NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13.

Cherly, dengan geram, menarik kerah baju Aron hingga tubuhnya mendekat.

Wajahnya terlihat seperti seorang Hercules yang siap menghancurkan musuhnya.

Aron, suaminya, hanya bisa terpaku, tidak mampu bergerak atau berkata-kata kala melihat tingkah isterinya.

"Dasar tua bangka mesum, apa yang kau lakukan dengan anakku? Apa yang kau lakukan hah?" teriak Cherly dengan suara mengglegar, membuat seisi ruangan menoleh ke arah mereka.

Vince mencoba melepaskan cengkeraman Cherly, namun Cherly semakin memperketat genggamannya. Ia merasa terhina dan marah oleh apa yang baru saja ia lihat.

Sementara itu, Vince yang masih terdiam sejenak seraya berpikir, ia merasa takut dan bingung dengan situasi yang terjadi.

Aron, sang suami, hanya bisa diam mematung melihat istrinya yang semakin menjadi. Dalam hati, Aron bingung, seharusnya ia ikut campur atau tidak? Namun, ia lebih memilih untuk tidak langsung menghakimi seseorang dan ingin memahami situasi terlebih dahulu.

Yang mengejutkannya, Aron melihat Vince, Vince adalah teman almarhumah Naura waktu SMA yang kini begitu dekat dengan anak angkat mereka, Maura.

Di sisi lain, Maura merasa terpojok. Dengan bibir mengigit erat, hatinya berkata, "Aku harus bagaimana menghadapi amarah Mamih?" Terdiam, ia mencoba mencari kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari Mamih.

"Maura, sekarang Mamih tanya padamu. Kamu tadi diapakan sama guru kurang ajar ini!" Cherly menatap anak angkatnya dengan tatapan penuh selidik.

Maura yang seperti tercekik, mulutnya terasa sulit untuk mengucapkan sepatah kata pun saat melihat tatapan penuh intimidasi dari Mamihnya.

"Cherly, kamu tadi salah paham! Beneran, aku nggak ngapa-ngapain anak kamu!" teriak Vince sambil mencoba menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya terjadi.

Namun, pertanyaan besar di benak Maura, "Apakah Mamih mau mendengarkan penjelasan Pak Pin? Apa yang harus kulakukan untuk meredakan emosi Mamih? Bahkan kalau begini Mamih lebih menakutkan di bandingkan dengan Mamah Stela." Maura berharap semoga kebenaran segera terungkap dan semuanya kembali normal seperti sediakala.

"Halah, alasan saja, padahal tadi aku lihat sendiri kamu mencoba mencium Maura, anak angkatku!" sahut Cherly dengan kesal.

Namun, yang sebenarnya terjadi adalah Vince hanya berusaha meniup bola mata Maura karena kelilipan, tanpa niat jahat apapun.

Ceklek!

Saat itu pintu ruangan tempat Maura diinapkan terbuka, menampilkan sosok Daniel yang entah bagaimana bisa masuk begitu saja dan tidak meminta ijin terlebih dahulu.

Tanpa mempedulikan situasi di sekelilingnya, Daniel langsung mengejutkan mereka semua dengan berita mengejutkan.

"Vince... gue baru tahu kalau Maura ternyata anak kandung Lian dan Stela. Jadi, Cherly Aron hanya..." ucapannya terpotong saat melihat Cherly yang siap melayangkan pukulan ke sahabatnya, Vince.

Mata Daniel membulat sempurna ketika ia menyadari bahwa Aron juga berada di ruangan yang sama.

Tiba-tiba suasana menjadi sangat kaku dan hening. Keempatnya, Daniel, Vince, Cherly, dan Aron, terlihat seperti orang yang sedang menghadiri sebuah reuni penuh kecanggungan. Dalam hati, Daniel merasa sakit saat mengenang perceraian mereka dengan Cherly dulu, lalu Cherly menikah dengan Aron, cinta pertama yang masih terpendam.

"Aku tahu perceraian itu adalah pilihan terbaik saat itu, namun, mengapa masih saja ada rasa sakit di sini?" gumam Daniel dalam hatinya, tiba tiba ia merasa tangannya itu gemetar dan perasaan bercampur menjadi satu.

