NovelToon NovelToon
SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

Status: tamat
Genre:Sistem / Action / Penyelamat / Tamat
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.

Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.

Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dihajar Preman Tanpa Bisa Melawan

Tubuh Jack terasa jauh lebih berat dari biasanya saat ia mencoba bangkit. Otot-ototnya lemas dan tidak bertenaga sama sekali setelah sistem mati total.

Tiga orang preman berbadan besar sudah berdiri mengelilingi dirinya dengan senyum jahat..

"Hei kerdil! Kenapa diam saja di situ? Ayo lawan! Tunjukkan kekuatanmu yang dulu sombong itu! Dulu kamu angkuh sekali, sekarang kamu terlihat seperti cacing yang siap kami injak-injak!"

Jack mencoba memukul dengan tangan kanannya sekuat tenaga yang tersisa di tubuh. Pukulan itu melambat dan sangat lemah sehingga mudah sekali ditangkis oleh lawan.

BRAKK!!

Satu tendangan keras mendarat tepat di ulu hatinya membuat napas Jack tercekat hebat. Ia terlempar mundur dan membentur dinding hingga kepalanya terbentur sangat keras.

"Aduh... sakit sekali!"

"Dasar lemah! Itu saja sudah mengerang kesakitan? Permainan baru saja dimulai kawan! Hajar dia kawan-kawan! Jangan kasih dia bisa bernapas!"

Pukulan demi pukulan menghujani wajah dan tubuh Jack tanpa ampun sedikitpun. Ia tidak bisa lari. Ia tidak bisa menghindar. Ia bahkan tidak bisa membalas satu kali pun.

Jack hanya bisa menunduk melindungi kepalanya dengan kedua tangan yang gemetar hebat. Darah segar mengalir deras dari hidung, mulut, dan luka di dahinya yang terbuka lagi.

"Arghhh! Berhenti!"

"Belum! Belum cukup! Kami mau pastikan kamu tidak bisa bangun lagi selamanya!!"

"Kalian ini bukan manusia! Kalian binatang yang tidak punya hati nurani sama sekali! Aku melawan korupsi demi negara dan rakyat! Kenapa aku harus dihukum sekejam ini oleh kalian?"

"Negara itu milik orang kuat Jack! Orang lemah sepertimu cuma sampah! Terima saja nasib burukmu. kamu kalah. kamu hancur. Dan kamu akan mati sia-sia di tempat kotor ini."

Jack merasakan kesadarannya mulai memudar seiring hilangnya darah di tubuhnya. Namun di sudut hati yang paling dalam, masih tersisa sedikit api dendam yang membara.

"Ingat baik-baik. Kebenaran itu tidak akan pernah bisa kalian kubur selamanya oleh siapapun."

"Omong kosong! Sekarang kamu ada di tangan kami. Kami yang tentukan hidup matimu kapan saja! Siapkan pisau kawan! Kita potong jarinya satu per satu supaya dia tidak bisa pegang bukti lagi!"

Salah satu preman mengeluarkan pisau lipat tajam berkilau dari saku celananya. Mata mereka berkilat liar melihat darah yang semakin banyak membasahi lantai beton.

Jack menutup matanya kuat-kuat karena tidak bisa lawan dengan tenaga fisik lagi. Ia sadar satu-satunya harapan yang tersisa hanyalah menggunakan akal dan kelicikan sendiri.

Jika dia mati di sini, siapa yang akan bongkar kebusukan Menteri Rudi dan kroni-kroninya itu?

Dia tidak boleh menyerah begitu saja. Dia harus hidup. Dia harus balas dendam dengan cara yang berbeda nanti.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki berat dan teriakan keras dari luar ruangan itu. Suara itu terdengar tegas dan sepertinya datang dari pihak yang punya wewenang tinggi.

"CUKUP! JANGAN BUNUH DIA SEKARANG! ADA PERINTAH BARU DATANG DARI ATASAN LANGSUNG! BAWA DIA KELUAR SEGERA! KITA AKAN BUANG DIA JAUH-JAUH AGAR DIA JADI GELANDANGAN YANG TIDAK BERGUNA!"

Mata Jack terbuka perlahan mendengar perintah yang menyelamatkan nyawanya itu. Ia sadar nyawanya tertolong untuk saat ini saja, tapi nasib buruk lain menunggu di depan.

Mereka tidak membunuhnya sekarang karena punya rencana yang jauh lebih kejam lagi. Mereka ingin Jack hidup tapi menderita kelaparan dan hina setiap harinya.

Jack diseret keluar dengan kasar menuju sebuah mobil bak terbuka yang kotor. Tubuhnya tergeletak tak berdaya di antara tumpukan sampah dan karung bekas yang ada.

"Pergi kamu jauh-jauh! Jangan pernah berani kembali lagi ke kota ini! Kalau berani muncul lagi, kali ini kami pastikan kamu mati tanpa ampun sedikitpun!"

Mobil itu membuang Jack ke pinggiran kota yang sangat sepi.

***

Beberapa Minggu berlalu sebagai gembel dan tubuh Jack makin hari makin lemah, karena sumber makanannya mini hanya dari sisa makanan di tong sampah.

Tiba tiba datang sebuah mobil Mewah di hadapannya, tempat ia menggembel. Kaca jendela diturunkan perlahan menampakkan wajah orang suruhan Menteri Rudi.

