NovelToon NovelToon
Kembali Dan Memperbaiki Cinta Yang Diabaikan

Kembali Dan Memperbaiki Cinta Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana

Di kota London, tepatnya di sebuah perusahaan bernama perusahaan Derelick, terlihat Wilson sang pemilik perusahaan sedang berada di ruang kerjanya. Beberapa saat kemudian Antony datang menghampirinya.

" Tuan, saya sudah memerintahkan kelima karyawan itu untuk memalsukan barang milik perusahaan Vincent seperti yang anda minta. Sepertinya mereka sangat bersungguh-sungguh untuk menebus kesalahan mereka. Dan keluarga para karyawan itu sudah dalam pengawasan, saya mengerahkan beberapa polisi dan bodyguard di setiap rumah mereka selama yang mereka inginkan seperti perintah anda." Antony melaporkan pekerjaannya pada Wilson.

" Kerja bagus Antony, sebentar lagi kita akan lihat bagaimana hasil dari perbuatannya sendiri, Vincent kamu terlalu berani mengusik ku!." ujar Wilson dengan tatapan dingin.

" Dia akan mendapatkan balasan atas perbuatannya secepat mungkin tuan." Ucap Antony.

" Hm itu bagus. Oh ya Antony. Aku minta kamu menyiapkan saham perusahaan untuk diberikan pada Florin, dan satu lagi kamu sudah bisa menyebarkan berita tentang pemimpin perusahaan Derelick yang baru. Aku ingin menunjukkan pada Florin bahwa aku tidak berbohong dan bisa membantunya." Wilson terlihat tersenyum bahagia sekarang. Semalaman ia berpikir tentang rencananya, dan akhirnya ia mendapatkan ide. Selama ini ia tak pernah mau menunjukkan diri ke publik karena masih ingin bebas dan berada di samping Florin, tapi sekarang ia merasa sudah saatnya untuk pamer. Lagipula ia bisa selalu bersama Florin tanpa ada batasan walaupun ia seorang pemimpin perusahaan.

" Baik tuan, akan saya laksanakan sesuai dengan perintah anda." Antony meninggalkan ruang kerja itu.

Wilson menyentuh sebuah miniatur bangunan perusahaan di atas meja kerjanya. " Tunggu aku kucing kecil, kamu akan sangat terkesan dengan kejutan ini!."

.

.

Di perusahaan Eldes, Surender baru saja tiba dan saat ini sudah berhadapan dengan Florin. Mereka berada di dalam ruang VIP dimana ruangan itu sering dijadikan ruang rapat.

" Nona, ada apa mengundang saya mendadak seperti ini?." tanya Surender pura pura tidak tahu.

" Tuan, setelah saya pikir pikir saya sangat membutuhkan tawaran anda untuk menyelamatkan perusahaan ayah saya. Saya bersedia menikah dengan anda!." Florin terlihat bicara dengan santai sambil menyeruput teh hangat dengan anggun.

Surender tersenyum senang, " itu keputusan yang bagus nona, anda sangat pintar!."

Florin terlihat tersenyum senang walau sebenarnya itu hanya senyum terpaksa. " Ya tuan, saya harap kesepakatan kita ini bisa menjadi sebuah langkah baru untuk perusahaan kita. Saya dengar anda seorang pebisnis hebat dan memiliki pengaruh yang cukup besar di dunia bisnis." ujar Florin mencoba memuji pria yang ada di hadapannya itu.

Benar saja Surender langsung merasa sombong dan tertawa. " Saya memang orang hebat dan anda sangat beruntung menikah dengan saya nona. Kita akan menjadi pasangan paling kuat di dunia ini. Anda memiliki kekuatan dan saya juga demikian. Bukankah itu hal yang sangat luar biasa?."

Florin mengangkat sebelah alisnya " Iya tuan Surender, ini sangat luar biasa."

Di saat yang bersamaan pintu ruangan di ketuk pelan dari luar. Florin mengijinkan seseorang di luar sana untuk masuk. Kemudian Stefany masuk dan memberitahu sesuatu. " Nona, para investor sudah ada di sini. Mereka ingin bertemu dengan anda." ucap Stefany.

