NovelToon NovelToon
Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma mossely

Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊


Menjalani sebuah pernikahan kontrak??

Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?

Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.

Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."

Semua orang, : "...."

Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?

Ikuti terus ya.

Like,vote,dan comment.
😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21.Kopi susu.

Jawaban diluar dugaan tersebut,tentu saja berhasil membuat kedua pria berbeda usia itu,sontak melihat kearah Jane.Terutama Carlos yang duduk tepat disebelahnya.

Keduanya menatap Jane dengan penasaran.

Jane yang ditatap seperti itu,segera menegakkan badannya.

"Maksud saya,saya lebih menyukai kopi yang diseduh bersamaan dengan susu segar,Kakek." Kata Jane.

Melihat keduanya masih belum mengerti akan maksudnya,Jane memilih untuk menyeduh kopi dan susu secara langsung.

Pertama-tama,Jane meraih sebuah teko tanah liat yang masih kosong,lalu membersihkannya.Setelah memastikan teko itu bersih.Jane kemudian menuangkan lima puluh gram kopi bubuk dan tiga ratus mil air putih.Aduk sebentar,lalu rebus hingga mendidih.Ketika air bercampur kopi itu mendidih,Jane menambahkan susu cair segar sebanyak dua ratus mil kedalam teko.Aduk hingga rata,tunggu aroma pahit dan manis tercium,dan jadi.

Jane menyaring ampas kopi,lalu menyajikan segelas kopi susu harum dan menggoda,kehadapan kakek Carlos.

"Silahkan,Kakek.Saya sangat menyukai kopi susu terutama ketika hujan tiba." Kata Jane dengan bangga.

Robert Benjamin menatap segelas air 'keruh',yang mengeluarkan aroma manis dan pahit secara bersamaan,di hadapannya.

Meski sempat ragu,pada akhirnya Robert memilih meraih gelas itu dan menyeruputnya pelan.Sensasi pahit dan manis langsung menerjang lidahnya.Ini benar-benar rasa yang baru.Bukannya Robert belum pernah menikmati kopi instan diluaran sana.Hanya saja,rasa kopi instan dengan campuran gula atau susu bubuk yang juga instan seperti itu sangat tidak cocok dilidahnya.

Robert tidak pernah menyukai minuman seperti itu.Tetapi hari ini...Robert kembali menyeruput kopi susu ditangannya.

Slurppp.

Robert memejamkan kedua matanya dengan puas,lalu membukanya kembali.Sebuah senyum cerah terpancar diwajahnya.

"Kau benar! Ternyata kopi dan susu yang direbus bersama dapat menghasilkan kombinasi rasa pahit dan manis yang pas.Mulai sekarang,aku mungkin akan menyukai kopi susu ini." Robert memuji kopi susu buatan Jane,dengan jujur.

Untuk membuktikan ucapannya benar.Robert bahkan menghabiskan kopi susu digelasnya.

Jane merasa senang akan hal itu.

Akhirnya , ada juga yang menyukai kombinasi dari pahitnya kopi dan manisnya susu,sama seperti dirinya.

"Jika Anda memang sangat menyukainya,saya akan mengajarkan cara membuat perbandingan yang tepat untuk Anda.Ada juga teh susu.Minuman jenis ini juga sangat nikmat." Jane tanpa sadar menjadi bersemangat ketika membahas tentang minuman favoritenya ini.

"Oh,benarkah..? Kalau begitu,kenapa kau tidak membuatkannya untuk ku juga..?" Tanya Robert dengan antusias.

Keduanya segera larut dalam perbincangan mereka tentang kopi,susu,dan teh.Mereka bahkan melupakan keberdaan Carlos diantara mereka.

Carlos yang dilupakan oleh keduanya,memilih duduk diam dan mengamati keduanya.

Terutama Jane.

Dia bertanya-tanya,daya tarik apa yang dimiliki oleh Jane,sehingga bahkan orang sekeras kakeknya bisa menyukainya dalam waktu yang singkat.

Jangan lupa,bahkan ketika Camelia muncul ditempat ini sekalipun,kakeknya belum tentu akan sudi untuk sekedar melihatnya,tidak peduli berapa banyak hal yang dilakukan oleh Camelia untuk menyenangkan hati sang kakek.Bahkan pernah suatu kali,ketika Carlos tidak ada.Camelia nekad datang berkunjung demi menghibur sang kakek,yang waktu itu tengah sakit.Bukannya merasa senang,sang kakek bahkan memerintahkan kepala pelayan kepercayaannya untuk mengurung Camelia diluar kediaman.Yang dimana hari itu juga bertepatan dengan hujan turun.Padahal,jika dipikirkan kembali,Camelia telah tumbuh dan besar bersama dengan keluarga ini.Namun ,ketidaksukaan sang kakek kepada Camelia sangat besar.

Sementara Jane..

Dia bahkan baru saja duduk selama sepuluh menit di tempat ini,akan tetapi sang kakek sudah tertawa bahagia bersamanya.

Semakin banyak pertanyaan yang timbul didalam benak Carlos.Semakin larut dia didalam pikirannya.

....

Ketika waktunya makan siang,Robert juga mengundang Jane dan Carlos untuk makan siang bersama.Bahkan siang ini suasananya terasa sangat hidup.

Bagaimana tidak...?

