NovelToon NovelToon
Desa Pocong

Desa Pocong

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: qsk sri

Berlatar di sebuah desa bernama Desa Suka Makmur. Anggap saja salah satu desa di Jawa Barat. Desa dengan beberapa fasilitas yang tersedia, seperti bangunan sekolah dasar, balas desa, puskemas pembantu, posyandu , lapangan sepak bola dan lainnya. Namun dibalik itu desa tersebut menyimpan kisah misteri dan terkenal dengan kemistisan nya. Desa pocong sebutan lain dari nama desa itu. Terdapat pantangan untuk tidak membuka pintu dan jendela di malam hari. Lebih-lebih keluar di waktu malam , apapun alasan nya. Jika melanggar maka siapapun akan terkena musibah. Sebuah teror, celaka , jatuh sakit , bahkan hingga kematian. Namun tak hanya itu , teror lain turut membayangi warga desa. Hingga seorang gadis pendatang baru yang tinggal di salah satu rumah yang terkenal angker berusaha mencari tahu tentang desa itu. Fitri namanya, gadis dengan kemampuan spiritual yang akan membantu warga desa terbebas dari ketakutan nyata teror pocong yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemakaman Mamat

Gamelan ...." Gumam Fitri pelan.

Kojek menoleh,melihat raut wajah Fitri yang seperti tengah berpikir membuat nya bertanya.

"Kenapa neng ?"

"Hmm....semalam gue juga denger suara gamelan..." Jawab Fitri jujur.

"Hah ? Yang bener neng ?" Kejut Kojek

Fitri mengangguk," Iya. Suaranya nyata banget kedengeran sangat deket,tapi kadang jauh kaya yang kebawa angin suaranya" Terang Fitri.

"Ya ampun neng,kalau begitu neng harus lebih berhati-hati lagi. Kalau sampai nanti mendengar lagi abaikan saja" Ucap pria paruh baya bernama Herman ,dia yang dicegat Kojek tadi.

"Memangnya kenapa pak ?" Tanya Fitri dengan mengerutkan keningnya.

"Bahaya atuh neng ! Kalau sampai neng kesirep suara gamelan itu,itu lebih bahaya !" Ujar Kojek.

"Bahaya, maksudnya gimana ?" Tanya Fitri nampak bingung

"Pokoknya bahaya ! Itu saja. Ya sudah kalau gitu saya mau pergi ,mau lihat jenazahnya Mamat " Pria itu pun pergi setengah berlari, tak mau dia berbicara lebih jauh.

"Kesirep maksudnya gimana bang ?" Tanya Fitri menoleh Kojek.

"Ya itu tadi,jika seseorang mendengar suara musik gamelan malam-malam terus berasa ingin keluar dan mencari sumber suara nya. Biasanya orang itu akan menghilang dan ditemukan sudah tak bernyawa. Macam Mamat" Terang Kojek.

"Gitu ya ...apa jangan-jangan semalam gue juga....." Gumam Fitri pelan.

"Jangan-jangan apa neng ?" Tanya Kojek.

"Gak ! Bukan apa-apa" Ucap Fitri cepat.

Kojek lalu terdiam,wajah nya muram teringat akan bocah bernama Rahmat yang lebih kerap dipanggil Mamat yang sering ia lihat berjalan ketika hendak pergi sekolah bersama teman-temannya.

"Kasihan Mamat,mana masih sekolah...anaknya pinter lagi...." Gumam Kojek lirih.

"Bang Kojek kenal Mamat ?" Tanya Fitri.

"Kenal sih enggak,cuman tahu saja. Tiap pagi sering lewat ,jalan sama teman-temannya pergi sekolah" Jawab Kojek.

"Memangnya kelas berapa Mamat?"

"Baru juga jelas empat SD"

"Kalau gitu,Abang pergi melayat dulu ya...."

"Gue ikut bang !" Seru Fitri cepat. Lalu gadis itu menoleh pada Maria yang berdiri di ambang pintu.

"Tolong bawa dan letakkan di dapur ! Awas jangan sampai ada yang makan!" Perintah Fitri yang dibarengi dengan ancaman.

"Baik " jawab Maria segera meraih rantang di tangan Fitri.

Kojek nampak terpaku melihat rantang yang melayang sendiri masuk ke dalam rumah.

"Woy...! Ayo berangkat ! Malah bengong !" Seru Fitri sambil menepuk pundak Kojek.

"I...itu....tadi....."

"Jangan takut ! Namanya Maria. Tenang saja dia udah jinak kok " Ucap Fitri sambil kembali menepuk pundak Kojek.

"I..iya Neng "Sahut Kojek,tanpa ingin bertanya apapun pria itu segera menstater motor nya.

"Haduuuhhh....kacau ini,sekalinya punya gebetan cewek cakep, malah CS nya demit " Gumam Kojek membatin.

