NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

Qiandra kini memejam kan mata nya, saat puting milik nya dia dekat kan ke arah suami nya Felix. Qiandra penuh harap, semoga saja Felix tidak merespon nya.

Sungguh diri nya merasa belum siap sama sekali, jika harus menyusui suami nya secara langsung, suami yang tak lain dan tak bukan adalah putra tunggal Julia ini.

Apa lagi di sepanjang kehidupan nya, Qiandra belum pernah dekat sama sekali dengan lawan jenis, dia juga belum pernah ber pacaran. Bersentuhan langsung secara fisik dengan lawan jenis. Sama sekali belum pernah Qiandra lakukan.

Dan sekarang tiba tiba dia harus menjadi seorang ibu susu, Oh my god takdir apa lagi? yang Tuhan atur untuk Qiandra.

Bibir Felix bersentuhan dengan puting milik Qiandra, merinding .. sungguh kali ini Qiandra merasa seluruh tubuh nya merinding bahkan bulu kuduk nya juga ber diri.

"Sekarang buka lah mulut suami mu itu, lalu masuk kan puting mu itu, ke dalam mulut suami mu," ucap Julia sembari menggertak kan gigi nya. Julia begitu jengkel dengan perempuan yang menjadi menantu nya sekarang.

Qiandra ter lihat begitu lola sekali di mata Julia.

'Astaga, bocah ini! dah di bilang di susui, malah diam saja kek patung, harus nya dia segera memasuk kan puting nya ke dalam mulut Felix, karena bibir Felix kini sudah ber sentuhan dengan puting milik nya,' Batin Julia sembari mengelus ngelus dada nya.

"oh, maaf kan saya mommy! ini adalah sebuah pengalaman pertama untuk saya!" Ucap Qiandra dengan nada polos. Dia ter lihat masih berusaha untuk membuka mulut Felix yang ter lihat kelihatan begitu sulit untuk ter buka.

Karena Qiandra membuka mulut Felix dengan lembut, tapi Qiandra merasa aneh. Kenapa Felix seperti orang yang tidak koma, bahkan Qiandra merasa Felix memang berusaha untuk tidak membuka mulut nya itu.

Sekali lagi, Julia ter lihat menepuk jidat nya sendiri. Sungguh dia merasa jengkel dan gemes menjadi satu, kala melihat menantu nya yang tidak ber usaha dengan keras. Menantu nya itu ter lihat hanya membuka mulut Felix anak nya sekali dengan gerakan begitu lembut, setelah mulut anak itu terlihat tidak merespon, Qiandra malah diam lagi seperti patung manekin. Tidak berusaha lagi untuk membuka mulut Felix.

Dengan gemas, Julia pun memasukan puting milik Qiandra ke dalam mulut anak nya itu dengan paksa, bahkan Julia itu membuka mulut anak nya dengan begitu kasar.

Qiandra hanya bisa melongo, melihat apa yang ibu mertua nya itu lakukan.

nyut

nyut

nyut

Rasa nya dada Qiandra dan juga hatinya berdenyut nyeri.

Qiandra meringis, kala Felix menyedot Asi nya seperti seorang bayi yang kelaparan, tentu saja kekaparan, Felix hanya di beri air putih saja, selama lebih dari 24 jam.

Pipi Qiandra ber angsur angsur memerah, dan semakin memerah. Sungguh Qiandra sangat sulit untuk menggambar kan perasaan nya kini.

Qiandra menggigit bibir bawah nya, rasa nya sungguh aneh dan tidak bisa untuk di gambar kan.

10 menit pun ber lalu, tapi Felix masih terus berusaha untuk menyedot asi milik nya, Julia sendiri sedang memperhatikan bagian dada menantu nya dengan seksama. Qiandra hanya mengedip ngedipkan mata nya ber kali kali. Melihat ibu mertua nya, yang terus melihat ke arah dada nya.