"Wah wah wah... Lihat pemandangan indah ini kawan-kawan! Sang Pahlawan yang dulu gagah perkasa kini jadi pengemis dan bau di pinggir jalan! Sungguh nasib yang sangat menyedihkan dan menghibur kami semua!"

Jack mengangkat wajahnya perlahan dengan mata yang bengkak dan penuh luka. Ia menatap orang di dalam mobil itu dengan tatapan tajam meski tubuhnya tak berdaya.

"Kalian datang mau menertawakan aku lagi? Atau kalian datang mau habisi nyawaku yang sisa sedikit ini? Cepat katakan! Aku sudah tidak punya tenaga untuk main-main dengan kalian lagi!"

"Jangan marah-marah dong Jack! Kami datang ini membawa kabar baik dan rezeki nomplok buat kamu! Atasan kami sangat baik hati, dia tidak sekejam yang kamu bayangkan selama ini lho!"

Pintu mobil terbuka dan seorang pria berjas rapi turun membawa koper kulit tebal. Ia meletakkan koper itu di tanah tepat di depan kaki Jack yang kotor dan berdarah.

"Buka koper ini! Tunjukkan pada gembel itu apa isi yang ada di dalam sini! Biarkan dia melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa kayanya dia kalau mau mau nurut!"

Koper dibuka paksa memperlihatkan tumpukan uang kertas berwarna merah dan hijau.

Jumlah uang itu sangat banyak hingga membuat mata Jack terbelalak kaget melihatnya.

"Lihat itu Jack! Seratus Milyar Rupiah tunai! Semua ini bisa jadi milik kamu sekarang juga! Cuma dengan satu syarat mudah yang sangat simpel buat kamu lakukan!"

"Apa syaratnya? Jangan bilang kalian mau minta aku mengakui semua tuduhan bohong itu? Jangan mimpi! Aku tidak akan pernah jual prinsip dan kebenaran cuma demi uang!"

"Bukan! Santai saja! Syaratnya gampang kok! kamu cukup hilang dari negara ini selamanya! Pergi jauh-jauh ke pulau terpencil atau luar negeri sana! Hiduplah mewah dan bahagia dengan uang ini! Lupakan soal anak sekolah! Lupakan soal korupsi! Lupakan semua masalah negara! Itu bukan urusan orang miskin sepertimu lagi! Nikmati sisa hidupmu yang pendek ini dengan enak!"

Jack menatap tumpukan uang itu lalu menatap wajah orang yang menawarkannya. Hati kecilnya memang tergoda, tapi nurani dan harga dirinya menjerit menolak.

"Jadi begini caranya... Kalian mau beli diamku dengan uang hasil curian itu? Kalian mau aku hidup enak sendirian sementara rakyat terus ditipu dan menderita kelaparan?"

"Benar sekali! Pintar juga kamu Jack! Hidup itu singkat kawan! Buat apa susah-susah memikirkan orang lain kalau diri sendiri bisa bahagia? Ambil uangnya! Pergi! Dan selamat tinggal!"

"Dan kalau aku menolak tawaran mulia ini? Apa yang akan kalian lakukan padaku?"

"Wah kalau kamu menolak... Sayang sekali nasibmu pasti sangat buruk dan menyedihkan! Kami tidak akan biarkan kamu hidup bebas mengganggu bisnis kami lagi! kamu akan mati perlahan dan kesepian di sini!"

"Pilih salah satu Jack! Uang Milyaran dan Hidup Mewah, atau Mati Mengenaskan dan Tak Dikenang! Sekarang juga! Jangan buat kami menunggu dan kehilangan kesabaran!"

Jack terdiam lama menatap pilihan kejam yang ada di hadapannya saat ini.

Ia sadar jika menolak, nyawanya tidak akan bertahan lama di tangan orang-orang jahat ini. Namun jika menerima, ia akan mengkhianati semua perjuangan dan darah yang ia tumpahkan.

Jack menghela napas panjang lalu menutup koper uang itu dengan keras tiba-tiba.

"Kalian salah besar jika pikir aku bisa dibeli dengan harta semacam ini! Seratus Milyar itu tidak ada harganya dibandingkan kebenaran dan harga diri yang aku miliki!"

"Jadi kamu pilih MATI? kamu benar-benar gila atau memang terlalu bodoh Jack?"

"Aku pilih BERJUANG! Mati pun tidak apa-apa asalkan mati karena memegang kebenaran! Pergi kalian bawa uang sampah itu! Aku tidak butuh belas kasihan dari para pencuri!"

Wajah pria itu berubah merah padam menahan amarah yang meledak-ledak. Ia menendang koper itu hingga uang berserakan dan menatap Jack dengan mata membunuh.

"Bagus! Bagus sekali! kamu sudah memilih nasib burukmu sendiri wahai Pahlawan! Kami tidak akan kasih ampun lagi kali ini! Bersiaplah!"

Tiba-tiba langit yang tadinya cerah berubah gelap dan awan hitam datang menutup. Suara guntur menggegar dan tetesan air besar mulai jatuh membasahi bumi dan tubuh Jack.

Hujan turun sangat deras membasahi uang yang berserakan dan wajah Jack yang pilu. Jack tidak bergerak sedikitpun. Ia justru menatap langit dan membiarkan air itu masuk.

1
Manusia Biasa
ayo bang jack warga indo mendukungmu, runtuhkan para pejabat koruo🤣👍
Manusia Biasa
gebukin aja tu presiden 🗿
Manusia Biasa
🗿🗿🗿
Manusia Biasa
ngawor 😭 mbg o??
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar kebusukan musuhnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!