Tak lama mereka pun sampai di depan rumah duka. Di sana sudah banyak orang berkumpul. Suara jerit tangis dari dalam rumah duka terdengar getir. Orang-orang berkerumun menceritakan kronologi yang simpang siur dan belum pasti.

Semuanya mengenakan pakaian dengan warna cenderung gelap,ada yang abu-abu,hijau tua ,biru dongker,hitam,dan coklat. Tapi kebanyakan mengenakan baju warna hitam,hal itu membuat Fitri melihat dirinya sendiri.

"Lah ,...gue salah kostum. Harusnya tadi gue ganti baju dulu " Saat ini Fitri mengenakan baju berwarna kuning cerah,saking cerahnya sampai-sampai membuat orang merasa silau ketika baju yang Fitri kenakan terkena sinar matahari.

Sementara Kojek ,dia memang jarang memakai baju-baju warna cerah,dia mengenakan baju warna hitam.

Ketika itu Fitri melihat Daryo ada diantara bapak-bapak yang tengah menyiapkan air untuk memandikan jenazah. Fitri pun menghampirinya.

"Paman ...!" Ucap nya.

"Loh... Fit? Kamu di sini juga ? Sama siapa ?" Tanya Daryo sambil memegangi selang air yang airnya terus mengalir ke dalam ember besar.

"Sama bang Kojek. Bibi dimana ?"

"Tuh ...lagi nyiapin kembang buat di pasang di keranda " Tunjuk Daryo ke arah Nina yang tengah menyiapkan rangkaian bunga bersama ibu-ibu lain di salah satu rumah yang dekat dengan rumah duka.

"Oh,kalau gitu aku ke sana ya " Daryo mengangguk, Fitri pun berjalan ke arah Nina.

"Fitri " Ucap Nina saat melihat keponakannya datang.

Ibu-ibu yang lain menoleh,reaksi mereka beragam,ada yang tersenyum ramah ,ada yang menatap datar ,ada yang cuek ,ada pula yang menatap sinis. Entah karena pembawaan nya atau ada sesuatu yang lain dari ibu itu. Fitri tak ambil pusing.

"Fit,kamu sama siapa ke sini ?" Tanya Nina.

"Sama bang Kojek,bi. Aku boleh ikut bantu gak ?"

"Boleh banget neng,sini bantu guntingin tali nya " ujar ibu lain.

"Makasih Bu "

"Ini yang kemarin disangka meninggal itu ya?"

"Iya, Alhamdulillah ternyata keponakan saya masih sehat walafiat " Ucap Nina.

Percakapan pun mengalir namun tentu suara mereka dipelankan untuk menghormati keluarga yang tengah berduka.

"Kasihan Mamat ya ,mana masih kecil " Ucap ibu yang duduk di belakang Fitri.

"Iya, memang kejadian sebenarnya itu gimana sih ? Memangnya bener si Mamat sempat hilang semalam ? Kenapa bisa hilang?"

"Aduh,kalau cerita pastinya sih saya kurang tahu,tapi katanya nih ya....jadi semalam itu sekitar jam dua belas malam si Mamat ngebangunin ibunya,terus ngomong ke ibunya katanya denger suara musik gamelan. Ibunya nyuruh masuk kamar jangan dihiraukan suaranya. Lalu pas subuh dilihat Mamat udah gak ada di kamar nya,jendela kamar nya terbuka lebar. Sudah dicari kemana-mana gak ada sampai ada pak Husen nemuin jenazahnya di parit ujung jalan sana. Katanya pak Husen mau cari kayu bakar " terang ibu-ibu yang tengah serius merangkai bunga.

"Kayanya si Mamat emang kena sirep ya...kalau enggak mana mungkin dia pergi "

"Si Mamat pergi sendiri apa ada sesuatu yang membawanya ?"

Pertanyaan itu menggantung di akhir kalimat,tanpa ada jawaban sebab semuanya teralihkan pada jenazah yang hendak dimandikan.

Proses pemakaman pun segera dilakukan setelah semuanya siap. Fitri melihat sosok anak laki-laki menatap kosong diantara orang-orang yang berdiri melingkar di area liang lahat. Gadis itu dapat menebak,bocah itu adalah Mamat. Sadar dirinya diperhatikan, Mamat pun menoleh. Namun Fitri dengan cepat menunduk.

"Jangan sampe tuh bocah tahu gue bisa lihat dia" Ucap Fitri dalam hatinya. Sosok Mamat terus memperhatikan ke arah Fitri, namun gadis itu bersikap biasa saja. Bahkan sampai Mamat menghampiri pun Fitri nampak cuek. Terlihat seperti tak melihat apapun.

"Mungkin aku salah " Gumam Mamat lalu pergi ke arah makam nya yang kini sudah bertabur bunga warna-warni.

Akan tetapi tiba-tiba saja Fitri terperanjat saat melihat beberapa sosok pocong yang tiba-tiba muncul. Entah bagaimana caranya, pocong-pocong itu menarik Mamat,padahal kedua tangan mereka berada di dalam kafan yang terbungkus ketat. Mamat meronta menjerit  meminta tolong namun tak ada satupun orang yang mampu mendengarnya,kecuali Fitri. Namun gadis itu juga tak bisa berbuat apa-apa. Mamat terus diseret menuju hutan.

