NovelToon NovelToon
My Possession Hot Daddy

My Possession Hot Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Sepuluh tahun Aluna (20) hidup dalam "sangkar emas" milik Bramantyo (35), wali tunggal sekaligus sahabat mendiang ayahnya. Bagi Aluna, Bram adalah pelindung yang ia panggil "Daddy". Namun bagi Bram, Aluna adalah obsesi yang ia rawat hingga matang.
Saat Aluna mulai menuntut kebebasan, kasih sayang Bram berubah menjadi dominasi yang gelap. Tatapan melindunginya berganti menjadi kilat posesif yang membakar. Di antara rasa hormat dan hasrat terlarang, Aluna harus memilih: tetap menjadi putri kecil yang penurut dalam kuasa Bram, atau melarikan diri dari jerat pria yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Perjanjian di atas bara api

Malam itu, kediaman Bramantyo terasa lebih sunyi dari biasanya, namun dengan suasana yang sangat intim.

Bram meminta Aluna mengenakan gaun sutra hitam dengan potongan bahu terbuka. Aluna, dengan sifat manjanya, merasa sangat antusias.

Ia menghabiskan waktu satu jam di depan cermin, memastikan penampilannya sempurna untuk "Daddy"-nya.

"Daddy, apa aku terlihat cantik?" Aluna memutar tubuhnya di depan Bram yang sudah menunggu di ruang makan.

Gaun itu membalut tubuhnya dengan sempurna, kontras dengan kulit putih susunya yang bersih.

Bram terdiam cukup lama. Matanya menyapu setiap inci tubuh Aluna dengan intensitas yang tidak biasa—seperti seorang kolektor yang sedang mengagumi mahakarya miliknya.

"Kau bukan hanya cantik, Aluna. Kau mempesona," gumam Bram dengan suara bariton yang dalam.

Ia tidak membiarkan Aluna duduk di kursi biasanya. Bram menarik kursi tepat di sisi kanannya, begitu dekat hingga lengan mereka bersentuhan.

Aroma kayu cendana dan wine mahal dari tubuh Bram menyeruak, membuat Aluna merasa sedikit pening namun juga merasa sangat aman.

Makan malam dimulai dengan keheningan yang elegan. Bram memotong daging steak-nya dengan gerakan yang sangat presisi.

Aluna, seperti biasa, mulai bercerita dengan riang tentang harinya di kampus.

"Tadi di perpustakaan ada kejadian lucu, Daddy. Aku tidak bisa menjangkau buku manajemen di rak paling atas, lalu ada kakak kelas yang membantu—"

Tangan Bram yang sedang memegang gelas wine berhenti di udara. Matanya yang tajam menatap Aluna, namun bibirnya tetap menyunggingkan senyum tipis yang menenangkan.

"Oh? Kakak kelas? Siapa namanya?"

"Namanya Rio. Dia baik sekali, Daddy. Dia juga pintar," jawab Aluna tanpa curiga sedikit pun.

Ia merasa senang bisa berbagi cerita kecil seperti ini dengan pelindungnya.

Bram menyesap wine-nya perlahan, membiarkan cairan merah itu membasahi tenggorokannya sebelum bicara.

"Baik, ya? Hati-hati, Sayang. Tidak semua pria di luar sana setulus yang kau kira. Kau terlalu polos untuk memahami niat tersembunyi mereka."

Bram meletakkan gelasnya dan mengusap pipi Aluna dengan ibu jarinya. "Tapi aku senang kau jujur padaku. Aku benci jika milikku memiliki rahasia dariku."

Melihat suasana yang sedikit serius, Aluna segera menggunakan jurus manjanya. Ia mendekat, menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Bram.

"Daddy jangan khawatir. Aku kan cuma bicara sebentar. Aku ingat janjiku untuk langsung pulang."

Bram terkekeh pelan, sebuah suara yang sangat disukai Aluna. Ia mencium puncak kepala Aluna dengan sangat lembut.

"Tentu saja. Dan karena kau sudah menjadi anak yang manis hari ini, aku punya sesuatu untukmu."

Bram mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil dari saku jasnya. Di dalamnya terdapat sebuah gelang emas putih yang sangat indah dengan inisial 'B' yang dihiasi berlian kecil. Gelang itu tampak seperti perhiasan mewah biasa, sangat elegan dan mahal.

"Gelang ini khusus aku pesankan untukmu," ucap Bram sambil meraih tangan Aluna.

"Gelang ini tidak memiliki pengait biasa. Aku harus menguncinya secara manual dengan alat khusus agar tidak mudah lepas atau hilang."

Aluna menatap gelang itu dengan mata berbinar.

"Wah, cantik sekali! Jadi ini tidak bisa dilepas?"

