NovelToon NovelToon
Pangeran Untuk Mae

Pangeran Untuk Mae

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Maemunah, gadis lajang berumur 25 thn yang belum bisa dewasa sedikit pun. Sifatnya sangat bebas dan suka bergaul dengan remaja yang bukan seumurannya. Gadis ini tidak suka bekerja dan hanya senang bermain, padahal teman" seumurannya banyak yang sudah sukses berkerja dan menikah. Putri babe Rojali dan Nyak Markoneng ini kerap kali menjadi biang kerok dan terkenal dengan kenakalannya. Sifat ini sudah ia miliki sedari kecil senang membuat onar dan membuat pusing kedua orang tuanya. Tak tahu entah cara apa lagi agar Mae beranjak dewasa, kedua orang tuanya memutuskan mencari seorang lelaki untuknya. Mae jelas menolak keras hal ini. Ia tak mau menikah dan berpacaran karena tak mau ribet. Itu melelahkan baginya, menjalani kehidupan seperti yang diinginkan barulah menyenangkan menurutnya. Akankah ada lelaki yang bisa merubah sikap buruknya itu? Berhasilkah orang tuanya mencari lelaki yang cocok dengannya? Temukan jawabannya lewat cerita novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Akhir pekan tiba!

Ini adalah hari dimana Mae si Maemunah akan pergi menepati janjinya pada King. Sudah sedari pagi gadis ini berdandan, hal yang tak biasa di lakukan olehnya. Bahkan Markoneng sang ibu, juga cukup terheran-heran ketika mengetahui putrinya sudah rapi dan siap untuk pergi.

Markoneng mengelilingi putrinya sambil bertanya penuh heran, "Tumben bener lu dah rapi mau kemane?"

"Apaan sih Nyak, Mae rapi salah, jam segini belum bangun salah juga. Kagak ngerti aye Nyak?" Mae menggaruk-garuk kepalanya bingung.

"Nyak cuma heran aja, lu rapi begini mau ketemu ma sapa? Prince?" tebaknya.

Mae menggeleng. "Bukan lah Nyak."

"Terus sape?" Ibunya semakin penasaran.

"Ada lah temen Mae waktu SMA dulu," jawab Mae sambil memakai sepatunya.

"Temen? Si Raka rambut klimis, lu kan temen ya tuh," pikir ibunya lagi.

"Ah Nyak bukan lah, udah ah Nyak stop keponya. Mae pergi dulu!" pamitnya langsung pergi meninggalkan sang ibu yang masih berpikir.

"Eh E, nyak lum selesai!!!" Teriak ibunya yang sadar. Mae tak mendengarkan dan memilih berjalan sampai ke ujung gang.

Sebelumnya Mae sudah mengirim pesan pada King untuk menjemputnya di ujung gang kompleks. King sendiri sekarang sudah mengendarai mobilnya menuju lokasi Mae berada.

Saat Mae menunggu tiba-tiba ada mobil menghampirinya. Gadis ini sudah senang kerena akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Ia tersenyum ketika melihat kaca mobil tersebut di turunkan. Orang yang di dalam mobil membalas senyumannya namun senyum Mae langsung berubah kecut lantaran bukan King melainkan Prince.

"Ckk lu ternyata!" Mae berdecak sebal.

"Mang kalo aku kenapa?" Tanya Prince padanya.

"Tak ada, lu pergi aja sana!" Usir Mae sambil membuang mukanya, kembali fokus menunggu King.

Bukannya pergi, Prince justru melepas sabuk pengamannya lalu turun.

Mae yang terkejut langsung bertanya. "Lu ngapain turun?"

Tapi Prince hanya membalasnya dengan senyuman. "Dih kagak jelas!" umpat Mae sinis.

Tin Tin !

Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba. King lalu turun untuk menyapa Mae. Ia sedikit heran karena ada Prince juga di sana.

"Pagi E!" sapa King sambil melirik ke Prince dengan wajah bingungnya.

"Pagi King, ayo langsung saja!" ajak Mae padanya.

