NovelToon NovelToon
TAHTA DARI PARA BUANGAN

TAHTA DARI PARA BUANGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi
Popularitas:693
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Di dunia kultivasi, kekuatan adalah segalanya.
Yang lemah diinjak. Yang gagal dibuang.
Ardan memahami itu sejak hari pertama ia terlempar ke dunia asing bersama satu-satunya orang yang selalu berada di sisinya—Revan.
Tidak memiliki bakat langit.
Tidak memiliki garis darah legendaris.
Bahkan tidak memiliki sekte untuk berlindung.
Namun Ardan memiliki sesuatu yang lebih berbahaya.
Cara berpikir seorang pemimpin.
Saat para kultivator mengejar kekuatan pribadi, Ardan mulai membangun sesuatu yang lebih besar—kekuasaan.
Ia mengumpulkan para buangan.
Orang-orang gagal.
Mereka yang dihancurkan dunia kultivasi.
Dan dari tangan orang-orang yang dianggap sampah itulah, sebuah kekuatan perlahan lahir.
Sebuah organisasi yang akan mengguncang sekte, kerajaan, bahkan seluruh dunia kultivasi.
Karena terkadang…
monster paling menakutkan bukanlah petarung terkuat.
Melainkan seseorang yang mampu membuat dunia bergerak sesuai keinginannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

benar benar memulai tujuan

  "ini adalah informasi yang kamu minta" ucap kepala provinsi setelah ardan duduk.

 ardan mengambil catatan itu.

 "teman muda, bukan aku meremehkanmu, tapi tujuan putri wei rey bukan hal sepele. hanya dengan ini tidak akan cukup"

 ardan menyimpan berkas.

 "aku tau apa yang ku lakukan, sekarang memang seperti terlihat hal yang mustahil. tapi kita tidak tau kedepannya"tatap tajam ardan

 kepala provinsi berdiri, mengambil sebuah berkas lain.

 "kalau tujuanmu memang tentang organisasi, bawa juga dia"

 kepala provinsi menyerahkan biodata seseorang.

 "mantan jendral Kekaisaran wei?"

 "jangan khawatir, walaupun dia mantan jendral klan wei. tapi kesetiaannya berasa di pihak tuan putri, bukan kaisar palsu sekarang"

ardan tersenyum membaca dokumen itu.

 "apa kau yakin seseorang yang pernah berdiri di lebih dari 100 peperangan berdiri untuk Kekaisaran akan rela bekerjasama penggilingan ini. aku bukan tidak mempercayai kalian, tapi aku memerlukan jaminan"

 "kau mengatakan tentang jaminan, tapi apakah kau juga memilikinya untuk tuan putri"

 "aku tidak pernah memaksanya untuk bekerja sama denganku"

 brak...

 dalam sekejap, meja di depan mereka langsung patah.

 tatapan kepala provinsi mengarah langsung ke arah ardan.

 ardan tidak tergerak melihat ini, ia hanya mengangkat cincinnya yang telah bersinar kehijauan.

 "bagaimna, bukankah kau sudah melihat bagaimana sifat orang mu" ucap ardan.

 ia mengeluarkan batu hijau dari cincinnya.

 "wei ran.... apa kau tidak mendengar apa yang ku katakan sebelumnya" ucap wei rey dari dalam batu.

 mendengar suara wei rey, kepala provinsi kembali duduk.

 "maaf tuan putri, saya terbawa emosi" ucapnya.

 "sudahlah, sekarang lebih baik kita fokus dengan rencana ini"

 "ardan, jangan lebih baik kau jangan mempermainkannya sekarang katakan apa rencanamu kedepannya" lanjut wei rei.

 "tidak banyak, aku hanya akan membangun organisasi terlebih dahulu"

 "hanya itu" tanya kepala provinsi dengan nada yang sudah berbeda dari sebelumnya.

 "tentu hanya itu dulu. kepala provinsi, sebagai orang yang memimpin banyak rakyat, seharusnya kau tau kita tidak akan bisa menjalankan hal sekaligus dalam satu kali gerak"

 "kenapa tidak bisa? walau kau belum memiliki pasukan tapi aku ada. apa salahnya kita berjalan membawa dua hal sekaligus."

 ardan mengeluarkan satu kertas.

 "aku sudah mencatat semuanya di sana, jika kau bisa melaksanakan tanpa di curigai Kekaisaran wei makan lakukan" ucap ardan.

 kepala provinsi mengambil kertas itu, saat membacanya keningnya langsung mengerut.

 "buat apa penghianatan dari rakyat kecil, mereka hampir tidak berpengaruh untuk kekaisaran" tanya kepala provinsi.

 Mendengar ini ardan melengkungkan bibirnya ke atas.

 "justru yang terlihat tak berguna seperti ini, tanpa sadar adalah fondasi kekaisaran yang sesungguhnya. kehilangan mereka sama saja dengan kehilangan sebagian sumber daya dan pajak kekaisaran, ingat jika tidak ada hal kecil maka akan sulit terbentuk hal besar"

 kepala provinsi terdiam mendengar ini.

 "bagaimana apa kau sanggup melakukannya tanpa kecurigaan kekaisaran?"

