NovelToon NovelToon
Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Tiga tahun lamanya Andini mencurahkan seluruh pengabdiannya sebagai istri saleha, namun ia justru dihempaskan ke titik terendah dalam hidupnya. Ia diusir tanpa membawa uang sepeser pun oleh Reno, suaminya sendiri, yang lebih memilih Siska karena pengakuan kehamilannya. Setelah kenyang menerima hinaan sebagai perempuan mandul yang sekadar menumpang hidup, Andini bersumpah untuk bangkit dari puing-puing kehancurannya.

Saat Andini akhirnya berhasil bertransformasi menjadi sosok wanita karier yang mandiri, elegan, dan sulit digapai, Reno datang kembali sambil merangkak penuh penyesalan. Namun, sebuah map cokelat yang telah disiapkan Andini siap meruntuhkan sisa-sisa kesombongan pria itu. Sebuah rahasia medis yang mencengangkan akhirnya terungkap: Reno sebenarnya mandul, dan anak yang selama ini ia puja-puja hanyalah buah dari pengkhianatan Siska. Inilah saatnya karma instan mulai bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Pelarian ke London

Deru mesin Boeing 777 yang membelah awan hitam di atas Samudra Hindia terus berdengung, mengisi kesunyian kabin kelas bisnis yang mewah. Namun, bagi Karina, ketenangan itu justru terasa mencekam. Ia menyandarkan kepalanya pada jendela pesawat, menatap hamparan kegelapan di luar sana dengan napas yang memburu pendek. Setiap kali memejamkan mata, bayangan kilatan kamera jurnalis dan wajah tegas pengacara Al-Fatih Group di layar laptopnya kembali datang menghantui.

Hanya terpaut tiga puluh menit sebelum kepolisian setempat mengetuk pintu apartemennya di Singapura, Karina sudah melesat pergi atas koordinasi Kepolisian Republik Indonesia. Berbekal paspor sekunder dan sisa dana tunai di dalam tas jinjingnya, ia memesan tiket penerbangan darurat paling awal menuju Bandara Heathrow, London.

"Sialan... Bagaimana bisa Farhan tahu secepat itu tentang Apex Horizon?" gumam Karina lirih. Jemarinya meremas pembatas kursi kulit dengan sangat kuat hingga kuku-kukunya memutih.

Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Reno—pria yang ia pikir bisa dikendalikan lewat jerat kemiskinan—justru berbalik arah. Pria itu justru berlutut di hadapan Farhan dan menyerahkan seluruh bukti komunikasi mereka. Di mata Karina, aliansi dadakan antara Farhan dan Reno adalah sebuah anomali yang mustahil. Namun, kenyataan pahit itu kini memaksanya menjadi buronan internasional hanya dalam semalam.

Empat belas jam kemudian, hawa dingin kota London yang merasuk hingga ke tulang menyambut kedatangan Karina. Langit kelabu dan rintik gerimis seolah mempertegas kemuraman yang sedang menyelimuti hidupnya. Tanpa membuang waktu setelah melewati pemeriksaan imigrasi yang menegangkan, Karina segera menaiki taksi hitam khas London, black cab, menuju kawasan perumahan elite di daerah Belgravia. Di sanalah Tante Sofia memiliki sebuah rumah dinas mewah bergaya georgian.

Taksi berhenti tepat di depan bangunan megah berpintu hitam dengan pilar-pilar putih yang kokoh. Karina turun tergesa-gesa, mengabaikan rintik hujan yang mulai membasahi mantel bulunya. Ia menekan bel rumah berkali-kali dengan tidak sabar.

Cklek.

Pintu terbuka, menampakkan sosok pelayan paruh baya asal Inggris yang menatap Karina dengan dahi mengernyit. Sebelum pelayan itu sempat menyapa, Karina sudah mendorong pintu dan melangkah masuk ke lobi rumah yang hangat, lengkap dengan perapian yang menyala di sudut ruangan.

"Di mana Tante Sofia?!" tanya Karina dengan nada panik yang tidak bisa disembunyikan.

"Nyonya Sofia sedang berada di ruang membaca di lantai dua, Nona—"

Belum sempat pelayan itu menyelesaikan penjelasannya, Karina sudah melangkah lebar menaiki anak tangga kayu ek yang melingkar. Ia mendorong pintu ruang membaca dengan kasar. Di sana, Tante Sofia tampak duduk anggun di sofa beludru merah, sedang menikmati secangkir teh earl grey sembari membaca laporan bursa saham.

Penampilan Tante Sofia masih terlihat glamor, namun gurat kemarahan yang tertahan langsung terpancar dari wajahnya saat mendongak. Ia melihat keponakannya masuk dalam kondisi berantakan—rambut kusut, mata sembap, dan napas yang tersengal-sengal.

"Tante... Kita dalam masalah besar! Farhan dan Andini... mereka berhasil membongkar semuanya!" seru Karina seketika, suaranya melengking panik di dalam ruangan yang sunyi itu.

