NovelToon NovelToon
I Love You, Cinta

I Love You, Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Beda Usia / Trauma masa lalu
Popularitas:37.9k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?

===

“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”

“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”

“Masa?”

“Mahameru pantang ingkar janji.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Silahkan Pergi!

Bab 26

 

“Aku … anak mami, calon imam kamu.”

Cinta mendengus lalu memukuli lengan Eru berkali-kali. “Nggak lucu. Kamu siapa hah?”

“Aduh,” keluh Eru lalu tergelak. “Kamu kenapa sih,” keluh Eru masih terkekeh.

“Memastikan kalau prediksi aku benar. Ada dua kemungkinan. Kamu bukan baru lulus dan magang hanya alasan, mata-mata dari stasiun TV saingan. Hanya karena kamu baby face, bisa menipu orang. Kemungkinan kedua, kamu kelihatan salah tempat, Ru," sindir Cinta halus, suaranya pelan agar tidak didengar oleh rekan tim mereka yang lain. “Penampilan kamu dan semua yang kamu kenakan, bukan barang biasa.”

Eru terkekeh, mencoba mencairkan suasana. "Lebay kamu. Aku pakai baju biasa gini, Ta. Gak pakai jas atau dasi juga."

"Biasa katamu?" Cinta mendengus geli, lalu mengeluarkan ponsel. Meraih tangan Eru dan memfoto jam tangan di pergelangan tangan kiri di pencarian aplikasi E-commerce. "Anak magang mana, Ru, yang pakai jam tangan yang harganya bisa buat beli motor matic baru? Terus itu... kaos polo kamu, ini harganya bukan seratus dua ratus ribu ‘kan? Aku tahu merek ini.” CInta berjinjit menarik kerah kaos dan melihat merknya.

Eru melangkah mundur meraih tangan Cinta. Ia tersenyum meski jantungnya deg-degan bukan hanya karena posisi mereka begitu intens, tapi bingung beralasan apa pada gadis ini.

“Semua ini boleh Mami yang kasih, hadiah ulang tahun atau kelulusan aku, kayaknya,” bela Eru dengan suara pelan.

“Kamu sengaja ya selama ini bersikap low profile di depan aku? Biar apa? Biar kelihatan keren? Aku yakin kamu bukan orang biasa, anak sultan mana kamu?”

“Nama papiku Artha bukan Sultan,” sahut Eru kembali terkekeh, tangannya terulur mengusap kepala CInta yang langsung ditepis. “Nggak penting siapa orangtuaku, nggak ngaruh juga untuk hubungan kita. Aku serius sedang magang bukan mata-mata seperti tuduhan kamu. Jangan merasa ditipu atau dibohongi. Kamu nggak pernah tanya dan tidak perlu juga aku jelaskan silsilah keluargaku atau perlu? Sekalian adakan pertemuan keluarga untuk lamaran, gimana?”

“Nggak lucu.” Cinta bersedekap dengan wajah cemberut.

"Dengar ya, sayang," Eru menatap tepat ke dalam manik mata Cinta, kedua tangannya memegang bahu gadis itu dengan sorot mata berubah sangat serius dan penuh permohonan. "Aku gak pernah punya niat sedikitpun buat mainin kamu atau pura-pura miskin. Demi Tuhan, enggak. Semua pakaian dan barang yang aku punya ini... ini adalah fasilitas karena lahir sebagai putra dari Papi dan Mami.”

Cinta terdiam. Ia bisa merasakan ada ketulusan di balik kata-kata Eru. Penampilan mewah pria itu ternyata bukan untuk ajang pamer karena brandnya sama sekali tidak terlihat.

“Panggilan kepada pasangan nggak tahu diri, Cinta sama Eru, lo pada mau ikut nggak? buset dah, dari tadi ngobrol aja, kagak ada kontribusinya. Itu barang-barang lo mau dibawa atau tinggali aja?” teriak Asep.

“Sorry kang, udah beres nih. Cuma salah paham, dari pada ngambek selama perjalanan,” tutur Eru. “Ayo!” melangkah menuju tas milik Cinta, mengangkatnya dan meletakan di bagasi. Begitupun dengan miliknya.

“Goody bagnya jangan dibagasi, itu cemilan aku,” ucap Cinta sebelum masuk mobil.

“Siap, nyonya.”

Dalam perjalan, Cinta tidak berisik seperti biasanya. Paling tidak hanya gadis itu yang sedikit banyak menyadari status Eru meski tidak sepenuhnya terungkap.

