Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih menmendam cinta dulu adalah pasangan yang menikah muda di usia mereka baru berusia 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dan kesalahpahaman.
yang mau tau cerita selengkapnya nya yuk di baca☺️
yang suka cerita aku tolong like dan coment nya guys🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30 flashback
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
keesokan paginya....
Suasana di meja makan yang biasanya hangat dan kadang ada candaan di sela-selanya mendadak kaku karena adanya tambahan orang di sana.
Kedatangan Panji Pradipta kakek Arkan membuat suasana terasa tak nyaman. Aura tanpa ekspresi dari Panji Pradipta seakan-akan menyedot energi positif pemilik rumah.
Tidak ada yang berbicara de sela-sela makan, karena mereka tahu tetua dirumah itu sangat disiplin tidak suka jika ada yang berbincang saat sedang makan.
sampai makanan selesai barulah seseorang dari mereka membuka suara.
"nanti sore aku balik ke London!" ucap kakek Arkan tiba-tiba yang membuat keempat anggota lainnya terkejut.
"kenapa cepat sekali opah, maksudnya baru tadi malam opah datang Kenapa tiba-tiba Ingin pulang cepat? Tanya Arkan heran.
"kenapa, bukannya kalian senang kalau opah tidak ada di sini?" tanyanya sembari menatap tajam ke arah Arkan ingin melihat ekspresi cucu kesayangannya.
Arkan yang di tatap tajam seperti itu jdi salah tingkah, sepertinya sang kakek tahu apa yang ada di hatinya.
"eh opah jangan salah sangka gitu dong sama cucu sendiri, Arkan cuma kasihan sama opah bolak balik gitu kan capek opah!".
"kalau begitu opah akan tinggal lebih lama lagi disini!!"
"jangannn!!ehh.. maksud Arkan i..tu, emm anu opah , apa namanya itu kalau opah lama di sini kasihan Oma sendirian di sana nanti beliau cari suami lain, maksudnya nanti Oma sedih karena jauh dari suaminya.. Ya maksud Arkan itu opa!" ucap Arkan panik sekaligus gugup sampai-sampai bicarakan ngasal yang dimana membuat mommy dan papi nya menahan tawa di tempat.
Sementara Lea tidak berani bereaksi apa-apa karena dia takut dengan kakek dari suaminya.
Sedangkan di posisi Panji menahan amarah karena bisa menangkap alasan dari cucunya itu kalau memang cucu nya tidak menyukai dirinya berada di sini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah acara serapan selesai, Papi dan mommy Arkan bangkit untuk keluar.
Mahendra seperti biasa akan pergi untuk urusan kantor, sedangkan mommy nya akan bertemu dengan teman-temannya.
Arkan dan Leana sudah masuk ke dalam kamar sekedar bermalas-malasan karena tidak ada aktivitas. Mereka tidak sekolah lagi. Untuk Arkan dia akan lanjut ke sekolah baru setelah libur semester nanti. Jadi sepanjang libur ini dia akan bersama istri nya dan memadu kasih.
Di dalam kamar Arkan dan Leana sedang berdiri di balkon. Lea berdiri dipinggir pembatas balkon dan tangannya memegang sembari mengelus tangan Arkan yang sedang memeluk nya dari belakang.
Arkan menumpukan dagunya di atas kepala sang istri. Sungguh pasangan yang hangat.
Arkan sangat perhatian kepada sang istri, Leana juga demikian yang membuat cinta mereka semakin dalam satu sama lain.
Arkan memeluk perut Lea yang sudah membuncit.
"sayang?" panggil Arkan.
"ya?!" jawab Lea lembut sembari menatap lurus ke depan.
"kamu tahu, kalau setiap harinya aku makin sayang sama kamu.. aku harap kamu juga begitu ya sayang, jangan bosan ya sama aku?!" ucap Arkan dramatis.
kata Arkan yang dramatis membuat Lea geli sekaligus bahagia.
"Ar, kenapa Kamu jadi dramatis gini sih?"
"aku hanya takut kamu ninggalin aku sayang karena bosan sama aku misalnya!".
Leana melepas lembut tangan suaminya yang bertengger di perutnya dan dia berbalik menatap sang suami lembut dan penuh cinta.
"Ar, aku mana mungkin bosan sama kamu. Gak ada dipikiran aku buat ninggalin kamu sayang. Justru aku yang takut nanti kamu yang bakal ninggalin aku. lihat aja kamu itu muda dan kaya raya pasti banyak wanita yang cantik dan seksi di luar sana yang ngincar kamu!!" kata Lea, entah mengapa ketika dia mengatakan kalimat terakhirnya, mood Lea seketika buruk. Di pikirannya suaminya berselingkuh di luar sana.
Seketika Leana cemberut, dan matanya berkaca-kaca karena pikiran sendiri membuat Arkan seketika panik.
"sayang,, heii kenapa tiba-tiba cemberut hmm?" tanya Arkan lembut sembari menangkup gemas wajah istrinya yang membuat bibir Leana semakin maju.
"hiks..hikss..a..ku.. Kepikiran kamu selingkuh di luar sana saat aku tidak menarik lagi di mata kamu!!" jawab Lea pelan dengan air mata yang sudah keluar. Leana Sangat cengeng selama kehamilan nya. Dan Arkan mengerti soal perubahan mood ibu hamil. Arkan tidak pernah mengeluh, sebagai calon papa muda bahkan terbilang sangat muda Arkan harus bersikap dan berpikir dewasa.
"haha, astaga sayang, honey...hei dengar lihat aku!! Aku Arkan Pradipta berjanji tidak akan menghiyanati Leana Anastasya, hanya Lea yang ada di hati Arkan sekarang dan untuk selamanya! Kamu bisa pegang janjiku ini sayang!".
