NovelToon NovelToon
GODDESS AGAINST FATE

GODDESS AGAINST FATE

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:271
Nilai: 5
Nama Author: XING YI

​Tiga puluh ribu tahun peperangan berakhir dengan kehancuran Alam Dewa. Lin XingYu, sang Dewa Primordial terakhir, harus mengorbankan 99% basis kultivasinya demi memukul mundur sembilan Iblis Agung. Di ambang kematian, ia melintasi dimensi untuk mencari penerus dan menemukan Ling Xinyue—seorang gadis bumi berusia 16 tahun yang tengah menghitung detik terakhir hidupnya akibat kanker otak.

​Kini, dengan jiwa manusia yang rapuh dalam raga dewi tercantik di jagat raya, Xinyue harus memulai perjalanan mustahil sejauh 50.000 mil menuju Pulau Warisan. Bersama Lian Yue, sang Merak Bulan Es, ia harus belajar menguasai kekuatan yang sanggup mengguncang semesta sebelum para Iblis Agung bangkit kembali. Ini bukan lagi tentang bertahan hidup dari penyakit, ini tentang menaklukkan takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XING YI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23:Bencana Akibat Keserakahan

​Pilar cahaya purba yang membubung dari kedalaman celah gunung masih terus menembus awan, memandikan seluruh wilayah Negara Bai Xue dalam seberkas sinar keperakan bercampur emas yang mistis.

Di atas tebing-tebing curam yang mengelilingi pusat fenomena tersebut, atmosfer tidak lagi sekadar dingin, melainkan telah membeku oleh keheningan yang sarat akan intrik.

Enam sosok yang berdiri di puncak kekuasaan mutlak bergeming bagaikan patung-patung dewa kuno, namun pandangan mereka yang tajam saling mengunci satu sama lain, mengukur kekuatan, menimbang kelicikan, dan menanti siapa yang akan melempar kerikil pertama ke dalam kolam ketegangan ini.

​Keheningan yang mencekam itu akhirnya terkoyak bukan oleh gemuruh alam, melainkan oleh suara dengungan ribuan niat pedang yang halus namun tajam.

Pria setengah baya berpakaian coklat keemasan dari Sekte Qian Jian, Zhao Tianjian, melangkah satu tindak ke depan. Jubahnya berkibar pelan seiring dengan aliran energi tajam yang memotong udara di sekitarnya.

​"Rekan-rekan sekalian, keheningan malam yang indah ini tidak akan pernah melahirkan sebutir batu spiritual pun jika kita hanya berdiri menatap pusaran keabadian ini," ucap Zhao Tianjian, suaranya terdengar jernih, membawa wibawa seorang pendekar pedang yang telah melalui ribuan pertarungan.

"Gua warisan di bawah sana memancarkan aura murni dari alam atas. Sesuatu yang melampaui imajinasi kita tengah menanti. Apakah kita hanya akan berdiri di sini hingga fajar menyingsing dan membiarkan kesempatan ini menguap bersama embun?"

​Dari puncak tebing sebelah utara, seberkas hawa es yang pekat mendadak berputar, menurunkan suhu udara hingga titik yang paling ekstrem. Su Liang, Ketua Sekte Bing Si, menatap Zhao Tianjian dengan sepasang mata biru sedalam lautan kutub. Langkah kakinya meninggalkan jejak-jejak kristal es abadi di atas batuan tebing.

​"Hukum alam tidak pernah berubah dalam jutaan tahun, Zhao Tianjian," balas Su Liang, suaranya terdengar sedingin salju yang jatuh di pemakaman sepi.

"Siapa yang melangkah terlalu cepat tanpa perhitungan, dialah yang pertama kali akan menjadi abu di bawah segel kuno itu. Jika kau merasa pedangmu mampu membelah formasi pembatas di dasar jurang itu sendirian, silakan melompat turun. Aku tidak akan menghalangimu untuk menemui ajal lebih awal."

