NovelToon NovelToon
Mr. Cold & My Sunny Wife

Mr. Cold & My Sunny Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: nia nuraeni

Gisel (23 tahun) adalah definisi "matahari" berjalan: ceria, blak-blakan, dan punya selera humor yang terkadang sedikit ‘nakal’. Hidupnya jungkir balik saat ia dipaksa menikah dengan Dewa, CEO dingin yang aura intimidasi-nya bisa membekukan ruangan. Dewa bukan cuma sekadar duda kaya, ia adalah pria yang menutup rapat hatinya demi mendiang istrinya dan ketiga anaknya yang super nakal.


Mampukah ocehan ceplas-ceplos Gisel mencairkan gunung es di hati Dewa? Dan bagaimana jadinya jika si gisel positive vibes ini harus menghadapi tiga anak tiri yang siap mengujinya, sementara sang suami masih bayang-bayang masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Strategi Kamar CEO

Sesampainya di rumah, Raka tidak bisa menahan kegelisahannya. Ia langsung menyusul Gisel ke kamarnya dan menceritakan semua yang ia lihat di jalan tadi—tentang Hana yang basah kuyup, wajahnya yang lebam, dan wanita kejam yang memandangnya dengan kebencian.

Gisel yang mendengar cerita itu langsung berubah mode menjadi "Detektif Gisel". Ia mengetuk-ngetuk dagunya, matanya menyipit penuh spekulasi. "Pasti itu Bibinya, atau mungkin ibu tiri yang jahat di dunia nyata! Nggak mungkin Hana juara satu tapi hidupnya menderita begitu kalau nggak ada yang jahat di rumahnya," duga Gisel berapi-api.

Tepat saat Raka dan Gisel sedang serius berbisik menyusun rencana penyelamatan, pintu kamar terbuka lebar. Dewa berdiri di sana dengan kemeja yang sudah setengah terbuka, menatap heran ke arah istri dan anak sulungnya.

"Ini kamarku, bukan?" tanya Dewa dengan nada datar namun penuh selidik.

Gisel dan Raka serentak mengangguk kaku.

"Lalu... Raka? Kenapa kamu masih di sini?" Dewa menatap putra sulungnya dengan satu alis terangkat.

"Ah... itu, Mas... dia lagi ada sedikit problem, makanya minta solusi ke aku," jawab Gisel cepat sambil nyengir, berusaha menutupi rahasia Raka.

"Oh..." gumam Dewa singkat. Ia berjalan masuk dan berdiri tegak di depan Raka. "Raka, kembali ke kamarmu sekarang. Ini sudah malam."

Raka sempat ragu, ia ingin melanjutkan pembicaraan tentang Hana. "Tapi, Pah..."

Dewa menggeleng tegas sambil berkacak pinggang, memberikan tatapan yang tidak bisa dibantah. "Besok lagi."

"Baiklah," ucap Raka pasrah, lalu melangkah keluar dengan bahu merosot.

Gisel yang merasa urusannya belum selesai langsung berdiri hendak menyusul. "Raka! Aku ikut!"

Namun, belum sempat Gisel melangkah, tangan kekar Dewa sudah lebih dulu menarik pergelangan tangannya. Gisel tertahan, ia menoleh bingung. "Mau ke mana?" tanya Dewa rendah.

"Itu, Raka belum selesai ceritanya, Mas! Masalahnya genting!" protes Gisel.

"Besok saja. Masih banyak waktu untuk mengurus anak itu," ucap Dewa sambil menarik Gisel mendekat ke pelukannya.

Dewa mulai menggoda Gisel, menatapnya dengan tatapan intens yang membuat nyali ceplas-ceplos Gisel mendadak menciut. Ia memojokkan Gisel ke arah tempat tidur, membuat Gisel hanya bisa mengerjap gugup.

"Tapi Mas... Raka—"

"Sstt. Malam ini, fokus ke suamimu saja," bisik Dewa telak, membuat Gisel tak berkutik sementara hatinya masih penasaran dengan nasib Hana.

Gisel hanya bisa mematung saat Dewa menariknya semakin dekat. Napasnya tertahan, matanya berkedip-kedip menatap dada bidang suaminya yang hanya terhalang kemeja setengah terbuka.

"Gisel," panggil Dewa dengan suara baritonnya yang rendah.

"I-iya, Mas?" jawab Gisel, suaranya mendadak mencicit, hilang sudah keberanian ceplas-ceplos-nya yang biasanya meledak-ledak.

Dewa menatap istrinya lekat-lekat. "Tumben diam?"

Gisel menelan ludah, ia merasa terpojok di antara lengan kekar Dewa dan pinggiran ranjang. "Aku... aku takut," bisik Gisel jujur.

Dewa mengerutkan dahi, tampak heran. "Kenapa?"

"P-pelan-pelan ya, Mas..." ucap Gisel sambil menutup matanya rapat-rapat, tangannya meremas ujung sprei dengan gugup.

