NovelToon NovelToon
MEKANIK DARI LEMBAH BESI

MEKANIK DARI LEMBAH BESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: T28J

(𝙎𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙜𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙪𝙖𝙩𝙖𝙣 𝘼𝙄)
𝙂𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙖𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙏𝘾𝙂 𝙪𝙣𝙞𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣. 𝙄𝙠𝙪𝙩𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙥𝙚𝙩𝙪𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙑𝙖𝙡𝙩𝙝𝙚𝙧𝙞𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙧𝙩𝙪-𝙣𝙮𝙖.

⚙⚙⚙

Mengisahkan tentang seorang mekanik muda bernama Arven yang ditakdirkan untuk menjadi Host Titan Gear bernama Astraeus. Kisah masa lalu dan masa kini akan terkompresi menjadi satu dalam mengungkap kehancuran peradaban Astreya. Unsur Action, Misteri, Politik, Perang Kerajaan akan menjadi fokus cerita ini.

Mari bergabung bersama Arven dalam petualangannya di dunia Valtheria.

—T28J

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T28J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BRAKENFORD ARC 23 - DOMINASI MONSTER

...Tidak ada lagi garis pertahanan…...

......yang tersisa hanya mangsa yang putus asa....

...⚙⚙⚙...

THOOOM...

Langkah itu akhirnya datang. Tanah bergetar jauh lebih dalam dari sebelumnya. Bukan sekadar getaran biasa, ini adalah tekanan murni. Seolah bumi sendiri dipaksa menunduk dan menyerah setiap kali kaki raksasa itu menyentuh tanah.

Man-Slayer mulai berjalan maju. Perlahan dan sangat tenang. Namun setiap langkahnya seolah menghancurkan jarak di antara mereka, merobek keberanian siapa saja yang melihat, dan menekan napas hingga sesak di dada.

Di antara tumpukan reruntuhan gerbang, Garrick perlahan mengangkat kepalanya. Matanya tajam menatap kedatangan musuhnya. “Akhirnya dia bergerak.” Tidak ada bayangan kepanikan di wajahnya. Tidak ada sedikit pun keraguan. Ia hanya menarik napas pendek dalam-dalam lalu menghentakkan kakinya. Satu langkah tegas maju ke depan.

Seekor Nightclaw melompat cepat dari samping, mencoba menerkam lehernya. Tanpa perlu menoleh, Garrick hanya mengayunkan palunya setengah putaran.

CRASH...

Tubuh monster itu hancur seketika di udara. Tulangnya remuk, tubuhnya terlempar jauh.

Langkah kakinya tidak berhenti sedikit pun.

Seekor Stonefang Ravager menghalangi jalan. Makhluk besar itu siap menghantam. Garrick tetap berjalan lurus tanpa peduli. Saat lengan batu itu turun, ia mengangkat palunya perlahan.

BOOOM...

Benturan dahsyat meledak ke segala arah. Tanah di sekitar mereka amblas dalam. Lengan Stonefang itu retak parah mulai dari pergelangan sampai ke bahu, lalu pecah berkeping-keping tak berbentuk. Makhluk itu terhuyung mundur kehilangan keseimbangan.

Langkahnya terus berlanjut. Seolah itu bukan apa-apa.

Dua monster lain datang menyerang. Satu dari depan. Satu dari kanan. Ia hanya memutar bahunya sedikit.

CRACK...

Gagang palunya menghantam rahang Nightclaw pertama hingga terpelintir ke arah yang salah. Yang kedua sempat mengangkat cakarnya, tapi...

BOOOM...

Kepalanya dihancurkan langsung ke tanah keras oleh ayunan turun palu Garrick.

Ia terus berjalan maju. Sangat tenang. Seolah monster-monster itu hanyalah gangguan kecil yang menghalangi jalan.

Di belakangnya, para penjaga hanya bisa menatap dengan napas tertahan, “…dia benar-benar maju sendirian…” bisik salah satu dari mereka tak percaya.

Di kejauhan, Man-Slayer berhenti bergerak. Untuk pertama kalinya makhluk itu mengalihkan seluruh perhatiannya pada satu manusia kecil di depannya. Sepasang mata merahnya mengunci target.

