NovelToon NovelToon
Raja Cahaya Yang Mencintai Ratu Kegelapan

Raja Cahaya Yang Mencintai Ratu Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis
Popularitas:761
Nilai: 5
Nama Author: leona athena

menceritakan seorang raja kehidupan yang tertarik dengan sang ratu kematian yang dia baca di sebuah buku legenda sang ratu kematian yang sangat cantik dan dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leona athena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25 : hadiah perpisahan dan janji segera kembali

Waktu terasa berlalu begitu cepat, dan saat yang tidak diinginkan pun akhirnya tiba. Malam yang indah ini perlahan beranjak menuju akhir, dan sudah saatnya bagi Raja Xavier beserta rombongannya untuk kembali ke Kerajaan Cahaya. Meskipun hati mereka berat untuk berpisah, mereka tahu bahwa tugas dan tanggung jawab menanti mereka di tempat masing-masing.

Sebelum melangkah pergi, Elara memanggil Xavier dengan nada lembut, membuat pria itu berhenti dan menoleh ke arahnya. Di tangannya, Elara memegang sebuah kotak kecil yang terbuat dari kayu hitam berukir halus, yang memancarkan cahaya samar. Ia membuka tutup kotak itu, dan di dalamnya terlihat sebuah kalung yang sangat indah dan menawan.

Rantai kalung itu terbuat dari logam yang berkilau keperakan, dan di bagian tengahnya tergantung sebuah batu besar berwarna ungu tua yang bersinar terang, memancarkan cahaya yang lembut namun terasa hangat dan kuat. Cahaya dari batu itu bergerak-gerak seolah memiliki nyawa sendiri, dan membuat siapa saja yang melihatnya merasa takjub.

"Ini untukmu," ucap Elara pelan, sambil mengangkat kalung itu dan menunjukkannya pada Xavier.

Xavier menatapnya dengan rasa ingin tahu dan kagum. "Apa ini, Elara? Kalung yang begitu indah..."

Elara tersenyum lembut, lalu melanjutkan penjelasannya.

"Batu ini diambil dari bagian dalam tubuh Sentinel, naga penjaga kita yang telah menjaga kerajaan ini selama ribuan tahun. Ia memiliki kekuatan khusus, yang telah disucikan dan diikat dengan sihirku sendiri," jelasnya. "Selama ini, aku selalu mengingatkan bahwa kekuatan yang ada di seluruh wilayah kerajaanku bisa memengaruhi dan bahkan membahayakan makhluk yang memiliki sifat dan kekuatan yang berlawanan, sepertimu. Sebelumnya, kau hanya bisa berada di sini dalam waktu yang terbatas, agar kekuatan itu tidak merusak dirimu secara perlahan."

Elara berhenti sejenak, lalu menatap Xavier dengan pandangan yang penuh perhatian.

"Tapi jika kau mengenakan kalung ini, segala kekuatan di sekitarmu tidak akan lagi memengaruhimu. Kau bisa tinggal di sini selama apa pun yang kau inginkan, bergerak ke mana saja di wilayah ini, dan berada di sisiku selama berjam-jam bahkan berhari-hari lamanya tanpa merasa lelah, sakit, atau terganggu sedikit pun. Kalung ini juga akan melindungimu dari segala bahaya yang mungkin ada, dan aku bisa merasakan keberadaanmu di mana pun kau berada, selama kau memakainya."

Mendengar penjelasan itu, hati Xavier terasa hangat sekali. Ia sadar bahwa hadiah ini bukan sekadar benda indah, tapi juga bukti betapa Elara memedulikannya, dan betapa ia menginginkan agar mereka bisa bersama lebih lama lagi.

"Terima kasih, Elara..." ucapnya dengan suara yang lembut dan penuh rasa terima kasih. "Ini adalah hadiah yang paling berharga yang pernah aku terima. Aku akan selalu memakainya, dan aku akan menjaganya seumur hidupku."

Elara mengangguk dengan senyum bahagia, lalu berjalan mendekat dan memasangkan kalung itu di leher Xavier dengan tangannya sendiri. Sentuhan jari-jarinya yang lembut terasa begitu hangat, dan saat batu itu menyentuh kulit Xavier, ia merasakan aliran energi yang lembut menyebar ke seluruh tubuhnya, membuatnya merasa lebih kuat, lebih tenang, dan lebih terhubung dengan Elara.

