NovelToon NovelToon
Archive Zero

Archive Zero

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Action / Tamat
Popularitas:291
Nilai: 5
Nama Author: sena himura

Di dunia tempat takdir manusia tercatat dalam sebuah Arsip, seorang pemuda terbangun tanpa data apa pun tentang dirinya.
Saat rahasia dunia mulai terbuka, ia menjadi satu-satunya orang yang tidak seharusnya ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sena himura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 — Gadis dari Es (dan Peretas yang Cerewet)

Bab 2 — Gadis dari Es (dan Peretas yang Cerewet)

Lorong-lorong kota bawah Elarion bergetar. Bukan hanya karena alarm yang meraung, tapi karena sesuatu yang lebih dalam, lebih purba. Ren berdiri terpaku, menatap tangannya yang tadi bercahaya. Simbol ungu itu seolah meninggalkan jejak kebingungan yang lebih besar dari sebelumnya.

Apa yang terjadi? Siapa aku sebenarnya?

Suara-suara di kepalanya kembali berbisik, kali ini lebih jelas, lebih mendesak.

>Pintu kedua… menanti… di balik bayangan Archive…

Tiba-tiba, cahaya itu benar-benar padam. Drone-drone penjaga kembali berfungsi, lampu merah mereka menyorot tajam ke arah Ren, siap melenyapkannya dari muka bumi.

"Target terdeteksi! Mengunci posisi! Hancurkan!"

Ren tersentak. Ia harus kabur. Sekali lagi.

Ia berlari tanpa arah, instingnya menuntunnya ke jalan-jalan yang lebih gelap dan berliku. Setiap langkah terasa berat, bukan hanya karena lelah, tapi juga karena beban pertanyaan yang menghantam benaknya. Identitasnya yang hilang, simbol misterius, dan sekarang... suara-suara aneh di kepalanya.

Di tengah pelariannya yang panik, ia merasakan hawa dingin menusuk tulang. Udara di sekitarnya membeku, embun es mulai terbentuk di dinding-dinding lorong yang kotor. Ren berhenti, menoleh ke belakang dengan ragu.

Di ujung lorong, berdiri seorang gadis.

Rambutnya seputih abu, kontras dengan mata merahnya yang menyala bagai bara api. Kulitnya pucat, seperti porselen yang rapuh. Ia mengenakan mantel panjang berwarna gelap, menyembunyikan sebagian besar tubuhnya. Aura dingin yang ia pancarkan begitu kuat, hingga Ren bisa melihat napasnya sendiri membeku di udara.

Gadis itu tidak mengatakan apa pun. Ia hanya menatap Ren dengan tatapan intens, seolah menelanjangi jiwanya hingga ke inti terdalam.

Ren merasakan jantungnya berdebar kencang. Bukan hanya karena takut, tapi juga karena perasaan aneh yang sulit dijelaskan. Familiar, namun asing. Mengancam, namun... menenangkan?

Gadis itu mengangkat tangannya.

Es mulai merambat di sepanjang dinding lorong, membentuk pola-pola rumit seperti sulaman salju. Drone-drone penjaga membeku di tempat, lapisan es menutupi seluruh tubuh mereka hingga menjadi patung-patung beku yang mengerikan.

"Archive Zero," ucap gadis itu, suaranya pelan namun menusuk hingga ke sumsum tulang. "Jadi kau benar-benar ada."

Ren mengerutkan kening, kebingungan melanda dirinya. "Siapa kau? Bagaimana kau tahu tentang... Archive Zero?"

Gadis itu menghela napas, seolah pertanyaan Ren adalah gangguan yang menyebalkan. "Tidak ada waktu untuk penjelasan. Namaku Anya. Dan kau dalam masalah besar."

Tiba-tiba, sebuah suara cempreng memotong percakapan mereka.

"Hei, Anya! Kau menemukannya? Wah, dia benar-benar Archive Zero! Keren!"

Dari balik tumpukan sampah, muncul seorang pria kurus dengan rambut acak-acakan berwarna hijau neon. Ia mengenakan kacamata berlensa tebal yang menutupi hampir seluruh wajahnya, dan jari-jarinya lincah menari di atas keyboard mini yang terpasang di pergelangan tangannya.

"Siapa dia?" tanya Ren, menatap pria itu dengan curiga.

Anya memutar matanya. "Ini Kai. Dia... seoRang teman. Dan seorang peretas yang sangat cerewet."

Kai menyeringai lebar. "Cerewet? Aku lebih suka menyebutnya 'bersemangat'! Aku sudah meretas sistem keamanan di sekitar sini. Kita punya waktu sekitar lima menit sebelum mereka mengirimkan bala bantuan yang lebih besar."

"Lima menit?" Ren panik. "Untuk apa?"

"Untuk kabur, tentu saja!" Kai menjawab dengan nada seolah itu adalah hal yang paling jelas di dunia. "Anya membawamu padaku karena aku tahu jalan rahasia keluar dari kota ini. Tapi kita harus cepat!"

Anya meraih tangan Ren. "Ikut kami. Sekarang."

Ren ragu-ragu. Siapa orang-orang ini? Mengapa mereka membantunya? Apakah ia bisa mempercayai mereka? Tapi melihat drone-drone yang membeku dan mendengar suara sirene yang semakin mendekat, ia tahu bahwa ia tidak punya banyak pilihan.

1
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
sena himura
siap
sena himura
ok,
Uday
semangat mas, alur ceritanya bagus.

jangan lupa berkunjung ke novelku mas judulnya "Ovrien"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!