Keduanya berhenti di jarak yang seimbang. Medan perang di sekitar mereka masih kacau balau. Jeritan masih terdengar. Api masih berkobar memerah langit.  Namun tepat di antara dua sosok raksasa itu, semua suara dan keributan seolah menjauh. Dunia terasa hening total.

Garrick mengangkat palunya perlahan hingga bersandar di bahu. Matanya tidak berkedip sedikit pun. “Jadi kau yang memimpin mereka?”

Man-Slayer tidak menjawab. Namun napas beratnya terdengar seperti geraman rendah yang menekan udara. Tanah di bawah kakinya mulai retak perlahan menahan tekanan tubuhnya.

Garrick memiringkan kepalanya sedikit. Tatapannya tajam, dingin, dan penuh niat membunuh. “Kau salah tempat berburu...” Satu langkah lagi ia maju mendekat. Palu di tangannya turun ke posisi siap tempur mematikan. “Disini pemburu juga bisa mati.”

Man-Slayer menggeram pelan. Suaranya rendah dan dalam, seolah ia sedang tertawa.

Tanpa aba-aba, tubuh raksasanya lenyap seketika dari tempatnya berdiri. Tanah yang tadi diinjaknya meledak terbawa tenaga.

Garrick menyipitkan mata sedikit. “Dia cepat...”

Dalam satu tarikan napas, Man-Slayer sudah muncul tepat di hadapannya. Tangan kanannya terangkat tinggi, otot dan tulang di lengannya menegang maksimal sebelum dihantamkan lurus ke arah Garrick. Udara terbelah keras oleh tekanan serangan itu. Namun Garrick tidak mundur selangkah pun. Ia mengangkat gagang palunya dengan kedua tangan dan menahannya tepat di jalur hantaman itu.

BOOOOOOM...

Benturan dahsyat meledak. Gelombang kejut menghantam tanah di sekitar mereka, menciptakan retakan besar yang langsung melesak ke dalam membentuk lubang kecil. Debu dan pecahan tanah terangkat tinggi ke udara, menyapu segala yang ada di dekatnya.

Kaki Garrick terdorong keras ke belakang. Tanah di bawahnya terkikis kasar meninggalkan jejak dalam saat tubuhnya dipaksa mundur beberapa meter. Tapi ia tidak jatuh. Tidak goyah sedikit pun. Ia menahan semuanya. Gagang palunya berderit nyaring menahan beban luar biasa itu. Lalu perlahan ia berhasil menghentikan dorongan itu sepenuhnya. Matanya tetap lurus menatap lawan, dingin dan tenang.

“Kalau hanya ini kekuatanmu…” suaranya berat namun napasnya tetap stabil. “…kau datang ke tempat yang salah.”

Tanpa memperdulikan perkataan Garrick, Man-Slayer melanjutkan serangannya, ia lenyap seketika dari pandangan. Saat muncul kembali, ia sudah berdiri tepat di samping Garrick. Lengan besarnya menyapu horizontal dengan kecepatan mematikan.

CLANG...

Garrick berhasil menahannya dengan gagang palunya, tapi kekuatan di balik serangan itu luar biasa besar. Tubuhnya terdorong mundur beberapa meter, tumitnya menggores tanah keras hingga meninggalkan jejak.

“Gila…” desis Garrick pelan.

Belum sempat ia mengatur napas, kehadiran musuh itu terasa tepat di belakang punggungnya. Tangan raksasa itu dihantamkan lurus dari atas ke bawah.

WHOOSH...

Garrick memutar tubuhnya menyamping secepat kilat hanya berselisih sepersekian detik. Serangan itu menghantam tanah tepat di tempat ia berdiri tadi. Tanpa membuang waktu, Garrick memutar badannya kembali. Dengan gerakan cepat, ia mengayunkan palunya tepat mengarah ke rusuk kanan Man-Slayer. Namun sebelum logam itu menyentuh kulit, Man-Slayer sudah merespons. Ia mundur cepat beberapa langkah, menghindari hantaman itu dengan bersih. Ayunan Garrick berhenti di udara kosong.

Ia tidak mengejar. Hanya menurunkan sedikit palunya, menatap lurus ke depan. “Apa kau takut…” Ia melangkah satu langkah maju, “...dengan palu rongsokan ini?”

Tidak ada jawaban. Hanya napas berat yang keluar dari balik topeng tulang.

