NovelToon NovelToon
Putri Tanpa Cahaya

Putri Tanpa Cahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Akademi Sihir / Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dyana

Sakura adalah anak dari selir yang sejak lahir dianggap tidak memiliki kekuatan. Karena itu ia sering dibully dan diremehkan oleh keluarga bangsawan tempatnya tinggal.
Hidupnya semakin tragis ketika ia terus-menerus diracuni secara perlahan, membuat tubuhnya lemah dan sakit. Di tengah penderitaannya, satu-satunya orang yang melindunginya adalah ibunya. Namun sang ibu akhirnya dibunuh oleh pihak yang berkuasa di dalam keluarga itu.
Setelah kehilangan segalanya, Sakura yang tersisa dalam keputusasaan tanpa sadar mulai membangkitkan kekuatan besar yang tersegel di dalam dirinya. Kekuatan itu selama ini tersembunyi, dan kini perlahan mulai bangkit, mengubahnya dari gadis yang dianggap lemah menjadi sosok yang berpotensi mengguncang dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 — Perjanjian di Ruang Tanpa Cahaya

Istana kerajaan telah lama tertidur.

Lorong-lorong marmer yang megah kini sunyi, hanya diterangi cahaya lilin yang bergetar pelan. Para penjaga berdiri di pos mereka, namun tak satu pun berani melangkah lebih jauh ke bagian terdalam istana.

Karena di sanalah terdapat tempat yang bahkan tidak disebut dalam catatan resmi kerajaan.

Ruang bawah tanah terlarang.

Udara di sana berbeda.

Lebih berat.

Lebih tua.

Seolah tempat itu tidak berada dalam waktu yang sama dengan dunia di atas.

Di tengah ruangan

Sang Ratu berdiri.

Jubahnya menjuntai menyentuh lantai batu yang dingin. Wajahnya tenang seperti biasa, namun matanya… tidak.

Ada sesuatu yang berubah.

Di hadapannya, lantai batu terukir oleh lingkaran sihir kuno. Simbol-simbolnya bukan hanya rumit

melainkan… asing.

Seolah bukan diciptakan oleh manusia.

Langkah kaki terdengar dari belakang.

Pelan. Teratur.

“Yang Mulia.”

Suara itu rendah, tenang, namun tegas.

Isamu.

Pendamping pribadi Ratu.

Orang yang paling memahami batas antara sihir… dan kehancuran.

Ia berhenti beberapa langkah di belakang.

Tatapannya langsung tertuju pada lingkaran itu.

Dan dalam sekejap

ekspresinya berubah.

“…Anda tidak mungkin serius.”

Ratu tidak menoleh.

“Akademi itu… berubah,” ucapnya pelan.

Isamu mengerutkan kening.

“Perubahan selalu terjadi.”

“Bukan yang ini,” potong Ratu.

Ia mengangkat tangannya sedikit. Ujung jarinya bergetar halus.

“Ada sesuatu yang mulai bangkit di sana.”

Hening sejenak.

Isamu mempersempit pandangannya.

“Segel…?”

Ratu tersenyum tipis.

“Akhirnya kau menyadarinya.”

Udara di ruangan itu terasa semakin dingin.

“Segel yang dibuat oleh dewa-dewi terdahulu…” lanjut Ratu pelan,

“…yang bahkan catatan kerajaan pun tidak berani menyentuhnya.”

Isamu melangkah maju satu langkah.

“Kalau itu benar… maka Anda tidak boleh ikut campur.”

Nada suaranya tidak lagi sekadar mengingatkan.

Melainkan memperingatkan.

“Itu bukan kekuatan yang bisa dikendalikan manusia.”

Ratu akhirnya menoleh.

Tatapannya tajam.

“Dan menurutmu… aku masih punya pilihan?”

Isamu terdiam.

Ratu melanjutkan dengan suara rendah.

“Anak itu… Sakura.”

Nama itu menggantung di udara.

“Dia bertahan dari racun.”

“Dia mulai mengendalikan sesuatu yang bahkan tidak dia pahami.”

“Dan sekarang—”

Tatapannya mengeras.

“Dia menjadi kunci.”

Isamu membeku.

“…Kunci?”

“Segel itu tidak akan bereaksi tanpa pemicu,” ucap Ratu tenang.

“Dan pemicunya… sudah muncul.”

Hening.

Untuk pertama kalinya—

Isamu terlihat ragu.

“Kalau begitu… kita harus mengamatinya. Bukan—”

“Tidak.”

Jawaban itu cepat.

Tegas.

Tanpa ruang untuk bantahan.

“Aku tidak akan menunggu sesuatu yang tidak bisa kukendalikan tumbuh di luar kendaliku.”

Ia berbalik sepenuhnya.

“Kalau kekuatan itu akan bangkit…”

“...maka aku yang akan menggunakannya terlebih dahulu.”

Isamu langsung melangkah maju.

“Yang Mulia—!”

Nada suaranya meninggi.

Langka.

“Bersekutu dengan ras iblis saja sudah berbahaya—”

“Sekarang Anda ingin menyentuh segel itu juga?!”

Ruangan bergetar halus.

“Apa Anda sadar apa yang Anda lakukan?!”

Ratu menatapnya.

Dingin.

“Lebih dari siapapun di ruangan ini.”

