Lima ratus tahun yang lalu, Lin Chen adalah Kaisar Pedang Ilahi yang berdiri di puncak Alam Dewa. Namun, saat ia mencoba menembus batas tertinggi kultivasi, ia dikhianati oleh tunangannya, Dewi Teratai Salju, dan saudara seperjuangannya, Kaisar Naga Hitam. Tubuhnya hancur, dan jiwanya tercerai-berai.
Kini, lima ratus tahun kemudian, jiwa Lin Chen terbangun di Benua Langit Biru, di dalam tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama. Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Terbesar" di Kota Daun Musim Gugur karena meridiannya cacat sejak lahir. Namun, mereka tidak tahu bahwa di dalam lautan jiwanya, Lin Chen membawa Sutra Pedang Kehampaan, sebuah teknik kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap energi alam semesta.
Dimulailah perjalanan Lin Chen untuk merangkai kembali takdirnya, menginjak jenius arogan, menaklukkan naga suci, dan kembali ke Alam Dewa untuk menuntut darah para pengkhianatnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21: Penjaga Jembatan
Kematian Chu Kuangren, seorang jenius tingkat puncak yang digadang-gadang akan menjadi Murid Inti, meninggalkan teror psikologis yang mendalam bagi ribuan peserta ujian. Tidak ada lagi yang berani mencoba mengganggu pemuda berjubah hitam itu. Setiap kali Lin Chen mengambil langkah maju, para jenius di sekitarnya secara refleks menyingkir, memberinya jalan seolah ia adalah seorang raja iblis yang sedang berpatroli.
Jembatan Penilaian semakin lama semakin diselimuti oleh kabut tebal yang membatasi jarak pandang. Tarikan gravitasi pun melonjak secara eksponensial.
Pada jarak setengah mil, gravitasinya mencapai lima kali lipat.
Pada jarak delapan ratus meter, delapan kali lipat.
Ketika Lin Chen melangkah melewati batas Satu Mil, keringat akhirnya mulai bermunculan di dahinya. Gravitasi sepuluh kali lipat bukanlah lelucon bagi tubuh fana. Namun, Sutra Pedang Kehampaan di dalam lautan jiwanya berputar semakin cepat, mengubah tekanan dari luar menjadi palu tempa yang memadatkan Qi di dalam Dantian-nya.
Di sekitarnya, ratusan peserta berjatuhan. Mereka merangkak melewati garis satu mil dengan napas tersengal-sengal, menangis penuh syukur.
"Kita berhasil... Kita resmi menjadi Murid Luar!" sorak mereka dengan suara serak. Bagi mereka, batas satu mil ini adalah batas maksimal pertahanan fisik dan mental mereka.
Namun, bagi Lin Chen, Xiao Tian, Mu Hongling, dan segelintir jenius puncak lainnya, perjalanan baru saja dimulai.
"Ujian fisik baru tahap pemanasan," gumam Lin Chen saat ia menatap kabut kelabu di depannya yang membentang menuju penanda dua mil. "Sekarang, ujian sesungguhnya dimulai."
SRAK... SRAK... SRAK...
Dari balik kabut tebal di depan mereka, terdengar suara gesekan logam dan batu yang saling beradu. Udara mendadak menjadi sangat dingin, dipenuhi oleh aura mematikan yang tidak memiliki emosi.
Muncul dari dalam kabut, ratusan sosok setinggi manusia biasa yang terbuat dari perunggu dan besi hitam berbaris memblokir jembatan. Mata mereka bersinar merah redup. Mereka tidak memancarkan Qi kehidupan, melainkan bergetar oleh energi spiritual murni yang dipasok langsung dari formasi jembatan.
Ini adalah Boneka Roh.
"Boneka perunggu setara dengan kultivator Tingkat 6, sedangkan boneka besi hitam setara dengan Tingkat 7," ucap Mu Hongling yang berjalan beberapa puluh meter di sebelah kanan Lin Chen.
Gadis bergaun merah itu menjentikkan jarinya. Seketika, cambuk api merah menyala terbentuk di tangannya. "Sangat merepotkan karena mereka tidak merasakan sakit dan akan terus beregenerasi jika intinya tidak dihancurkan. Namun, api terataiku bisa melelehkan mereka menjadi cairan!"
CETAR!
Mu Hongling melecutkan cambuk apinya, membelah tiga boneka perunggu sekaligus hingga meleleh. Di sisi lain, Pangeran Xiao Tian hanya tersenyum anggun, mengibaskan kipas giok emasnya yang menembakkan bilah-bilah angin setajam pedang, memenggal kepala boneka-boneka besi hitam di jalurnya dengan mudah.
