NovelToon NovelToon
Geeky Girl

Geeky Girl

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Tamat
Popularitas:71.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Gadis cantik berpenampilan culun bernama Diana sarasvati, dia sudah beberapa kali pindah sekolah karena ada sesuatu yang tidak menyenangkan. Banyak sekali siswa laki-laki di sekolah lamanya yang menyukainya karena kecantikannya, dan membuat dia dimusuhi oleh teman wanitanya. Untuk menghindari hal tersebut dia merubah penampilannya menjadi culun, dan menjadi siswa baru di SMA Nusa Bangsa. Ternyata di sekolah baru bukan menyelesaikan masalah justru karena penampilannya yang seperti orang culun, banyak teman yang membullynya.

Ada seseorang teman laki-laki tampan namanya Galen Ray Suhendra. Dia salah satu siswa yang mau berteman dengan Diana, dan membela Diana saat dibully.

Untung saja Diana siswa yang pandai, dan karena kecerdasannya itu mengharumkan nama sekolah. Dan semenjak itu dia mulai mempunyai teman banyak, walaupun masih ada yang tidak suka dan membully.

Mari kita simak bagaimana perjuangan Diana menghadapi teman- temannya, apakah Diana akan merubah penampilannya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pingsan

"Ray, tunggu! ada yang ingin aku bicarakan," ucap Beno saat melihat Ray berjalan ke arah kelas.

"Apa," ucapnya singkat.

Beno meminta agar Ray menjaga Diana, karena ada orang yang berencana buruk pada Diana. Tetapi, Ray tidak mempercayai ucapan Beno. Kadang Beno suka asal berbicara, entah benar atau salah.

"Lu, jangan asal bicara! sekarang ganti seragam lu, kita main bola sebentar," ucap Beno.

"Culun gimana dong! gue gak asal, dasar gak percayaan," kata Beno enggan mengganti seragamnya, karena dia tidak suka bermain bola.

"Diana namanya! panggil nama orang yang bener," kata Ray dengan kesal.

Beno memilih balap mobil ketimbang main bola, makanya kalau dijalan dia sering kebut-kebutan. Dia juga sering kena tilang polisi, karena melanggar lalu lintas.

Karena Beno tidak mau diajak untuk bermain bola, Ray pergi ke lapangan sendiri. Di lapangan teman lainnya sudah menunggu, sedangkan Beno mencari keberadaan Diana.

"Ada yang lihat culun gak?" tanya Beno pada segerombolan anak yang sedang duduk santai di depan perpustakaan.

"Di dalam, Ben! lu, juga ketularan Ray ya," jawab salah satu anak.

Beno langsung masuk ke dalam perpustakaan, ternyata Diana sedang membaca buku. Beno tidak berani mendekati Diana, dia hanya memperhatikan dari jauh. Agar tidak kehilangan jejak Diana, Beno mengambil sebuah buku. Dia ikut membaca buku, agar gerak-geriknya tidak menimbulkan kecurigaan.

"Sejak kapan kamu bisa membaca buku terbalik gini," ucap Siska mengambil buku yang dibaca oleh Beno.

"Lu, apaan sih! ganggu aja," ucap Beno menatap kesal Siska.

Petugas yang menjaga perpustakaan lalu menyuruh Beno dan Siska untuk keluar dari perpustakaan, karena mereka berdua sudah membuat keributan.

"Gara-gara Beno rencana kita gagal," ucap Siska.

"Lu, kurang kerjaan ngapain ambil buku dia," kata Maura.

Maura dan Cika menyalahkan Siska, mereka menganggap Siska yang ceroboh. Seandainya tidak menyapa Beno rencana untuk membuat celaka Diana akan berjalan dengan mulus.

"Hahaha... ! Rencana kalian gagal ya? makanya jadi orang jangan jahat," ucap Beno berjalan melewati mereka bertiga.

