NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

“Ada apa Ma, Sarah ketemu?” tanya pak Re begitu istrinya menutup panggilan. Sedari tadi pria itu menyimak di tempat duduknya.

“Iya Pah, di rumah sakit, tapi kondisi Sarah tidak baik-baik saja. Aku harus segera bilang ke Bu Maryam, biar nanti kesana bareng-bareng,” ujarnya sembari memulai sarapan.

“Ada apa Ma,? Kok pagi-pagi sudah heboh?” tanya Lingga bergabung di meja makan.

“Eh ya Ga, kamu mau ke kampus nggak? anter mama ke rumah sakit.”

“Nggak Ma, siapa yang sakit?”

“Oke beneran, anter mama ya sama Bu Maryam, Sarah di rumah sakit, kita harus segera kesana,” ujar perempuan itu menyelesaikan sarapanya lebih dulu.

“Tapi Ma,” sanggah Lingga hampir menolak. Namun, sudah kadung tak ada acara. Sebenarnya Lingga cukup penasaran, kenapa perempuan itu kerajinan sekali masuk rumah sakit, apakah pingsan lagi.

“Ga, apa lagi, ini penting sayang, masa kamu nggak kasihan, Sarah dan Bu Marya sudah seperti keluarga sendiri. Ayo sayang, anter kami.”

Kalau ibunya sudah bertitah, pria itu tak bisa mengelak apalgi protes, mengiyakan adalah solusi terbaik.

Kabar itu di sampaikan pada Bu Maryam dan siang itu juga langsung ke rumah sakit. Terlihat pertemuan ibu dan juga anak itu terlalu mengharukan.

“Sarah! Kamu nggak Pa-pa sayang! Ibu cemas mencari kabarmu Nak.” Bu Maryam berhambur ke dalam pelukan putrinya.

“Nggak Pa-pa Bu, ada orang baik yang nolongin Sarah. Maaf sudah membuat Ibu cemas,” ucap Sarah mencoba tenang. Membalas pelukan ibunya yang selalu mendamaikan. Namun, rasanya kedamaian hari gadis itu sirna kala lagi-lagi harus melihat wajah Lingga yang ikut muncul di sana. Sarah jelas tidak nyaman, bersikap aneh, bahkan terlihat ketakutan melihat wajanya.

Melihat respon Sarah yang begitu aneh saat melihat Lingga, membuat Raja dan juga Bu Alice menatap keheranan. Lebih tepatnya Raja merasa ada yang aneh. Tidak mungkin Sarah bersikap demikian seolah tidak menyukainya, bahkan terlihat jelas ada ketakutan di matanya. Dia terdiam sembari memeluk ibunya seperti orang ketakutan.

Lingga yang merasakan itu langsung keluar dari ruangan. Terlebih ibunya melihat ke arah dirinya dan Sarah terus-menerus secara bergantian. Seolah menyiratkan suatu tanda tanya besar.

“Sialan! Sarah ngapain liatin gue kayak gitu sih! Awas aja ngadu ke mama yang tidak- tidak.”

“Budhe, ada yang mau Raja sampaikan, di sofa tunggu saja tidak apa-apa,” ucap Raja mengkode Bu Alice.

Bu Alice mengangguk, lalu berjalan ke arah sofa ruang tunggu. Agak berjarak dengan bad rumah sakit, dimana Sarah dan ibunya tengah mengobrol.

“Ada apa Ja? Apa ini ada kaitannya dengan Sarah?” tanya Bu Alice.

Raja mengangguk, ragu untuk mengatakan itu, tetapi merasa perlu. Dalam hati meminta maaf karna telah lancang ikut campur urusan privasinya.

“Dia sakit apa?” tanya Bu Alice penasaran. Kali ini Raja menggeleng. Ia mengeluarkan hasil print USG lalu meletakannya di meja.

“Apa ini, punya siapa?” tanya Bu Alice kebungungan.

“Apa Sarah sudah menikah?” tanya Raja yang pertama. Tentu saja kalau belum itu akan menjadi masalah dengan hasil USG itu.

“Belum, dia masih kuliah, memang nya foto ini ada hubungannya dengan Sarah?” tanya Bu Alice terperangah mendapati Raja mengangguk.

Perempuan itu langsung menoleh, menatap serius gadis yang masih di tenangkan ibunya. Bagaimana bisa seorang Sarah yang berkepribadian baik hamil di luar nikah.

“Sepertinya tidak mungkin Ja, saya kenal betul siapa Sarah. Dia tidka mungkin melakukan perbuatan serendah itu.”

“Maaf Budhe, Raja bertemu dengan Sarah dengan tubuh ringkih dan wajah yang pucat tengah berjalan tanpa arah. Dia hampir tertabrak mobil Raja, beruntung remku berfungsi dengan baik dan Allah masih melindungi kita dari bahaya.” Raja menghela napas pelan.

“Dia mengeluh sakit pada perutnya, makanya sampai di rumah sakit langsung di periksa bahkan langsunh di lakukan USG, dan hasilnya seperti ini,” sambung Raja merasa prihatin. Dia harus jujur, daripada kepikiran sendiri dan nantinya akan membuat perkara lainnya.

“Astagfirullah ….. kasihan sekali, pria mana yang telah berbuat seperti itu dengannya. Apakah kepergian Sarah dua hari lalu tanpa pulang ad hubungannya dengan ini?” gumam Bu Alice tak percaya.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!