Kristella Duan tak menyangka jika pekerjaannya sebagai penulis novel erotis membawanya terjebak dalam pusaran obsesi mafia kejam Dominic Stralerr. Ketua klan mafia terbesar yang hanya bisa bergairah karena membaca novel yang dia buat.
Bagaimana Kristella di tekan untuk membuat cerita- cerita hanya untuknya, dan demi membangkitkan gairahnya yang telah mati. Hingga sebuah ide gila muncul yang Kristella kira bisa membuatnya lepas dari tekanan tersebut, namun justru membuatnya semakin terjerat dan tak bisa lepas.
"Bagaimana kalau kita praktekan saja secara langsung, Tuan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesan Mesvm
Ella keluar dari mini market dengan sebuah kantung di tangannya, jari- jarinya memegang eskrim yang dia nikmati sepanjang jalan.
Bibirnya bergumam nyanyian sambil melihat sekitarnya, matanya bergerak gelisah ke kanan dan ke kiri memperhatikan sekitar.
Sejak penculikan tempo hari Ella menjadi lebih waspada terkesan paranoid seolah ada yang mengikutinya setiap kali dia keluar dari rumah.
Dan malam ini suasananya lebih mencekam dari biasanya seperti terlalu sepi dari orang-orang. Padahal malam masih terlalu muda untuk mengurung diri di dalam rumah.
Atau itu hanya perasaannya saja?
Entahlah, yang pasti Ella selalu merasa ketakutan jika di luar rumah. Jadi, langkahnya yang sejak tadi mencoba pelan dia percepat agar segera tiba di kamar kosnya.
Tiba di kamar kosnya Ella menghela nafas dengan lega. Meletakkan belanjaannya Ella segera melangkah ke arah laptopnya yang dia biarkan terbuka setelah memposting bab baru di bukunya satu jam lalu tepatnya sebelum dia pergi ke mini market. Setelah satu bulan bukunya tidak selesai Ella kembali melanjutkan. Beruntung pembacanya tidak lari sepenuhnya, hingga di bisa terus menulis dan menghasilkan uang. Ya, meski ada juga yang meninggalkannya mungkin karena terlalu lama hiatus.
Ella mengerutkan kening saat melihat seseorang memberinya hadiah yang lumayan besar. "Siapa?" gumamnya sambil membuka akun si pemberi hadiah.
Ella menghela nafasnya saat melihat nama akun si pemberi hadiah. Kenapa perasaannya jadi tak senang saat tahu orang yang memberi hadiah besar itu bukan Mr,D?
"Kenapa aku seperti tersihir pria itu," gumamnya kesal. Dia tidak bisa lupa sepenuhnya bahkan setelah beberapa hari dia lari dari rumah Dominic. "Apa karena dia merebut ciuman pertamaku?" Ella cemberut mengingat ciuman pertamanya yang terenggut hanya untuk membuktikan kejantanan Dominic.
"Terimakasih untuk hadiahmu🩷"
Ella mengetik ucapan terimakasih dan mengirimnya ke akun si pembaca. Bagaimana pun orang itu memberinya hadiah yang lumayan besar.
Meninggalkan laptopnya Ella kembali pada belanjaannya untuk merapikannya dalam lemari es, menatanya dengan rapi lalu mengambil satu cup mie untuk dia seduh sebagai menu makan malamnya.
Seperti kesehariannya sebelumnya Ella makan sambil memperhatikan komentar- komentar di beranda novelnya. Lalu kembali menulis bab baru. Mie panas itu masih nampak mengepulkan asap namun tak menghentikan Ella untuk makan, hingga mienya tandas.
Beberapa menit memperhatikan laptop sambil sesekali melihat ponselnya Ella sudah mulai mengantuk. Tanpa mematikan laptopnya Ella melangkah ke arah ranjang kecilnya untuk tidur.
Tak menunggu lama Ella sudah terjatuh ke alam mimpi. Dan saat itulah terdengar knop pintu di putar halus lalu pintu terbuka menampilkan Dominic. Wajah pria itu nampak mengeras sebentar melihat posisi tidur Ella yang memang selalu tak beraturan. Setelah kemarin kakinya menjuntai ke lantai, kali ini tubuhnya tengkurap tanpa selimut.
Dominic duduk di kursi kerja Ella dengan menatap ke arah tubuh Ella yang tergeletak tidur di ranjang sempitnya. Jari- jarinya mengetuk meja perlahan masih dengan tatapan pada tubuh kecil yang jika berdiri bahkan hanya sebatas dadanya saja.
Sedang apa dia disana, pikirnya. Dia sampai tak pulang ke rumahnya, dan justru menyelinap masuk ke kamar kos kecil ini. Apalagi setelah malam itu Dominic jadi memiliki kunci kamar Ella dengan membuat duplikatnya yang memudahkannya untuk menyelinap.
Tring!
Notifikasi muncul dari laptop Ella yang menyala.
Melihat sebuah pesan Dominic menggerakkan jarinya di atas mouse untuk membuka pesan tersebut. Dahinya mengernyit melihat pesan tersebut setelah membaca pesan sebelumnya dimana Ella mengucapkan terimakasih atas hadiah yang di berikan. Namun yang mengganggunya adalah emoticon love yang melengkapi juga balasan di pembaca.
"Apapun untukmu, Ella. Aku menantikan bab selanjutnya. Dan kau selalu tahu cara membuatku bergairah. Oh, Ella aku membayangkan aku menjadi seperkasa Justin dan benar-benar menikmatinya."
"Bajingan mesum!" Dominic melihat pesan- pesan lain. Dan Ella memang selalu memberi pesan terimakasih setelah seseorang memberi hadiah padanya. Namun dia kembali terganggu dengan pesan- pesan balasan ke akun Ella. Akun yang di dominasi laki-laki yang membalas pesan Ella dengan ucapan mesum menjijikan.
Memang lebih bagus jika Ella hanya menulis untuknya!
....
Retensi tidak memenuhi guys😭
Tidak bisa ku kontrak disini🥺
Sayang sekali. Kalau aku seret ke f i z zo adakah yang mau ngikut baca😁
kan kamu yg ngawalin....
jadi ketagihan kan itu Dom..🤭
ada musuh atau emang sengaja diledakin sama Dom buat ngehapus jejak 🤔🤔
kamu malah bikin Ella jadi takut sama kamu..
bakal kangen dunks kak ....
aq dah vote kamu nih..
semoga retensi kamu bagus ya..