NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.
Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??
Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"AKU WANITA MURAHAN "
sreg sreg sreg, suara ibu memasak di dapur, queen hari ini masuk kerja siang, sedikit bisa bersantai pikirnya, ternyata ibu sudah mencuci, semua pekerjaan rumah sudah dikerjakan.
"Ibu kenapa sudah mencuci, kan queen bilang biar queen saja yang mencuci" kata queen
" tidak apa-apa nak, kamu istirahat, lagian ibu juga tidak ngapa-ngapain pulang kerja. " jawab ibu.
Queen sangat kasihan melihat ibu dan bapak, queen sudah menyuruh mereka berhenti bekerja, tetapi mereka menolak. padahal sejak queen bekerja di pabrik yang sekarang, gajinya sudah lumayan, karena pabrik tersebut mengikuti standar UMK setempat.
Queen menyalakan TV nya, dia mencari chanel upin dan ipin, setelah ketemu dia memilih diam dan menikmati rama kartun dari negeri jiran tersebut.
" kamu ini, sudah sedewasa ini masih saja menonton upin dan ipin" kata bapak
" dari pada nonton drama ikan terbang dan menangis-nangis, lebih baik lihat ini pak, lucu... Tuh rambutnya cuma seuprit" jawab queen sambil tertawa
" ya sudah, bapak ibu berangkat kerja dulu ya," kata bapak
" iya pak" jawab queen lalu salim pada bapak dan ibu nya.
Queen di rumah sendirian, dia menutup pintu rapat, tetapi tirai jendela tetap terbuka. Sehingga akan terlihat siapa saja yang lewat atau datang.
Queen melihat hp di sampingnya, berkedip menandakan ada pesan masuk.
" kamera sudah ketemu dek, ternyata tertinggal di rumah saat kita pulang waktu itu, mau di antar apa kamu ambil??" ternyata pesan dari abdi.
" aku ambil saja mas, kebetulan aku masuk kerja siang" kata queen.
" baiklah, mas tunggu ya" jawa abdi
Queen langsung beranjak dari duduk nya, berganti baju dan bersiap ke kos nya abdi. perhalanan 30 menit untuk sampai di kosnya abdi.
tok tok tok, "asalamualaikum" salam queen
"walaikumsalam, masuk dek" jawab abdi
queen segera masuk, dan duduk di lantai dekat tempat tidur, abdi menghidangkan pizza dan minuman kesukaan queen, membuat kecanggungan di antara mereka hilang, abdi duduk di depan queen, dan tanpa sengaja melihat tanda merah di ceruk leher queen, membuat darahnya mendidih, mengingat dialah yang mengambil kegadisan queen.
" kamu sudah sejauh apa dek dengan laki-laki itu??" tanya abdi menahan amarah.
" apa sih mas, bertanya yang lain aja, tidak penting, dan... Kameranya mana?? Aku harus segera pulang" jawab queen.
Abdi semakin tidak bisa menahan emosi, sikap tempramennya kembali mencuat, abdi mengepalkan tangannya, dia tidak menyangka queen bisa melakukan itu dengan laki-laki lain. Dia mengira queen tidak akan membuka baju untuk siapapun setelah dia mengambil nya. Dan hari ini jawaban queen membuat emosi nya kembali tersulut.
Abdi tidak ingin ada yang mendengar pertengkaran itu, dia menutup pintu dengan rapat.
" mas!!! Kenapa di tutup pintunya??" jawab queen
" kamu bilang apa tadi?? Tidak penting???, aku yang mengambil kepe××××× kamu bilang gak penting??" abdi tersulut emosi.
" iya!!! Ini adalah urusanku, privasiku, kita tidak memiliki hubungan apapun, jadi tidak perlu ikut campur atau menanyakan hal yang tidak penting" jawab queen dengan berani
Abdi sudah tidak bisa mengendalikan emosi, harga dirinya terasa tercabik-cabik, queen sama sekali tidak melihatnya, padahal dia berusaha menjaga kesetiaan meskipun sudah putus, dia tidak menyentuh wanita manapun karena berharap hanya queen yang di sentuhnya seumur hidup. kenyataan queen sudah di sentuh laki-laki lain membuat darahnya mendidih.
"kamu sangat menghancurkan aku dek!!!!" tangan queen di tarik abdi, lalu abdi menindihnya.
"mas!! Lepas!! Apa yang kamu lakukan???" queen berontak, tetapi tidak bisa. Abdi susah mengukungnya.
"diam, aku akan memberikan kenikmatan pada mu dek" kata abdi.
" tidak mas, jangan lakukan itu" jawab queen.
Abdi mengunci tangan queen ke atas, lalu menarik resleting hingga baju terlepas queen tetap memberontak , tetapi kalimat abdi menghancurkan pertahannya.
" diamlah, kamu bisa melayani laki-laki itu, tentunya kamu juga bisa melayaniku" kata abdi
" kamu menganggapku murahan mas??"
" bukankan kenyataannya seperti itu, kamu dengan senang hati membuka kaki untuk ku dan untuk dia" jawab abdi.
