NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jeprism4n Laia

Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.

Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.

Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.

Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Rido Marah Besar

Bu wina melihat Tiaras yang memeluk Rido dengan sangat erat, bu wina melihat tangan Rido yang sudah penuh dengan luka luka.

“kamu kenapa seperti ini? Apa maksudmu? Hah” sergah Giancarlo melihat amukan Rido yang seperti orang gila.

Rido yang mendengarkan ayahnya berkata marah, dia langsung mengarahkan pandangnya dengan mata memerah menatap sang ayah.

“bukankah kondisiku yang seperti ini yang ayah mau kan? Ayah dengan gampangnya memecat embun, apakah ayah tau yang kualami ketika dia tidak ada, aku tidak bisa berbuat apa apa yah, jangankan untuk mandi, membuka pakaianku saja saya tidak bisa, jadi untuk apa saya hidup kalau begitu, atau ayah lebih suka melihatku dalam terpuruk dan mati!” ucap Rido dengan kata kata marahnya.

Mendengar serangan dari Rido, Giancarlo hanya bisa memincingkan matanya dengan kesal, dia kembali berkata “Baiklah kalau itu yang kau mau, ayah akan suruh orang untuk membawanya kembali ke rumah ini, sekalian ayah menikahkan kalian, kan tidak mungkin pembantu itu terus mengurusimu seperti layaknya seorang istri, atau jangan jangan ada sesuatu diantara kalian?”.

Semua orang hanya bisa menatap Giancarlo dengan tatapan terkejut, ketika mereka mendengar Giancarlo mengatakan hal seperti itu dengan gampang.

“Pengawal! Cepat kalian cari pembantu itu, dan bawa dia kembali kerumah ini” titah Giancarlo dengan tegas, sambil dia mengenadah keatas langit.

“Baik tuan!” seru para pengawal dengan serentak, sehingga dengan cepat mereka langsung pergi mencari embun.

Tiba tiba Satrio bersama dengan Chika datang dari luar.

“hai bro, bagaimana kabarmu? Eh om, tante, maaf saya baru bisa menjenguk Rido, berhubung saya juga banyak kerjaan dikantor akhir akhir ini” seru Satrio dengan tenang, sambil dia berjalan kearah Rido yang masih berada diatas kursi roda.

Dengan cepat Chika berjalan kearah Rido, kemudian dia langsung memeluk Rido dengan sangat erat, sambil dia memasang wajah sedih.

“kamu pasti sangat menderita sayang! Aku baru dengar kalau kamu sudah celaka, kenapa kamu tidak memberitahuku sih? Kan aku bisa merawatmu dengan baik” ucap Chika dengan nada manjanya.

Rido mendorong tubuh chika yang masih menempel padanya, kemudian dia menatap gadis itu dengan tatapan penuh permusuhan. “Untuk apa kau datang kemari? Aku tidak ada hubungan apa apa denganmu, Jadi sekarang cepat kau pergi!” ucap Rido dengan nada dingin.

“Sayang! Kenapa kau berubah? Bukankah kau sudah berjanji kalau hanya aku yang bisa berada disampingmu dimasa depan, kau tidak pernah membenciku” ujar chika dengan nada sedih dan wajah muram yang dibuat buat.

Satrio hanya melirik kearah Rido dan Chika, dia mengepalkan tinjunya dengan keras, menatap tajam kearah Rido sambil menggertakan giginya.

“silahkan keluar! Atau kau harus ditemani pengawal untuk pergi” bentak Rido dengan sangat tegas.

Melihat Rido yang tidak memberikan muka padanya, chika menatap Tiaras dengan wajah berbinar bagaikan dia sedang mendapatkan berlian dari kolom jembatan.

“Tante! Rido mengusirku? Dia sudah tidak menganggapku lagi? Tante harus bujuk Rido untuk tidak mengusirku dari rumah ini” pinta chika kepada Tiaras dengan memeluk lengan wanita paruh baya itu.

Tiaras melemparkan senyuman paksa kepada chika, kemudian dia berkata “Maaf nak chika, ibu tidak bisa berbuat apa apa, ini semua tergantung Rido”.

“maaf bro! aku baru bisa datang hari ini, apakah kakimu sudah ada tanda tanda untuk sembuh?”ucap Satrio dengan tenang, sambil dia memegangi bahu Rido.

“makasih bro, kakiku sedang dalam proses pemulihan” jawab Rido dengan singkat.

“baiklah! Semoga kau bisa cepat sembuh” ujar satrio dengan memberikan semangat kepada Rido.

Rido hanya bisa menganggukan kepalanya dengan pelan, kemudian dia memutar badan melihat kearah Giancarlo dan Tiaras “paman, tante, saya pamit! Karena saya ada pertemuan dengan klien dari jogja”.

“iya nak satrio, silahkan!” sahut Giancarlo dengan tenang. Namun tiba tiba dia berkata “oh ya satrio, sekalian kamu ajak nona chika untuk pergi”.

“baik paman, saya pergi dulu” kemudian dia melihat kearah chika “Ayo cepat kita pergi” ucap satrio sambil menarik tangan chika.

Satrio dan chika meningglkan rumah itu dengan perasaan kesal.

“kau mau kemana sekarang?” Tanya satrio kepada chika.

“aku mau ke villakulah” jawab chika dengan mengangkat wajahnya keatas langit.

“Okelah kalau begitu” timpal Satrio lagi.

Embun sedang duduk diteras kosnya, namun tiba tiba dia melihat bu wina dengan beberapa orang datang menghampirinya.

Bu wina menyapa embun dengan nada lembut, kemudian dia duduk dikursi sebelah embun.

“bu wina kok balik lagi kesini?” Tanya embun dengan mengerutkan keningnya, sambil dia menatap wajah bu wina dengan teduh.

Bu wina tidak langsung menjawab, namun dia menghela napas beratnya sambil berkata “beginia nak embun, tuan besar memitamu untuk kembali kemansio, dia tidak jadi memecatmu”.

Bu wina menceritakan kejadian yang sebenarnya, yang membuat embun sedikit terkejut, karena Rido berani rebut demi dirinya. “Bu! Apakah aku sedang bermimpi ya? Kok tuan muda bisa berbuat seperti itu” ujar embun penuh rasa penasaran.

“nak! Bibi mohon untuk kamu kembali lagi, karena kalau tidak tuan besar bisa saja melakukan hal hal yang tidak bisa kita ketahui, karena mereka termasuk keluarga terkaya nomor satu di kota ini, jadi untuk berbuat jahat kepada orang biasa seperti kita ini itu bukan masalah besar buat mereka” saran bu wina dengan mengelus lengan embun.

1
Tiary91 gaho
Waahh.. ceritanya mantap jiwa
Tiary91 gaho
Mantap Aku Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!