Jane ikut secara langsung memetik sayuran yang hendak mereka masak.Tidak hanya memetik sayuran,Jane juga ikut menangkap ikan dikolam.Gerakannya yang luwes dan cekatan,meski tangan kanannya masih terbalut perban,hal ini membuat Robert,yang melihat dari kejauhan mengangguk dengan puas.

Tdak cukup sampai disana.Jane juga ikut membantu para pelayan untuk memasak.Dia tidak tampak canggung sama sekali.Sikapnya yang juga ramah,membuat semua orang senang.

Tidak perlu menunggu lama,makan siang telah tersaji diatas meja kayu sederhana.

Mereka duduk mengelilingi meja makan,dan mulai menyantap makan siang dengan nikmat.

Sesekali terdengar percakapan ringan diantara Robert dan Jane.Sementara Carlos hanya makan dalam diam.

Ketika makan siang berakhir,pembicaraan diantara mereka juga berakhir.

"Karena pernikahan mu dan Carlos sangat terburu-buru,maka aku tidak bisa menghadirinya.Ini adalah hadiah pernikahan dari ku untuk mu." Ucap Robert sembari menyerahkan sebuah sertifikat tanah kehadapan Jane.

Jane melongo tidak percaya ketika melihat sertifikat tanah itu.

'Apakah ini asli..?' pikirnya didalam hati.

Namun, segatal apapun tangannya.Jane tidak berani menerima hadiah berharga itu.

"Terima saja,itu hanyalah sebidang kecil tanah.Aku juga tidak bisa menanaminya sendiri,jadi lebih baik berikan kepada mu saja."

Melihat Jane tidak langsung menerimanya,Robert kembali menyodorkan sertifikat tersebut kearahnya.

"Tapi Kakek,bukankah ini..."

"Terimalah.Jangan menolak niat baik dari Kakek."

Tiba-tiba Carlos angkat bicara.

Jane dan Robert secara serempak menoleh kearahnya.

Jika saja Carlos tidak membuka mulutnya sekarang ini.Maka kedua orang ini mungkin sudah lupa bahwa ada Carlos diantara mereka.Terutama Jane.

Dia telah bertindak semena-mena sejak tadi dan mengabaikan keberadaan Carlos.Apakan Carlos akan menegurnya setelah ini?

Namun sepertinya Jane terlalu banyak berfikir.

Meskipun Carlos merasa bahwa sang kakek terlalu bias dalam memperlakukan Jane dan Camelia.Tetapi bukan berarti dia akan membenci Jane secara membabi buta.

Karena Carlos dan Robert sama-sama bersikeras,maka Jane dengan senang hati menerima sertifikat tanah tersebut.

Dia bahkan mengucapkan rasa terimaksihnya dengan sangat tulus.

.....

Ketika matahari sudah mulai terbenam,Jane dan Carlos akhirnya pergi dari kediaman Robert.

Diperjalanan,keduanya lebih banyak diam.

Carlos memilih untuk memejamkan kedua matanya,sementara Jane asyik menebak-nebak berapa luas tanah yang dia dapatkan hari ini,serta akan digunakan untuk apa.

Jalanan yang mulai padat membuat perjalanan jauh lebih lambat.

Tiba-tiba saja ponsel disaku Carlos bergetar.

Carlos yang tengah terpejam,terpaksa mengangkat panggilan tersebut dengan malas.Namun,didetik berikutnya tubuh Carlos menegang sepenuhnya.

"Apa??!!!" Bentaknya.

Bahkan Jane yang duduk disebelahnya terjingkat kaget.

"Berhentikan mobilnya." Perintahnya dengan dingin.

Mark yang selalu mengikuti Carlos,segera menyadari betapa seriusnya masalah kali ini.Sehingga ,tanpa menunggu perintah untuk yang kedua kalinya,dia langsung menghentikan mobil dipinggir jalan.

"Turun." Begitu mobil berhenti,Carlos kembali berbicara.Kali ini nadanya sedikit mendesak.

Jane sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi.Jadi, dia lebih memilih diam.

1
Noveni Lawasti Munte
kalo sampe Jane gampang luluh sama Carlos awas ja tak siram muka Jane pake kopi susu😤
Rosma mossely: Serem amet buk.🙏
🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
suka karakter flowy, galak2 tp perhatian...
Herli Yani
masih kurang badas cewe nya thorr
Rosma mossely: Terimakasih kak, atas dukungan dan saran.
Saya akan terus meningkatkan karakter Jane,agar sesuai dengan ekspetasi para pembaca.Tapi...kita buat dia kuat dan bangkit secara bertahap ya.
Dukung dan ikuti terus kelanjutan ceritanya Kak.😁🤭🙏
total 1 replies
Noveni Lawasti Munte
si mawar ditamatin dlu Thor....Jane jngan gampang baper dong telan ja semua mentah2 jgan pake hati
Rosma mossely: Lagi otw say...🤭🙏

Karakter Jane nya secara bertahap tumbuhnya ya.😁
Terimakasih buat semua masukannya.
Dukung terus ya...🙏
total 1 replies
Herli Yani
buat kuat dong thor cewe nya masa lemah bnget gregetan jdi ya aku pengen tak tapol bapak nya
Rosma mossely: Siap boss ku.!!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!