"Apakah aku masih mencintainya sedalam itu? Atau ini hanya perasaan sesak yang tak kunjung usai?" batin Daniel dengan wajah murung.

Melihat suasana yang berubah, Maura menatap para orang tua itu dengan tatapan bingung.

"Apakah mereka saling mengenal satu sama?" tanya Maura dalam hatinya.

Susana ruang inap berubah menjadi hening, bahkan kecanggungan sungguh sangat terlihat dari ke dua bola mata Maura.

Satu jam pun berlalu, para orang tua itu masih ada di dalam kamar inapnya, suara di dalam kamar Inap itu di dominasi oleh suara Snack ringan yang Maura makan.

Ceklek

Pintu ruangan inap di buka dari arah luar lagi, menampilkan sosok Lian dan juga Stela.

Kedua bola mata Stela langsung memicing tajam, kala pandangannya tidak sengaja saling menatap ke arah Aron suami dari Cherly.

Stela yang melihat keberadaan Vince dan juga Daniel, ingatannya seakan memutar memory masa lalu.

Laki laki yang dulu bersama dengan dua orang temannya merenggut kesuciannya saat dirinya berumur 20 tahun. Perbuatan keji ke tiga laki laki yang itu membuat dirinya mengandung benih Soka, Stela tidak pernah ambil pusing mengenai siapa ayah kandung dari Soka. Intinya Stela sendiri ingin melupakan masa lalu.

"Maura ... Apa yang terjadi?" tanya Lian sang ayah langsung melangkahkan kakinya itu cepat ke arah anak kandungnya.

Dengan wajah khawatir, Lian memeluk putrinya dengan penuh cinta sembari mengusap usap punggung putrinya dengan pelan. Dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia sangat mencintai Maura, seperti cintanya pada mendiang almarhum Naura.

"Ayah, jangan di elus punggungnya! Sakit banget!" ujar Maura pelan sembari mengigit bibir bawahnya. Guna menahan rasa sakit yang tak tertahankan di punggungnya kala Lian mengelus elus punggung anaknya itu.

Stela sendiri melewati orang orang yang menatapnya dengan acuh.

"Apakah kamu di sini gara-gara punggungmu itu?" tanya Lian berbisik, sambil mendekatkan bibirnya pada telinga Maura agar hanya anaknya itu yang mendengar.

Maura mengangguk lemah, membenarkan dugaan ayahnya.

Lian merasa begitu bersalah, "Maafkan ayah, Maura! Maafkan ayah, karena tidak bisa melindungi mu saat Mamah tirimu itu menghukummu," ujar Lian dengan suara bergetar, memeluk Maura lebih erat lagi.

"Mamah... tiri?" bisik Maura, nada bingung terasa dari suaranya. "Ayah bilang... Mamah tiri?" dia mengulangi, seperti ingin memastikan dia tidak salah dengar.

Lian, merasa ketakutan jika Maura tahu kebenaran, mengelak dengan cemas, "Kamu salah dengar Maura, tadi ayah tidak bilang Mamah tiri. Ayah hanya mengatakan Mamah Stela," ujar Lian berbohong. Dia tidak ingin Maura tahu fakta sebenarnya bahwa Stela bukan ibu kandungnya, apalagi jika itu bisa membangkitkan kekuatan vampir Maura yang telah lama terkendali.

"Ayah harus berbohong demi kebaikan dan demi melindungi Maura, ayah harus menjaga rahasia ini tetap terkubur. Tidak, dia tidak boleh tahu sekarang. Biarlah Maura percaya bahwa Stela adalah ibunya." gumam Lian dalam hati, mencoba membenarkan kebohongannya sendiri. Dia berharap suatu saat nanti, ketika waktunya tepat, ia bisa menceritakan semua kebenaran tentang masa lalu mereka dan hubungan yang sebenarnya antara Maura dan Stela. Tapi, sampai saat itu tiba, Lian akan terus menjaga rahasia ini dengan segala cara yang ia bisa.

Maura hanya bisa melongo, kadang ia merasa ragu jika Stela adalah Mamah kandung yang melahirkan dirinya. Karena Stela sangatlah kejam, jika di sebut ibu kandung.

Aron sendiri menatap Daniel dengan tatapan penuh selidik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!