Tante Sofia tidak langsung merespons. Ia meletakkan cangkir tehnya di atas tatakan porselen dengan gerakan yang sangat pelan, sengaja menciptakan ketegangan psikologis yang menekan mental Karina. Wanita tua itu kemudian berdiri, melipat kedua tangannya di depan dada, lalu menatap Karina dengan pandangan sedingin es.

Plak!

Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Karina, membuat wanita muda itu terpekik kaget sembari memegangi pipinya yang seketika memerah dan terasa panas.

"Tante... Kenapa Tante menamparku?!" tanya Karina dengan mata berkaca-kaca, terkejut atas reaksi kasar dari wanita yang selama ini mendanai semua aksi liciknya.

"Itu untuk kebodohanmu, Karina!" bentak Tante Sofia, suaranya bergetar menahan murka yang luar biasa. "Aku memercayakan jutaan dolar dari rekening pribadiku kepadamu untuk mengelola Apex Horizon! Aku memintamu menyusun rencana yang rapi untuk menjatuhkan nama Andini lewat Reno! Dan apa yang kamu berikan padaku? Sebuah kegagalan total yang memalukan!"

Tante Sofia melangkah mendekat, mencengkeram rahang Karina dengan jemarinya yang dihiasi cincin berlian besar. "Kamu tahu apa yang terjadi dua jam lalu? Pengacara utama dari Al-Fatih Group di Jakarta telah mendaftarkan gugatan pembekuan aset internasional ke pengadilan tinggi Singapura dan London! Seluruh rekening operasional Apex Horizon Ltd yang di dalamnya terdapat sisa dana milikku kini telah dikunci secara sepihak oleh otoritas moneter!"

Karina membelalak, tubuhnya mendadak lemas. "Di-dikunci? Jadi kita tidak bisa mengakses dana itu lagi?"

"Tidak bisa!" Tante Sofia mengempaskan rahang Karina dengan kasar hingga keponakannya itu terhuyung ke belakang. "Farhan tidak hanya bergerak di ranah hukum domestik, Karina. Dia menggandeng firma hukum korporasi nomor satu di London untuk menjerat kita dengan pasal pencucian uang lintas negara! Dan itu semua terjadi karena kamu tidak becus mengamankan Reno!"

"Ini bukan salahku sepenuhnya, Tante!" bela Karina dengan suara gemetar. "Reno yang berkhianat! Pria sialan itu berlutut pada Farhan demi biaya pengobatan ibunya yang stroke! Siapa yang bisa memprediksi kalau Farhan mau menampung mantan ibu mertua istrinya di rumah sakit terbaik?!"

"Harusnya kamu bisa memprediksinya jika otakmu itu digunakan untuk berpikir, bukan cuma untuk bersenang-senang dengan uangku!" balas Tante Sofia sengit. Wanita paruh baya itu berjalan menuju jendela besar, menatap jalanan London yang basah dengan pikiran berkecamuk. Hubungan kemitraan yang dulunya didasari rasa saling menguntungkan kini retak total, menyisakan saling curiga dan tuduh.

Tante Sofia sadar, jika Karina tertangkap oleh kepolisian Inggris dan dideportasi ke Indonesia, namanya juga akan terseret ke dalam pusaran kasus hukum yang mematikan ini. Reputasinya sebagai salah satu mantan komisaris Al-Fatih Group akan hancur lebur di mata kolega bisnis internasionalnya di Eropa.

"Tante... Tolong aku," bisik Karina, mendekati Tante Sofia dan memegang lengan mantelnya dengan pandangan mengiba. "Hanya Tante yang punya koneksi di sini. Sembunyikan aku... Jangan biarkan mereka membawaku kembali ke Jakarta. Aku tidak mau membusuk di penjara."

Tante Sofia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang karena stres. Ia melepaskan tangan Karina dari lengannya dengan gerakan dingin.

"Kamu akan tetap tinggal di rumah ini untuk sementara waktu, Karina. Jangan pernah berani melangkahkan kakimu keluar dari pintu depan, dan jangan menyalakan ponsel atau kartu kredit apa pun yang bisa melacak keberadaanmu," ujar Tante Sofia dengan nada mengancam. "Aku akan menghubungi tim pengacara terbaik di Inggris untuk mencari celah hukum dalam gugatan pembekuan aset Farhan. Kita belum kalah sepenuhnya."

Namun, jauh di lubuk hatinya, Tante Sofia mulai merasakan ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Farhan Al-Fatih yang mereka hadapi sekarang bukan lagi keponakan muda yang bisa ia dikte di ruang rapat direksi. Farhan telah menjelma menjadi kepala keluarga yang siap mengerahkan seluruh kekuatan finansial dan jaringan globalnya demi melindungi kebahagiaan istrinya, Andini Larasati. Dan badai hukum yang dikirimkan pria itu dari Jakarta, perlahan namun pasti, mulai bergerak mendekati daratan London.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!