NovelToon NovelToon
Tabib Rahasia Sang CEO

Tabib Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.

​Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 二六

Sore itu, kediaman Mo Yan berubah menjadi area sibuk yang penuh dengan tekanan. Mo Yan tidak main-main dengan ucapannya, ia mendatangkan tim perias dan penata rambut papan atas yang biasanya hanya menangani selebriti internasional. Di dalam ruang ganti mewah milik Xi'er, tiga orang wanita dengan kuas rias di tangan berdiri mengepung sang Tabib Agung yang kini duduk kaku di depan cermin pintarnya.

"Nona Lin, mohon jangan bergerak. Saya harus menggambar garis mata ini dengan presisi." ucap sang penata rias dengan nada memohon.

Xi'er mendengus, matanya menatap tajam pada alat penjepit bulu mata yang mendekat ke arahnya. "Benda apa ini?! Kenapa kau ingin menjepit mataku dengan besi kecil itu? Apakah ini cara manusia modern menyiksa tawanan agar mereka memberikan informasi rahasia?!"

"Ini untuk membuat bulu mata Anda lentik Nona." sahut Vania yang berdiri di samping sambil menahan tawa.

"Lentik? Untuk apa?! Aku ingin pergi ke pesta, bukan ingin terbang dengan bulu mataku!" gerutu Xi'er. Namun, meski mulutnya terus mengomel, ia akhirnya menyerah saat melihat Mo Yan mengintip dari ambang pintu dengan tatapan yang seolah berkata, Lakukan ini demi aku.

Proses transformasi itu memakan waktu tiga jam yang terasa seperti tiga abad bagi Xi'er. Rambut panjangnya yang biasanya hanya diikat asal-asalan, kini ditata dalam sanggul modern yang elegan dengan beberapa helai dibiarkan jatuh membingkai wajahnya yang tirus. Riasan wajahnya dibuat sangat natural namun tajam, menonjolkan mata kucingnya yang misterius.

Puncaknya adalah saat Xi'er harus mengenakan gaun berwarna biru safir tua yang dulu ia sebut sebagai baju ritual pemanggilan arwah. Gaun itu berbahan sutra premium yang jatuh mengikuti lekuk tubuhnya yang kini mulai terlihat lebih bugar berkat latihan fisik bersama Coach Maya. Bagian bahunya terbuka, menampakkan kulitnya yang putih porselen, sementara bagian bawahnya memiliki belahan tinggi yang menawan namun tetap sopan.

"Vania, kain ini... sangat tipis di bagian bahu. Aku merasa seperti tidak memakai baju sama sekali!" bisik Xi'er gelisah di depan cermin.

"Nona, Anda terlihat sangat cantik. Anda akan membuat semua pria di pesta itu lupa cara bernapas." puji Vania dengan tulus.

Xi'er tidak peduli soal pujian itu. Hal pertama yang ia lakukan setelah memakai gaun adalah merogoh laci mejanya. Dengan gerakan gesit yang tidak terlihat oleh para penata rias, ia menyisipkan beberapa jarum perak ke dalam lipatan tersembunyi di bagian pinggang gaunnya. Di balik saku kecil yang ia jahit sendiri di lapisan dalam gaun, ia memasukkan botol berisi Bubuk Aroma Kentut Naga dan satu botol kecil Cairan Hijau Amis hasil eksperimen lautnya kemarin.

"Jika mereka ingin bermain kotor, aku sudah menyiapkan jamuan yang tak akan pernah mereka lupakan." gumam Xi'er dengan senyum miring.

Di lantai bawah, Mo Yan sudah menunggu. Ia mengenakan setelan jas hitam buatan penjahit terbaik di London. Meski duduk di kursi roda peraknya, aura kekuasaan dan ketegasannya tetap memancar kuat. Begitu ia mendengar langkah kaki menuruni tangga, Mo Yan mendongak dan seketika dunianya seolah berhenti berputar.

Xi'er melangkah turun dengan sangat hati-hati, tangannya memegang pegangan tangga seolah-olah ia sedang berjalan di atas tali tipis. Namun, di mata Mo Yan, gadis itu bukan lagi gadis desa yang ia temukan dulu. Ia terlihat seperti seorang dewi yang turun dari langit, dingin, anggun, namun penuh dengan api di matanya.

Mo Yan terpaku selama beberapa detik, tenggorokannya mendadak terasa kering. "Kau... kau terlihat berbeda Xi'er."

