Tania Kartika harus menelan pil pahit saat alat tes kehamilan menunjukkan dua garis merah yang cukup jelas. Ia hanya bisa memejamkan mata, mengingat malam panas sebulan yang lalu bersama Lingga Perdana, sang mantan terjadi tanpa pengaman. Sungguh Tania tak menyangka hanya sekali melanggar, langsung jadi.
Bagaimana nasib Tania sekarang? haruskah ia menghilangkan janin ini, apalagi Lingga sudah menjadi suami dari seorang model? Beginilah nasib percintaan yang kalah akan strata sosial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENYAKITKAN
Perjalanan menjadi pebisnis memang tidak mudah, tidak ada hasil instan semuanya berprogres layaknya naik anak tangga. Seperti halnya penjualan di toko Tania. Di awal pembukaan dia juga mengalami tak ada yang beli, bolak balik melihat marketplace toko, sama sekali tidak ada yang lihat konten jualannya, namun ia terus belajar promosi dengan menerapkan apa yang pernah ia pelajari saat kuliah dulu, perlahan naik, pecah telor hingga puluhan paket tiap harinya. Semua diimbangi dengan kerja keras tidak hanya menunggu pembeli, sampai Tania rela panas-panasan COD untuk menggaet pembeli.
Mau gimana, tidak ada tempat bergantung baginya. Hidupnya sendiri maka dia harus berjuang keras memastikan kehidupan dia dan anaknya kelak tak kekurangan suatu apapun. Beruntung dirinya diberikan rumah di kawasan lumayan elit yang warganya tidak ada waktu untuk ngerumpi. Sehingga kehidupan Tania jauh dari omongan negatif para tetangga.
Tante Lusi akhirnya tahu kalau Tania hamil, karena saat Tania menyerahkan paket orderan ke kurir sore hari, Tante Lusi yang kebetulan baru saja pulang kaget melihat perut Tania yang mulai membuncit, meski tak pernah menyinggung tetap saja sebagai orang tua khawatir akan kedekatan Salman pada Tania.
"Mama gak masalah kamu berteman dengan siapa pun, tapi mama mohon jangan sampai menaruh perasaan pada Tania," ucap Tante Lusi setelah mengonfirmasi penampilan Tania pada Salman. Tante Lusi tetap menghargai kehidupan Tania, tapi beliau berhak meminta batasan pada sang putra.
"Apa sih, Ma. Kami gak sedekat itu, Tania tuh perempuan yang tahu diri, Ma. Kondisi dia masih tabu di lingkungan kita, jadi dia tak mudah berinteraksi dengan siapa pun," Salman menangkap gelagat Tania yang tak mau terlalu dekat dengannya.
"Kamu mengamati dia?" tanya Tante Lusi dan Salman mengangguk. "Jangan bilang kamu naksir sama dia."
"Dibilang naksir sih enggak, Ma. Cuma pengen berteman saja, dia sepertinya perempuan berprinsip."
"Ya kalau berprinsip gak mungkin hamil tanpa suami dong, Salman." Sepertinya Tante Lusi akan menjaga jarak pada Tania, pandangan beliau mendadak bergeser pada sosok Tania.
"Ya mungkin itu kekurangan Tania, Ma. Terlalu bebas soal pacaran," ucap Salman sebijak mungkin.
Tania sendiri sadar kalau Tante Lusi mulai jaga jarak, karena setiap beliau di rumah pasti dikit-dikit kirim makanan, tapi sekarang tidak. Bahkan chat saja tidak. "Mau mengharap perhatian dari Tante Lusi emang aku punya hak?" sindir Tania agar sadar diri.
Sedih? Pastinya, cuma kembali lagi, Tania saat pembagian perhatian dan kasih sayang berada di urutan terakhir, sehingga mau tak mau ia harus menyayangi diri sendiri.
Sekarang ditempa kepahitan hidup, nanti saat sudah punya anak dia tentu akan punya teman. Tania kembali ke setelan awal, cuek dan berani hidup sendiri. Ia semakin fokus pada jualannya, dan konten-konten jualan di beberapa media sosial. Followernya bertambah berefek pada rate penjualannya juga.
Sampai ia mendapat undangan dari sebuah platform awards atas penjualan skincare Tania, padahal bisnisnya belum genap satu tahun, sebuah pencapaian luar biasa. Tania sangat bangga.
