NovelToon NovelToon
Alfian&Aluna

Alfian&Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / CEO
Popularitas:434
Nilai: 5
Nama Author: Queen kaka Agustin

seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..

penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

         Vika mengetuk ruangan Lusi

Di pintu tertulis manager keuangan

terdengar suara dari dalam

"masuk"

Vika membuka pintu pelan

Lusi menatap Vika tersenyum remeh

semenjak di angkat menjadi manager sikap Lusi menjadi sombong ,bahkan kepada Vika yang sahabatnya pun seperti itu.

"ada apa Vika" tanyanya

"maaf Bu, ibu dipanggil pak Hendra keruangan nya" jawab Vika

Lusi mengernyit heran "baik saya akan segera ke sana" ucap nya

Lalu pika pamit

Dan keluar dari ruangan itu

Tidak lama setelah merapikan penampilan Lusi juga keluar dari ruangan nya

Dia bertanya tanya 'ada apa pak Hendra memanggilnya'

Tapi sesaat dia tersenyum bahagia

Karna dia menyangka bahwa dia akan dinaikan jabatan nya.

Dia mengetuk ruangan kepala HRD

terdengar suara berat dari dalam

menyuruhnya masuk

Lusi membuka pintu pelan

Lalu melangkah masuk

Tersenyum manis

"siang pak, apa bapak memanggil saya?" tanyanya memastikan

Hendra mengangguk lalu menyuruh Lusi duduk

"silahkan duduk" ucap nya

Lusi duduk di kursi berhadapan dengan meja kerja Hendra

"ada apa ya pak" tanyanya masih dengan senyum manis

Hendra menghela nafas berat

" Lusi, mulai hari ini jabatan mu di turunkan menjadi staf biasa" ucap Hendra

Bagai tersambar petir di siang bolong

Lusi terkejut, tubuhnya tegang

Matanya mengerjap masih mencerna setiap kata yang di ucap kan kepala HRD itu.

"apa...tidak mungkin"ucap nya lirih

"maaf Lusi, itu sudah keputusan bos" kata Hendra , dia juga sebenarnya kasihan

kepada Lusi, tapi mau bagaimana lagi

"memangnya apa salah saya pak?" tanyanya lirih

"Saya juga tidak tahu , karna pak Alfian tidak menyebutkan apa kesalahan kamu" jawabnya

"saya tidak terima pak, bagaimana mungkin saya di turunkan sedangkan kinerja saya sangat bagus selama ini" ucapnya marah

Hendra menghela napas panjang

"kalau kamu mau protes, protes lah ke bos jangan ke saya"katanya kesal

Lusi keluar tanpa permisi

"dasar tidak punya sopan santun," ucapnya

Pantas saja jabatan nya di turunkan ternyata attitude nya nol besar.

Begitulah manusia jika derajat di naikan sedikit saja langsung sombong.

Hendra menggelangkan kepala.

......................

Lusi keluar dari lif langkahnya cepat

Menahan emosi

sepatu hak tinggi nya menggema di lorong yang sepi

Dia sampai di depan pintu ruangan Alfian

Menghela napas lalu mengetuk pintu pelan

Tok..tok..

"masuk " terdengar suara berat dari dalam

Lusi membuka pintu pelan lalu melangkah masuk

Alfian tidak mengalihkan pandangan nya dari laptop

dia sudah tau siapa yang datang keruangan nya

"ada apa" tanya dingin

"kenapa bapak menurunkan jabatan saya, apa salah saya pak" tanyanya

Alfian menaikan alisnya, tersenyum miring

Menatap lusi tajam

"kau yakin ,tidak tau kesalahan mu?" tanyanya

suaranya yang berat dengan aura dingin membuat suasan menjadi tegang.

Lusi menelan ludah

"tidak tau pak, karna memang saya tidak pernah melakukan kesalahan apapun" jawabnya percaya diri

Alfian benar2 muak melihat tingkah pongah bawahan nya itu

"jangan buang waktuku, keluar lah sebelum aku hilang kesabaran" katanya dingin

"dan ingat ini , jangan pernah menyentuh calon istriku, jika kau berani menyentuhnya lagi , bukan hanya kau yang akan hancur, tapi keluargamu juga" lanjutnya tajam.

Lusi menegang, kepercayaan diri nya luruh seketika,tubuhnya kaku mendengar ancaman itu.

Dia tau sekarang,kenapa jabatannya di turun kan , pasti karna kejadian tadi di pantry

"keluar" ucap Alfian tegas

Lusi berbalik melangkah keluar dengan langkah yang sedikit goyah,

dia kembali keruangan nya dengan wajah pucat.

......................

Aluna menaikan alisnya, kala melihat Lusi keluar dari ruangan Alfian dengan wajah pucat, seperti orang ketakutan.

