NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggung Boneka

Sayembara Darah Murid Luar yang awalnya diperkirakan akan berlangsung sengit selama berhari-hari, tiba-tiba kehilangan seluruh ketegangannya.

Setelah Gao Lei—salah satu dari tiga murid terkuat di kawasan luar—dihancurkan tanpa sisa oleh seorang pemuda fana tak bernama, teror yang ditanamkan oleh Shen Yuan menyebar ke setiap sudut arena.

Di babak-babak selanjutnya, setiap kali plakat kayu milik "Mo Yuan" dipanggil, lawannya akan langsung melempar senjata mereka ke luar arena dan meneriakkan kata "Menyerah!" sebelum kaki pemuda berjubah abu-abu kusam itu menyentuh tangga giok merah. Tidak ada yang berani menantang hantu yang bisa meremukkan pertahanan hawa murni dengan tangan kosong.

Dalam waktu kurang dari dua hari, Shen Yuan melenggang dengan santai menempati peringkat pertama Sayembara Darah Murid Luar tanpa harus mengeluarkan satu tetes pun keringat tambahan.

Di hari ketiga, pelataran utama kembali dipenuhi oleh lautan manusia. Sepuluh murid yang berhasil masuk ke dalam daftar peringkat teratas dipanggil untuk berdiri berjajar di depan tribun kehormatan.

Shen Yuan berdiri di ujung barisan. Berbeda dengan sembilan murid lainnya yang membusungkan dada dan memancarkan hawa murni dengan bangga, Shen Yuan tetap membungkukkan sedikit bahunya, menundukkan kepala, dan menyembunyikan tangannya di dalam lengan jubah. Ia benar-benar memerankan sosok rakyat jelata yang rendah hati dan tahu diri.

Di atas tribun, Penatua Wu berdiri dengan sebuah nampan perak yang berisi sepuluh botol giok.

"Kalian sepuluh orang telah membuktikan bahwa kalian bukanlah sekadar semut pekerja," suara Penatua Wu menggema, membawa tekanan Lautan Qi yang membuat udara terasa berat. "Hari ini, kalian resmi melangkah keluar dari kehinaan Murid Luar. Kalian akan diberikan satu botol Pil Pembangkit Nadi dan kedudukan sebagai Murid Dalam Kuil Dewa Perak!"

Sembilan murid di sebelah Shen Yuan bersorak tertahan, wajah mereka memerah karena kegembiraan yang luar biasa.

Namun, Penatua Wu mengangkat tangannya, menghentikan sorakan mereka. Ia menoleh ke belakang, menunduk hormat saat Tuan Muda Bai Chen bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan ke tepi tribun.

Tatapan Bai Chen yang merendahkan menyapu kesepuluh murid tersebut, lalu berhenti tepat pada sosok Shen Yuan. Seulas senyuman licik terukir di bibir sang Tuan Muda.

"Mo Yuan," panggil Bai Chen. Suaranya tidak keras, tetapi cukup untuk membuat jantung seluruh Murid Luar di pelataran itu berdetak lebih cepat.

Shen Yuan melangkah maju satu tindak, lalu berlutut dengan satu kaki. "Hamba di sini, Tuan Muda."

"Kudengar kau tidak memiliki bakat untuk membuka pembuluh nadimu, tetapi kau mengonsumsi sesuatu di alam liar yang membuat tubuhmu sekeras zirah baja," Bai Chen berbicara seolah sedang menilai seekor kuda pacuan. "Kekuatan jasmanimu cukup menarik untuk ukuran seorang fana. Menjadi Murid Dalam biasa terlalu membosankan untuk bakat unik sepertimu."

Napas para murid di sekitar Shen Yuan tertahan. Mendapat perhatian langsung dari Tuan Muda Bai Chen adalah anugerah dari surga!

"Pamanku, Pelindung Bai Luo, saat ini sedang membutuhkan seorang pelayan khusus di Puncak Neraka Es untuk menjajal beberapa ramuan pemurnian jasmani tingkat tinggi," lanjut Bai Chen, matanya memancarkan kedengkian yang tersembunyi dengan sangat rapi. "Kau memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa. Aku akan secara pribadi menganjurkanmu untuk menjadi pelayan pribadi di sana. Jika kau bisa bertahan melayani pamanku, kau tidak hanya akan mendapatkan pil fana, tetapi pusaka keabadian pun akan menjadi milikmu. Bagaimana?"