Ia pun membuat video ucapan terimakasih kepada para follower, customer, dan reseller, yang telah bekerja sama dengan baik padanya. Tania sangat terharu dan bahagia sekali, bahkan ia sengaja membuat dresscode ke butik untuk menghadiri acara tersebut. Tak menang pun tak masalah, yang penting ada kesempatan untuk bertemu kreator luar biasa lainnya.
Dress code long dress warna hitam panjang, dan sangat anggun saat dipakai Tania dengan menampilkan perut buncitnya yang terlalu besar, semakin membuatnya percaya diri dan siap hadir.
Ia melewati red carpet dan banyak kilatan kamera pada malam itu, mendadak jadi seorang artis. Senyum terpancar saat berkenalan dengan kreator lain, bertemu dengan orang yang sefrekuensi itu sangat menyenangkan.
Satu per satu rundown acara berjalan dengan lancar, dan sesuai prediksi Tania, malam ini dia tidak membawa piala, tapi pengalaman malam ini sudah sangat membanggakan. Senyum ceria Tania tiba-tiba pudar saat dia akan pulang.
Di area lorong menuju parkiran, ada seorang laki-laki yang menatapnya tajam. Dia sengaja menepi dari beberapa pewarta yang sedang mewawancarai sang istri. Lelaki tersebut adalah Lingga.
Tatapan keduanya saling tertaut, dan Tania yang lebih dulu memutus tatapan tersebut. Ia melanjutkan langkah menuju parkiran, lebih baik segera pulang.
Ada emosi tertahan dalam diri Lingga, karena Tania bisa hidup dengan baik tanpa dia, dan sudah resign dari kantor sang abang. Bahkan bisa datang ke acara bergengsi seperti ini. Lingga juga melihat, Tania masuk mobil, itu tandanya taraf hidupnya meningkat. "Ternyata kamu hidup dengan baik, sedangkan hidupku sangat kosong tanpa kamu. Sebentar lagi aku akan mengirimkan hadiah untuk kamu sebagai kejutan terindah," gumam Lingga dengan mengepalkan tangan erat.
Tania tak mau memikirkan Lingga lagi, begitu sampai rumah, ia segera berganti baju dan mengunggah beberapa video dan fotonya saat di acara itu. Sekedar mengunggah dan menyematkan caption saja, memanfaatkan moment untuk fyp. Setelah itu ia tidur, hamil tua mendadak jadi jompo.
"Selamat malam dedek," ucap Tania sembari mengelus si bayi yang sudah memasuki minggu ke-35.
Tania tidur dengan tentram, Lingga begadang penuh tantrum. Dengan menggunakan kaos lengan pendek, di dalam mobil ia sengaja merekam dirinya sendiri.
"Habis antar istri ke acara awards, bertemu dengan seorang perempuan hamil, terlihat bangga dan bahagia padahal dia hamil tak punya suami. Siapa dia? Aku kasih clue, yang jualan skincare, dia pikir bisa diundang ke acara bergengsi bisa menghapus stigma hamil di luar nikah. Miris ya. Emang sekarang di Indonesia, orang hamil di luar nikah dianggap wajar ya? Next acara kalau ada orang yang melanggar norma mending kasih cancel culture sih, jangan malah dikasih panggung. Salam waras," ucap Lingga sedikit menggebu dan nada bicaranya ketus.
Selama ini ia tak pernah bermain media sosial, tapi malam ini, ia langsung mengunggah ujaran memojokkan pada Tania, meski tak menyebut secara langsung. Terlebih Lingga mencantumkan jenis awards tersebut, agar menaikkan algoritmanya. Diunggah kurang dari 10 menit, langsung dikomentari banyak orang.
Siapa nih yang dimaksud? Ini suami Calista kan ya? Tulis komentar pertama memastikan si pengunggah adalah suami Calista, si influencer yang juga ikut dalam acara tersebut.
Penasaran cuy, langsung cari siapa perempuan itu.
Ya elah, platform juga gak sampai menelusuri kehidupan pribadinya kali, lagian penilaiannya terkait akunnya. Sarap nih orang.
Nih cowok mulutnya lemes amat ya. Jangan bilang kamu gak punya dosa, Bang, hingga mengumbar aib orang.
@beauty_Tan bukan yang dimaksud?
Emang situ kenal dekat kah? Sampai tahu kalau dia hamil tanpa suami? Atau jangan-jangan dikau ayah bayi itu. Kalau aku jadi Calista ngamuk sih, ngapain laki gue concern dengan cewek lain. Situ waras?
Yang jelas unggahan Lingga berhasil meninggalkan jejak komentar sembari tag akun jualan Tania. Tega.
GO go Tania semangat