Xi'er sampai di hadapan Mo Yan dan segera merengut. "Tentu saja berbeda! Wajahku berat karena cat ini, dan kaki ini... kenapa aku harus memakai kayu pengganjal di tumitku? Aku merasa seperti bangau yang sedang belajar berjalan!" ucapnya sambil menunjuk sepatu hak tingginya.

Mo Yan terkekeh pelan, ia meraih tangan Xi'er dan mengecup punggung tangannya dengan lembut, membuat jantung Xi'er melonjak tanpa alasan. "Sepatu itu akan membuatmu setinggi harga dirimu malam ini. Jangan lepaskan genggamanmu padaku, dan kau tidak akan jatuh."

Mo Yan kemudian mengambil sebuah kotak kecil dari sakunya. Di dalamnya terdapat sebuah kalung berlian dengan mata safir yang sangat besar, berkilau di bawah lampu kristal rumah mereka. Ia memberi isyarat agar Xi'er mendekat, lalu ia melingkarkan kalung itu di leher jenjang Xi'er.

"Ini adalah simbol bahwa kau berada di bawah perlindunganku. Jangan biarkan siapa pun menyentuhnya." bisik Mo Yan di dekat telinga Xi'er.

Xi'er merasa merinding, bukan karena dingin, tapi karena nada bicara Mo Yan yang sangat protektif. Ia mengangguk pelan. "Tenang saja, Tuan kaku. Siapa pun yang berani menyentuh kalung ini, aku akan memastikan tangannya kaku selamanya sebelum mereka sempat berkedip."

Mobil Rolls-Royce hitam milik Mo Yan akhirnya berhenti di depan sebuah gedung mewah di pusat kota Jakarta. Karpet merah membentang panjang, dikelilingi oleh puluhan wartawan dan kilatan lampu kamera yang menyilaukan. Suara musik klasik terdengar sayup-sayup dari dalam gedung, bercampur dengan tawa palsu para elit bisnis.

"Ingat Xi'er. Keluarga Bramantyo adalah serigala berbaju domba. Mereka akan mencoba memancing emosimu. Tetaplah di sampingku." instruksi Mo Yan saat pintu mobil dibuka oleh Zuo Fan.

Zuo Fan membantu Mo Yan turun dan menyiapkan kursi rodanya. Xi'er keluar dari mobil dengan dagu terangkat tinggi, tangannya menggandeng lengan Mo Yan dengan mantap. Begitu mereka memasuki area pesta, suasana yang tadinya bising tiba-tiba menjadi hening selama beberapa saat.

Semua mata tertuju pada mereka. Bisikan-bisikan mulai terdengar seperti dengungan lebah.

"Siapa gadis itu? Apakah itu tunangan Mo Yan?"

"Lihat kalungnya! Itu adalah koleksi langka Mo Group yang tidak pernah dijual!"

"Kupikir Mo Yan sudah habis setelah kecelakaan itu, tapi lihat aura gadis di sampingnya..."

Xi'er menatap sekeliling dengan pandangan meremehkan yang sangat alami. Di matanya, orang-orang ini tidak lebih dari sekadar kerumunan orang asing yang penuh dengan energi negatif. Ia bisa mencium aroma alkohol, parfum mahal yang memuakkan, dan... aroma kecemasan dari beberapa orang.

Tiba-tiba, seorang pria paruh baya dengan senyum yang sangat palsu dan mata yang licin mendekat. Di sampingnya berdiri seorang pria muda yang menatap Xi'er dengan pandangan lapar. Pria tua itu adalah Surya Bramantyo, sang kepala keluarga musuh.

"Ah Mo Yan! Aku tidak menyangka kau akan benar-benar datang dengan kondisimu yang... yah, terbatas ini." ucap Surya dengan nada merendahkan yang sangat halus. Matanya kemudian beralih ke Xi'er. "Dan siapa bunga cantik yang kau bawa ke sarang naga ini? Aku belum pernah melihatnya di kalangan kita."

Mo Yan menatap Surya dengan tatapan sedingin es. "Ini Lin Xi'er. Dia adalah orang yang lebih berharga daripada seluruh saham perusahaanmu Surya."

Pria muda di samping Surya, yang merupakan anaknya bernama Rian, maju selangkah dan mencoba meraih tangan Xi'er untuk mengecupnya. "Senang bertemu dengamu, Nona Lin. Nama yang sangat cantik untuk wajah yang sangat... menggoda."