'Tunggu E, Prince ikut juga kah?" tunjuknya pada Prince.

"Tak, dia sibuk. Ayo!" ucap Mae yang langsung menarik King agar cepat pergi.

"Ku tak sibuk, apa boleh ikut?" Prince tiba-tiba berucap dan membuat King berhenti melangkah.

"Silahkan saja Prince. Ku tak masalah, iya kan E?"

"Ya King." Mae terpaksa mengangguk.

"Oke ayo!" Semangat Prince langsung berjalan menuju mobil King.

"Terus mobil lu?" Mae tiba-tiba bertanya.

"Dah biarin aja gak bakal ilang kok," jawab Prince tersenyum. Mereka bertiga lalu berjalan untuk menaiki mobil King.

Ketika Mae hendak membuka pintu untuk duduk di depan, tiba-tiba saja Prince menyerobotnya dan langsung duduk di sana.

"Oi Prince, lu ngapain duduk di sini?" tanya Mae dengan wajah kesal.

Prince tak menjawabnya. Ia hanya mengangkat satu alisnya dan terlihat seperti sedang mengejek. Mae yang kesal mau tak mau harus duduk di belakang sendirian.

King yang baru saja duduk, cukup terkejut melihat Prince yang justru duduk di sebelahnya. King berpikir jika yang akan duduk bersamanya adalah Mae ternyata salah.

"Aw Prince! Ku pikir kamu duduk...." Matanya melihat ke arah Mae yang cemberut sambil melipat tangannya di belakang. Ia mencoba memberi senyuman untuknya. Mae pun membalasnya walau agak malas.

"Mae yang di belakang," potong Prince sambil nyengir.

"Kamu tak apa E di belakang?" Tanya King padanya.

Mae menggeleng walau aslinya ia tak menyukainya.

"Ayo King berangkat!" senggol Prince pada King yang masih fokus pada Mae.

"Oh ok!" King tersentak dan segera kembali ke posisinya untuk menyetir.

"Baik-baik di belakang ya sekretarisku," ledek Prince yang menoleh ke belakang.

"Huh nyebelin amat dah!" Desah Mae langsung membuang mukanya.

Mobil pun melaju membawa mereka ke tempat toko tembikar milik keluarga Rafansya yang berada di daerah Jatisari tak jauh dari perumahan tempat Mae tinggal. Hanya butuh satu jam untuk menempuhnya. Selama satu jam di perjalanan Mae hanya menikmati pemandangan luar lewat jendela mobil sambil menyimak percakapan antara Bos dan partnernya.

"Kamu ikut pasti juga ingin membahas tentang kerjasama kita kan, Prince?" tanya King menoleh padanya.

"Hmm tentu saja, ku juga ingin menebus hari kemarin karena batal mengunjungi tempatmu," jawab Prince mengangguk.

"Ah iya juga," ucap King kembali fokus. Ia lalu melirik ke kaca depan untuk melihat Mae di belakang.

"Ehem, Mae kamu diam saja. Kamu baik-baik saja kan?" tanyanya sekali lagi.

"Hmm tentu saja. Gue sangat sangat baik dan tak sabar buat liat toko lu," jawab Mae sambil memaksakan senyumannya.

"Oke sebentar lagi kita sampai," ucap King memberitahu.

Mae mengangguk-angguk. Prince menoleh ke belakang ikut mengangguk mengikuti. Mae yang tampak kesal langsung membuang mukanya ke luar jendela.

Prince tertawa kecil sambil mengembalikan posisinya semula. Mendengar Prince tertawa, King langsung menoleh bertanya.

"Apa ada yang lucu?"

"Tidak hehe," jawab Prince singkat.

King tak mempedulikannya dan memilih untuk fokus menyetir kembali.

......................

Toko Tembikar Rafansya

Sebuah banner besar bertuliskan nama toko milik keluarga King terpampang dari kejauhan. Toko tersebut terlihat sangat tua namun terkesan modern. King mulai menghentikan mobilnya tepat di depan toko. Ketiganya pun turun dari dalam mobil. Mae yang turun terlebih dahulu tak kuasa menahan kagum melihat pemandangan toko yang begitu menarik perhatiannya.