Keduanya diam-diam berlomba, menunjukkan kehebatan teknik dan latar belakang keluarga mereka yang luar biasa. Keduanya mengincar posisi pertama untuk mencapai ujung jembatan.
Lalu, bagaimana dengan Lin Chen?
Tiga boneka besi hitam yang memancarkan aura Tingkat 7 menerjang ke arah Lin Chen secara bersamaan. Lengan mereka yang berbentuk bilah pedang menebas ke arah leher, dada, dan perut pemuda itu.
Lin Chen tidak mengeluarkan pedang beratnya, ia juga tidak menggunakan sihir elemen yang mencolok. Ia hanya terus berjalan dengan kecepatan yang sama.
Tepat ketika bilah besi itu hendak mengenainya, jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya menyatu, membentuk ujung pedang.
TAP! TAP! TAP!
Lin Chen menepuk dada ketiga boneka besi itu dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh mata telanjang. Gerakannya terlihat sangat pelan dan lembut, layaknya seseorang yang sedang menepuk debu dari pakaian.
Namun, di bawah kulitnya, Qi tajam dari Sutra Pedang Kehampaan menembus langsung melalui cangkang besi tersebut dan secara akurat menghancurkan inti kristal formasi yang tersembunyi di dalam dada setiap boneka.
Seketika, cahaya merah di mata ketiga boneka besi itu padam. Tubuh mereka kaku di udara sebelum akhirnya jatuh berdebum ke lantai jembatan menjadi rongsokan mati.
"Titik lemah dari formasi kuno murahan ini terlalu jelas," gumam Lin Chen bosan.
Ia terus melangkah maju. Tidak ada satu pun boneka roh yang bisa menahannya lebih dari satu detik. Ia berjalan lurus layaknya dewa kematian yang memanen nyawa, meninggalkan jejak rongsokan besi dan perunggu di belakangnya. Kecepatannya bahkan jauh melampaui Xiao Tian dan Mu Hongling yang harus repot-repot mengeluarkan teknik bela diri untuk menghancurkan cangkang fisik para boneka.
Melihat Lin Chen yang mendadak sudah berada di depan mereka, raut wajah Pangeran Xiao Tian berubah menjadi gelap. Kipas gioknya terkepal erat.
"Orang udik ini... dia pasti memiliki teknik rahasia untuk melihat kelemahan formasi," batin Xiao Tian penuh rasa iri dan marah. "Tidak akan kubiarkan seorang rakyat jelata mengambil posisi puncak dariku!"
Batas Dua Mil terlewati.
Para peserta yang berhasil mencapai titik ini langsung berjatuhan, kehabisan napas dan energi. Mereka telah resmi mendapatkan kualifikasi sebagai Murid Dalam, sebuah pencapaian yang akan membawa kebanggaan bagi keluarga mereka selama beberapa generasi.
Kini, di atas jembatan yang membentang menuju ujung, hanya tersisa tiga orang: Lin Chen, Xiao Tian, dan Mu Hongling.
Jarak menuju ujung jembatan hanya tersisa lima ratus meter lagi. Namun, kabut kelabu di depan mereka tiba-tiba berputar membentuk pusaran raksasa.
Gravitasi yang sebelumnya hanya sepuluh kali lipat, seketika melonjak menjadi dua puluh kali lipat!
Bruk!
Mu Hongling nyaris jatuh berlutut, wajahnya pucat menahan beban yang seolah ingin meremukkan organ dalamnya. Xiao Tian menggertakkan gigi hingga berdarah, kakinya gemetar hebat saat ia memaksakan diri melangkah.
Di ujung jembatan, di depan gerbang raksasa Akademi Bintang Jatuh, sesosok raksasa perlahan bangkit dari posisi duduknya.
Bukan boneka perunggu, bukan pula besi hitam. Itu adalah boneka setinggi empat meter yang terbuat dari Batu Kristal Perak. Di tangannya tergenggam sebuah tombak raksasa yang memancarkan aura membunuh yang sangat pekat.
Tekanan yang dipancarkan oleh boneka kristal perak ini membuat napas Xiao Tian dan Mu Hongling tercekat.
"Aura ini... ini adalah Ranah Pembentukan Fondasi!" seru Mu Hongling dengan suara bergetar. "Apakah akademi sudah gila?! Bagaimana mungkin murid Tingkat Kondensasi Qi bisa mengalahkan boneka tingkat Pembentukan Fondasi untuk mencapai status Murid Inti?!"
"Kita harus bekerja sama!" teriak Xiao Tian kepada Mu Hongling. Kesombongannya telah lenyap menghadapi tembok kekuatan yang mutlak. "Gunakan seluruh kekuatanmu untuk menahan tombaknya, dan aku akan mencari celah untuk menyerang intinya!"