Satu detik kemudian, tanah di antara mereka bergetar pelan. Garrick sedikit menurunkan pusat gravitasinya. Palu di tangannya bergeser, siap menahan atau menghantam. “Dia datang lagi.”

Man-Slayer tidak memberi jeda. Ia lenyap seketika dan muncul kembali tepat di hadapan Garrick.

WHOOSH...

Tinju raksasanya melesat lurus dengan kecepatan mematikan. Garrick tidak mencoba menahan. Ia menjatuhkan tubuhnya rendah, hampir menyentuh tanah. Cakar itu melintas tepat di atas kepalanya, memecah udara, tekanan anginnya menghantam punggungnya seperti gelombang keras. Tanah di belakangnya meledak hancur.

DUAAR...

Garrick sudah bergerak maju. Kakinya menghentak tanah sekuat tenaga. Tubuhnya melesat masuk mendekat ke dalam jarak serang.

⚙ HAMMERHOOD : ⚙

Pinggangnya berputar penuh. Bahunya ikut mengunci momentum. Palunya diangkat dari bawah lalu dilepaskan sekuat tenaga.

⚙ EARTHSHATTER STRIKE!!! ⚙

DUUUMM...

Hantaman itu mendarat telak mengenai dagu Man-Slayer. Kepalanya terangkat paksa ke atas. Tubuh raksasa itu bergeser setengah langkah. Getaran dahsyat dari benturan menjalar ke segala arah. Namun Man-Slayer tidak mundur jauh. Lehernya kembali lurus dengan cepat. Tubuhnya langsung berputar seketika. Sikunya datang menyambar dari samping.

BAM...

Tubuh Garrick terpukul keras. Ia terlempar ke samping, menghantam tanah dan meluncur jauh, menyeret puing-puing kayu dan batu di sepanjang jalannya.

Ia berhenti setelah menghantam sisa dinding rendah yang masih berdiri. Darah tipis mengalir dari sudut bibirnya. Garrick bangkit berdiri lagi. Napasnya berat, tapi tetap stabil. Ia meludahkan darah ke tanah. “Sudah terlalu lama...” Ia memutar gagang palunya di udara, “...aku tidak merasakan api seperti ini dalam pertarungan.”

Ia mencengkeram gagang palunya dengan kedua tangan, lalu memutarnya cepat di udara hingga menciptakan perisai angin.

Man-Slayer melesat lagi. Kali ini keduanya bertabrakan langsung di tengah udara.

CLANG... BOOM... CRASH...

Logam melawan tulang. Ledakan demi ledakan terdengar bertubi-tubi. Setiap benturan memancarkan gelombang kejut yang mendorong debu dan puing-puing menjauh dalam radius luas. Kecepatan mereka sudah melampaui batas mata telanjang. Yang tersisa hanya bayangan dan dentuman logam yang memekakkan telinga.

Garrick mendorong tubuhnya melawan kekuatan raksasa itu. Otot-ototnya menegang maksimal, memompa setiap tetes tenaga yang tersisa.

“MASIH BANYAK YANG BISA KULAKUKAN!!!”

Ia menangkis satu serangan, lalu membalas dengan tebasan vertikal yang membelah langit malam. Man-Slayer menangkisnya dengan lengan. Percikan api beterbangan bagaikan kembang api yang mematikan. Keduanya saling mengunci kekuatan. Wajah mereka hanya berjarak beberapa inci. Dua pandangan mata yang sama-sama liar dan tak kenal ampun saling beradu tajam.

Namun, Man-Slayer bergerak melampaui batas logika. Predator itu meningkatkan akselerasinya hingga udara di sekitarnya terdistorsi oleh panas kegelapan. Cakar raksasanya menghantam tanah tepat di depan titik berdiri Garrick dengan kekuatan yang luar biasa.

BOOOM...

Tanah Brakenford terbelah, melontarkan batuan dan debu pekat yang seketika menelan siluet kedua petarung itu dalam kabut kusam yang mencekam.

Di kejauhan, para penjaga desa yang bertahan di balik reruntuhan pagar kayu tersentak mundur, wajah mereka pucat pasi oleh ketakutan yang murni.

“Pak Garrick tertutup debu...” teriak salah satu penjaga dengan suara yang pecah oleh keputusasaan.