 

***

Maura tersenyum menyambut kedatangan Indri dan Akbar, kakak dan ipar dari mendiang suaminya.

“Sehat Ra?” sapa Indri lalu saling memeluk.

“Aku, alhamdulillah sehat. Mbak gimana? Ada apa ini, tumben banget. Padahal kabarin aja, biar saya datang ke rumah kalian. Nggak enak masa yang muda malah dikunjungi.”

“Nggak pa-pa, sesekali main kemari.” Indri mengibaskan tangan di depan wajah.

Menempati sofa, ada perasaan tidak nyaman yang Maura rasakan. Mungkinkah yang akan dibicarakan ada hubungannya dengan Eru dan Cinta. Masih berbasa basi menyapa dan membicarakan hal receh, bibi mengantarkan minum dan kudapan.

“Gimana Eru, betah dia di yess TV? Pasti betah kali ya, ada yang bikin semangat tiap hari,” tutur Indri, Maura tersenyum dan mengangguk. Ia melirik Akbar, pria paruh baya itu tampak serius. Sejak datang tidak mengucapkan apapun.

“Sebagai orangtua, hanya mendukung saja selama itu baik. Kalaupun Eru akan pilih Yess Tv untuk dia mengabdi, tidak masalah. Saya ikut apa yang dia pilih demi masa depannya,” tutur Maura. Artha dan Akbar memiliki porsi yang sama di Digital Corp. Jika Akbar harus membaginya dengan ketiga putra, Artha hanya punya Eru pewaris tunggal. Bisa dikatakan Eru memiliki hak lebih besar dibandingkan ketiga sepupunya.

“Iya, kamu benar. Biarkan anak-anak lakukan dengan cara dan pilihan mereka,” tambah Indri.

“Demi masa depan dan kebaikan Eru, kita pindahkan dia dari Yess Tv,” usul Akbar membuat kedua wanita mendapatkan perhatian dan terkejut.

“Loh, kenapa begitu mas?” tanya Maura.

“Itu yang terbaik untuk Eru,” sahut Akbar.

Maura menghela nafas. Sepertinya Akbar masih kekeh dengan pendiriannya memisahkan Eru dari Cinta.

“Kalau tujuan dipindahkan untuk memisahkan Eru dengan CInta, saya tidak setuju,” ujar Maura.

“Demi kebaikan putramu,” seru Akbar lagi.

“Demi kebaikan Eru atau keluarga Arkatama.”

Akbar akan menimpali, tapi ditahan Indri dengan menyentuh lengannya. “Ada apa ini?” tanya Indri menatap Akbar dan Maura bergantian. “Ada yang aku tidak tahu. Ada apa dengan Eru dan keluarga kita?”

Maura mengalihkan pandangan ke arah lain lalu menunduk.

“Justru memisahkan Eru dengan CInta untuk kebaikan keluarga kita,” tutur Akbar.

“Mas, apa tidak bicarakan dengan Eru. Ini tentang pilihan hidupnya. Kalau masalahnya karena latar belakang keluarga CInta, sejak kapan kita melihat seseorang karena statusnya," jelas Indri tidak setuju dengan usul suaminya.

“Bukan itu, tapi ….”

“Karena Cinta korban kecelakaan malam itu. Memisahkan mereka bukan berarti menghapus kenyataan kalau Eru adalah putra dari pria yang menyebabkan kematian orangtua Cinta," ungkap Maura menyela Akbar. 

“Hah, ini maksudnya apa? Maura, Mas, masalah apa ini?” cecar Indri masih tidak mengerti.

“Malam di mana kecelakaan di mana Papi Eru pergi untuk selamanya, ada keluarga lain yang menjadi korban. Cinta, dia korban malam itu dan orangtuanya tidak beruntung meninggal di tempat.”

“Apa?” Indri menutup mulutnya karena terkejut. “jadi, CInta ….”

“Artha bukan penyebab kecelakaan, itu musibah,” ujar Akbar. “Demi kebaikan bersama, kita tinggalkan saja semua di belakang. Tidak perlu diungkap.”

“Kenapa harus memisahkan mereka, apa tidak terpikir kalau Tuhan sengaja mempertemukan mereka agar semua ini terungkap,” tutur Maura lagi.

“Kamu mau Eru disalahkan dan dibenci oleh gadis itu? Bagaimana kalau dia malah terpuruk karena Cinta membencinya atau Cinta menuntut keluarga kita?”