Rencana mereka tadi akan menumpahkan minuman berwarna pada buku yang sedang dibaca oleh Diana, agar dimarahi oleh penjaga perpustakaan. Tadi Siska sudah berada didekat Diana, untuk mengawasi apakah aman atau tidak untuk menuang minuman yang dibawa oleh Cika.

Maura begitu kesal karena rencananya gagal, kemudian dia mengajak Cika dan Siska pulang. Besok mereka hendak merencanakan hal buruk lagi, agar bisa membuat Diana celaka.

Diana keluar dari perpustakaan berjalan menuju ke lapangan, tiba-tiba Beno menghentikan langkahnya membuat Diana ketakutan.

"Culun, pulang bareng yuk," ucap Beno.

Diana menggelengkan kepalanya, tanda menolak ajakan Beno. Dia takut karena tidak terlalu akrab dengan Beno, apalagi sikap Beno yang kadang baik kadang jahat.

Beno terus merayu Diana, dia hendak mencolek dagu Diana tetapi Diana menghindari hingga membuat kaca matanya jatuh. Terlihat dengan jelas wajah cantik Diana, Beno menatapnya hingga tak berkedip.

"Culun cantik banget, pantes saja Ray memilih gadis culun ini," ucap Beno dalam hati.

Bug... !!!

Suara pantulan bola mengenai badan Beno, membuatnya menoleh ke arah orang yang melempar. Beno langsung menuju ke orang itu, dan mereka berkelahi.

Diana berlari menuju ke tempat dimana mereka berkelahi, dia hendak melerai. Tetapi Diana justru terkena tonjokan tangan Beno, yang hendak menonjok anak itu.

Ray dari kejauhan baru menyadari kalau Diana terkena tonjokan itu, lalu berlari dan menolong Diana yang saat ini sedang pingsan.

"Minggir kalian!" teriak Ray sembari menggendong Diana hendak membawanya ke UKS.

Beno merasa sangat bersalah atas kejadian ini, dia mengikuti Ray. Dia akan bertanggung jawab dan meminta maaf, karena sudah membuat Diana celaka.

Sampai di UKS Ray menyuruh Beno untuk pergi, karena kesal tidak bisa menjaga wanita dengan baik.

"Dengerin penjelasan gue dulu, Ray! ini tidak seperti yang kamu kira," ucap Beno.

"Pergi dari sini! gue gak mau lihat muka lu lagi," kata Ray dengan keras.

Beno pun mengalah, dia tau pasti Ray akan bertambah sangat marah kalau dia tidak pergi. Kalau seandainya dia tau ada Diana dibelakangnya, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Tapi semua sudah terjadi, dan tidak ada yang perlu disesalkan. Dia juga berencana untuk meminta maaf secara langsung pada Diana, saat sudah sadar nanti.

Beno lalu duduk di bawah pohon, sembari merenungkan atas semua kesalahan yang tidak dia sengaja ini.

***

Di sisi lain, tepat di belakang sekolah seorang siswa telah menerima beberapa lembar uang dari Siska. Siapa lagi kalau bukan orang yang Siska suruh, untuk melemparkan bola ke punggung Beno.

Jadi semua kejadian tadi adalah rencana dari Siska, dan kedua temannya. Dia tertawa bahagia saat ini, karena merasa berhasil membuat Diana pingsan.

"Kantin yuk! kita rayakan keberhasilan kita ngerjain culun," ucap Maura.

"Gue seneng banget! akhirnya kita bisa membuat culun tidak berdaya, bukan dengan tangan kita sendiri," sahut Cika.

Mereka bertiga kemudian tertawa terbahak-bahak, entah ada dendam apa sampai segitunya membenci Diana. Padahal Diana tidak pernah menyentuh, atau membuat mereka bertiga bermasalah. Tetapi mereka yang selalu jahat dengan Diana, selalu berusaha melakukan berbagai cara agar Diana celaka atau terkena masalah. Sungguh tidak adil bukan, perbuatan yang begitu tidak baik.

Di kantin mereka memesan makanan yang begitu banyak, hingga membuat penjaga kantin tidak percaya sampai bertanya berulang-ulang.

