Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia justru menjadi seperti mimpi terburuk yang pernah datang. Di tinggal pergi oleh calon suaminya sendiri tepat di hari pernikahan. Sehingga mau tidak mau Kanaya harus menikah dengan calon kakak iparnya yang terkenal arogan dan juga dingin. Demi menjaga nama baik keluarga, Andreas bersedia menggantikan adiknya yang kabur dan menikahi calon adik iparnya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka? Akan kah pernikahan itu bisa membuat keduanya saling mencintai? Ikuti kisahnya, Ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Transfer energi
Tanpa banyak basa-basi lagi, Andreas langung menggendong tubuh Kanaya lalu membawanya ke dalam lamar rahasia yang ada di ruangannya. Bahkan tidak ada satupun yang tau perihal kamar rahasia itu, kecuali asisten Andra. Karna saat membangun kamar tersebut, Andra lah yang di percaya oleh Andreas untuk membuat tempatnya beristirahat senyaman mungkin. Selama ini yang semua karyawan tau hanya ada kamar mandi di dalam ruangan itu, tapi sebenarnya ada kamar tersembunyi dibelakang lemari yang ada di samping kamar mandi.
"K-kau mau membawaku kemana?" ucap Kanaya sembari menatap wajah Andreas.
"Ke kamar lah, masak ke gudang" balas Andreas pelan sambil tersenyum.
Mendengar itu membuat Kanaya sedikit mengerutkan keningnya"Kamar? Memangnya disini ada kamarnya?" tanya Kanaya lagi karna tak melihat ada pintu lain di dalam ruangan itu kecuali kamar mandi.
"Tentu," balas Andreas lagi lalu menggeser lemari yang ada di samping kamar mandi, tepat setelah lemari itu tergeser, Kanaya langsung bisa melihat ada sebuah ruangan tersembunyi di sana.
Saat sudah sampai di dalam kamar itu, Andreas menurunkan Kanaya di atas ranjang yang berukuran tidak terlalu besar, namun desain interiornya sangatlah estetis dan terlihat sangat maskulin. cat dinding perpaduan antara warna putih salju dengan silver.
Kanaya menatap pada Andreas yang kini telah duduk di depannya dengan tatapan yang tak bisa Kanaya artikan, namun saat Andreas hendak mendekatinya, gadis itu membuka lebar kedua matanya saat teringat jika tadi pagi belum sempat sikat gigi akibat terlalu lama berendam.
"Berhenti, aku kebelet, mau ke kamar mandi dulu" ucap Kanaya seraya berlari kecil menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar itu.
Andreas yang melihat tingkah Kanaya seperti itu membuatnya mengulum bibir, terlihat sangat lucu tingkah gadis itu.
"Kanaya...Kanaya, gadis itu ya" batinnya sambil terus menatap punggung Kanaya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan Kanaya, gadis itu menatap wajahnya dari pantulan cermin, tidak pernah menyangka jika hari ini dia dan Andreas akan melakukan hal yang memang seharusnya di lakukan setiap pasangan yang baru saja menikah. Sungguh Kanaya merasa sangat nervous, apalagi saat mengingat jika dirinya belum sikat gigi tadi pagi.
Setelah itu Kanaya menoleh ke arah deretan sikat gigi yang ada di samping kaca,"Kira-kira ini sudah di pake apa belum ya" ujarnya sambil memperhatikan satu persatu sikat gigi yang ada di sana.
"Yang ini masih bersegel, sepertinya tidak masalah jika aku menggunakannya. dari pada nanti mulutku bau"
Kanaya mengambil pasta gigi lalu menyikat giginya sampe bener-bener bersih, kemudian menggunakan Listerine yang ada di sana untuk berkumur agar mulutnya semakin terasa segar.
Setelah Kanaya merasa mulutnya sudah oke, gadis itu mencium badannya sendiri"Sepertinya aku harus sedikit memoles wajahku, masa iya di depan Andreas aku harus terlihat menyedihkan seperti ini" Kanaya mengambil alat make up nya dari dalam tas, lalu memoles tipis wajahnya dengan make up dan juga lipstik. Biarpun hanya tipis-tipis, namun wajah Kanaya terlihat lebih cantik dan lebih dewasa.
Kemudian Kanaya menyemprotkan parfum kesukaannya agar hari ini semakin sempurna.
"Huuffff," Kanaya membuang nafas panjang sebelum akhirnya keluar dari dalam kamar mandi itu.