"Hanya aku yang bisa melepasnya, Aluna," bisik Bram sambil mengunci gelang itu di pergelangan tangan Aluna dengan suara klik kecil yang hampir tak terdengar.

"Anggap ini sebagai pengingat bahwa ke mana pun kau pergi, kau selalu membawa bagian dari diriku bersamamu. Kau menyukainya?"

"Suka sekali, Daddy! Terima kasih!" Aluna langsung memeluk Bram erat, menciumi wajah pria itu dengan penuh rasa syukur. Ia merasa sangat dimanja, sangat dicintai, dan sangat spesial.

Aluna tidak tahu, dan Bram tidak akan pernah memberitahunya, bahwa di dalam inisial 'B' yang cantik itu tertanam sebuah mikrofon mikro dan pelacak GPS yang jauh lebih akurat daripada ponselnya.

Gelang itu adalah telinga Bram yang akan merekam setiap percakapan, setiap helaan napas, dan setiap suara pria yang berani mendekati Aluna.

"Besok, kau boleh ke kampus lagi. Anwar akan tetap menjagamu dari jauh agar kau tidak merasa terganggu," ucap Bram sambil membelai rambut Aluna yang bersandar di dadanya.

"Benarkah? Daddy tidak marah lagi soal Rio?" tanya Aluna memastikan.

"Selama kau tetap menjadi putri kecilku yang jujur dan pulang tepat waktu... aku tidak akan marah," jawab Bram.

Senyumnya tampak sangat tulus di bawah cahaya lilin, namun matanya menatap gelang di tangan Aluna dengan tatapan pemenang.

Malam itu berakhir dengan Aluna yang tertidur lelap di pelukan Bram saat mereka menonton film di ruang tengah.

Aluna merasa dunianya sangat sempurna, dilindungi oleh pria paling hebat yang pernah ia kenal.

Ia tidak menyadari bahwa kebebasan yang ia rasakan hanyalah ilusi, dan gelang di tangannya adalah rantai tak kasat mata yang mulai mengikat hidupnya dalam kendali mutlak sang penguasa.

1
ollyooliver🍌🥒🍆
ini sebenarnya gimana hubungan para pemain..kakak yg dimaksud vanya , bram? bukankan mereka berteman? vanya dan rehan bersaudara bukan? si aluna juga manggil vanya kakak, pdhl pantasnya tante. trus si rehan ngomong kek orng sumuran dengan bram. trus si adiguna kan ayahnya bram, ada chapter sebelumnya dia manggil kakek..Tuan adiguna sebenarnya ada brp?
ollyooliver🍌🥒🍆
tamu kesayangan? yg punya rumah bukannya bram?
Senja_Puan: betuul kak. coba dibaca baik-baik
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
ini kenapa bram gk menampar rehan, dia tuan rumah bukan? terlepas mungkin rehan tau hubungan lebih aluna dan bram..ya bram berhak atas aluna. knp bram disini sangat bodoh, masa anak kecil didiamin, percuma dibentuk jadi karakter seorang penguasa kalau si rehan aja gk bisa ditangani😌
ollyooliver🍌🥒🍆
jangan menunggu nekatnya, dari dia berani menantang bram dengan menyentuhmu itu sdh kelewatan..lu aja yg dasarnya lonte😌
Mita Paramita
kasian aluna 🤣🤣🤣
Lfa🩵🪽
akhirnya Aluna udah gk lembek lagi😍😍
Lfa🩵🪽
akhirnya Aluna bisa jg lawan si clarajing, udah deh Aluna gk usah terlalu di lembek2in gitu dah
ollyooliver🍌🥒🍆
gw yg deg"an...biarin aja kalau ketahuan mah🤧
ollyooliver🍌🥒🍆
kek maling aja🤭
ollyooliver🍌🥒🍆
waduuuhhh
Yasa
heeeei, bisa-bisamya anda Bram. gimana kalau lolos tuh desahannya/Sob/
Yasa
😍
Yasa
semangat thor
Yasa
Halah Halah emang akal-akalan Bram. Mencari kesempatan dalam kesempitan
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
ollyooliver🍌🥒🍆
kakek? harusnya yg disebut ayahnya bram 🤔
ollyooliver🍌🥒🍆
kok diupload ulang
Senja_Puan: wah iya kak, salah masukin draft
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
oh pake alarm ya..instan🤭
ollyooliver🍌🥒🍆
pdhl sikap aluna yg beginilah yg membuat clara sangat pintar menjatuhkan lawan😄
ollyooliver🍌🥒🍆
nah dri caramu mencari simpatilah, kau dikatakan bayi...mencari perlindungan dri orng lain bukan mengandalkan diri sendiri. pake otaklah dikit😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!