Setelah semuanya selesai, mereka pun bersiap untuk berangkat. Elara dan Gargoyle memutuskan untuk mengantar mereka sampai ke gerbang terluar istana, sebuah kehormatan yang jarang diberikan kepada siapa pun sebelumnya.

Mereka berjalan bersama melewati lorong-lorong yang bercahaya, melewati halaman yang dipenuhi bunga-bunga, dan terus melangkah hingga akhirnya tiba di gerbang terluar. Di sana, seperti biasa, Aetheris — ular raksasa yang menjadi penjaga gerbang utama — sedang berbaring melintang, menutupi seluruh jalan masuk dan keluar. Tubuhnya yang besar dan bersisik berkilauan terlihat megah dan kuat, namun saat melihat kedatangan Elara dan Xavier, ia segera mengangkat kepalanya dan membuka jalan, menunjukkan rasa hormat yang dalam.

"Selamat jalan, Raja Xavier," ucap Aetheris dengan suara yang berat namun terdengar ramah, berbeda dengan saat pertama kali mereka bertemu. "Kami akan selalu menantikan kedatanganmu kembali."

"Terima kasih, Aetheris," jawab Xavier dengan senyum. "Aku pasti akan kembali lagi, bahkan lebih cepat dari yang kalian kira."

Sampai di sini, saatnya benar-benar berpisah. Rombongan Xavier bersiap untuk melanjutkan perjalanan pulang, sementara Elara dan Gargoyle berdiri menunggu di depan gerbang.

Elara menatap Xavier dengan pandangan yang penuh rindu, meskipun senyumnya tidak pernah hilang dari wajahnya.

"Berjalanlah dengan selamat," ucapnya pelan. "Jaga dirimu baik-baik, ya."

"Aku akan menjaga diriku, dan aku juga akan menjaga hadiah yang kau berikan ini," jawab Xavier sambil menyentuh kalung di lehernya. "Dan kau juga harus menjaga dirimu, Elara. Ingat, aku akan selalu memikirkannya, dan aku akan segera kembali lagi untuk mempersiapkan hari bahagia kita."

Elara mengangguk perlahan, dan untuk pertama kalinya, ia sendiri yang mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Xavier erat-erat, tanpa ada rasa malu atau ragu sedikit pun.

"Aku juga akan selalu memikirkannya," bisiknya. "Aku akan menunggumu di sini."

Di samping mereka, Gargoyle menggerakkan kepalanya dan mengeluarkan suara dengungan yang lembut, seolah ikut mengucapkan selamat jalan dan berharap mereka segera bertemu kembali. Sayapnya yang besar sedikit terayun-ayun, menambahkan suasana yang hangat dan penuh persahabatan.

Setelah melepaskan genggaman tangan itu, Xavier berbalik dan mulai melangkah pergi bersama rombongannya. Namun, ia terus menoleh ke belakang, menatap sosok Elara yang masih berdiri di sana, sampai sosok itu tidak lagi terlihat dari pandangannya.

Saat mereka melangkah menjauh, semua orang bisa merasakan perubahan yang ada pada diri Xavier. Ia terlihat lebih bersemangat, lebih tenang, dan lebih kuat dari sebelumnya. Kalung yang ia kenakan itu bersinar samar di dadanya, menjadi tanda ikatan yang terjalin di antara dua orang yang saling mencintai.

Dan di balik sana, Elara masih berdiri di depan gerbang, ditemani oleh Gargoyle dan Aetheris. Ia menatap ke arah kepergian Xavier dengan perasaan yang penuh harapan dan bahagia. Ia tahu, perpisahan ini hanya sementara, dan tidak lama lagi mereka akan bersatu selamanya.

Malam itu, angin yang berhembus terasa lembut dan menenangkan, seolah alam pun ikut merasakan kebahagiaan dan harapan yang ada di hati mereka. Kisah cinta mereka telah melewati banyak hal, dan kini menuju babak baru yang penuh dengan kebahagiaan dan kebersamaan yang akan berlangsung selamanya.

 

Bersambung...

1
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya diterima juga😊
𝐀⃝🥀Weny
pembukaan ceritanya sangat bagus dan bikin penasaran😊
leona: hihihihi/Hey/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!