Sebelum tangan Rian menyentuh kulitnya, Xi'er sedikit menggerakkan jarinya. Dengan gerakan yang hampir tidak terlihat, ia menjatuhkan butiran debu halus dari sela kukunya ke arah lengan jas Rian.

"Tanganku hanya untuk menyentuh orang-orang yang memiliki jiwa bersih." ucap Xi'er dengan suara yang sangat tenang namun menusuk. "Dan sepertinya, baumu tidak menunjukkan hal itu Tuan Muda."

Wajah Rian memerah karena malu di depan para tamu lain. Ia baru saja akan membalas, namun tiba-tiba ia merasakan gatal yang sangat aneh mulai menjalar dari tangannya. Ia mencoba menahan diri, namun gatal itu terasa seperti ribuan semut api yang sedang berpesta.

Mo Yan yang melihat itu hampir saja tertawa, namun ia tetap menjaga wajah datarnya. "Sepertinya anakmu tidak sehat Surya. Mungkin kau harus membawanya pulang sebelum dia mempermalukan dirimu lebih jauh."

Surya Bramantyo menatap Mo Yan dan Xi'er dengan kebencian yang mendalam. Ia tahu, gadis di samping Mo Yan ini bukan sekadar pajangan. Pesta baru saja dimulai, dan aroma persaingan yang panas mulai memenuhi ruangan, menutupi aroma parfum mahal tadi. Xi'er melirik Mo Yan dan berbisik pelan, "Ini baru permulaan, Tuan kaku. Aku masih punya banyak oleh-oleh di sakuku."

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Buahahaha... Asli ngakak parah🤣🤣🤣 ya ampun Xi'er, ada aja gebrakannya🤣🤣🤣
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awas kau bilang aku dah lama ngga baca novel mu/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhahahaha sku gk ngeh🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
elehhh mulut mu
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 buhahahaha
total 1 replies
mery harwati
Mo aq kasih bunga online agar hatimu tetap berbunga bunga selalu dengan Xi'er😄
mery harwati
Untung jaman modern, klo jaman masih kerajaan & Mo Yan modus pengen dipeluk Xi'er, bisa dipenggal kepalanya oleh prajurit 😛
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Zou Fan langsung balik badan doong /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Keyeenn Xi'er 👏👏🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Alahhhh bilang dong kalau mau di peluk, hai saya dasar tuaaa👀👀
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: tua gak thu😭😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waaww teyeennn 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti bau banget itu 🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan balik badan Zou Fan, bukankah kelakuan mereka lebih seru untuk ditonton dari drama manapun🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Biar gantian, Zou Fan yg blingsatan nyari ayang🤣🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Maaf ya Xi'er aku udah sejojon sama kamu, aku pikir pesta ini akan porak poranda oleh tingkah ajaibmu🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yakkk kenapa kau sangat jahat kepadaku yg imut ini😑 kenapaaaaa😑
total 1 replies
mery harwati
Xi'er tunjukan pesonamu pada dunia bersama Mo Yan 💪
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: Xi'er: siapa yg mau di cintai oleh tuan kaku rasanya hidupku akan hambar ketika aku dicintai oleh dia😑🤣 (masih malu malu kucing dia mah)🤣
total 3 replies
Mila Sari
aku tidak sabar dengan ceritanya,, kira2 apakaah mereka saling hatuh cinta,, Thor semangat
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ahhh terimakasih 🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo Xi'er, keluarkan bubuk² ajaibmu/Determined/
Makasih double up nya othor tayaaaangg/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mantap terimakasih 🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
What, tiga jam?🤣🤣 aku aja waktu nikah didandani cuma sejam aja udah pegel plus ngantuk🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nama juga mua internasional 🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bayangkan, seberapa baunya ramuanmu Xi'er/Gosh/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jgn dibayangkan plis😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ngga kenalan ma Dugong Xi? kenalan lahhh biar bisa di ajak nyari mutiara
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dugong nda thu🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Selalu takjub dengan kesabaran Mo Yan, entahlah kalo aku🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: harus bisa sabar kl sama Xi'er tktnya kl gk sabar kuping nya mp yan makin panas krn denger omelan Xi'er
total 1 replies
Mila Sari
Thor tolong donk up nya yg banyak, biar tambah greget bacanya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: besok ya🤣🤣🤣 hari ini blm bisa berpikir🫣🫣🫣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!