"Siapa ini nanti yang bayar?" tanya Siska sembari mengaduk soto yang dia pesan, mencampurnya dengan sambal.

"Maura kan! masa iya gue," kata Cika lalu menyedot es jeruk miliknya.

"Lho! kok gue!" kaget Maura. "Kan gue cuma ngajakin," Lanjutnya.

Mereka bertiga berdebat, karena tidak ada yang membawa uang saku lebih. Kebetulan tadi dompet Siska ketinggalan di rumah, jadi tidak bisa membayarkan makanan milik temannya.

"Kalian bikin malu saja! kalau gak bisa bayar jangan ngajakin ke kantin," ujar Siska.

Tadi pagi Mamah Siska menitipkan uang untuk membayarkan SPP milik Siska, tetapi uang itu sudah digunakan untuk membayar anak yang disuruhnya melemparkan bola ke punggung Beno.

Mereka bertiga akhirnya dilaporkan ke pihak sekolah oleh penjaga kantin, karena tidak bisa membayar makanan yang mereka pesan. Pihak sekolah juga memberikan sanksi kepada mereka agar jera, besok mereka diminta untuk membayar dan harus mengerjakan tugas dari guru.

Siska dan keduanya sudah siap untuk melaksanakan hukuman yang pertama, mereka menunggu guru yang hendak memberikan hukuman.

"Hukuman apa ya kira-kira?" tanya Maura.

"Gue gak mau tau, pokoknya kamu yang harus mengerjakan!" teriak Siska.

"Pak, kita mau dihukum apa ini? jangan berat-berat ya," kata Cika.

Guru itu terdiam melihat mereka, beliau belum menjawab hukuman apa yang pantas untuk mereka karena masih berfikir.

Mereka bertiga menjadi penasaran, takut hukuman yang diberikan oleh guru itu berat.

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂LIFF💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
eh dah the end aja🤭
❀ ⃟⃟ˢᵏ🆃🅸🅺: dari pada sedekah 🤭😂
total 1 replies
Andariya 💖
siska, siska ulangan sj gak bisa jawab..sok pintar 🤣🤣🤣🤣🤣
Andariya 💖
apa diana, ini dengan mama reni
Andariya 💖
keren ray, ini icah ingin menguasai harta mu🤭🤭🤭
Andariya 💖
airin ini kok, manja banget sih🙈🤗
Andariya 💖
kasihan diana😍
.
Diana demam apa itu 😊
.: oke siap kak ...otw 🤣🤣🏃🏻‍♀️
total 2 replies
.
aduh ksian banget Diana
jangan ngancam donk ray
.
wah Diana ga fokus deh parah karna Ray
.
wah Diana mulai bucin
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂LIFF💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
jgn ancam ray.. kan diana tmbh takut🤦‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂LIFF💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
gegara jantung jd g fokus🤭
Myra Myra
deg deg....perasaan suka
❀ ⃟⃟ˢᵏ🆃🅸🅺: Masa sih kak🤭
total 1 replies
.
akhirnya tampak juga kecantikan asli diana di depan.teman2 nya...gitu donk Thor
jangan di sembunyikan dan di zholimi mulu ....
.
apakah bnar Melia itu mama nya Amanda ?
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
wah.. jangan2.. jangan2 nich🤭🤭.. aku sich yes mah, kalo bener apa yg aku pikiran adalah mamah Airin dan mamah Reni mah menjodohkan Ray dan Diana🤭🤭
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
hadeeh, kapan matinya sich itu si Cika sama Siska?? si Beno lagi, cowok kok gak tau diri banget, pengen gw tabok aja tuch cowok🙄🙄.. semoga Diana gak percaya sama hasutan nenek lampir satu itu
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂LIFF💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
meninggoy gak🤭
༅⃟🥂ALINA_12࿐✅
Mentang" horang kaya jadi sombong dan bnyak tingkah
༅⃟🥂ALINA_12࿐✅
Ray yg ga mau deket dengan kalian, orang lain yg di salahkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!