NovelToon NovelToon
Checkpoint

Checkpoint

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:612
Nilai: 5
Nama Author: Quoari

Novel ini memiliki karakter utama wanita bernama Aiena. Gadis berusia dua puluh lima tahun di awal mulai cerita yang terjebak di dalam hubungan yang tidak sehat dengan pacarnya.

Tiap hari ulang tahun adalah kesempatan untuk checkpoint bagi Aiena. Apabila ia mengatakan ia bahagia dan puas dengan hidupnya, maka itu menjadi titik checkpoint-nya. Sebaliknya, ia suatu hari pada ulang tahunnya ia menyesal akan keputusannya dan mengatakan ingin kembali ke masa lalu, maka ia otomatis kembali ke titik checkpoint terakhirnya.

Bermula dari penyesalannya tidak bisa memberikan yang keturunan bagi suami yang begitu mencintainya, Aiena di masa kini berniat kembali ke masa lalu untuk menghindari toxic relationship dengan mantannya dan bertemu jodohnya, pria yang di masa kini menjadi suaminya lebih cepat dalam kondisi yang lebih baik. Namun ketika Aiena mengulang cerita hidupnya, ia justru bertemu orang lain yang tidak mampu ia tolak pesonanya.

Cerita menjadi semakin kompleks ketika Aiena menyadari siapa pria yang merebut hatinya itu, bertemu dengan sang mantan pacar toxic, dan bertemu dengan pria yang dipercaya sebagai jodohnya dalam situasi yang kini jauh berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quoari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Awal

Berita mengenai Shane yang telah melamar Aiena tidak tersebar di kantor. Suatu yang sangat disyukuri oleh Aiena karena ia tetap dapat bekerja seperti biasa dengan tenang. Gosip yang beredar hanya Shane dan Aiena berpacaran karena selalu berangkat dan pulang bersama. Setidaknya mereka belum tahu sejauh apa yang sebenarnya terjadi.

“Na, ayo!” 

Aiena yang masih asyik mengerjakan editing gambar di komputernya menoleh ke arah sumber suara. Shane sudah berdiri di ambang pintu ruang kerjanya.

“Sebentar, dikit lagi, Pak.” Segera Aiena menyelesaikan apa yang hendak dilakukannya pada gambar tersebut sebelum lupa dan menyimpannya. 

Ini memang sudah jam istirahat makan siang, namun Aiena tadi tidak langsung turun ke kantin bersama rekan rekannya seperti biasa. Aiena memilih untuk menyelesaikan dulu apa yang sedang dikerjakannya. Lagipula Yang ini memang ia tidak makan di kantin karena dirinya dan Shane sudah ada janji untuk fitting gaun lamaran sekalian makan siang bersama keluarga Shane.

Segera setelah mengubah komputernya menjadi mode Sleep, Aiena meraih tasnya dan menyusul Shane yang sudah lebih dahulu berjalan menyusuri lorong. Menuju ke lift.

“Fitting dulu baru makan nggak apa-apa ya?” 

“Ya, fitting aja dulu biar masih muat semua gaunnya,” jawab Aiena.

***

Begitu kembali ke dalam mobil setelah sesi fitting gaun pertunangan dan makan siang bersama keluarga Shane, Aiena langsung menyandarkan kepalanya pada jok kulit yang empuk. Ia merasa lega langkah awal ini terlewati dengan baik. Napas lega akhirnya lolos dari bibirnya setelah ketegangan yang ia rasakan sejak pagi tadi.

Matanya menatap cincin tunangan yang kini berkilau tertimpa cahaya matahari siang yang menembus kaca jendela. Bukti keseriusan Shane pada dirinya. 

 “Shane, aku benar-benar lega proses fitting tadi lancar,” gumam Aiena dengan nada yang jauh lebih rileks. “Aku sempat takut pilihanku terlalu sederhana atau malah norak. Terima kasih karena dukung pilihanku.”

“Pilihanmu bagus, Na. Aku juga suka yang itu.”

Aiena kemudian menoleh ke arah Shane yang sedang fokus mengemudi. “Dan soal orang tuamu... jujur, aku sempat ngerasa nggak percaya diri waktu makan siang tadi. Aku cuma bawahanmu di kantor, bukan dari kalangan yang sama. Tapi mereka nerima aku.”