Deg!!! ucapan itu berhasil menyayat hatinya. Airmata nya meleleh tanpa bisa di tahan. Lalu dia berkata " lakukan sesukamu mas, ayo puaskan aku!!! "
Queen tak lagi melawan, dia diam saat abdi melepas semua baju nya, abdi semakin tersulut emosi melihat tubuh queen penuh dengan bercak, semua area sensitifnya tercetak jelas bercak yang masih merah segar, tanda bawah itu baru saja terjadi. " jadi dia juga sudah memasuki mu dek?? Dasar murahan!!!"
Tanpa pemanasan abdi langsung memanasan abdi langsung melakukan semua, queen diam tanpa melawan, pikirannya menerawang jauh.
"ya, aku memang murahan" kata queen dalam hati.
Permainan abdi membuat queen sedikit kehilangan kewarasan, abdi melakukan antara cinta, benci, amarah kecewa dan... Cemburu.
Setelah selesai, abdi membiarkan queen tergeletak begitu saja, benar-benar sudah menjadi sampah.
Queen memakai bajunya kembali tanpa bersih-bersih, mengambil sisir dan mengikat rambutnya keatas. lalu mengambil tas bersiap keluar dari kamar kos.
" mau kemana?" tanya abdi yang barusan keluar dari kamar mandi.
" tidak ada tempat bagi wanita murahan seperti ku" kata queen hendak membuka pintu.
" tunggu dek, aku antar pulang, aku minta maaf sudah memaksamu" kata abdi
"tidak perlu, aku bisa pulang sendiri" queen segera keluar meninggalkan kos abdi.
Abdi segera berganti baju dan celana, karena dia hanya memakai handuk. Setelah semua dia kenakan, dia keluar mengejar queen, tetapi queen sudah tidak ada di tempat. Sampai jalan raya dia tidak menemukan jejak queen.
Abdi kembali ke kos, dia melihat kamarnya yang berantakan sisa pergumulan, dia tertunduk menyesali perbuatannya pada queen.
"aku tak seharusnya mengatakan dia murahan, tidak seharusnya menggauli dia dalam keadaan marah, dia tidak murahan. Apa yang sudah kulalukan...." gumam abdi menyesali perbuatannya pada queen.
Sementara itu, sampai rumah queen langsung mandi, panggilan dari erfan dia abaikan, no abdi sudah dia blokir, dia tidak ingin berhubungan dengan siapapun. " aku wanita murahan dan kotor, tidak layak untuk laki-laki manapun. " kata queen dalam hati.
Sedangkan erfan di buat bingung, kenapa queen tidak menjawab panggilannya atau setidaknya membalas pesannya. "apa dia sakit???, atau apa dia marah karena sudah melakukan.... " erfan ingin menemui queen tetapi dia masih bekerja.
" sebentar lagi jam istirahat, aku akan ijin keluar sebentar dan ke rumah queen.
Queen sendiri enggan di rumah, pikirannya melayang dengan satu kata " aku wanita murahan"
Ingin keluar rumah tapi bingung mau kemana, dia belum memiliki motor. " aku harus segera kredit motor, agar mudah kemana-mana, lagian aku sudah menjadi karyawan tetap" queen berkata dalam hati.
sebelum queen keluar rumah, queen melihat erfan memarkir motornya " lah, bukannya dia masuk kerja??" gumam queen.
"mau kemana dek??" tanya erfan setelah mendekati queen.
"kenapa pesan dan panggilanku tidak kamu jawab??, apa kamu sakit??" tanya erfan beruntun.
"tidak mas, aku baik-baik saja, ini aku mau ke dealer mengajukan kredit motor" jawab queen.
"Kenapa sekarang??, sabtu kita libur, sabtu saja aku antar cari motor" kata erfan.
"tidak perlu, aku bisa sendiri. Dan mulai sekarang jangan menghubungi aku lagi"
Deg!!! Erfan kaget, " apa maksudmu sayang"
"sudah jelas jangan menghubungi aku" bentak queen.
Erfan mencoba sabar " ayo kita masuk rumah dulu, bicara baik-baik"
"tidak, kembalilah bekerja, jangan sampai kehilangan pekerjaan" jawab queen.
" Aku lebih baik kehilangan pekerjaan dari lada kehilanganmu!!!" jawab erfan.
Queen tidak menjawab, dia masuk rumah dan langkahnya di ikuti erfan. " erfan tidak boleh kehilangan pekerjaan hanya gara-gara aku" kata queen dalam hati.
Sampai di ruang tamu erfan langsung memeluk kekasihnya, erfan merasa queen tidak baik-baik saja. Queen ingin melepas tetapi tidak di ijinkan erfan.
"ada apa sayang???, ada masalah apa??" tanya erfan.
Queen tidak berani mengatakan yang sebenarnya, dia memilih bungkam.
"rumah ini sudah habis masanya, aku mau cari kontrakan" alasan queen
"kenapa tidak bilang???, aku bisa membantu, tapi aku merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan." jawab erfan
" aku baik-baik saja mas, kembalilah bekerja, aku tidak akan kemana-mana, lagi pula sebentar lagi masuk kerja. " kata queen agar erfan segera kembali bekerja.
Erfan mengangguk dan berkata " baiklah aku bekerja dulu, nanti malam aku jemput, jangan pulang sendiri"
Queen tersenyum dan mengangguk, sedang erfan keluar rumah dan kembali ke tempat kerja.