Isamu mengepalkan tangannya.

“Segel itu membutuhkan pengorbanan.”

“Bukan sekadar darah.”

“Bukan sekadar nyawa.”

“Melainkan… sesuatu yang tidak bisa dikembalikan.”

Ia menatap Ratu lurus.

“Kalau Anda memaksakan ini—”

“Kerajaan ini bisa hancur.”

Hening.

Beberapa detik berlalu.

Ratu tidak menjawab.

Ia hanya… mengangkat tangannya.

Perlahan.

Isamu langsung menyadari.

“Yang Mulia…?”

Namun sudah terlambat.

Lingkaran sihir di lantai—

menyala.

Bukan dengan cahaya.

Melainkan dengan kegelapan yang hidup.

“Tidak—”

Isamu bergerak.

Namun langkahnya terhenti.

Tubuhnya membeku.

Seolah sesuatu menahannya dari dalam.

“Apa… yang Anda… lakukan…”

Ratu tidak melihatnya.

Ia mulai berbicara.

Bahasa yang tidak lagi digunakan manusia.

Suara itu berat.

Dalam.

Setiap katanya membuat udara bergetar.

“Kairen… Umbra… Vareth… Noctis…”

Simbol di lantai mulai bergerak.

Berputar.

Menyatu.

Udara menjadi dingin ekstrem.

Napas Isamu membeku.

“Yang Mulia… hentikan ini…!”

Ia mencoba melangkah.

Gagal.

Tekanan itu semakin kuat.

“Segel itu—bukan untuk dibuka—”

“Diam.”

Satu kata.

Namun cukup untuk membuat seluruh ruangan terhenti.

Ratu menoleh sedikit.

Tatapannya jatuh pada Isamu.

Dan untuk pertama kalinya

tidak ada lagi keraguan di dalamnya.

“Hanya ada satu masa depan yang kuinginkan.”

Suaranya pelan.

Namun mutlak.

“Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun”

Tatapannya semakin dalam.

“menghalanginya.”

Isamu membeku.

Matanya melebar.

Ia mengerti.

Terlambat.

“Yang… Mulia…”

Ratu mengangkat tangannya sedikit lebih tinggi.

Lingkaran sihir di bawah Isamu menyala.

Hitam.

Dalam.

Seperti jurang.

“Kalau pengorbanan memang dibutuhkan…”

Senyum tipis muncul di wajah Ratu.

“…maka aku akan mulai dari yang paling dekat.”

“Tidak—”

CRACK!!

Energi meledak.

Tubuh Isamu terangkat dari lantai.

Matanya melebar.

Mulutnya terbuka namun tidak ada suara yang keluar.

Kegelapan merayap dari kakinya.

Naik perlahan.

Menggerogoti.

Menghapus.

“Yang… Mu—”

Tubuhnya retak.

Seperti kaca.

Lalu pecah.

Tanpa darah.

Tanpa sisa.

Hanya kegelapan yang menyerap segalanya.

Lingkaran sihir berhenti.

Hening.

Seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Ratu berdiri sendirian.

Napasnya sedikit lebih berat.

Namun matanya lebih tenang.

“Pengorbanan pertama.”

Ia menatap lingkaran itu.

Yang kini perlahan meredup.

Namun sesuatu telah berubah.

Di dalamnya.

Sebuah kehadiran.

Bangun.

“...Aku bisa merasakannya.”

Ia menutup matanya perlahan.

Jauh.

Sangat jauh di arah Akademi Kerajaan Averion.

“Segel itu…”

“...terhubung dengannya.”

Nama itu tidak diucapkan.

Namun jelas.

Sakura.

Ratu membuka matanya.

Tatapannya dalam.

Berbeda dari sebelumnya.

Tidak lagi hanya ingin membunuh.

Melainkan memanfaatkan.

“Kalau dia mati sekarang…”

gumamnya pelan,

“…segel itu mungkin akan tertutup kembali.”

Hening.

Lalu senyum tipis muncul.

“Tidak…”

“Belum.”

Ia berbalik.

Langkahnya tenang.

“Racun itu… hentikan.”

Tidak ada siapa pun di ruangan itu.

Namun bayangan di dinding bergerak.

Seolah menerima perintah.

“Aku akan membiarkannya hidup.”

“Untuk sekarang.”

Langkahnya bergema pelan.

Menuju kegelapan lorong.

“Karena kunci…”

Tatapannya mengeras.

“…tidak boleh dihancurkan sebelum pintunya terbuka.”

Di sisi lain di dalam kamar kecilnya di Akademi Kerajaan Averion, Sakura tiba-tiba membuka mata.

Napasnya berat.

Tubuhnya dingin.

Seolah sesuatu baru saja… menyentuh dunia ini.

Tangannya bergerak perlahan.

Mencengkeram dada.

“…Apa ini…”

Di dalam dirinya

sesuatu bergetar.

Bukan racun.

Bukan luka.

Melainkan resonansi.

Jauh di bawah akademi

sesuatu menjawab.

Sangat pelan.

Namun nyata.

Dan tanpa disadari siapa pun

rantai yang telah terkunci selama ribuan tahun

mulai retak.

1
Yarim Yovan
menarik
Kali a Mimir
padahal ceritanya bagus kok sepi
Kali a Mimir: siap🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!