Dia lalu berjalan menuju pintu ruangan Alfian

Mengetuk 2 kali

Lalu masuk setelah di izinkan .

"maaf pak ,ini ada berkas yang harus di tandatangani " ucapnya formal

raut wajah yang tadi tegang penuh amarah luruh seketika saat mendengar suara lembut calon istrinya

"sini sayang, mas lihat dulu" jawabnya lembut

Aluna mencebik kesal

"ini masih jam kerja pak, bersikaplah profesional" ucap luna sopan

Alfian terkekeh mendengan teguran dari wanita yang di cintai nya itu

"baiklah, mana saya lihat dulu" ulangnya dengan nada formal

Lalu Aluna menyerahkan berkas yang tadi dia bawa

Alfian memeriksanya dengan teliti

Lalu menandatanganinya

'kamu tampan sekali mas kalau sedang fokus seperti itu 'batin Aluna

"ini sudah" ucap Alfian , meletakan berkas ke meja tepat di hadapan Aluna

Aluna tersadar lalu mengambil berkas itu

Dan pamit keluar

Sebelum tangan nya mencapai gagang pintu

Alfian lebih dulu menarik tangan nya

"tunggu sayang" ucapnya lembut

"ada apa pak" tanyanya

Alfian tersenyum tipis, sebenarnya tadi dia melihat sekilas Aluna yang sedang menatap kagum dirinya.

awalnya dia ingin menggoda, tapi setelah melihat wajah lelah itu dia jadi tidak tega

"setengah jam lagi kita pulang," ucapnya

sambil mengelus kepala wanitanya dengan lembut

"iya pak, kalau begitu saya permisi dulu" jawabnya sambil tersenyum hangat

Alfian mengangguk sebagai jawaban

Membiarkan Aluna keluar dari ruangan nya

Dia pun segera merapih kan pekerjaan nya.

......................

Di ruangan lain

Lusi sedang membereskan barang2 nya

Dia tidak menyangka karna prilakunya terhadap Aluna siang tadi

Akibatnya fatal, untung saja dia tidak di pecat,

"kalau saja wanita sialan itu tidak mengadu mungkin sekarang aku masih duduk di ruangan ini" ucapnya kesal

"lihat saja aku akan balas dendam" katanya dengan emosi tertahan.

bukan nya sadar dia malah semakin menjadi

Dia tidak tau saja , apa yang akan Alfian lakukan jika dia berani mencelakai Aluna lagi.

......................

Setengah jam telah berlalu

Alfian bangkit dari kursinya

Mengambil tas dan jas yang tersampir di sopa

Lalu melangkah keluar menuju ruangan Aluna

Tanpa mengetuk

Dia membuka pintu dan masuk kedalam

"ayo sayang, kita pulang" ucapnya

Aluna yang fokus tidak sadar dengan

Kedatangan Alfian

"loh mas, bikin kaget saja" ucapnya

Alfian tersenyum tipis" sudah ,besok lagi di lanjutkan , " katanya

Aluna mengangguk lalu membereskan barang2 nya

Dan melangkah mendekati Alfian

"ayo mas," ajaknya

Mereka lalu keluar dari ruangan

Melangkah menuju lif,

Sesampainya di lantai bawah

Para karyawan yang berpapasan menunduk hormat dan menyapa, memberi jalan untuk mereka

Alfian membukakan pintu untuk Aluna

Setelahnya dia masuk dan mengemudikan mobil dengan pelan meninggalkan

Area perusahaan.

......................

Aluna duduk bersandar sambil memejamkan mata

rasanya lelah sekali, hari pertama kerja ,

Sangat berkesan untuk nya.

Alfian yang melihat itu

Mengelus kepala Aluna

"capek sayang" tanyanya

"huum" jawabnya singkat

"mau langsung pulang atau jalan dulu" tawarnya

"pulang saja mas, rasanya badan ku lelah sekali " jawabnya lirih

"baiklah sayang" ucapnya

Dia lalu menurunkan sandaran kursi yang di duduki Aluna

Agar calon istrinya itu nyaman .

Aluna tersenyum mengucap terimakasih atas perhatian Alfian

Lalu Alfian membalasnya dengan mengecup tangan Aluna .

Tidak butuh waktu lama nafas Aluna teratur ,dia sudah terlelap

Alfian mengemudikan mobil dengan pelan takut mengganggu tidur Aluna

Setelah sampai

alfian turun dari mobil

Membuka pintu penumpang pelan2

Lalu menggendong Aluna

Masuk kedalam rumah.

1
ana Ackerman
thor ,,.awas aja kalau nggak up.... 😤
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤
ana Ackerman: iya kak 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!