" Persilakan mereka masuk Stef, aku sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi." Florin tersenyum ke arah Stefany.

" Baik nona." ujar Stefany.

Di sisi lain Surender terlihat puas dan senang saat melihat Florin bahagia dengan keputusannya. Florin terlihat tidak sedih sama sekali dan malah ia terlihat sangat bersemangat. Surender menyunggingkan senyum licik di bibirnya. " Akhirnya kamu masuk ke dalam perangkapku!."

Tak berselang lama, beberapa investor yang Florin kenal sudah memasuki ruangan. Mereka langsung dipersilahkan Florin untuk duduk. Salah seorang diantara mereka angkat bicara. " Kedatangan kami kemari untuk menagih hak kami. Apa nona Florin sudah mendapatkan jawaban?." ujar Albert.

" Saya tidak lupa dengan perjanjian kita dua hari yang lalu tuan Albert, tentu saja saya sudah mendapatkan jawaban yang bisa meyakinkan kalian untuk tidak membatalkan kerja sama. Saya akan menikah dengan tuan Surender dia juga ada di sini jadi silahkan berbincang dengannya." Florin terlihat tersenyum bahagia dihadapan orang orang.

" Wah, ini adalah kabar yang sangat menggembirakan nona. Saya tidak percaya anda bisa menjalin relasi dengan tuan Surender. Kami sangat mengenal beliau, dia pebisnis hebat. Kalau begini kami tidak jadi membatalkan kerja sama karena ada seseorang yang bisa diandalkan nona!." ujar salah seorang diantara para investor itu.

" Saya berjanji akan membantu perusahaan Eldes, jadi kalian tidak perlu khawatir lagi. semua akan berjalan seperti yang kalian inginkan." Ujar Surender kepada pada Investor itu.

Tanpa Surender sadari, Florin sedang memperhatikan gerak geriknya dengan para investor itu. Mereka terlihat senyum satu sama lain, bukan senyum tulus dan bahagia, melainkan sebuah senyuman licik penuh kemenangan. Florin akan mengikuti alur permainan yang sedang ia mainkan. " Baiklah tuan tuan, masalahnya sudah beres kan? Jadi saya harap tuan tuan bisa tidur dengan tenang mulai malam ini."

" Nona, jangan khawatir. Jangankan tidur tenang, saat kami bekerja di siang hari pun kami akan merasa sangat tenang nona. Anda sungguh luar biasa karena memberikan kepastian kepada kami!." ujar Albert menimpali.

" Itu sudah menjadi tugas saya sebagai rekan bisnis tuan." Florin terlihat merendah di hadapan para investor licik itu.

" Baiklah kalau begitu, setelah kesepakatan ini jelas sepertinya kami harus segera pergi. Selamat tinggal tuan Suren, nona Florin. Kami tunggu undangan pernikahan anda!." Para investor itu meninggalkan ruangan dengan gelak tawa penuh kemenangan.

Kini menyisakan dua orang di dalam ruangan dingin itu, Florin dan pria yang kini sedang mengisap rokok elektrik nya, Surender.

" Nona Florin, kabar bahagia ini harus segera diumumkan. Saya akan mengatakan kepada seluruh dunia bahwa kita akan menikah!." Ucap Surender dengan senyum miring.

" Silahkan tuan Surender, jika itu keinginan anda saya tidak bisa menolak." Jawab Florin.

Surender maraih tangan Florin dan menciumnya dengan singkat. " Secepatnya kita akan menikah, aku tidak mau menunggu terlalu lama nona. Anda sangat...."

" Tuan Surender, atur saja semuanya. Sebentar lagi saya ada janji dengan asisten saya jadi pertemuan kita cukup sampai di sini." Florin memotong pembicaraan Surender dan menarik tangannya dengan pelan.

" Ah, no problem. Silahkan nona!." Surender mengarah pandangannya pada pintu untuk mempersilahkan Florin meninggalkan ruangan itu.