Gadis itu keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sedikit berbeda, Kanaya masih bisa melihat keberadaan Andreas yang masih menunggunya di atas ranjang dengan kedua sudut bibir terangkat. Menampakkan deretan gigi putih serta lesung pipi yang semakin membuatnya terlihat sangat tampan.
Kanaya yang melihat Andreas seperti itu semakin membuat jantungnya berdebar, ada rasa lain dari relung hatinya. "Kenapa jantung berdebar"batin Kanaya serta berjalan mendekat pada Andreas.
"Sudah siap kan?" Andreas menatap pada Kanaya yang sudah semakin cantik dengan sedikit polesan make up tipis di wajahnya yang semakin membuat wajahnya dewasa. Kanaya hanya mengangguk pelan.
Andreas tersenyum saat melihat ekspresi Kanaya seperti itu, entah Kenapa Andreas ingin menuntut haknya di tempat ini, jawabannya hanya satu, Andreas tidak ingin Kanaya kembali lagi pada Aditya. setidaknya keputusannya kali ini akan memperkuat hubungan mereka.
Kanaya memilih memejamkan kedua matanya saat Andreas mendekatinya, jantungnya semakin berdebar ketika tangan kekar itu menyentuh wajahnya secara lembut, hembusan nafas hangat Andreas kini bisa dirasakan oleh Kanaya.
Darahnya terasa berdesir saat merasakan ciuman lembut pada bibirnya. bahkan bukan hanya itu, jantung Kanaya berdetak sangat cepat, gadis itu membiarkan Andreas menciumnya dan melakukan apapun yang pria itu inginkan, intinya Kanaya sudah pasrah untuk hari ini. apalagi saat teringat akan kelakuan Aditya dengan Arabella, semakin membuat gadis itu mantap dengan keputusannya.
Ciuman yang Andreas lakukan semakin panas dan semakin menuntut, hingga perlahan Andreas membuka semua pakain Kanaya hingga membuat gadis itu polos tanpa sehelai benangpun"Aaaaa sakit" rintih Kanaya ketika Andreas mencoba memasuki miliknya.
Mendengar suara rintih kesakitan dari Kanaya membuat Andreas mengerutkan keningnya"Kamu baru pertama kali melakukannya?" tanya Andreas sembari menatap wajah Kanaya. Gadis itu mengangguk pelan, karna menang ini adalah pengalaman pertama untuknya.
Padahal sebelumnya Andreas berpikir jika Kanaya dan Aditya sudah pernah melakukannya saat melihat Kanaya yang masih ingin mencari keberadaan adiknya yang brengsek.
Mendengar jawaban yang keluar dari mulut Kanaya membuat Andreas tersenyum. Ada rasa bahagia dari relung hatinya saat mendapat jawaban seperti itu.
"Ternyata aku sudah salah mengira, jadi itu artinya Kanaya masih perawan, dan aku yang akan menjadi yang pertama"batin Andreas sembari terus menatap wajah Kanaya.
Di Luar
Tok..tok..tok...
"Tuan, apa anda ada di dalam?" ucap Andra sambil mengetuk pintu ruangan Andreas yang sudah kesekian kalinya. Namun lagi lagi tidak ada jawaban dari dalam. hingga membuat asisten Andra masuk ke dalam ruangan Andreas takut terjadi sesuatu pada pria itu. Namun saat pintu itu sudah terbuka, asisten Andra tidak menemukan siapapun di dalam sana.
"Kemana tuan Andreas? Kenapa tidak ada di sini" gumamnya sambil membawa beberapa berkas yang harus Andreas tandatangani.
Andra mengambil ponselnya untuk menghubungi nomor Andreas, namun ternyata ponsel Andreas ada di atas meja.
"Ponselnya ada, tapi kemana tuan Andreas pergi, apa mungkin sudah ke ruangan meeting" Andra mengangkat kedua bahunya lalu memutuskan untuk pergi dari sana. Namun langkahnya terhenti saat tanpa sengaja Andra menginjak sesuatu yang tak lain adalah sepatu wanita.
"Sepatu? Milik siapa ini?" ucap Andra seraya memperhatikan sepatu yang tak asing pada indra penglihatannya, Andra seperti mengenali sepatu itu.
"Tunggu, ini kan sepatunya nona Kanaya" Andra masih ingat betul jika sepatu yang dia temukan itu adalah milik Kanaya.
Hal itu membuat Andra menoleh ke arah lemari"Eeemmm, sepertinya ada yang sedang transfer energi sebelum meeting" ujar Andra sambil terkekeh.