Mendengar tawaran tersebut, sembilan murid pilihan lainnya menatap Shen Yuan dengan mata memerah penuh rasa iri yang luar biasa. Menjadi pelayan pribadi seorang Pelindung di Ranah Peleburan Jiwa?! Itu adalah kedudukan yang bahkan diperebutkan oleh para Penatua Sekte Dalam!

Namun, di dalam lautan kesadaran Shen Yuan, Leluhur Darah tertawa terbahak-bahak hingga suaranya bergema ke seluruh relung Dantian-nya.

"Hahahahaha! Pelayan khusus?! Ramuan pemurnian?! Tuan Muda bodoh ini benar-benar tidak tahu bagaimana cara berbohong!" Leluhur Darah mencibir dengan kejam. "Dia terang-terangan memberitahumu bahwa pamannya sedang meramu racun atau ilmu jahat, dan mereka membutuhkan 'Kuali Darah' alias tumbal hidup yang tubuhnya tidak mudah meledak! Mereka membawamu ke sana untuk dikuliti dan disiksa!"

"Aku tahu," jawab Shen Yuan dalam batinnya, senyum iblis yang tak kasat mata terbentuk di balik wajahnya yang tertunduk. "Dan mereka baru saja memberiku kunci emas untuk melewati seluruh susunan aksara pertahanan sekte ini dan meletakkanku tepat di depan tenggorokan sasaranku."

Di dunia nyata, Shen Yuan memaksakan suaranya bergetar, seolah ia sedang dilanda kebahagiaan yang meluap-luap. Ia bersujud hingga dahinya menyentuh lantai giok.

"Kebaikan Tuan Muda Bai Chen setinggi langit! Hamba yang rendah ini bersedia mempertaruhkan nyawa untuk melayani Tuan Pelindung Bai Luo! Hamba tidak akan pernah melupakan anugerah ini!" seru Shen Yuan dengan nada yang sangat meyakinkan.

Bai Chen tersenyum lebar. Ia sangat menyukai melihat anjing fana yang mengibaskan ekornya tanpa menyadari bahwa lehernya sudah berada di bawah pisau jagal.

"Bagus. Kau tahu berterima kasih," Bai Chen mengibaskan lengan jubah sutranya. "Penatua Wu, bawa anak ini bersamaku. Sembilan orang lainnya, serahkan pada balai pendaftaran Murid Dalam."

"Sesuai perintah, Tuan Muda!"

Penatua Wu melompat turun dari tribun, mendarat di samping Shen Yuan. Ia menepuk bahu pemuda itu dengan tatapan setengah kasihan, lalu memberi isyarat agar Shen Yuan mengikutinya.

Sorak-sorai kekaguman dan rasa iri mengiringi kepergian Shen Yuan dari Pelataran Murid Luar. Ribuan orang menganggap pemuda kumal itu baru saja mendapatkan anugerah langit, tanpa menyadari bahwa yang sedang melangkah pergi bersama para petinggi sekte itu adalah dewa kematian yang akan segera menghancurkan fondasi mereka.

Shen Yuan mengikuti Penatua Wu dan Bai Chen menaiki sebuah perahu giok kecil yang ditarik oleh dua ekor Bangau Awan. Mereka meninggalkan pelataran bawah, melesat naik menembus lautan awan yang menyelimuti pertengahan Gunung Pilar Langit.

Semakin tinggi mereka naik, kepadatan hawa murni alam di sekitar mereka meningkat secara drastis. Jika di bawah sana hawa murninya terasa seperti embun, di sini, hawa murni itu mengalir seperti sungai yang meresap langsung ke dalam kulit.

Melewati awan lapis pertama, pemandangan sekte raksasa yang sesungguhnya terhampar di depan mata Shen Yuan.

Istana-istana pualam yang melayang di udara, jembatan cahaya yang melengkung menghubungkan satu puncak dengan puncak lainnya, dan ribuan pendekar berpakaian perak yang terbang melintasi langit menggunakan pedang pusaka. Di tengah-tengah semua itu, terdapat pilar-pilar batu raksasa yang memancarkan cahaya susunan aksara pertahanan tingkat Peleburan Jiwa.

"Susunan Aksara Pemusnah Bintang," batin Shen Yuan, matanya dengan cepat memindai pertahanan tersebut. Jika ia mencoba masuk secara paksa dari luar, susunan ini akan merobeknya menjadi abu dalam sekejap mata.