Namun, di jantung badai debu itu, Garrick justru menyeringai. Tatapannya yang tajam mengunci celah di balik gerakan masif sang monster. “Terima kasih... kau baru saja membuka celah mautmu sendiri,” gumamnya rendah, suaranya parau namun sarat dengan otoritas penghancur.

Ia menarik napas dalam, membiarkan oksigen yang bercampur aroma belerang dan besi memenuhi paru-parunya. Garrick merendahkan titik berat tubuhnya ke posisi rendah, posisi yang sangat dikenal para penambang tua. Teknik untuk menghancurkan batu paling keras di dalam gunung, di mana kedua tangannya mencengkeram gagang kayu hitam palunya dengan sangat kuat.

⚙ HAMMERHOOD : ⚙

⚙ TORNADO CRUSHER!!! ⚙

Kabut debu yang pekat itu tiba-tiba terbelah secara paksa oleh tekanan udara yang dihasilkan dari putaran palu raksasa tersebut. Garrick melesat maju, tubuhnya menjadi proyektil murni yang meluncur dari kegelapan seperti peluru meriam yang ditembakkan dari benteng Karvald.

BOOOOOOM...

Kepala baja palu itu menghantam tepat di tengah dada Man-Slayer dengan seluruh momentum putaran 360 derajat. Udara di titik benturan meledak menciptakan gelombang kejut yang dahsyat menyapu jalanan utama desa, menghancurkan kaca-kaca jendela rumah kayu di sekitarnya hingga berkeping-keping. Tanah di bawah kaki sang monster retak dalam pola radial, membentuk garis-garis kehancuran yang panjang.

Tubuh kolosal Man-Slayer terangkat dari tanah, terpental mundur beberapa meter dengan suara gesekan logam dan batu yang mengerikan.

GRRRRRRRKKK...

Raksasa hitam itu terhuyung, nyaris kehilangan keseimbangan di hadapan kekuatan manusia yang dianggapnya sebagai mangsa. Di atas menara pengawas, Rogan dan para pemanah lainnya membeku, menyaksikan pemandangan yang mustahil tersebut.

“Paman Garrick... ia benar-benar memukul mundur sang Pembantai...” bisik salah satu penduduk dengan napas tertahan.

Namun, Garrick belum menyelesaikan serangan penghancurnya. Dengan kelincahan yang menentang berat senjatanya, ia memutar palunya sekali lagi di udara, sebuah gerakan ritmis yang biasa ia gunakan untuk memecah bongkahan emas raksasa di kawah terdalam.

“Dua pukulan... selalu lebih aman untuk memastikan batu itu pecah,” Garrick berkata dengan senyum yang kian lebar, memancarkan semangat tempur yang menyala.

Ia mengambil langkah transisi yang eksplosif.

BOOOOOM...

Pukulan kedua menghantam topeng wajah kiri Man-Slayer dari arah vertikal. Hantaman ini begitu masif hingga memaksa tubuh besar itu terangkat mundur lagi beberapa meter. Debu dan serpihan kulit batu monster itu beterbangan ke udara bagaikan hujan abu vulkanik.

Meskipun dihujani serangan yang mampu meruntuhkan dinding benteng, Man-Slayer tidak jatuh. Sebaliknya, di balik retakan topeng tulangnya, ia mulai mengeluarkan pendar merah gelap, menunjukkan seringai yang mengerikan.

Ia menyerang balik dengan keganasan yang meningkat dua kali lipat. Pertarungan mereka kini bukan lagi sekadar duel, melainkan benturan antara dua kekuatan alam yang setara.

Para penjaga desa hanya bisa terpaku menyaksikan pemandangan epik itu. Seorang anak kecil yang bersembunyi di balik gerobak tambang menatap dengan mata membelalak, melihat sosok Garrick yang berdiri tegak melawan bayangan maut. “Itu... Kakek Garrick...” bisiknya lirih.

“Garrick Hammerhood... Dewa Tambang kita...” teriak pemuda yang berada tidak jauh dari gerbang.

“Pak Kepala Desa benar-benar menahan badai itu sendirian...”

Namun, Garrick mulai goyah. Ia mendarat keras, satu lutut sempat menyentuh tanah sebelum ia memaksakan diri berdiri tegak lagi. Napasnya tersengal hebat, dadanya naik turun tidak beraturan.