​Mendengar perdebatan dingin tersebut, sebuah tawa cekikikan yang teramat merdu dan sensual memecah ketegangan. Wanita bergaun merah muda yang sangat tipis dari Sekte Xiannu Gu, Mei Ruo, mengibaskan selendang sutranya yang menebarkan aroma flos mawar yang memabukkan ke udara.

Tubuhnya melayang gemulai, bersandar pada sebongkah batu besar dengan pose yang mampu meruntuhkan keteguhan hati para petapa suci.

​"Ah, Kakak Su selalu saja begitu kaku dan tidak menyenangkan," ucap Mei Ruo dengan nada manja, namun matanya yang indah berkilat penuh kelicikan.

"Tidakkah kau lihat betapa indahnya cahaya di bawah sana? Energi suci ini... mengalir bagaikan anggur surgawi yang merangsang indra. Mengapa kita harus saling melempar duri kata-kata? Bukankah lebih baik jika kita mengagumi keindahan ini bersama, lalu memikirkan bagaimana cara menikmati isinya tanpa ada darah yang tumpah di antara kita yang menawan ini?"

​"Diam kau, penyihir wanita!" sebuah raungan berat dan kasar memotong kalimat Mei Ruo dengan brutal. Pria berbadan kekar luar biasa yang diselimuti bulu binatang buas, Kuang Man, Ketua Sekte Shao Hun, menghentakkan kaki kanannya ke tebing batu.

Benturan itu menciptakan retakan besar di bawah kakinya, memancarkan aura yin yang pekat dan liar.

"Jangan bawa teknik rayuan murahanmu ke tempat ini! Jika bukan karena bocah dari sekteku yang secara tidak sengaja membuka tabir luar ini dalam pertarungannya, kalian semua saat ini masih akan mendengkur di atas ranjang empuk kalian! Berdasarkan hukum rimba, Sekte Shao Hun harus mendapatkan bagian terbesar dari warisan ini!"

​Dari balik keremangan tebing sebelah barat, sesosok bayangan hitam yang menyatu dengan kegelapan bergerak sedikit. Mo Ying, Ketua Sekte An Yu, berbicara dari balik setengah topeng putihnya.

Suaranya terdengar lirih, mendesis bagaikan ular yang bersembunyi di balik semak-semak malam, membawa getaran yang membuat bulu kuduk berdiri.

​"Menuntut bagian terbesar hanya karena sebuah opini pribadi adalah hal yang konyol dan penuh penghinaan terhadap akal sehat kita, Kuang Man," ucap Mo Ying dengan nada datar namun menusuk.

"Bocah dari sektemu itu melarikan diri bagaikan anjing kampung yang ekornya terbakar setelah tidak sengaja memicu segel ini. Jika kau ingin berbicara tentang hukum rimba, mari kita lihat apakah bulu binatang di tubuhmu itu cukup tebal untuk menahan belati bayanganku sebelum kau menyentuh dasar jurang."

​Atmosfer kembali menegang, riak energi dari para master tingkat 6 dan 7 Birth Soul itu mulai saling bergesekan di udara, menciptakan percikan listrik spiritual yang berbahaya.

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, sosok wanita berpakaian putih bersih dari Sekte Sheng Yao, Mu Qingxuan, melangkah maju dengan keanggunan seorang dewi pelindung.

Aura cahaya murni yang penuh kebajikan terpancar dari tubuhnya, perlahan-lahan meredam gesekan energi negatif di sekitar tempat tersebut.

"Sebagai para pemimpin yang memegang kendali atas takdir ribuan murid di Negara Bai Xue, benturan di antara kita hanya akan membawa kehancuran mutlak bagi wilayah ini. Aku telah mengamati aliran energi di dasar jurang menggunakan kesadaran suci.

Formasi yang melindungi gua warisan ini bukanlah sesuatu yang bisa ditembus oleh satu atau dua orang di antara kita. Itu adalah Formasi Enam Penjuru Mengunci Langit, sebuah pembatas kuno tingkat tinggi."

​Zhao Tianjian mengalihkan pandangannya, menatap Mu Qingxuan dengan dahi berkerut. "Formasi Enam Penjuru Mengunci Langit? Jadi, maksudmu, Pemimpin Sekte Mu..."

