Haikal yang sebelumnya impotent tiba-tiba menjadi pria normal saat bertemu Laura...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Call Me Nunna_Re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Bra berwarna hitam itu pun tergeletak dengan indahnya diatas lantai. Sementara Haikal semakin merebahkan tubuh laura di atas meja, mulutnya sibuk menye sap bagaikan bayi yang kehausan, sementara tangannya yang satu lagi memainkan boba milik Laura yang membuat gadis itu membu sungkan dadanya, merasakan sensasi yang begitu hebat. Dilihat dari apa yang dilakukan oleh Haikal sekarang Laura seperti tidak percaya jika laki-laki itu merupakan laki-laki yang impoten dan tidak memiliki pengalaman. Malahan Laura merasa jika Haikal adalah seorang pemain.
"Saya pikir bapak cupu ternyata suhu, aahh...." Ujar Laura diantara sensasi nikmat yang dirasakan nya.
"Tentu saya belajar dari film yang saya tonton." Ucap Haikal sembari terus meny usu.
"Bukankah kata nyonya Sagita bapak tidak normal?, tetapi kenapa saya merasa kalau bapak sangat jantan. Aahh...hemmm...terus pak."
"Jangan panggil pak, Baby," ucap Haikal yang membuat Laura tersenyum.
"Aahh....."
"Mendesah lah baby, tapi sebut nama saya."
"Ah...Mas Haikal...enak...."
"Aaw.....sshh..." Jerit Laura saat Haikal mengigit bobanya."
"Berteriak lah sekeras mungkin karena tidak akan ada orang lain yang mendengarnya, karena ruangan ini kedap suara."
Laura tidak mau hanya pasrah saja di bawah kungkung an Haikal, ia pun mendorong tubuh Haikal hingga laki-laki itu terduduk di sofa. Laura membuka pakaia nnya satu persatu hingga tak bersisa sehelai benang pun. Haikal benar-benar terkejut melihat pemandangan yang ada di depannya. Kulit yang putih mulus terawat dengan dua gunung himalaya yang bergelantungan dengan indahnya.
Dengan gerakan perlahan tapi pasti, Laura membuka ikat pinggang Haikal, kemudian menurunkan resl eting Haikal, menariknya ke bawah dan bertapa terkejutnya Laura jika jojo sudah tegak sempurna di balik boxer hitam, setelah di keluarkan, Laura meneguk ludah kasar, apalagi urat yang ditampilkan nya begitu besar.
"Besar sekali mas, apa ini muat di mulutku?."
"Bukankah kamu sudah pernah mencobanya?"
Ini bukan pertama kalinya Laura menggulum jojo milik Haikal, ia sudah pernah melakukannya di malam sebelumnya. Dan kalau untuk menggulum milik laki-laki lain, Laura pun sudah sering melakukannya, apalagi dengan mantan kekasihnya Kevin, tak terhitung jumlahnya berapa kali Laura menyantap bakso daging itu. Namun ukuran jojo Haikal jauh lebih besar dibandingkan milik Kevin.
Laura mulai menjil ati bakso daging itu dengan lembut, yang membuat Haikal mendes ah sembari merem melek merasakan sensasi yang selama ini belum pernah ia dapatkan dari istrinya Sagita.
Dengan perlahan Laura mengurut jojo dengan tangannya yang lembut sedangkan lidahnya terus bermain-main di sana. Setiap hisa pan dan jila tan itu membuat bokong Haikal terangkat saking nikmat nya.
"Aah...nikmat sekali baby. Kamu memang hebat..."
"Aah....terus Baby, lebih dalam lagi, aaah...." Haikal terus mengerang dan mendesah, sementara matanya terpejam karena menikmati service yang diberikan oleh pembantunya yang seksi itu. Padahal sebelumnya Haikal mendambakan bisa melakukan itu dengan istrinya Sagita, namun jojo tidak pernah terbangun ketika berada di dekat Sagita. Haikal tidak bisa berbohong dengan apa yang ia rasakan saat ini, kenikmatan itu benar-benar membuatnya melayang dan ia menginginkan lebih. Karena jojo belum pernah memasuki satupun terumbu karang di dunia ini. Karena hanya dengan Laura lah dia bisa terbangun. Setelah beberapa menit Laura melakukan servis nya kepada jojo, Haikal mulai tidak sabar, ia ingin merasakan sensasi yang lebih dari hanya sekedar kulu man.