“Kh—!” Ia memuntahkan darah segar ke tanah. Tetesannya yang gelap jatuh tepat di antara retakan batu yang masih bergetar. Tangannya tetap menggenggam gagang palu, tapi cengkeramannya tidak sekuat sebelumnya. Otot di lengannya menegang kaku, mulai sedikit bergetar menahan beban. Untuk sepersekian detik, usia dan kelelahan akhirnya mulai mengejar tubuhnya.

Di kejauhan, Liora terpaku diam. Matanya melebar tak percaya. “…Ayah…” Ia melangkah satu langkah ke depan tanpa sadar. “Jangan memaksakan diri!” Suaranya tidak lagi setajam biasanya. Ada nada khawatir yang pecah di sana.

Di atas menara yang hampir roboh, Rogan menatap dengan wajah pucat pasi, “…gawat…” Tangannya yang memegang busur perlahan turun sedikit. “Kalau dia sampai tumbang—” Kalimat itu terputus, tak sanggup ia selesaikan.

Di sisi lain, Bram mengatupkan rahangnya sangat keras hingga berderak. “Paman…” Genggaman tombaknya makin erat mencengkeram kulit tangannya sendiri.

Namun tidak ada satu pun dari mereka yang berani bergerak maju. Karena mereka semua tahu ini bukan pertarungan yang boleh diganggu atau dicampuri sembarangan.

Di tengah medan perang yang retak dan terbakar itu, Garrick mengangkat tangannya perlahan. Ia menyeka darah di sudut mulutnya dengan punggung tangan, lalu meludah sekali lagi ke tanah. Tatapan matanya tetap lurus menatap ke depan. Tepat ke arah Man-Slayer.

Suaranya keluar rendah dan datar. “HAHA! Tubuh tua ini…” Ia mengangkat palunya kembali ke posisi siap, “…sudah di ambang batas.” Satu langkah ia maju. Tanah berderak keras di bawah kakinya, “aku tidak punya waktu untuk main-main.”

Man-Slayer menggeram, suara yang terdengar seperti longsoran batu di puncak Kharvendal. Tanah di bawah kakinya hancur menjadi debu saat ia membuka kedua lengannya secara lebar, sebuah gestur keangkuhan yang mengundang kehancuran yang lebih brutal.

Garrick menyeringai, matanya menyala penuh tekad yang tidak bisa dipadamkan. Ia merendahkan tubuhnya sedikit, posisi bertarung yang paling serius.

“Kalau begitu...” Ia menatap langsung ke arah mata merah sang predator, “...mari kita buktikan, siapa di antara kita yang akan menjadi legenda, dan siapa yang akan kembali menjadi debu tambang.” Ia menghantamkan kepala palunya ke tanah dengan kekuatan vertikal.

Garrick memutar bahunya yang lebar, membiarkan bunyi derak tulang dan ototnya menyatu dengan dengung mekanis dari desa yang sedang terbakar. “Baiklah...” gumamnya dengan nada yang bergetar.

Ia merendahkan titik berat tubuhnya ke posisi yang paling berat dan stabil. Kedua tangannya mencengkeram gagang kayu hitam palunya, satu di pangkal gagang untuk kendali, dan satu lagi di tengah untuk daya ledak yang maksimal. Tanah di bawah sepatu bot bajanya berderak hebat, menciptakan retakan memanjang saat ia mengalirkan seluruh kekuatan ototnya ke bumi.

Garrick menarik napas panjang, menghirup udara dingin malam yang dingin. Lalu, ia meledak dalam pergerakan. Tanah meledak hancur di bawah setiap langkahnya yang eksplosif.

Man-Slayer menyambut tantangan itu dengan raungan yang mengguncang fondasi Brakenford. Namun Garrick melampaui batas kemanusiaan, ia melompat ke angkasa, terbang lebih tinggi dari jangkauan monster mana pun. Di puncak lompatannya, di bawah sinar bulan yang pucat, Garrick memutar tubuhnya 360 derajat secara horizontal, mengumpulkan momentum yang dahsyat.

⚙ HAMMERHOOD : ⚙

⚙ METEOR BREAKER!!! ⚙

^^^*gambar buatan AI^^^

Palu raksasa itu menghujam turun dengan lintasan lengkung yang sempurna, menghantam tepat di puncak kepala Man-Slayer.

BOOOOOOOM...