​"Benar," potong Mu Qingxuan sambil mengangguk pelan.

"Hanya ada satu cara untuk membuka jalan tanpa memicu serangan balik dari formasi kuno ini. Kita harus menyatukan enam arah energi spiritual dari enam master ranah Birth Soul untuk menyelaraskan frekuensi dan menekan inti segel secara bersamaan. Jika kita egois dan bertindak sendiri-sendiri, segel itu tidak akan pernah terbuka, dan kita semua hanya akan pulang dengan tangan hampa... atau bahkan mati."

​Su Liang terdiam sejenak, menatap pilar cahaya yang berputar lambat di bawah sana.

"Menyatukan kekuatan gabungan? Ide yang bagus, Mu Qingxuan. Namun, siapakah di antara kita yang bisa menjamin bahwa tidak ada tikaman dari belakang saat segel itu mulai retak? Kepercayaan adalah mata uang yang paling langka di dunia kultivasi."

Mei Ruo tertawa kecil, menyembunyikan sebagian wajahnya di balik selendang sutra.

"Ah, Kakak Su selalu terlalu curiga. Bagaimana kalau kita bersumpah di atas inti Birth Soul kita masing-masing? Siapa pun yang berani melancarkan serangan sebelum segel terbuka sepenuhnya, jiwanya akan dikoyak oleh petir kesengsaraan langit."

​"Sumpah inti Birth Soul... itu cukup adil," gumam Zhao Tianjian, matanya berkilat.

"Aku, Zhao Tianjian, setuju dengan rencana ini. Demi membuka warisan alam atas, aku bersedia menggunakan pedangku hingga segel ini runtuh."

​"Hmph! Jika kalian para tetua yang rapuh saja berani, mengapa aku harus takut?" dengus Kuang Man dengan angkuh.

"Aku juga ikut! Tapi ingat, begitu segel terbuka, kepemilikan barang di dalam akan ditentukan oleh kekuatan tinju masing-masing!"

​"Sekte An Yu tidak keberatan," desis Mo Ying, perlahan-lahan melebur kembali ke dalam bayangan tebing, bersiap mengambil posisinya dalam formasi gabungan.

​Di balik sebuah celah batuan besar yang terletak tidak jauh dari kaki tebing utama, Chen Lin duduk meringkuk dengan napas yang benar-benar terkunci.

Keringat dingin mengalir membasahi pelipisnya, meluncur jatuh ke atas tanah tanpa suara. Tekanan udara yang dihasilkan oleh percakapan dan niat bertarung dari keenam penguasa tersebut terasa bagaikan gunung raksasa yang menindih dadanya.

Jika bukan karena perlindungan spiritual mutlak dari Lin XingYu yang menyelimuti seluruh tubuhnya, Chen Lin yakin bahwa detak jantungnya yang memburu saat ini sudah akan mengekspos keberadaannya kepada para master tersebut.

​"Senior Lin... mereka benar-benar akan bekerja sama," bisik Chen Lin di dalam lubuk pikirannya, suaranya dipenuhi oleh kekhawatiran yang mendalam.

"Jika enam master ranah Birth Soul menggabungkan kekuatan mereka, apakah segel itu akan hancur seketika? Dan apa yang harus kita lakukan jika mereka berhasil masuk?"

​Suara Lin XingYu terdengar di dalam kepalanya, tidak lagi santai seperti biasanya, melainkan penuh dengan nada kalkulasi yang tajam.

"Bekerja sama?, kau terlalu naif. Mereka mungkin mengangguk dan mengikat janji dengan kata-kata manis, namun di dalam hati mereka masing-masing, hanya mementingkan kepentingan pribadi. Menyelaraskan energi dari enam jalur kultivasi yang berbeda—es, pedang, bayangan, binatang, cahaya, dan pesona—adalah hal yang teramat rumit. Sedikit saja ada ketidakstabilan atau niat egois yang menyelinap ke dalam aliran energi, formasi kuno alam atas itu tidak akan terkendali. Tetaplah di tempatmu, kunci jiwamu, dan saksikan bagaimana badai ini akan menelan mereka."

