NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Reza menatap tiga pria berseragam putih itu dengan tatapan datar.

Pemuda yang terluka parah di lantai terus memegangi perutnya yang berdarah.

"Kembalikan kekuatan spiritualku sekarang juga," bentak pria yang pedangnya terjatuh tadi.

"Kalian pasti bersekongkol dengan pengkhianat ini kan?"

"Saya tidak kenal siapa kalian dan siapa pemuda ini," jawab Reza tenang.

"Tapi ada aturan mutlak di kedai ini... yaitu dilarang keras untuk bertarung atau membunuh."

Dua pria lain yang masih berada di luar pintu merasa sangat marah mendengar ucapan Reza.

Mereka tidak merasakan kekuatan mereka menghilang karena belum melewati ambang pintu kayu.

"Kakak senior, biar kami yang menyeret bocah itu keluar," teriak salah satu pria di luar.

Dia langsung melompat masuk sambil menghunuskan pedangnya ke arah pemuda di lantai.

Syng.

Suara ayunan pedang membelah udara terdengar sangat tajam.

Lyra yang berdiri di belakang Reza langsung menutup matanya karena ketakutan.

Namun sebuah keajaiban terjadi tepat sebelum pedang itu mengenai tubuh si pemuda.

Sebuah dinding energi transparan tiba-tiba muncul di hadapan pria yang menyerang tersebut.

Brak.

Tubuh pria itu menabrak dinding energi itu dengan sangat keras.

Dia langsung terpental ke belakang dan terlempar keluar dari pintu kedai.

Pria itu jatuh terguling-guling di atas anak tangga batu gunung.

"Apa yang terjadi padamu?" tanya temannya yang tersisa di luar dengan panik.

"Ada penghalang tak kasat mata yang sangat kuat memukul mundur tubuhku," jawab pria yang jatuh itu menahan sakit.

"Tempat ini dilindungi oleh formasi tingkat tinggi."

Pemimpin mereka yang berada di dalam kedai mulai berkeringat dingin.

Dia menyadari bahwa koki muda di depannya ini bukanlah orang biasa.

"Siapa namamu, anak muda?" tanya Reza menunduk menatap pemuda yang terluka.

"Nama saya Jian, Tuan," jawab pemuda itu dengan suara serak menahan perih.

"Tolong selamatkan saya, mereka menuduh saya mencuri gulungan rahasia sekte."

'Ceritanya sangat mirip dengan fitnah yang aku alami dari Hendra,' batin Reza.

'Aku tidak bisa membiarkan orang yang tidak bersalah mati di depanku.'

"Lyra, bantu Jian duduk di kursi itu," perintah Reza menoleh ke belakang.

"Dan kau, pria berseragam putih, menyingkir dari jalan pelayanku."

Lyra membuka matanya dan mengangguk cepat.

Dia berjalan maju melewati pemimpin pengejar yang kini membeku ketakutan.

Pemimpin itu tidak berani bergerak sedikit pun karena takut memicu serangan formasi.

Lyra memapah tubuh Jian dengan sangat hati-hati dan mendudukkannya di kursi kayu.

"Lyra, tanyakan apa yang ingin dia pesan," kata Reza berjalan menuju dapur.

"Ingat pelajaran tentang cara mencatat pesanan tadi."

Lyra mengambil buku catatan dan pulpennya dengan tangan yang sedikit gemetar.

Ini adalah pertama kalinya dia berhadapan langsung dengan manusia dari dimensi lain.

"Tuan Jian, apakah Anda ingin memesan sesuatu untuk dimakan?" tanya Lyra sopan.

"Bos saya bisa memasak makanan yang mungkin bisa menyembuhkan luka Anda."

Jian menatap gadis dengan mata hijau zamrud itu dengan pandangan sayu.

Dia merasakan energi kehidupannya perlahan terkuras habis dari luka di perutnya.

"Saya tidak punya selera makan, perut saya robek karena tebasan pedang," jawab Jian meringis.

"Lagi pula saya hanya punya satu pil pengumpul Qi tingkat rendah untuk membayarnya."

Reza yang mendengarnya dari dapur langsung memutar otak.

Dia harus membuat makanan berkuah yang sangat bergizi namun lembut untuk perut yang terluka.

"Sistem, apakah ada bahan makanan yang cocok untuk luka fisik luar sedalam ini?" tanya Reza dalam hati.

"Terdapat daging ayam herbal dan ginseng peningkat darah di dalam lemari pendingin," jawab Sistem.

"Kombinasi keduanya dapat mempercepat regenerasi sel daging yang robek."

Reza membuka kulkas dan mengeluarkan bahan-bahan yang disebutkan Sistem tersebut.