Ledakan kekuatan yang dihasilkan begitu dahsyat hingga mengguncang seluruh lembah Valtheria. Gelombang kejut meledak keluar, menyapu permukaan tanah dan memaksa rumah-rumah kayu di sekitarnya berderak hebat seolah akan runtuh. Debu membumbung ke angkasa, menyelimuti medan tempur dalam kegelapan total.

Tanah di bawah kaki mereka retak berkeping-keping bagaikan kaca yang dipukul palu godam. Tekanan udara yang dihasilkan dari benturan itu begitu kuat hingga para penjaga desa terdorong mundur, beberapa bahkan terlempar jatuh ke tanah, menahan napas menghadapi tekanan yang menghimpit dada.

Untuk sesaat, dunia seolah membeku. Debu perlahan turun melalui sinar bulan yang tersisa. Rogan menatap dengan jantung yang berdegup kencang. “Dia... berhasil mengenainya...”

Namun, dari kedalaman kabut debu yang pekat, sepasang mata merah menyala kembali muncul, bukan lagi sebagai bara, melainkan sebagai api neraka yang berkobar.

Dari celah-celah cakar hitamnya, energi pekat mulai merembes keluar. Bukan cahaya, melainkan kegelapan yang hidup, menggumpal dan berdenyut seperti sesuatu yang bernapas. Dalam satu ayunan cakar itu menebas ke depan.

⚙ APEX PREDATOR : ⚙

⚙ KINGSLAYER CLEAVE!!! ⚙

SLASH...

Gelombang energi hitam raksasa melesat lurus, membelah udara seperti bilah tak kasat mata. Tanah di jalurnya retak seketika, batu terangkat lalu hancur sebelum sempat jatuh.

Garrick belum sempat mengangkat palunya sepenuhnya. Hantaman itu menghantam tubuhnya secara langsung. Gelombang gelap itu tidak hanya mendorong, ia menelan. Menekan, merobek, dan menyeret tubuh Garrick sepanjang tanah berbatu, meninggalkan jejak hancur seperti luka yang dibakar ke permukaan tambang.

Ia melesat menembus udara sejauh puluhan meter sebelum menghantam sebuah rumah warga di jantung desa.

CRAAAAASH...

Dinding rumah kayu itu hancur berkeping-keping dalam sekejap. Kayu-kayu penyangga patah, atap runtuh seketika, dan debu serta serpihan kayu menyelimuti seluruh area reruntuhan tersebut.

“AYAAAH!!!” teriak Liora, suaranya pecah oleh keputusasaan yang mendalam saat melihat perisai desa mereka tumbang di tangan sang Pembantai.

Man-Slayer mengangkat kepalanya perlahan, menatap desa yang kini tak lagi memiliki pelindung. Dan langkah berikutnya ditujukan kepada manusia yang tersisa.

...⚙⚙⚙...

A/N : jika kalian suka dengan cerita ini, like, vote, dan support author dengan mengirimi hadiah ya...

—T28J

1
pujakesuma
seru bangettt💪
Mystic Novel
banyak bagian fiksi ilmiah yang sangat ditonjolkan, mantap sig
Raihan
bagus cerita kak


bantu support juga ya Novel ku baca 😄😄
Alia Chans
lanjut👈
Almeera
hadir kak 🌹🌹
Mystic Novel
nah seperti ini, mungkin bisa di konvert ke kata yang lebih sederhana dan bukan puitis, soalnya ini genre fantasi...

tapi cerita dan dunianya bagus kok, terus semangat ya
Mystic Novel
Thor, karena ini cerita fantasi, narasinya kalau bisa lebih sedikit di sederhanakan, karena pembaca susah nebak suasana dan dunianya.
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
seram kalo bisikan
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
wow bagusnya
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
memasuki sepatu sambil lari 🤔
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
yah serius lah /Facepalm/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
keren ini /Good/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
mantap ada transformers /Good/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
wah nasibnya gimana?
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
titan yang ada "attack on titan"
Oto,'Pemuja Hati'
Jadi keingat dengan dunia game dengan menggunakan sistem kartu.. m😌
Oto,'Pemuja Hati'
Aku masih terkagum-kagum dengan gambarnya.. m🥹 Terlalu konsisten.. m🥰
SANG
Oke Thor💪👍 tetap semangat ya💪👍
SANG
Jempol untukmu dek👍👍👍👍👍👍👍
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!