​Di atas tebing, keenam master Birth Soul telah mengambil posisi masing-masing, membentuk pola heksagram sempurna yang mengelilingi bibir jurang.

​"Mulai!" teriak Zhao Tianjian dengan lantang.

​Secara bersamaan, enam ledakan energi spiritual yang teramat masif meledak ke langit malam, mengubah warna cakrawala menjadi pusaran pelangi yang mengerikan.

​Zhao Tianjian mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya ke depan, melepaskan sebilah pedang spiritual raksasa berwarna coklat keemasan yang membelah udara dengan suara raungan naga.

Di sisi lain, Su Liang mengulurkan kedua tangannya, mengirimkan badai kristal es biru murni yang membekukan atmosfer di sekitarnya.

Kuang Man meraung keras, melepaskan proyeksi harimau roh raksasa berwarna hitam yang meluncur turun ke dasar jurang.

Mo Ying mengirimkan rantai bayangan hitam yang pekat, sementara Mu Qingxuan melepaskan pilar cahaya suci putih bersih, dan Mei Ruo menyuntikkan aliran energi merah muda yang berputar bagaikan pusaran kelopak bunga.

​Enam aliran energi dengan karakteristik yang sangat bertolak belakang itu meluncur lurus ke dasar jurang, menghantam permukaan segel pelindung kuno yang menutupi gua warisan.

​BOOM——————!!!

​Benturan pertama menciptakan gelombang kejut yang begitu dahsyat hingga menghancurkan seluruh pepohonan dalam radius beberapa mil menjadi serpihan kayu kecil.

Di dasar jurang, segel pelindung berupa simbol-simbol kuno mulai menyala terang, mencoba menahan dan menetralisir hantaman energi dari enam master ranah Birth Soul tersebut.

​"Tahan energinya! Selaraskan frekuensinya dengan detak segel!" seru Mu Qingxuan dengan napas yang mulai memberat, tangannya terus membentuk segel mantra cahaya untuk menjaga keseimbangan di antara mereka.

"Jangan mendorong terlalu kuat, biarkan energinya merembes masuk secara perlahan!"

​"Hmph! Terlalu lambat! Jika kita terus menggunakan kecepatan siput seperti ini, kapan segel ini akan runtuh?!" teriak Kuang Man dengan tidak sabar. Matanya yang dipenuhi keserakahan menatap kilatan harta karun yang samar-samar mulai terlihat di balik lapisan segel yang menipis.

​Di dalam benak pria barbar itu, sebuah niat egois muncul. Ia berpikir jika ia menyuntikkan energi yin binatangnya sedikit lebih cepat dan kuat daripada yang lain, ia mungkin bisa menjadi orang pertama yang menciptakan celah untuk dirinya sendiri dan melompat masuk sebelum para master lainnya menyadari taktiknya.

Tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang, Kuang Man secara rahasia membakar sebagian energi di dalam nadinya, memaksa aliran energi harimau rohnya berlipat ganda secara mendadak.

​Namun, tindakan ceroboh itu adalah pemicu dari bencana yang sesungguhnya.

​"Kuang Man, apa yang kau lakukan?!" jerit Su Liang dengan wajah yang seketika berubah pucat dan ekspresi marah yang tercampur aduk. Ia merasakan aliran energi es miliknya tiba-tiba terdorong balik oleh lonjakan energi liar yang tidak seimbang dari arah timur.

​"Bodoh! Kau merusak keseimbangan formasi gabungan!" raung Zhao Tianjian dengan kemarahan yang meluap-luap.

Niat pedangnya yang semula teratur kini mulai berputar acak, saling berbenturan dengan energi bayangan milik Mo Ying akibat ketidakstabilan kutub energi.

​"Ah! Aliran energiku... berbalik arah!" ucap Mei Ruo, wajahnya yang feminim kini dipenuhi ketakutan saat energi merah mudanya terdistorsi menjadi warna ungu kehitaman yang mengerikan.

Semburan energi gabungan yang telah terkontaminasi oleh ego dan ketidakseimbangan itu bereaksi secara ekstrem dengan formasi alam atas yang berada di bawah.