Dia mengambil sebuah panci tanah liat kecil dan menaruhnya di atas kompor.

Dia memotong daging ayam itu menjadi bagian kecil agar lebih cepat matang dan mudah dikunyah.

Reza memasukkan air, potongan daging ayam, dan akar ginseng ke dalam panci tersebut.

Sebagai penambah rasa, dia menambahkan sedikit garam dan kaldu jamur.

Dia menutup panci tanah liat itu dan membiarkannya mendidih perlahan di atas api kecil.

Sementara itu di area makan, suasana masih terasa sangat tegang.

Pemimpin pengejar itu perlahan melangkah mundur menuju pintu keluar.

Dia sadar tidak ada gunanya memaksakan diri di dalam ruangan tanpa energi spiritual.

Begitu dia melangkah keluar pintu, kekuatannya kembali mengalir ke seluruh tubuhnya.

"Kakak senior, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya pria yang tadi terpental.

"Kita tidak bisa membiarkan Jian hidup, dia tahu kitalah yang mencuri gulungan itu."

"Kita tunggu saja di luar pintu ini," jawab sang pemimpin dengan nada licik.

"Tempat ini tidak mungkin melindunginya selamanya, dia pasti akan keluar dengan sendirinya."

Ketiga pria berseragam putih itu akhirnya duduk bersila di atas tangga batu di luar kedai.

Mereka menjaga pintu masuk seperti sekelompok serigala yang menunggu mangsanya keluar dari sarang.

Jian yang melihat hal itu dari dalam kedai hanya bisa menundukkan kepalanya pasrah.

Dia merasa ajalnya hanya ditunda beberapa jam saja.

Aroma kaldu ayam dan wangi khas ginseng perlahan mulai memenuhi ruangan kedai.

Aroma itu sangat menenangkan dan membuat napas Jian terasa lebih lega.

Reza mengangkat panci tanah liat itu menggunakan kain tebal.

Dia meletakkan panci yang masih mengepul panas itu di atas nampan kayu bundar.

Reza membawa nampan itu dan menyajikannya tepat di atas meja Jian.

"Ini adalah sup ayam ginseng, silakan dimakan perlahan," ucap Reza.

"Lyra, tolong ambilkan mangkuk kecil dan sendok untuknya."

"Baik, Bos," jawab Lyra segera berlari kecil menuju konter.

Lyra kembali membawa alat makan dan meletakkannya di dekat panci tanah liat.

Jian menatap kuah kaldu bening yang memiliki warna sedikit kekuningan itu.

Dia mengambil sendok dan menyendok sedikit kuah sup tersebut.

Jian meniupnya pelan lalu meminum kuah hangat itu.

Rasa gurih kaldu ayam bercampur dengan rasa manis pahit dari ginseng langsung memenuhi mulutnya.

Kuah itu mengalir turun dan memberikan sensasi hangat yang sangat nyaman di perutnya.

"Kuah ini sangat menyegarkan," puji Jian menatap Reza.

"Rasa pahit ginsengnya sama sekali tidak mengganggu."

Jian kemudian mengambil potongan daging ayam dan memakannya.

Daging itu sangat empuk dan bumbunya meresap sempurna hingga ke serat terdalam.

Dia terus menyendok sup itu tanpa memedulikan rasa sakit di perutnya lagi.

Energi kehangatan dari makanan itu perlahan menyebar ke seluruh aliran darahnya.

Tiba-tiba, cahaya hijau terang memancar dari luka robek di perut Jian.

Darah yang sebelumnya terus mengalir kini berhenti seketika.

Tiga pengejar di luar kedai langsung berdiri karena terkejut melihat fenomena itu.

"Apa yang terjadi padanya?" tunjuk salah satu pengejar dari luar.

"Kenapa tubuhnya memancarkan cahaya elemen kayu yang sangat murni?"

Daging di sekitar luka Jian mulai bergerak merapat satu sama lain.

Sel-sel baru terbentuk dengan kecepatan yang tidak masuk akal untuk dilihat mata biasa.

Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, perut Jian kembali mulus tanpa bekas luka sedikit pun.

Bahkan pakaiannya yang robek adalah satu-satunya bukti bahwa dia pernah terluka parah.

Jian meraba perutnya dengan kedua tangan yang bergetar hebat.

"Lukaku sembuh total," ucap Jian menatap perutnya sendiri.

"Organ dalamku yang nyaris hancur juga kembali normal sepenuhnya."

"Bukan hanya itu, coba kau periksa aliran Qimu," kata Reza menyandarkan tubuhnya ke meja terdekat.

Jian segera memusatkan pikirannya ke area Dantian di bawah perutnya.

1
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Yuliana Tunru
terima.lasih crezy up haro ini tjorrr💪💪💪
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!