Tepat ketika kedua jenius itu bersiap untuk mempertaruhkan nyawa mereka, sebuah siluet hitam melangkah santai melewati mereka berdua.
Itu adalah Lin Chen.
Tubuhnya sama sekali tidak terpengaruh oleh gravitasi dua puluh kali lipat. Posturnya tetap tegak, langkahnya mantap. Ia berhenti tepat sepuluh langkah di depan boneka kristal perak tersebut.
"Hei! Apa kau gila?!" teriak Xiao Tian dari belakang. "Itu boneka tingkat Pembentukan Fondasi! Fisikmu yang kuat tidak akan berguna melawannya! Menyingkir dan biarkan kami—"
"Tutup mulutmu," potong Lin Chen tanpa menoleh. Suaranya sedingin angin musim salju. "Kehadiran kalian di sekitarku membuat udara di tempat ini terasa menyebalkan."
Mata Xiao Tian melebar karena amarah yang memuncak. Dihina oleh rakyat jelata di depan rintangan tersulit!
Di depan Lin Chen, Boneka Kristal Perak itu mengayunkan tombak raksasanya. Udara terbelah, menghasilkan gelombang kejut yang merobek lantai jembatan. Serangan ini membawa kekuatan murni yang cukup untuk menghancurkan sebuah gunung kecil.
Menghadapi serangan yang bisa membelah benua di mata para jenius lainnya, Lin Chen akhirnya menggerakkan tangan kanannya ke belakang punggungnya.
Ia menggenggam gagang Pedang Berat Penelan Bintang.
"Boneka rongsokan," desis Lin Chen. "Bahkan bahan kristal perak yang berharga disia-siakan dengan formasi yang begitu kasar."
SRAAANG!
Pedang raksasa berwarna hitam legam itu tercabut dari sarungnya. Untuk pertama kalinya di jembatan ini, Lin Chen menyalurkan Qi murni dari Dantian Tingkat 7 miliknya ke dalam senjata seberat 500 kilogram tersebut.
Bilah pedang hitam itu berdengung riang, menyerap Qi Lin Chen dan memancarkan cahaya emas darah dari ukiran kuno di permukaannya.
Lin Chen tidak menghindar. Ia memutar pinggangnya dan menebaskan pedang raksasanya dari bawah ke atas, beradu secara frontal dengan mata tombak yang meluncur turun.
"Tebasan Pemecah Bintang!"
BOOOOOOMMMM!!!
Ledakan energi yang dihasilkan dari benturan itu begitu dahsyat hingga menyapu habis seluruh kabut di sisa jembatan. Mu Hongling dan Xiao Tian terhempas ke belakang, berguling-guling di atas jembatan sambil memuntahkan darah karena tidak mampu menahan gelombang kejutnya.
Di tengah pusat ledakan, sebuah pemandangan yang akan terukir selamanya di benak semua orang yang melihatnya tercipta.
Tombak perak yang memiliki kekuatan Pembentukan Fondasi itu hancur berkeping-keping layaknya ranting kering. Namun, tebasan Lin Chen belum berhenti. Pedang Berat Penelan Bintang terus melaju ke atas, membelah tepat di tengah tubuh Boneka Kristal Perak raksasa tersebut!
KRAAAAK!
Boneka tingkat Pembentukan Fondasi itu terbelah menjadi dua bagian yang sangat simetris. Inti kristalnya meledak, dan kedua potongan tubuh raksasa itu jatuh berdebum ke sisi kiri dan kanan Lin Chen.
Lin Chen berdiri tegak di tengah reruntuhan kristal perak. Pedang berat di tangannya meneteskan sisa-sisa energi spiritual yang terbakar. Napasnya tetap setenang danau mati.
Satu tebasan. Boneka Pembentukan Fondasi dihancurkan secara frontal.
Di ujung jembatan, Tetua Akademi berjubah putih yang bertugas mengawasi ujian itu berdiri mematung. Mulutnya menganga lebar, dan matanya menatap siluet pemuda berjubah hitam itu seolah-olah ia baru saja melihat hantu dari masa lalu.
Lin Chen menyarungkan kembali pedangnya ke punggung. Ia mengabaikan Xiao Tian dan Mu Hongling yang tergeletak syok di belakangnya, lalu melangkah perlahan menuju gerbang utama Akademi Bintang Jatuh.
"Ujiannya sudah selesai, bukan?" tanya Lin Chen datar saat ia berdiri tepat di depan Tetua tersebut. "Di mana asrama untuk Murid Inti?"