Bukannya terbuka dengan rapi, formasi kuno itu justru membalikkan seluruh hukum di tempat tersebut, memicu reaksi berantai yang teramat fatal.

​Warna langit malam yang semula benderang oleh cahaya spiritual seketika tersedot masuk ke dalam satu titik hitam kecil di tengah-tengah jurang.

Titik hitam itu meluas dengan kecepatan yang mengerikan, membentuk sebuah lubang hitam spasial yang memancarkan daya hisap mutlak serta kilatan petir ruang berwarna ungu tua.

Udara, batu, dan waktu di sekitar celah gunung seolah-olah terpelintir dan terdistorsi menjadi bentuk-bentuk yang tidak masuk akal.

​"Ini... ini bukan serangan balik formasi! Ini adalah distorsi ruang dan waktu!" teriak Mu Qingxuan dengan suara melengking penuh kengerian.

Semburan energi sucinya hancur berkeping-keping dalam sekejap mata.

​BOOM!

​Ledakan dari distorsi ruang itu menghantam ke segala arah dengan cepat dan kekuatan yang tidak terbayangkan. Enam master ranah Birth Soul yang berada di titik terdekat dengan pusat pusaran tidak memiliki waktu lagi untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.

Mereka semua memuntahkan darah segar dalam jumlah yang sangat banyak, organ dalam mereka berguncang hebat, dan perlindungan energi Birth Soul mereka hancur berkeping-keping bagaikan kaca yang dipukul palu besi.

​"Mundur! Cepat mundur dari sini!" raung Zhao Tianjian sambil membakar sisa energinya untuk memicu jimat pelarian tingkat tinggi. Tubuhnya melesat mundur bagaikan kilatan cahaya keemasan, meninggalkan noda darah di udara.

​Su Liang, Mo Ying, Mu Qingxuan, dan Mei Ruo juga tidak membuang waktu. Dengan tubuh yang terluka parah dan napas yang terputus-putus, mereka mengerahkan teknik gerakan spiritual pamungkas mereka masing-masing, melesat menjauh dari radius distorsi ruang sejauh puluhan mil demi menyelamatkan nyawa mereka yang berharga.

​Kuang Man, sang pemicu kesalahan, menerima dampak yang paling parah. Tangan kanannya terpelintir oleh distorsi ruang hingga tulang-tulangnya hancur.

Dengan raungan kesakitan yang mengerikan, ia menggelinding mundur di atas tanah, menggunakan jimat pelarian sektenya dengan wajah yang dipenuhi penyesalan dan ketakutan yang mendalam sebelum akhirnya menghilang dari tempat itu bersama sisa master lainnya.

Keenam penguasa Negara Bai Xue itu berhasil melarikan diri dari maut, namun mereka harus membayar harga yang sangat mahal dengan luka dalam yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk disembuhkan.

​Namun, jika para raksasa ranah Birth Soul itu memiliki kemampuan dan jimat pelarian tingkat tinggi untuk menjauh dari pusat pusaran, nasib yang sama sekali berbeda tengah menanti sesosok pemuda tingkat rendah yang berada tidak jauh dari sana.

​Di balik batu persembunyiannya, Chen Lin terbelalak melihat bagaimana batu-batu besar di sekitarnya mulai terangkat ke udara, hancur menjadi debu, dan tersedot ke arah lubang hitam spasial yang terus meluas di tengah jurang. Daya hisap dari distorsi ruang itu begitu absolut hingga menembus segala bentuk pertahanan fisik.

​"Tempat ini benar-benar runtuh!" teriak Chen Lin dengan panik, mencoba menggerakkan kakinya untuk berlari menjauh.

Namun, jangankan melangkah mundur, tubuhnya bahkan sudah mulai terangkat dari atas tanah, melayang tak berdaya akibat tarikan gravitasi ruang yang terdistorsi.

1
Milk Lk
udh nabung 2 minggu lebih gas momentum walau cuman 20 chapter, semangat terus thor up nya
Milk Lk
Wah bagus sih ini, gas next chpter tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!