“Cari waktu yang tepat untuk duduk bersama dan jelaskan semuanya,” usul Maura. “Kecewa dan sakit itu pasti, setidaknya tidak sesakit ketika mereka tahu sendiri.”

“Tidak perlu. Kita pisahkan mereka. Aku akan hubungi keluarga CInta, mereka sudah terima kompensasi dan tanggung jawab kita. Memang dari mana CInta sekolah, kuliah serta biaya hidupnya selama ini. Habis manis sepah dibuang kalau ia akan menuntut. Siapa pula yang akan dituntut, toh Artha sudah tiada. Kalau dia cerdik, ia akan tuntut biaya ganti rugi dengan jumlah yang besar.”

“Aku tidak peduli dengan tuntutan itu, sebesar apapun yang Cinta minta. Selama mereka tidak saling menyakiti dan Eru tidak terluka,” tutur Maura. “Maaf, aku tidak setuju dengan saran Mas Akbar.”

“Sayangnya kedatanganku bukan bertanya setuju atau tidak. Kamu hanya menantu, tidak punya hak untuk berpendapat.”

Maura menelan saliv4 dengan kedua tangan mengepal di atas pangkuan menahan emosi. Rahangnya mengeras mendengar kalimat itu. Indri pun bersuara menegur suaminya.

“Aku memang menantu, tapi Eru punya hak di keluarga ini. Dengan hak itu aku menolak saran kalian!”

“Maura!”

“Aku kehilangan suami dan Eru kehilangan Papinya. Kalian tahu apa? Sekarang usul kalian hanya menambah luka untuk putraku. Pergi!” Maura menunjuk pintu tanpa menatap pasangan Akbar dan Indri.

“Maura, semua bisa dibicarakan." Indri berusaha menengahi perdebatan suami dan adik iparnya.

“Masa depan putraku tidak untuk coba-coba. Jangan pernah mengancam kami,” ujar Maura masih tanpa menatap. “Silahkan pergi!”

1
Hearty💕💕
Makin meleleh ❤️ ini eh ❤️ Cintaaaa
Felycia Fernandez
Kesian Eru dan Cinta...
cinta terhalang kejadian antara orang tua.😭
semangat Eru,setidaknya kamu jangan cepat menyerah.
jadikan cambukan,Cinta yang jadi korban papi mu maka kewajiban mu melindungi nya..kalau perlu menikahi nya
Shee_👚
eru tau cinta seperti itu aja dah khawatir banget, apa lagi dia tau kalau penyebab rasa trauma itu karena papihnya.
Shee_👚
andai Akbar tau kalau cinta selalu di bayangin mimpi buruk saat kecelakaan apa dia masih tetep berfikir seperti itu.
egoisnya akbar hanya mementingkan ke baikan keluarganya sendiri. tanpa memikirkan orang lain.😤
Hesty
jgn pisahkan mereka thoor😌
Fitra Sari
lanjut Thor doubell up donkk🙏
hiro_yoshi74
oh tidak gara gara pk akbar ni jadi ruwet kan 🤭
mmh nengmuti
aku jg di sini setia menunggu mu up lg🤣
gina altira
romantis nyaaa
Sri Wahyuni Abuzar
ciih..aku juga di sini x ruuu nungguin cucian 🤣🤣
sikepang
sabar nunggu kisah cinta y erucinta
Turwaty suketi
Aku juga di sini ru mantau kamu sambil baring🤭
Cen: eru said: sakarepmu lah
total 3 replies
Tamia Akhildadanwidyan
God job mami,,,lope lope mami.....🥰
Ray Aza
koreksi ya say, gunung kidul msk wilayah jogjakarta atuh. 😀
dtyas (ig : dtyas_dtyas): betul, perbatasan dengan Jawa tengah
total 1 replies
sikepang
sdh mulai terungkap satu2 dan aduh berat lh pokok nya
Iccha Risa
sudah tertutupi dgn segala cara sama pak Akbar, tapi ttep aja tercium malah akhirnya terbongkar ...
siap2 reaksi cinta nrma ga ya kenyataan
Iccha Risa
nethink nih pak Akbar malah berlebihan, plis dech gakan runtuh dunia Anda gegara Eru dengan Cinta ada hubungan. yg jadi masalah apa penyebab kecelakaan itu bukan kelalaian papi Eru..
Leli Suryani
lanjut kk
Shee_👚
karena korbannya orang yang sedang deket denganmu ru.
kamu dah di kasih tau sama mamih kan dan di wanti² tentang gosip tidak enak nah ini maksudnya
Shee_👚
nggak udah ~ nggak usah🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!