Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.
Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,
— Stupid Wife —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Lebah dan Bunga
Bunga terbangun dari tempat tidurnya entah kenapa badannya sangat sakit sekali, ia berjalan ke arah toilet entah kenapa ia ingin sekali memuntahkan segala sisa makanan yang ia makan
Hueekk.. Hueekk!
Muis yang mendengar suara-suara tersebut langsung terbangun, matanya mencari sang istri namun tidak ia dapati di kamar tersebut ia bergegas mendekati pintu kamar mandi.
" Sayang? " Ia mengetuk halus pintu tersebut,
Krekk!
Bunga langsung memeluk Muis entah kenapa membuat Muis merasa bahagia sekali, wanita itu terlihat sangat pucat Muis menaruh telapak tangannya di dahi Bunga membuat gadis itu terdiam diri.
" Sayang, nanti kita ke dokter! "
" Ya bang, aku lemas sekali! " Katanya dengan suara hampir tidak terdengar, membuat Bunga memilih untuk tidak melarang Muis wajahnya yang lemah membuat hati Muis tercabik-cabik ia tidak pernah melihat Wanita itu lemah.
" Mau makan? " Tanya Muis karena wanita itu pasti tidak akan menolak, apalagi sekarang sudah jam tiga malam biasanya wanita itu akan bangun nyemil. Namun sayangnya Wanita itu menggeleng kan kepalanya,
" Mau bobo aja " Sahut Bunga sembari naik keatas ranjang, ia membaringkan tubuhnya di ranjang tersebut Muis pun menghampiri wanita itu lalu berbaring di samping nya.
" Udah enakan? "
" Masih sedikit sakit perut bang, tapi Bunga kan kuat! " Kata Bunga dengan suara ceria membuat Muis meringis, " Hmm.. Bunga ku memang kuat! " Gumam Muis, Bunga tersenyum lalu ia memilih untuk menutup matanya entah kenapa tubuh nya sangat-sangat lelah.
Pagi ini adalah pagi yang petaka untuk Raya, dimana ia akan dibawa oleh anak dan menantu barunya itu ke panti jompo. Ia terisak dalam diam begitu terlukanya dirinya saat mendengar Areta begitu bangga nya berkor-koar mulutnya mengatakan ingin mengantarkan dirinya ke panti jompo.
Sungguh tidak tahu malu sekali, anaknya itu perkataan sang anak membuat luka yang mendalam bagi dirinya. Seperti ada duri yang merembet menusuk mematikan aliran darah yang berada di dalam diri nya,
Kursi roda itu terayun pelan, Areta yang mendorongnya sementara menantunya yang baik hati itu enggan mengantarkan. Mama mertuanya ke kehidupan baru nya,
" Jaga mama saya ya. Mbak kalau ada apa-apa silakan hubungi nomor ini! " Kata Areta kepada penjaga panti jompo cinta samudra. Ia memberikan nomor telepon Muis,
" Baik mbak, "
" Saya permisi ya mbak, "kata Areta tampaknya begitu senang sekali rasanya bebannya sudah berkurang satu. Raya mengeja kata demi kata untuk mengungkapkan rasa sakitnya, kala anak pertamanya itu membawanya ke panti jompo tersebut. " Ng-a! "
" Bu Raya mari ikut saya, kita istirahat sekalian saya ajak ibu keliling panti ini! " Kata penjaga panti tersebut mendorong kursi roda. Raya memasukannya kepada kehidupan yang sulit melihat masa depan yang mulus,
" Jangan-jangan, aku hamil? " Monolog Bunga pada dirinya kala, ia ke kamar mandi untuk memeriksa kondisinya saat ini. Ia menatap lurus benda kecil yang akan membuat hidupnya berubah,
Bunga diam-diam melakukan test kehamilan itu, karena ia apa? Karena Muis mengiranya bodoh jadinya sebelum ke rumah sakit nanti Bunga harus mengecek dulu.
Bunga menghela napas lega, saat melihat satu garis merah di alat tersebut ia tersenyum puas tadinya ia ingin sekali hamil namun ia memutar rencananya agar tidak cepat-cepat hamil dan Bunga sengaja meminum obat pencegah kehamilan.
" Alhamdulillah " Gumam nya nyaris tenggelam dibawah kelegaan. Ia menatap wajahnya di pantulan cermin lalu sebuah senyuman misteri terbit di wajah cantiknyaa,
" 𝗬𝗮, 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘀𝗶𝗮𝗽-𝘀𝗶𝗮𝗽 𝗻𝗮𝗻𝘁𝗶 𝘀𝗲𝘁𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗽𝘂𝗹𝘂𝗵 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗮𝗺𝗶 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲 𝘀𝗮𝗻𝗮. 𝗦𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝗶𝗻𝘁𝗿𝘂𝗸𝘀𝗶 𝗸𝗮𝗻! " Kata Bunga kepada benda pipih yang ia bawa kekamar mandi dengan suara pelan pastinya,
" 𝗕𝗮𝗶𝗸 𝗯𝘂 "
" 𝗕𝗮𝘆𝗮𝗿𝗻𝘆𝗮 , 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗳𝗲𝗿 "
" 𝗕𝗮𝗶𝗸𝗯𝘂 𝘁𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵! "
Bunga segera mematikan telepon nya, ia bergegas keluar dari kamar mandi sebelum itu dirinya menyimpan tes kehamilan itu di kantung piyamanya.
" Masih mual? " tanya Muis kala dirinya keluar dari kamar mandi. Bunga tersenyum misteri ia melangkah maju lalu menyosor tubuh Muis membuat lelaki tersebut terbelalak agak terkejut.
" Ya bang, mual rasanya aku mau makan yang manis - manis " Kata Bunga membuat Muis berkerut dahi " Makan apa? , nanti abang suruh bibi buatkan? " Tanya nya
" Hmm, rujak! "
" Itu bukan manis sayang, itu asem! " Kata Muis ia merasa geli saat membayangkan asamnya buah - buah di rujak tersebut. Membuat matanya menggeliat keasaman,
" Katanya ngga asem bang! " Bunga bersikukuh membuat Muis menelan ludahnya.
" Makan dulu, nanti abang belikan! " Katanya pada akhirnya " Abang yang terbaik! "
Cupp!!
Bunga dengan sengaja mencium pipi lelaki tersebut, ia sengaja memancing lelaki tersebut membuat lelaki itu segera membalas ciuman Bunga namun bukan di pipinya tapi di bibir mungil tersebut ia menyesap nya seolah seekor lebah yang menyesap sari-sari bunga yang begitu manis.
" Abang Kaya lebah! " Seru Bunga
" Ya kamu bunga nya yang abang isap!, sangat manis! " Kata Muis
" Oke sekarang aku panggil abang Lebah.. "
" Ya kita lebah dan bunga! "
" Okey!! "