"bagaimana Kalau kamu selingkuh?"
"kamu bisa lakuin apa saja Kepada ku!"
"aku tidak akan maafin kamu, dan aku akan pilih pergi dari kehidupan kamu!!" jawab Lea tanpa berpikir panjang.
"dan aku gak akan biarkan ada perselingkuhan yang membuat kamu pergi dari aku!!" ucap Arkan tegas. meskipun Lea masih labil tapi dia bisa melihat keseriusan suaminya ini.
Dan tiba-tiba Lea berinisiatif sendiri melingkarkan tangannya ke leher sang suami dan berjinjit Untuk mencium suaminya. Arkan dengan senang hati membalas.
Arkan mengangkat tubuh sang isti untuk dibawa ranjang big size dan empuk, kaki Leana melingkarkan di pinggang sang suami, Arkan berjalan ke kamar tanpa melepaskan ciuman mereka.
Arkan membaringkan sang istri dengan lembut, ciuman mereka semakin dalam. Saling berbagi gairah.Arkan Melepaskan ciuman mereka sebentar untuk menutup pintu balkon.
Setelah nya dia berdiri untuk melepas kan pakainnya sendiri selanjutnya mengukung sang istri tanpa menindih perut buncit istrinya .
Seluruh wajah istrinya dia beri kecupan, selanjutnya turun kebawah untuk mengecup perut istrinya dan berkata "baby, izinkan papa untuk datang menjengukmu lagi ya!!" izin Arkan kepada calon anaknya sebelum dia beralih mencumbu sang istri dengan lembut sampai mereka berdua berlabuh ke surga dunia dan mendapatkan pelepasan kenikmatan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu tidak ada yang tahu Panji saka Pradipta sedang keluar sekarang. Entah kemana pergi nya lelaki tua itu.
Dirumah kecil ibu Leana, dia sekarang duduk termenung di meja makan, makanan berada di depannya tapi dia belum berselera untuk makan.
Jasmin ibu dari Leana sedang memikirkan tawaran ajakan nikah oleh bosnya sekaligus sahabatnya sendiri.
Jujur dari dulu dia menyukai pria itu, tapi karena trauma masa lalu dan dia juga harus merawat Leana jadi takut untuk menjalin hubungan. Di tambah lagi dia pernah di labrak oleh calon istri Radit karena di anggap Jasmin menggoda calon suaminya.
Padahal Radit tidak mau dengan wanita itu sampai sekarang Radit pun tidak ingin menikah kecuali dengan Jasmin. Entah bagaimana hubungan mereka selama ini. Author pun tidak tahu.
Sebuah ketukan pintu menyadarkan lamunan Jasmin, dia pikir Lea yang datang tapi ketika dia membuka pintu yang di lihat didepan pintu lelaki paruh baya yang bersetelan formal berumur sekitar 40an dan ketika pria itu bergeser ke samping, Jasmin seketika terkejut melihat siapa yang datang.
Badannya lemas, tubuhnya bergetar. tapi dia dengan cepat mengendalikan diri agar tidak terlihat lemah.
Tentu Jasmin tahu siapa lelaki tua itu, walaupun dia tidak pernah melihat langsung wajah itu sebelumnya tapi dia kenal.
"anda..?" gumam jasmin tapi masih di dengar oleh Panji. Ya yang datang itu adalah sosok Panji Pradipta bersama sang asisten.
Panji datang dengan jas mahal yang melekat ditubuhnya menandakan bahwa dia adalah orang yang berkuasa.
"ternyata kau sudah mengnal ku rupanya!"
"tentu saja aku mengenal orang yang telah menghancurkan keluarga ku!" jawab Jasmin dengan suara datar tapi ada amarah di dalam suara nya.
"baiklah, aku tidak akan berlama-lama. Aku hanya ingin kamu membawa anakmu pergi dari cucuku!"
"haha, kenapa? Kenapa harus datang kepadaku? apa Karena cucu anda sendiri tidak ingin meninggalkan anak ku, jadi kau datang kesini untuk menyuruh ku misahkan mereka? Sungguh ironis sekali anda tuan Pradipta!" ejek Jasmin sembari bersandar di kusen pintu rumahnya dan bersedekahp dada santai. Walaupun dia merasa takut tapi ada rasa puas ketika melihat wajah angkuh itu bungkam dengan wajah memerah menahan amarah.
"aku beri kamu waktu sampai anak mu melahirkan, setelah itu bawa pergi anakmu sejauh mungkin dari cucu dan calon anaknya!" ancam Panji tidak mau berbasa-basi lagi.
"haha, kalau saya tidak mau apa yang akan anda lakukan?"
"jangan salahkan saya kalau club milik kekasih mu, oh atau mungkin calon suaminya mu ya..itu akan hancur dan bisnis keluarganya akan musnah tak tersisa!" ancam Panji Pradipta dengan tatapan tajamnya mengarah kemata Jasmin.
Jasmin tentu terkejut, dia yang masih terlihat santai seketika berdiri tegak , tangan nya mengepal erat di samping tubuh, wajahnya memerah menahan amarahnya.
Dan kali ini panji yang terkekeh sinis merasa menang.
"Ingat waktumu sampai anak mu melahirkan, kalau tidak .. kamu bisa lihat nanti akibatnya!, bisnis keluarga kekasih mu berada dalam genggaman ku!! Haha !!" peringatnya lagi setelahnya dia pergi dengan aura kemenangan.
Jasmin dia mematung di tempat, masih dengan menahan amarah dan ada rasa takut yang tentu saja dia rasakan.
Ini yang dia takutkan selama ini, masa lalu yang akan terulang kembali.