bocah tersebut sangat girang. Mereka pun menghabiskan waktu weekend ini bertiga tanpa ada orang luar.

Setelah cukup lama menghabiskan waktu ditaman, Haura akhirnya mengajak pulang. Mungkin karena sudah merasa sangat lelah..

"Sebelum kita pulang, Gimana kalau kita pergi ke Mall dulu.. Sekalian aku cari oleh-oleh buat Raisha setelah ini.." Kata Ajeng mengusulkan.

"Waah.. Haura suka mall. Haura suka sekali mall..

"Ya sudah kita mampir kesana dulu.." Hans melajukan kendaraan roda empatnya kearah pusat perbelanjaan yang berada dikota itu. Dan kebetulan sekali lokasinya tak jauh dari taman tadi.

"Sekarang Haura mau beli apapun pilih yang Haura suka..

"Horeeeee...

Haura melompat-lompat dengan senang. Hans menggandeng tangan kanan Haura Sementara Ajeng menggandeng tangan kiri Haura. Sungguh keluarga yang cemara sekali..

"Haura mau boneka..

"Iya sudah kita pergi beli boneka..

Kini tiga orang beda usia itu menuju ke tempat boneka. Haura berlari lebih dulu melihat boneka yang terpajang dengan rapi disana.

"Haura mau yang ini.." Bocah itu menunjuk boneka kuromi dengan ukiran yang cukup besar. Hans mulai melakukan pembayaran, Setelah itu mereka tidak langsung pulang karena Ajeng masih berbelanja barang disana Tentu saja memakai uang Hans.

Ajeng pergi ketempat bagian make up. Wanita itu memilih make up untuk dirinya karena kebetulan make up nya telah tinggal sedikit.

"Yang ini ya, Hans...

"Boleh mbak..

"Hans.." Hans menoleh ke arah sumber suara.

Deg!

Pria itu menelan salivanya dengan susah payah. Dihadapannya ada Papa Damian dan Mama Adiba.

"Papa, Mama.." Sapa Hans dengan nada canggung. Untuk kali ini ia kepergok sedang jalan bersama Ajeng.

"Kamu disini?

"E.. Pa..

"Sama mereka?" Hans menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa bingung harus bagaimana. Mama Adiba pun ikut menatap wanita dan bocah yang sedang bersama Hans hari ini.

"Hans.. Kau bersama mereka?

"Eum.. Pa...

"Kalau seumpama kau menikah dengan putriku.. Lalu pergi bulan madu, Apa kau juga akan mengajak mereka?" Tanya Damian menunjuk Ajeng dan Haura. Hans menoleh pada dua wanita beda usia itu. Ini sebuah pertanyaan atau jebakan?

"Pa.. Eum, Hans bisa jelaskan.. Hans mengajak mereka buat jalan-jalan karena..

"Bukan itu yang aku maksud.. Kalau kau memang tidak mau lagi dengan putriku, Pernikahan ini bisa di Batalkan.. Lagipula, Aku tidak mau punya menantu yang plinplan dan lebih mengutamakan orang lain.." Ucap Damian dengan tegas.

"Pa..

"Sudahlah pa.. Mending kita pulang. Biarkan dia menghabiskan waktunya dengan mereka.. Kita jangan cari masalah, Tapi alangkah baiknya kalau kita buat Hans punya banyak waktu untuk mereka.." Adiba pun ikut angkat bicara. Selama ini dia tidak pernah tahu seperti apa Hans. Tapi setelah melihatnya secara langsung, Adiba dapat melihat kalau apa yang di katakan putrinya benar. Hubungan mereka bukan hanya sekedar sepasang ipar tapi lebih dari itu.

"Pa.. Ma.. Hans bisa jelaskan.. Ini semua.." Hans mengejar Damian dan Adiba namun sayangnya mereka sudah tak mau mendengar lagi.

TBC

1
Chandra Dewi
ceritanya bagus dan menarik
aku
davina berarti, istri davin. sp adeknya, alya kah??
Mama Bila😘❤️: Davina adik Davin kk.. Istrinya Cinderella
total 1 replies
Meliandriyani Sumardi
lancar kai..sampai akad nikah nanti..penasaran sama hans bagaimana responnya nih🤣🤣
Dew666
💟💟💟
Evi alvian
Alhamdulillah acara lamaran lancar dan diterima oleh papa Damian...dan buat Hans gigit jari deh gak jadi nikah🤭😂
Putrii Marfuah
Steve, jangan sedih ya kalau ternyata dia adalah raisha yang sama, wanita yang kamu suka
Lucy
Lamaran kai ke Raisha berjalan dgn baik dan diterima oleh papa Damian👍👍dan untuk Hans ntar kau menyesal tiada guna🤭bela trus ipar maut mu itu🤣🤣🤣
Arin
Kalau Hans tenang tapi menghanyutkan🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lamaran yg sah buat raisha
Nice1808
Akhirnya lamaran di terima dgn baik oleh klurga Raisha👍👍dan untuk hans menyesal tiada guna🤣🤣🤣🤣
Retno Harningsih
up
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga lancar hingga akhir. nyesal kuadrat kamu, Hans.
Ariany Sudjana
puji Tuhan, lancar semua yah kaivan dan Raisha
Uba Muhammad Al-varo
itulah buah kesabaran yang didapatkan Kaivan setelah sekian lama berpisah dan tak tahu dengan keluarga yang sebenarnya tapi penasaran dulu pas Kaivan terbawa arus gimana ceritanya sampai ada orang yang menolongnya juga🤔🤔🤔tapi iya udah lah yang penting Kaivan udah bahagia bersama keluarga kandungnya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
mengharukan sekali... 🥹🥹
Teh Euis Tea
ikut terharu aku🥹
Ayudya
gimana ni reaksi Raisha kalau tau kaivan anak orang kaya
Norazlina Ali
aaaaaaw...comel😍😍😍
Sindy Sintia
aku kira jawaban kai, maaf ma KAI akan berusaha terbiasa dgn sebutan Aksa gitu
Tini Uje
bawa ortu kaivan kerumah org yg brjasa menolong nya thor
Tini Uje: maksud nya kluarga nalendra gitu lok kk 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!