 "baik, aku akan melakukannya. tapi jika tidak ingin Kekaisaran curiga mungkin ini akan berjalan lebih lama"

 "tidak masalah, jika sudah jelas aku akan pergi"

 setelah mengatakan itu, ardan benar benar pergi.

 sedangkan kepala provinsi hanya diam menatap kepergian ardan.

 lamunannya buyar setelah batu hijau miliknya bersinar.

 dengan cepat dia mengambil batu hijau itu.

 "bagaimana" tanya wei rei.

 "anak ini benar benar keras kepala dan licik, tapi aku baru pertama kali melihat anak muda yang bisa berfikir sejauh ini tanpa tergesa gesa" jawab kepala provinsi.

 "kau benar, bahkan aku sama sekali tidak berfikir sejauh apa yang dia pikirkan"

 "maaf lancang tuan putri, tapi aku sangat penasaran dengan asal usulnya. walau kekuatannya masih lemah tapi sepertinya dia berpengalaman merancang sesuatu"

 "bahkan aku sendiri tidak tau asal usul mereka, tapi putra langit mengatakan mereka dari desa tanpa kultivasi"

 "desa kultivasi?, bukankah di dunia ini tak ada desa seperti itu. bahkan desa paling terpencil-pun mereka memiliki kultivasi awal, apa lagi dia sudah berada di kultivasi yang cukup untuk sekelas rakyat biasa"

 "kau masih terlalu meremehkannya, wei ren. umur tulangnya baru di 26 tahun, dan dia baru mulai berkultivasi kurang dari 2 bulan"

 uhuk...

 mendengar ini, kepala provinsi langsung tersedak teh yang ia minum.

 "kurang dari dua bulan?"

 "benar, tapi kau perlu ingat. jangan pernah mengatakan kalau kultivasinya berjalan cepat kepada ardan".

 "kenapa tuan putri"

 "kau tidak perlu tau, yang jelas turuti apa yang ku katakan"

 "baik tuan putri"

 wajah ardan tampak tersenyum setelah keluar dari kediaman kepala provinsi.

 "cih, dasar licik" suara roh bunga.

 "licik" tanya ardan.

 "jangan pikir aku sama bodohnya dengan kepala provinsi itu. walaupun aku baru pertama kali keluar dari hutan terlarang, tapi aku bisa melihat kau sengaja membuat kepala provinsi bergerak langsung"

 mendengar ini, ardan malah tersenyum.

 "bedakan licik dan cerdas"

 setelah sampai ke penginapan, ardan menoleh sedikit ke pintu kamar revan.

 ia bisa merasakan aura qi di sana.

 ia hanya menoleh sebentar, lalu menuju kamarnya.

 sesampainya di kamar, ardan langsung membaringkan tubuhnya.

 "kakak, aku penasaran dengan kalung yang kau pakai. awal kai datang kau tidak memiliki kalung itu. apakah itu adalah artefak yang sengaja kau simpan" tanya roh bunga.

 ardan duduk, ia menatap ke arah kalungnya.

 "apakah ini artefak" gumam ardan.

 "kenapa malah bertanya, balik" kesal roh bunga.

 "menurutmu ini apa"

"menurutku ya" roh bunga diam.

"menurutku ini artefak pelindung, apa kau mengingat saat kau hampir terbunuh oleh ledakan dari monster elang. jika bukan karena kalung ini mungkin kau sudah mati" lanjut roh bunga.

ardan diam, menatap kalung itu lebih dalam.

"mama" gumamnya.

paginya, ardan terbangun masih menggenggam kalung.

ia hanya menatapnya dan menciumnya sekilas.

di depan pintu revan, ardan bisa merasa qi yang terserap.

"apa kemarin benar benar menjadi pukulan yang keras" batinnya.

ardan menunduk, merasa sakit di dada.

bahkan ia ragu untuk hanya sekedar mengetuk pintu.

"jangan lemah kak, jangan seperti wanita. aku yang wanita saja tidak sepertimu" ucap roh bunga.

ardan menarik napas lebih, dalam.

mengubah wajah lemasnya menjadi ceria.

setelah ia mengetuk, qi menjadi normal.

cukup lama ia menunggu, akhirnya revan keluar dengan rambut acak acakkan seakan bangun tidur.

"baru bangun van" tanya ardan.

revan tersenyum sembari menggaruk kepalanya sendiri.

"ia, maaf kesiangan kemarin capek kali"

"udah gak papa, siap siap gih. kita mau pergi lagi"

"siap bos" jawab revan.

setelah revan bersiap, mereka pergi.

di perjalanan ardan kembali membaca biodata mantan jendral itu.

ardan sampai di desa tepi gunung, ia bertanya ke beberapa penduduk.

tapi tidak ada yang mengenal orang yang ardan cari.

setelah bertanya ke beberapa orang, ardan hampir menyerah.

revan yang tidak tau apa apa, menengok ke biodata yang ardan pegang.

"apa gak ada fotonya dan" tanya revan.

Ardan menoleh ke arah temannya itu, lalu mengecek cincin penyimpanannya.

akhirnya dia menemukan gambar wajah mantan kental itu.

dengan ini, akhirnya ardan berhasil mendapatkan petunjuk.

dia di arahkan ke tempat pandai besi.

dari jauh ardan bisa melihat orang yang dia cari sedang menempa besi.

sesekali ardan membandingkan dengan gambar yang ia pegang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!