NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Sepuluh

"Aren..." wanita itu melepaskan pelukan tersebut.

"Kenapa, Sayang?" tanya Aren.

"Hm, ini pukul berapa ya?" sang kekasih menanyakan waktu ternyata langsung menjawabnya.

"Pukul 1 siang" setelah melihat jam tangannya.

"Aduh, lupa. Aku juga kan memiliki jam tangan, kenapa nanya segala sih?" batinnya wanita itu berkata, sekilas dirinya melirik ke arah jam tangan miliknya.

"Ren..." panggil sang kekasihnya.

"Aku pamit pul....." perkataannya terpotong oleh pria itu.

"No no, kamu jangan pulang" pintanya Aren dengan wajah memohon.

"Mm..." Cellsyia bingung.

"Tap..." mulut wanita itu terhentikan oleh sebuah kecupan singkat di pipinya.

"Aaa, jangan pulang..." pria itu merengek sambil bergelayut manja padanya.

"Tapi aku peng..." Aren menghentikannya kembali dengan ciuman ke pipi kirinya.

"Aaa, aku bilang jangan pulang, Sayang!" pria itu menolaknya dan tak ingin kekasihnya pulang.

"Ish, ayo lah izinkan aku untuk pulang" pinta Cellsyia dengan lembut.

"....." gelengan kepala pertanda Aren tak mengizinkannya pulang.

"Hm!" wanita itu bersidekap dada.

"Kenapa melarang diriku pulang?"

"Karena aku masih kangen sama kamu, Sayangku" balas pria itu.

Dahi wanita itu mengernyit lalu Cellsyia bertanya.

"Hah? Kangen sama aku?" tanyanya wanita itu.

"Iya.." Aren menganggukkan kepala.

"Sini aku peluk kamu, Sayang" kata Aren, ia memeluk tubuh sang kekasihnya.

"Demen banget sih" celetuk Cellsyia sembari berbisik tapi masih terdengar oleh pria itu.

"Hah? Kamu bilang apa, Sayang?" tanya Aren yang tak paham ucapan sang kekasihnya.

"Bukan apa-apa" jawabnya wanita itu dengan tangannya menepuk-nepuk pelan punggung Aren.

"Ren..." Cellsyia memanggil Aren.

"Hm" balas pria itu dengan bergumam.

"Kenapa kamu jatuh cinta sama aku? Mengapa tidak pada wanita yang berada disana?"

"Ya, memang di jepang banyak wanita cantik, tapi aku tidak tertarik sama sekali bahkan cinta juga tak ada" pria itu menguraikan pelukan ditatapnya kedua mata sang kekasih.

"Jauh sebelum mengenal dirimu duniaku serasa hitam gelap, dan aku hampir saja dijodohkan dengan seorang wanita asal Korea" mendengar penuturan dari Aren, Cellsyia mendadak hatinya sakit dan pandangan menjadi dingin.

"Oh, jadi jika kamu tidak bertemu denganku maka kamu akan melanjutkan perjodohan itu lalu menikah selanjutnya memiliki buah hati bersamanya" ucap Cellsyia, sedangkan pria itu kelabakan sendiri.

"Eh, Sayangku, Sayangnya Aren. Dengarkan aku" kata Aren, dirinya tak mengalihkan tatapannya dari wajah kekasihnya.

"Walau ribuan wanita berbondong-bondong mengantri untuk ku nikahi, ak....." perkataannya pria itu terpotong oleh Cellsyia.

"Oh, sekarang sudah berani" Cellsyia berkata.

Saat wanita itu akan beranjak dari sana, dengan cepat Aren menahannya dan Cellsyia duduk dipangkuannya.

"Sayang, please dengarkan Aren" pintanya pria itu dengan suara lirih.

"Aren jika tidak bertemu dengan Yia, Aren tetap tidak akan melanjutkan perjodohan itu, Aren tidak mau apalagi sampai ke jenjang pernikahan bersama wanita itu, dan Aren tak sudi mempunyai buah hati darinya" perlahan air mata menetes ke pipinya melihat hal tersebut Cellsyia tak menghiraukannya.

"Aren akan terus mencari Yia sampai ketemu. Akan tetapi jika Aren tak menemukan Yia maka Aren rela jika jomblo seumur hidup" lirihnya Aren.

"Aren tidak peduli jika Yia hanya seorang wanita pemilik toko bunga, Aren nggak peduli jika kedua orang tua Aren tak merestui hubungan ini, hiks...yang Aren inginkan hanya kamu hiks tolong cintai Aren, ya?"

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!