"Waw!!! Boleh ku masuk?" Lirik Mae ke arah King untuk meminta izinnya.

"Tentu saja," jawab King tersenyum senang melihat Mae yang antusias.

Senang mendapatkan izin, dengan cepat Mae melesat masuk untuk melihat-lihat. Di dalam banyak sekali tembikar yang sudah di pajang rapi pada lemari di sana. Karya-karya dari pemilik toko asli yakni Rafansya, ayah King memang tak ada duanya. Kualitasnya sangat baik, dan juga kuat. Melihat kedua tamunya terlihat penasaran dengan karya-karya di tokonya, King kini mulai menjelaskan pada mereka secara perlahan dan detail. Mae dan Prince sambil melihat-lihat, telinganya juga mendengarkan sang pemilik berbicara.

Di rumah kediaman Babe Rojali & Markoneng. Raka mendadak datang kerumahnya untuk mencari Mae, putri mereka. Hari Minggu, lelaki berambut klimis bak tercebur minyak goreng ini seperti biasa ingin mengajak sang sahabat untuk nongkrong bersama di pos.

Raka yang melihat Babe Rojali sedang duduk di teras menikmati kopi paginya serta di temani burung peliharaannya, langsung bertanya.

"Assalamualaikum Be! Mae di rumah kagak?"

"Lu ya langsung tanya aja, nunggu gue jawab salam lu dulu napa," tegur Babe Rojali langsung.

"Hehe maaf Be, silahkan silahkan!" Raka mempersilahkan orang tua Mae untuk menjawab salamnya.

"Waalaikum salam. Lu cari anak gadis gue?" Lanjut Babe Rojali bertanya.

"Iya lah Be, masa nyari Nyak Koneng," jawab Raka sambil bercanda. Tau kemana kagak Be?

"Si Mae pergi kayaknya," jawab Babe Rojali memberitahu.

"Lah tumben bener, kemana Be?" Raka bertanya lagi.

"Tanya mulu kaya wartawan," komen Babe Rojali langsung padanya.

"Yee si Babe!!! Nah kebeneran si Nyak Koneng datang," ucapnya setelah melihat ibu dari sahabatnya keluar.

Markoneng yang baru tiba sambil membawa pisang goreng untuk suaminya langsung menoleh.

"Eh lu rambut klimis, nyari anak gue ya?"

"Iya kata Babe pergi, pergi kemana Nyak?" tanya Raka langsung.

"Noh katanya pergi ketemu ma temen SMA nya dulu, au ah Nyak juga kurang ngerti," jawab Markoneng menggeleng.

"Sialan si Mae, gue main di tinggal aja," ucap Raka yang langsung kesal karena tau sahabatnya pergi kemana.

"Apa lu kate, Mae sialan? Anak gue lu katain sialan?" Marah Markoneng segera ketika mendengarnya.

"Kagak Nyak, Nyak salah denger. Gue cabut dulu Nyak!" Raka yang takut kena semprot ibu Mae segera berlari kabur.

"Dasar bocah somplak! Untung temen anak gue lu!" teriak Markoneng yang emosi sambil menunjuk ke arah Raka berlari.

Raka yang berhasil kabur, berhenti di dekat taman komplek untuk menelepon seseorang.

Telepon tersambung ke Jumi yang sedang rebahan di kamarnya sambil menonton serial drama Korea favoritnya.

"Aish ganggu aja dah." Jumi terpaksa berhenti menonton dan beralih mengangkat telepon dari Raka.

"Apa Rak? Ganggu aja lagi seru nih," tanya Jumi yang tak mau diganggu.

"Ckk lah." Raka berdecak. "Buruan siap-siap gue jemput ke rumah lu sekarang," suruhnya.

"Ha?" Jumi tersentak dan langsung berdiri.

"Kagak usah ha ho ha ho. Gue ada perlu ma lu!" kata Raka padanya.