" Permisi!." Florin beranjak dari duduknya, kemudian ia langsung keluar dari ruangan itu. Setelah menutup pintu dari luar, Florin terlihat merubah ekspresinya. Ia yang semula tersenyum hangat, kini hanya menampakkan wajah datar. Florin menghapus bekas ciuman singkat pada punggung tangannya yang dilakukan oleh Surender. Ia menggosoknya dengan kasar hingga punggung tangannya merah.

" Tunggu saja, aku akan membalas semuanya!." Ujar Florin dengan suara yang ditekan. Kini ia sudah berada di ruangannya.

Stefany baru saja tiba, ia terlihat sangat khawatir bahkan ia meremas ujung bajunya. " nona, apa pria itu tidak menyakiti anda saat kalian hanya berdua di dalam ruang rapat?." tanya Stefany memastikan keadaan Florin.

" Ya aku baik baik saja, jangan khawatir stef, aku aman."

" Syukurlah nona." Ujar Stefany.

" Stef, jika aku menceritakan sesuatu padamu, apa kamu akan mempercayai ku? Apa kamu akan membantuku?." tanya Florin pada asisten nya itu.

" Nona, saya akan mempercayai anda walaupun anda tidak percaya pada diri anda sendiri. Saya akan membantu anda walaupun saya berada di ujung nafas saya nona. Katakan saja apa yang bisa saya bantu!."

Florin terharu dengan kesetiaan Stefany, Kemudian Florin mengunci pintu ruangan untuk memastikan tak ada orang yang masuk. Ia juga menutup tirai jendela agar tak ada yang bisa melihat dari luar.

" Aku sedang merencanakan sesuatu, rencana ini hanya kamu dan aku yang tahu jangan beritahu siapapun. Aku tidak benar benar akan menikah dengan Surender, aku hanya ingin menjebaknya. Apapun yang terjadi jangan goyah, aku sudah merencanakan semuanya. Kamu hanya perlu menunggu instruksi dariku. Kamu mengerti Stef?." Ujar Florin setengah berbisik.

" Benarkah nona, saya tidak menyangka anda akan punya rencana dan tidak bersungguh sungguh menikah dengan pria itu. Nona anda sangat hebat. Saya senang mendengarnya. Saya janji akan membantu anda!." Ujar Stefany bersemangat. Saat ini sebuah senyuman mulai terukir di bibirnya, awalnya ia mengira Florin serius, tapi ternyata tidak.

Florin terlihat lega sekarang, awalnya ia akan melakukan rencana itu sendirian, tapi melihat Stefany yang terus saja khawatir dan gelisah membuatnya tidak tenang, lagipula ia juga membutuhkan bantuan. Setelah mengetahui konspirasi yang menyerangnya, kini Florin dapat menyimpulkan bahwa Surender terlibat dalam pembunuhan ayahnya. Apalagi setelah ia mendengar cerita dari Stefany bahwa Surender adalah saingan bisnis ayahnya membuatnya semakin yakin bahwa ia harus melakukan rencana untuk membalas dendam. Jalan satu satunya untuk balas dendam yaitu dengan menjebak pria itu hingga ia tak bisa berkutik.

" Tapi nona... Bagaimana dengan Wilson? Kenapa nona tidak mengajaknya?." tanya Stefany merasa aneh, karena Wilson juga berhak tahu rencana ini.

" Jangan beritahu Wilson tentang rencana ini. Kalau dia sampai tahu, dia tidak akan membiarkannya. Untuk saat ini mungkin dia akan salah paham padaku, tapi aku akan menjelaskan semuanya setelah rencana ini berhasil." Florin terlihat sedih. Ia tahu Wilson tidak akan membiarkannya melakukan tindakan nekat ini, Wilson sangat khawatir jika sampai ia tahu. Di tambah lagi Florin tidak ingin Wilson terlibat dalam masalahnya, selama ini Wilson sudah sangat menderita karena ulahnya, Florin tidak mau terjadi sesuatu pada Wilson hanya karena melindunginya. Karena Wilson akan melakukan apa saja untuknya.

1
partini
setelah selesai,hai florin berapa lama hati bisa berubah dasar PA
partini
ko nikah sama orang lain,,percuma balik dong
partini
dasar florin PA guooooblok,,
partini
good story
partini
semua ke NY
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!