NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 Akhir dari Segalanya

"Jangan bergerak! Semuanya diam di tempat!" teriak komandan pasukan Arkan, sementara senjata-senjata lain siap menembak kapan saja.

Ruangan itu hening seketika. Hanya terdengar suara napas memburu dan desiran angin malam yang masuk melalui kaca yang pecah.

Kakek perlahan berbalik di kursinya. Wajah tua itu tidak lagi terlihat lemah atau ramah. Sekarang, wajah itu penuh kebencian dan kekecewaan. Ia menatap cucunya sendiri dan suami cucunya dengan tatapan tajam seperti elang.

"Kalian benar-benar berani..." suara Kakek terdengar parau namun berat. "Datang ke sarang serigala dengan modal nekat seperti ini."

"Kau yang memaksa kami, Kek," jawab Arkan dingin, tubuhnya tegap melindungi Kiara di sampingnya. "Kau sudah terlalu lama bermain api. Dan sekarang... giliranmu yang terbakar."

Rian yang berdiri di samping Kakek gemetar hebat. Ia melihat situasi sudah tidak berpihak padanya. Ia tidak menyangka Arkan berani bertindak secepat dan seberani ini.

"A-Arkan... Dek... Kita bisa bicarakan ini baik-baik kan?" Rian mencoba bertahan, senyum palsunya kembali muncul namun kali ini terlihat sangat menyedihkan. "Lupakan apa yang terjadi. Aku kakakmu, kita satu darah..."

PLAK!!!

Tanpa aba-aba, Kakek tiba-tiba menampar Rian sangat keras hingga pria itu terhuyung dan jatuh terduduk di lantai.

"Diam kau! Anak tidak berguna!" hardik Kakek penuh amarah. "Karena kebodohanmu, kita semua terjebak di sini! Kau pikir mereka datang untuk bermusyawarah?!"

Kakek menatap kembali ke arah Arkan dan Kiara.

"Kalau begitu begini saja... Kalian ingin aku? Ambil aku. Tapi biarkan yang lain pergi. Rian masih muda, dia hanya salah paham..."

"Jangan mencoba bermain drama lagi, Kek," potong Kiara kali ini. Suaranya tegas, matanya menatap tajam ke mata kakeknya sendiri. "Kau yang merusak nama baik Ayahku. Kau yang menyakiti Arkan. Kau yang membunuh Ayah mertuaku. Dan kau yang ingin menguasai dunia dengan cara kotor."

Kiara melangkah maju selangkah, berani menghadapi lelaki tua itu.

"Semua kejahatan harus dibayar. Dan hari ini... adalah hari pembayarannya."

"HAHAHAHA!!" Tiba-tiba Kakek tertawa keras. Tawanya bergema di ruangan besar itu, terdengar sangat menyeramkan dan gila. "Kalian pikir kalian sudah menang? Kalian pikir dengan menangkapku, organisasi ini akan hancur?"

Kakek perlahan merogoh saku jasnya.

"JANGAN!" teriak Arkan waspada, siap menembak.

"Tunggu!" seru Kakek sambil mengangkat tangannya. Ia mengeluarkan sebuah remote control kecil berwarna hitam.

"Apa itu?" tanya Arkan mendecakkan lidah.

"Ini adalah saklar hidup dan mati," bisik Kakek menyeringai. "Di seluruh bangunan ini, di bawah lantai yang kita injak ini, sudah terpasang bahan peledak berkekuatan tinggi. Kalau aku menekan tombol ini... semuanya meledak. Kita semua akan hancur jadi abu bersama-sama."

Wajah pasukan Arkan berubah pucat. Mereka mulai mundur sedikit, panik.

"Kau gila?! Kau mau bunuh diri?!" teriak Rian ketakutan.

"Daripada aku harus menyerah pada anak-anak muda sombong seperti kalian... lebih baik aku bawa kalian semua ke kubur bersamaku!" teriak Kakek mulai kehilangan akal sehatnya. Jarinya siap menekan tombol merah itu.

"ARKAN, LARI!!" teriak Kiara.

Tapi Arkan tidak lari. Justru pria itu berlari maju secepat kilat!

"JANGAN!!"

DOR!!!

Satu tembakan dilepaskan, tapi bukan ke arah Kakek. Arkan menembak tepat ke tangan Kakek yang memegang remote!

BRUKK!

"Aaaaarrghhh!!" jerit Kakek kesakitan. Remote control itu terlepas dan melayang di udara.

Dalam sepersekian detik, Arkan melompat menangkap benda itu sebelum menyentuh lantai. Gerakannya begitu cepat dan presisi, seperti adegan film aksi.

"Gotcha..." bisik Arkan dingin.

Kakek jatuh berlutut, tangannya berdarah. Ia terpaku tak percaya. Rencana terakhirnya gagal total.

"Kau... kau..." Kakek terengah-engah, wajahnya pucat pasi.

Arkan melempar remote itu ke arah komandan pasukannya untuk diamankan. Lalu ia berjalan mendekat ke arah lelaki tua yang dulu disegani itu.

"Permainan selesai, Kek," desis Arkan. "Kau kalah. Karena kau hanya punya kekuatan dan uang. Tapi kami... kami punya kepercayaan dan cinta yang kau tidak pernah miliki."

Seketika, suara helikopter polisi dan sirine mulai terdengar dari kejauhan, semakin lama semakin dekat.

TIIIIIT... TIIIIIT...

"Mereka datang," kata Kiara pelan. "Semua sudah berakhir."

Pasukan khusus segera memborgol Kakek dan Rian. Rian menangis dan meronta memohon ampun, sementara Kakek hanya diam menunduk, semangatnya hancur, kehilangan semua wibawa dan kekuasaannya dalam sekejap mata.

Saat mereka diseret keluar ruangan, Kakek sempat menoleh terakhir kali ke arah Kiara. Tatapan itu sulit diartikan, ada penyesalan atau mungkin masih ada sisa kebencian.

"Kiara... ingat kata Kakek... darah itu kental... kau tidak bisa lari dari takdirmu..." bisiknya lemah sebelum akhirnya hilang dibawa pergi.

Kiara hanya diam mematung. Arkan segera merangkul bahu istrinya itu, menariknya ke dalam pelukan hangat.

"Sudah selesai, Sayang... Semua sudah berakhir. Jangan dengarkan omongannya lagi."

Kiara mengangguk, memejamkan mata di dada suaminya. Air mata akhirnya mengalir, tapi kali ini bukan air mata kesedihan atau ketakutan. Itu air mata kelegaan.

Mereka menang. Mereka berhasil melewati segalanya. Musuh-musuh mereka sudah tertangkap. Organisasi Black Lotus mulai runtuh karena kehilangan pemimpinnya.

Malam itu, di bawah langit berbintang, di atas reruntuhan kejahatan yang baru saja mereka hancurkan, dua hati itu menemukan kedamaian yang lama dinanti.

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!