Jumi tentu saja terkejut karena baru pertama kalinya ia diajak Raka untuk keluar di hari Minggu. Dengan cepat, gadis ini bersiap dan sudah tak memperdulikan acara tontonannya.

Kembali ke Toko Tembikar Rafansya

Setelah King menjelaskan tentang tokonya. King mengajak kedua tamunya untuk duduk sambil menikmati cemilan dari tokonya. Selain menjual barang hasil karya dari tanah liat, toko Rafansya juga mengolah kafe kecil untuk melayani para pembelinya.

Cukup untuk menjamu, Prince meminta izin keluar untuk menjawab teleponnya. King mengizinkannya. Karena Prince sedang tak ada di sana, King akhirnya memiliki kesempatan untuk dekat dengan Mae.

Mae sendiri kini sedang asyik pada dunianya sendiri. Ia begitu terkesan dengan benda-benda unik di sana. Ingin rasanya ia menyentuh karya tersebut. Gadis ini mulai celingukan seperti yang ia lakukan dahulu di toko Furniture di mall. Melihat situasi aman, Mae berusaha meraih teko kecil di atas lemari. Ia sedikit berjinjit agar tangannya sampai ke atas. King yang sedang mencari keberadaan Mae, melihat itu. Ia sedikit tertawa karena tubuh Mae terlalu pendek. King pun memilih berjalan diam-diam lalu membantu Mae meraihnya dari belakang.

Prince telah selesai menerima teleponnya. Ia kembali masuk ke dalam dan menjumpai Mae sedang bertatapan dengan King. Sedikit rasa cemburu kembali datang padanya. Karena kesal, Prince dengan cepat memanggil Mae.

"Ma...!!" Belum selesai memanggil mendadak tubuh Prince ada yang memeluknya dari belakang.

"Prince!!"

Mae menoleh dan terkejut begitu juga King yang segera kembali ke posisinya.

Prince yang sadar juga langsung melepaskan pelukan nyasar itu dan menoleh. Raut wajahnya terkejut ketika melihatnya, namun orang yang memeluknya justru tersenyum senang kepadanya.

BERSAMBUNG

1
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ❤️⃟Wfѕ⍣⃝✰
waduh... ketahuan nyak lu Mae... gimana dong...🤣🤣🤣
☠ ᵏᵋᶜᶟ𝐀𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡zc❖
kasihantuh babe yaaa sama emak😄
💫Tasya💫Alfarisi: follback ya kakak
total 3 replies
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ❤️⃟Wfѕ⍣⃝✰
Mae ini timbiy banget ya..🤣🤣🤣 kelakuannya juga..🤣🤣🤣
🏡⃟ªʸUma kalem,, ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ 🔔
next mampir
Ida Kitty
seneng banget liat teman" Mae pada mendukung hubungan Mae ma prince, kompak lagi kasih surprise ke Mae. 👍👍
Ida Kitty
ishh.. kak jinda usil y, bisa"nya ngeprenk reader, kirain bener dilamar. awas y.. 😠🤭
Ida Kitty
akhirnya kamu dilamar pangeranmu e, duh gak kebayang senengnya si Mae.
Soraya
ini juga blm up🤕
Ida Kitty
wah, sebulan j bisa gemoy kmu Jum pacaran ma Raka. gmn loh, tiap hari dikasih cemilan ma Raka. 😂
Ida Kitty
yaelah prince.. lebay banget c lu gak bisa banget pisah bentar ma Mae. 🤦
Soraya
aku yang senyum-senyum😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
huumm fokus - fokus tralala..../Facepalm/
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
waauwww..... King ngelamar dgn cara lain drpd yg lain.....pake drama segala..... tp kejutannya kerennnn...👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kisah komedi romantis dari zaman Bocil sampai dewasa 👍👍👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
punya dong 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kotak cincin tunangan ya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
masa lalu yang menjadi kenangan indah 🤭
Soraya
up lagi thor, mawar mendarat. 🫠
ngakak terus sama kelakuan Mae😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
bernostalgila an Mae sama si Prince di TK 😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
heboh ya Mae bercerita sampe semua anggota badan gerak.. lucu kayaknya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!