Shane memberikan senyum tipis yang sarat akan kasih sayang. Di tengah kemacetan jalanan menuju kantor, ia melepaskan satu tangannya dari kemudi dan meraih jemari Aiena, menggenggamnya dengan erat. 

“Tenang aja, Na. Semuanya baik-baik saja. Aku sudah bilang, kan? Mereka nggak peduli soal status atau jabatan. Yang penting aku bahagia sama kamu.”

Ia memberikan usapan lembut pada punggung tangan Aiena sebelum melanjutkan, “pertunangan kita dua minggu lagi, Na. EO tadi sudah kirim portofolio desain dekorasinya, nanti aku forward ke surelmu.”

“Aku nggak nyangka bakal secepet ini, Shane.”

Shane tertawa kecil, suara baritonnya memenuhi ruangan. “Sepertinya orang tuaku jauh lebih nggak sabar daripada aku, Na. Tadi waktu kamu di ruang ganti, Mama bilang kalau mereka ingin segera punya cucu.”

Wajah Aiena seketika memerah hingga ke telinga. “Cucu? Kita aja belum bertunangan resmi, dan mereka sudah mengharap cucu dari kita?”

“Yah, itulah orang tuaku,” balas Shane dengan kilat jenaka di matanya. “Tapi jangan terbebani. Aku nggak akan mulai proses produksinya sekarang. Aku bakal tunggu sampai kita sah nanti.”

“Proses produksi… bahasamu Shane.” Aiena tertawa, diikuti oleh Shane.

“Ya… daripada aku pakai bahasa yang vulgar. Lagipula kita di perjalanan ke kantor, jadi aku beneran sudah mikirin soal produksi sam promosi lagi.”

“Kita tetap biasa di kantor, ya? Aku nggak enak sama teman-teman kantor.”

Shane mengangguk. 

***

1
Wid Sity
eaaa, ngobrol apa tu
Wid Sity
pantesan gerak-geriknya Shane aneh
Quoari: Iya, mengganggu konsentrasi
total 1 replies
Wid Sity
ngakak banget salah nyebut panggilan 🤣
Quoari: Untung yang lain nggak ngeh
total 1 replies
Wid Sity
ternyata matanya Shane plus
Quoari: Minus
total 1 replies
Wid Sity
ternyata Shane grogi juga
Quoari: Iya, setelah semalam keceplosan
total 1 replies
Wid Sity
Halah, ngeles aja pak
Quoari: Masih malu malu dia 🤭
total 1 replies
Wid Sity
aw, jadi tersipu malu 🤭
Wid Sity
kayaknya takut dilacak oleh Shane, makanya menghilang dan ganti nomer
Quoari: Iya, melarikan diri dari shane
total 1 replies
Wid Sity
harusnya lega dong. Ini kenapa perasaanmya jadi kosong, jangan2 Aiena masokis ya
Quoari: Karena udah lama sama haze, udah sayanf sbenernya
total 1 replies
Wid Sity
kalian kepo ya kalo ada orang berantem
Quoari: Iya, apalagi bosnya sendiri yang berantem
total 1 replies
Quoari
Memang segitu redflagnya
Quoari
Makanya Aiena nurut biar cepet
Quoari
Iya, udah berapa kali
Wid Sity
lama juga menghilangnya, untung gak dipecat
Quoari: Sembuhnya lama. Ga dipecat karena shane
total 1 replies
Wid Sity
hey, sadar Na. Kamu kesakitan kan gara2 Haze. Jangan luluh
Wid Sity
harusnya kamu minta maaf utk hal lain sat. Gak sadar diri salahnya apa
Quoari: Emang gitu dia. Pinter manipulasi perasaannya aiena
total 1 replies
Wid Sity
tapi kalo kamu meninggal duluan gara2 melakukan hal aneh2. Ortumu lebih terpukul lagi, Na
Quoari: Untungnya nggak terjadi
total 1 replies
Wid Sity
kok Aiena gak mau cerita ya? Kalo cerita kan bisa dibantu. Kalo dipendem sendiri, selamanya akan terjerat dengan Haze dong
Quoari: Percuma, haze yang dibela
total 1 replies
Wid Sity
Haze tu tampang malaikat tapi berhati iblis
Quoari: Betul
total 1 replies
Wid Sity
Haze gila ya, cemburu sama darah daging sendiri. Enggak mau ada anak. Kalo gak mau ada anak, harusnya jangan kawin, sat. Doyan kawin doang, gak mau anaknya
Quoari: Emang egois dan posesif
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!