Namun kini, ia diundang masuk melewati gerbang utamanya dengan karpet merah.

Perahu giok itu terus menanjak, melewati wilayah Sekte Dalam, dan mengarah ke salah satu puncak tertinggi di bagian utara gunung. Puncak tersebut berbeda dari yang lain. Tidak ada cahaya terang atau burung bangau yang berterbangan di sekitarnya. Puncak itu diselimuti oleh kabut es berwarna biru pucat, dan suhu udaranya sangat membekukan hingga membuat embun di udara berubah menjadi butiran salju.

Puncak Neraka Es. Kediaman pribadi Pelindung Bintang Tujuh, Bai Luo.

Saat perahu giok mendarat di pelataran yang sepenuhnya terbuat dari es abadi, Shen Yuan melangkah turun sambil berpura-pura menggigil kedinginan. Tubuh Emas Gelap-nya dengan mudah menahan hawa Yin yang menusuk tersebut, tetapi ia harus terus memainkan perannya.

"Tetap di sini," perintah Bai Chen kepada Shen Yuan dengan nada dingin, tidak lagi ramah seperti saat di depan ribuan murid. "Penatua Wu, bawa dia ke Penjara Bawah Tanah Es. Aku akan melapor kepada Pamanku bahwa kita telah mendapatkan bahan tumbal yang baru."

Penatua Wu mengangguk. Ia mencengkeram lengan Shen Yuan dengan kasar. "Ayo jalan, Bocah."

Penatua Wu menyeret Shen Yuan menuju sebuah gua es yang terletak di balik istana utama. Semakin dalam mereka masuk, udara semakin mencekik. Di sepanjang lorong, terdapat sel-sel penjara yang terbuat dari jeruji es abadi. Di dalam sel-sel tersebut, Shen Yuan bisa melihat tulang belulang manusia yang telah menghitam, dan beberapa pendekar yang masih hidup namun dalam kondisi mengenaskan—kulit mereka membiru, darah mereka membeku, mengerang pelan memohon kematian.

Mereka semua adalah "Kuali Darah" sebelumnya yang gagal bertahan hidup dari praktik kejam Bai Luo.

Penatua Wu membuka salah satu sel kosong di ujung lorong dan mendorong Shen Yuan masuk ke dalam.

Brak! Jeruji es itu ditutup dan dikunci dengan segel hawa murni.

"Nikmatilah malam pertamamu di Sekte Dalam, Mo Yuan," ucap Penatua Wu dengan senyum kasihan. "Jangan mencoba memutar hawa murni, karena hawa Yin di tempat ini akan membekukan jalur nadimu jika kau melawan. Berdoalah agar Tuan Pelindung sedang dalam suasana hati yang baik besok."

Penatua Wu berbalik dan meninggalkan lorong penjara itu, membiarkan kegelapan dan hawa dingin mengurung Shen Yuan.

Setelah langkah kaki Penatua Wu tak terdengar lagi, postur tubuh Shen Yuan yang tadinya membungkuk dan menggigil perlahan tegak. Kain kusam di wajahnya ditarik turun.

Ia memutar lehernya, lalu melihat ke sekeliling sel es yang mematikan itu.

"Hawa Yin mutlak yang sangat murni..." Shen Yuan mengangkat tangan kanannya, menyentuh jeruji es abadi tersebut. Pusaran merah kehitaman perlahan muncul di telapak tangannya.

Sutra Penelan Surga merespons dengan rasa lapar yang buas. Energi es di tempat ini, yang dianggap mematikan bagi orang lain, bagi Shen Yuan hanyalah kolam energi gratis yang akan menjadi sarana untuk menyeimbangkan hawa Yang dari Inti Emas Jian Wushuang di dalam tubuhnya.

"Pamanmu sedang mencari tumbal, Bai Chen?" Shen Yuan menyeringai, matanya menyala dengan kilatan pembantaian di tengah kegelapan penjara. "Sayang sekali. Kau baru saja mengunci seekor naga kelaparan di dalam lumbung makanan keluargamu."

Shen Yuan duduk bersila di tengah sel es tersebut. Ia tidak mencoba melarikan diri. Ia akan menunggu hingga esok hari, menunggu Sang Pelindung berzirah perak itu turun menemuinya, dan saat itu terjadi, ia akan memastikan bahwa Puncak Neraka Es ini benar-benar berubah menjadi neraka tanpa dasar bagi pemiliknya.

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!