Mendengar ucapan polos sekaligus "berani" itu, Dewa tertegun sejenak sebelum akhirnya tawa renyahnya pecah. Sebuah pemandangan langka melihat si Tuan Es tertawa lepas hingga bahunya terguncang. Ia kemudian menyentil kecil dahi Gisel dengan gemas.

"Otak kamu ini isinya pikiran mesum terus, ya?" ejek Dewa sambil terkekeh.

Gisel membuka satu matanya, lalu perlahan keduanya terbuka lebar. Menyadari dirinya baru saja salah sangka, Gisel bukannya malu, malah nyengir lebar tanpa dosa. "Terus? Apa lagi? Emangnya Mas nggak rugi apa? Kita sudah sepuluh bulan satu atap, tapi istrimu yang cantik ini masih tetap jadi perawan begini?"

Gisel memajukan bibirnya, berlagak cemberut namun dengan tatapan yang menggoda. Ekspresi "perawan cemberut"-nya itu justru terlihat sangat imut di mata Dewa.

Dewa terdiam, senyumnya memudar digantikan oleh tatapan yang lebih dalam dan intens. Ia mengusap pipi Gisel dengan ibu jarinya. "Siapa bilang aku nggak mau? Aku hanya menunggu waktu yang tepat, Gisel. Dan sepertinya... kamu sendiri yang nggak sabar ya?"

Gisel langsung tersipu, wajahnya memerah sampai ke telinga. Ia segera menarik selimut dan membungkus tubuhnya seperti kepompong. "Dah! Mas tidur aja sana! Urusan Hana besok aku urus sama Raka!"

Dewa hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya. Meski malam itu berakhir dengan tidur bersama tanpa "kejadian" yang dipikirkan Gisel, benih cinta di hati Dewa sudah tumbuh begitu kuat, jauh lebih kuat dari rasa bersalahnya pada masa lalu.

1
merry
pergi menjauh lh sel tgu ank mu lhr dluu,, raka dikit dikit marahh
aku
berharap gisel sm adit, bahagya lah mereka 😭
merry
wa Dr pd kmu sibuk curiga,, emosiin gaje cemburu buta gt,, bgss carii tau tuu pergrtaknn silumann ularr sm nenek sihirr mrkk lg ngrimm org buat celakaiin calon ank mu,,
merry
kyk bpkmu sifatt mu raka pentinginn emosii tnp cri kbnrann yaa
aku
mudahan adit diatas nya dewa. dr cinta smpe ekonomi. biar nyahok!!
Gaishan Ahzar
terlalu sakit jdi Gisel...mending nyari kebahagian lain jgn balik ma Dewa,
merry
gk tegas bgtt,, gmpng bgt tuduh org pdhl dewa tau gisel orgy kyk gmnn,, lgian ngpn cb kesini sm Bianca,, moga 3 ank y hncur krn ulh nenek y hncur bukn dlm hal yg ngk baik ya,, mksdy jdi dingin Pemberontak biar mm y dewa wlpun Bianca jdi ibu mrk tdk ank bisa tahlukin anky dewa
merry
pergi ajj sel biar 3 cucu y jdi pembangkang ank y dewa tmbh dingin dan juga kejam
merry
secara logika y si org tu mn mau pyn mantu kyk hana dan cucu tri Dr ank y ha a dan kakak tiri ya itu resikko berat bisa jdi bhn gossip org org mngkin bisa buat perusahan dewa hilng kepercyaa Dr klien y,, tp krn in menyankut Cinta mau gk mau dewa ngalahh biar raka gk di hasut Bianca
Gaishan Ahzar
kecewa berat ma Dewa ga pernah benar2 perjuangin Gisel,katanya CEO tapi kok bodoh...dah lah Gisel move on aja,lelah berjuang dan mencintai sendirian....
Gaishan Ahzar
udah ckup Gisel nangisin Dewa...
merry
biar kn hana menata hdp y dulu hilngin truma y dulu sukses dulu br dech mkrinn nikh🙏🙏🙏biar kn raka tau sel biar JDI Keputusann raka klo gk diksh tau tar raka mengira xlian dh bhongin dia lohh
merry
hrs y ka kak tri y Dilaporinn dgn kasus Pemerkosaa enk bgtt ud hncurin hana trs nikh sm cwe lainn,, Dan laporinn jugaa mm tri y yg jhtt bgtuu juga bpk yg gk bisa ksh keadlinn buat ank kndung y sndrii,, bantuuin sel hana ya kirim dia ke luar ngrii gt,,,
Lilik Lailiyah
😄😄😄
merry
Ayo raka ajkk mmu yg bar bar itu cari tau knp Hana di perlakuknn seperti itu,, psti mm tri y klo ngk Bibi y Hana tuu
merry
raka juara 3 kt y encer knp cm juara tiga,, itu gisel heboh bgtt ud kyk juara 1sjjjj🤣🤣🤣🤣🤣
Mudahlia Fitha
bner" udah kyak rombongan telur ceplok 😂😂😂😅
Mudahlia Fitha
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ada aja buat jawab
Mudahlia Fitha
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/semprul udah kyak sepeda yg remnya blong
merry
ternyta Ada batu sandungann jugaa perjlnn gisel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!