NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:827
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22.

"Orang tidak jelas seperti itu kok bisa sih jadi guru? Yang aneh lagi, kenapa dosennya malah meluluskan orang dengan pemikiran aneh seperti Pince," gerutu Maura dengan nada kesal, namun saat dirinya menyebut nama Pince, seketika ia pun terkekeh.

Setelah mendengar gerutuan Maura, Vince nampak mengerutkan keningnya.

"Lah, anak ini kenapa sih! Serius amat, dikit dikit marah. Dikit dikit ngambek, astaga," gumam Vince sembari menggeleng gelengkan kepalanya. Ia benar benar bingung dengan ketidak jelasan yang di tunjukkan oleh Maura.

Maura pun sama sebenarnya, begitu bingung dengan ketidak jelasan yang di tunjukkan oleh gurunya Vince.

Hadeh, keduanya sama sama bingung.

"Aduh!" Saat sedang asyik asyik berpikir, tiba tiba Maura berteriak kesakitan.

Teriakan Maura, sukses membuat lamunan Vince pun buyar.

"Astaga Maura, apa yang akan kamu lakukan? Kalau mau turun dari brangkar itu bilang. Kan Aku akan dengan sigap membantumu," ujar Vince dengan suara khawatir lalu membantu Maura untuk berdiri tegap.

"Astaga Maura, kok punggung kamu malah basah dan mengeluarkan darah!" tegur Vince dengan suara panik.

Vince seketika melepaskan tangannya dari lengan Maura, lalu meletakkan tangan Maura agar bertumpu pada pinggiran brangkar.

"Pak Pin, mau kemana?" tanya Maura berusaha kerasa mengigit bibir bawahnya, sungguh rasa ingin buang air besar lama kelamaan sudah tidak bisa tertahankan lagi.

Vince terlihat menghentikan langkah kakinya. "Mau manggil Suster, takut ada apa apa sama punggung kamu," sahut Vince.

"Kenapa ke arah pintu? Jangan jangan Pak Pin mau manggil Suster dengan mencarinya di luar ruangan ini." tebak Maura.

Vince menganggukkan kepalanya dengan polos, ntah kenapa ia sangat panik. Padahal ia itu sadar diri, jika Maura itu bukan siapa siapanya, buka orang tua atau pun sanak saudaranya. Apalagi ia dan juga Maura itu baru kenal bebarapa hari. Tapi ntah kenapa, hatinya seakan memaksa dirinya untuk peduli.

"Kenapa harus keluar? Harusnya Pak Pin itu memanggil tenaga medis yang ada di sini dengan memencet tombol yang ada di sini, kalau gak ya telepon," ujar Maura kesal, ia masih berusaha keras dengan memegang perutnya.

Tanpa menjawab, Vince lantas berbalik badan lalu berjalan ke arah nakas.

Saat Vince ingin mengangkat gagang telepon dan memencet sesuatu, tiba tiba Maura mencegah apa yang akan di lakukan oleh gurunya itu.

"Pak! Gak perlu panggil suster sekarang. Aku sudah tidak kuat," titah Maura dengan wajah yang terlihat kesakitan.

"Lah, wajah mu kesakitan parah! Bahkan dahi mu juga berkeringat banyak! Kenapa malah melarang ku memanggil Suster," sahut Vince bingung.

"Hadeh, Pak saya itu kebelet buang air besar. Biarin aja punggung saya begini, saya hampir ngompol. Tolong lah Pak!" Maura benar benar tidak tahan.

"Kebelet buang air kecil? Maksud nya Bapak harus mengantarmu buang air kecil dan membantu mu di dalam kamar mandi gitu?"

"Huum, tolong Pak! Saya benar benar sudah tidak kuat lagi."

Sontak ke dua pipi Vince memerah, bagaimana pun ia belum ... "Ah sudahlah, ayo Maura." Vince berusaha menuntun langkah kaki Maura.

"Gendong Pak, saya tidak kuat jalan!"

Akhirnya Vince tidak punya pilihan lain. Ia langsung menggendong Maura ala bridal style.

Maura reflek mengalungkan tangannya pada leher Vince. Hal itu sungguh membuat detak jantung Vince tidak aman.

Akhirnya keduanya sampai di dalam kamar mandi.

"Pak Pin, tolong bantu lepaskan celana dalam saya. Saya kesulitan membungkuk." Pinta maura.

"Apa?" Vince terkejut.

"Ayolah Pak, saya tidak tahan!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!