Fitri tersentak saat pundaknya ditepuk seseorang.

"Ayo pulang !" Ajak Nina.

"Euh...iya bi...."

Setelah semua prosesi pemakaman selesai, kasak-kusuk warga terdengar lagi. Sebagian mengatakan ada bekas jeratan di kaki ,ada pula yang mengatakan lebam di beberapa bagian tubuh Mamat. Fitri hanya diam menyimak tanpa ikut bersuara. Diam nya itu karena dia teringat dengan apa yang baru saja dia alami.

"Jeratan tali,...lebam,....hilang,.... meninggal...." Fitri bergumam sendiri lalu menyentuh pergelangan kaki nya dia juga menyentuh perban yang masih menempel aesthetic di kening nya.

"Sebenarnya....ada apa di desa ini...." Gumam Fitri membatin.

"Kita pulang !" Suara Kojek membuyar kan lamunan nya.

"Iya" Sahut Fitri mengangguk. Dia lalu berpamitan pada paman dan bibinya.

"Bi,aku pulang bareng bak Kojek ya..." Pamit nya.

"Iya, hati-hati ! Langsung masuk ke dalam rumah dan jangan pergi kemana-mana!" Ucap Nina penuh dengan nada peringatan.

"Iya bi " Fitri pun mulai menjauh, motor yang dikendarai Kojek melaju pelan di jalan.

"Eh... Bu Nina.... Keponakan nya ada hubungan apa sama si Kojek ? Kok mereka keliatan deket banget ?"

"Gak tahu. Mungkin cuman ngojek. Kan Kojek tukang ojek " Jawaban Nina sama sekali tidak memuaskan ibu-ibu lain.

"Awas tuh,...jangan sampai mereka ada hubungan. Kasihan Fitri,Kojek itu bujang paling lapuk di desa ini,masa mau bersanding dengan Fitri yang masih muda. Mana cantik gitu,kalau aku masih punya anak bujang dah tak jodohin mereka. Sayang aja anak bujang aku dua-duanya udah pada nikah"

"Iya bener tuh. Peringatin keponakan nya jangan sampai jadian sama Kojek "

Nina nampak meringis, sebenarnya dia juga setuju dengan ucapan ibu-ibu itu tapi jika sudah takdirnya mereka harus berjodoh,masa dia harus menentang.

"Doain saja yang terbaik ya Bu...ibu..." Ucap Nina.

Sementara itu saat Fitri baru saja turun dari motor seseorang nampak memperhatikan nya. Terlihat ragu namun ada binar dimatanya ketika melihat Fitri.

"Mungkinkah dia......."

......

1
Kardi Kardi
ALHAMDULILLAHHH. COME ON TO HOMEEEE👍
Kardi Kardi: bismillahhh. goooo💪
total 1 replies
Kardi Kardi
DREAM ALIAS MIMPI LAGI KAH ?💪
Kardi Kardi: yup. maybeee💪
total 1 replies
Nurr Tika
ridho selamet untung filing fitri bener
Nurr Tika
penasaran ya fit ada mesteri pa didesa
Nurr Tika
😄😄😄 ya ampun bi nina ga usah tkut setanya udah besti ma fitri
falea sezi
🤣🤣 ngakak bi nina ketakutan sendri
Kardi Kardi
CI ... PANCI. GOLET MASALAH WAEEEEE😍
Kardi Kardi: PANCIIIIIIIIII😄
total 1 replies
Kardi Kardi
NAH NASI BUNGKUS LAGIIIIIIII😄
Kardi Kardi: come on. bungkus nasinyaaaa💪
total 1 replies
Kardi Kardi
NAHHHH. ADA JAWABAN KAH ?👍
Kardi Kardi: yup. maybeeee💪
total 1 replies
Kardi Kardi
NGINTIP MANINGGGGG😍
Kardi Kardi: ampiunnnn. tip..tipppp🤭
total 1 replies
Asri
Karena memang orang-orang pada takut,🤭
Asri
Alhamdulillah... ada yang penasaran 🤭,
Nurr Tika
knp ga da yg brni nyeritain mg knp sih
Nurr Tika
apaan sih bkin penasaran ja deh
Nurr Tika
liat apa sih kamu fit sampe teriak
Asri: Ternyata pada gak ngeh si Fitri liat apaan 😅kemarin pas di post di apk sebelah juga sama😅mungkin author yang kurang jelas 😁,baiklah nanti diperjelas di bab selanjutnya 😁🙏
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut thor
Kardi Kardi
NEVER GIVE UP MISSSS💪
Kardi Kardi
NEVER GIVE UP MISSSS💪
Kardi Kardi
melasi kang mamattttt💪
Kardi Kardi: sing sabar kang matttt💪
total 1 replies
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!