"Sekarang giliran ku baby."ucapan Haikal menarik Laura keatas pelukannya kemudian meraup bibir gadis itu dengan rakus, sementara tangannya terus meremas Himalaya milik Laura. Haikal kemudian merebahkan tubuh Laura di atas sofa sembari menurunkan celana dalam yang dipakai oleh laura dan tersisa hanyalah terumbu karang berwarna pink cerah.
"Saya tidak menyangka ternyata kamu sudah menyiapkan nya sedari awal." Ucap Haikal ketika melihat itu. Laura hanya tersenyum genit karena sebenarnya Laura sudah membayangkan apa yang akan terjadi jika ia bertemu dengan Haikal, kalau laki-laki tersebut tidak memulai maka dialah yang akan memulainya dengan cara apapun karena ia sudah tidak sabar ingin merasakan jojo memasuki terumbu karang nya. Haikal menurunkan penutup terakhir terumbu karang kemudian membuka paha Laura dengan lebar. Terumbu karang itu terlihat sangat indah tanpa rambut sehelai pun apalagi warnanya yang berwarna pink bersih benar-benar membuat haikal semakin berga irah. Ia sama sekali tidak menyangka jika Laura pandai menjaga terumbu karang nya.
"Kamu yakin dengan apa yang kamu lakukan mas, bagaimana kalau nyonya tau?"
"Itu bukan salahku, ia tidak bisa membuat Jojo ku terbangun, dan hanya kamu satu-satunya wanita yang membuat jojo terbangun dari tidur panjang nya."
"Maksud mas...mas masih perjaka?"
"Hem!"
"Lal...aahhhhh....."belum sempat Laura kembali bertanya, ia sudah dibuat mend esah oleh Haikal ketika laki-laki tersebut mulai men jilat i terumbu karangnya dengan rakus. Bunyi dechapan pun memenuhi ruangan itu.
"Akhhh ....mas...."
Ternyata Haikal benar-benar mempraktekkan apa yang sudah ditonton nya, ia memasukkan salah satu jarinya ke dalam terumbu karang milik Laura sementara Lidah nya terus men jhilat di bagian luar terumbu karang itu yang membuat Laura menggeliat gelisah sembari bokhong nya terangkat.
"Aahhh...mas...jangan siksa aku..."
"Enaaak?."
"Hmmpph...iyaaa..."
"Nikmatilah baby."
"Ahhh...mas...masukiiiiiiin...."
"Sabar baby." Haikal semakin mendapatkan gerakan jarinya yang membuat laura semakin menggeli njang seperti cacing kepanasan.
"Aawwwhhhh...maaassss" teriak laura sembari meremas kedua himalaya miliknya.
Lalu saat lidah Haikal terus menyapu klit or*s milik laura disaat itulah tubuh Laura bergetar hebat karena klimaks yang baru saja ia rasakan terasa begitu hebat
"Aaahhhhhh....eenggg....maasss...aku cumm....." Ucap laura setengah berteriak namun Haikal tak kunjung juga mengeluarkan jarinya dari terumbu karang merli kalau orang yang sudah basah dan terasa hangat.
Sluurrppp...
Sluurpp...
"Manis." Monolog Haikal setelah menyusup semua cairan kenikmatan laura.
"Kapan terakhir kali terumbu karang mu ini dimasuki oleh pacarmu?"
"Kira-kira 3 bulan yang lalu mas?."ucap laura yang masih dalam nuansa klimaks. Haikal merasa agak sedikit kecewa ketika mendengar kalau laura ternyata sudah pernah melakukan hal tersebut dengan laki-laki lain. Sedangkan dirinya masih perjaka tapi sudah beristri. Tapi haikal tak mau ambil pusing karena satu-satunya wanita yang bisa membuatnya normal hanyalah laura.