Sungguh di sepanjang hidup nya, ini adalah sebuah hari yang sangat begitu aneh dan terasa berat untuk dia jalani, Qiandra mengedip kan mata nya sembari terus melihat ke arah ibu mertua nya dan juga suami nya.

Bagaimana perempuan polos seperti Qiandra, yang tidak pernah ber pacaran atau pun dekat dengan lawan jenis, tiba tiba di usia nya yang masih menginjak usia belasan tahun.

Sekarang tiba tiba dia harus menjadi istri di atas kertas seorang Ceo tampan dan juga kaya raya yang ada di depan nya.

Qiandra mengakui, jika Felix adalah orang yang sangat tampan. Walau pun sebenar nya, Felix yang kini menjadi suami nya bukan lah sosok laki laki yang dia idam idam kan untuk menjadi suami nya.

Karena Qiandra sangat menyukai laki laki yang ber perawakan kurus, tinggi untuk kulit terserah lah. Kalau Felix laki laki maco ber otot dengan hidung yang tinggi nya seperti tiang listrik.

"Ganti ke puting mu yang sebelah kiri, karena seperti nya yang sebelah kanan ASI nya sudah habis." Ucap Julia dengan nada yang terdengar sangat kasar, sungguh Julia kini benar benar sidah habis kesabaran nya.

"oh... Baik nyo - Mommy mertua, maaf kan saya.!" Ucap Qiandra dengan mata yang ter lihat ber kaca kaca. Qiandra merasa kaget dengan ucapan Julia yang tiba tiba kasar ke pada nya.

Qiandra pun buru buru mengganti dengan bagian sisi dada yang lain, sembari meringis. Ntah lah perasaan nya kini sungguh sangat lah sulit untuk di gambar kan.

Saat puting milik Qiandra yang lain di dekat ke wajah Felix, ter lihat Felix pun langsung merespon dan meyedot puting milik istri nya.

Julia yang melihat nya hanya tersenyum smrik, kini semua ketakutan yang menumpuk di dalam otak nya perlahan lahan memudar. Beban di pundak nya pun perlahan ber kurang, ada kelegaan sedikit yang hinggap di dalam hati Julia. Karena anak nya sudah mendapat kan seorang ibu susu.

Sekarang Julia pun ber jalan ke arah walk in closet yang ada di dalam kamar anak nya, Qiandra hanya menatap pergerakan ibu mertua nya dengan pandangan yang sangat sulit untuk di arti kan.

Julia lalu ber jalan ke arah kamar mandi, untuk mengambil sebuah waslap dan juga baskom berisi air hangat, dia benar benar ingin memastikan jika Qiandra memang benar benar tulus ke pada anak nya itu dan merawat anak nya itu dengan cara yang benar.

Julia bukan tipe orang yang gampang percaya dengan orang. Dia benar benar ingin memastikan langsung, apakah Qiandra benar benar bisa merawat anak nya dengan benar atau tidak.

Kini Qiandra terus menatap ke arah suami nya Felix, bahkan Qiandra seperti ter hipnotis dengan wajah suami nya, sampai sampai dia tidak bisa sama sekali untuk memalingkan pandangan nya ke arah lain.

Kini tangan Qiandra bahkan tanpa sadar menyentuh pipi suami nya, bahkan mengelus elus pipi suami nya itu dengan gerakan begitu lembut. Pipi yang terlihat putih bersih, mulus tanpa noda, bahkan kumis pun terlihat tidak tumbuh di wajah Felix.

"ehhem ...." Suara Julia batuk, karena sedari tadi memanggil nama menantu nya itu. Tapi menantu nya itu malah diam mematung.

"Maaf kan saya mommy, saya malah lancang memegang pipi anak nya mommy!" Ucap Qiandra langsung menarik tangan nya dari wajah suami nya.

Sontak saja, Julia malah melongo mendengar kepolosan menantu nya yang berkali kali di luar nalar. Julia berusaha mengambil udara sebanyak banyak nya, untuk menambahkan hati nya yang kini sedang di landa kejengkelan yang sungguh sangat sangat mendalam.

"Sudah, mulai sekarang gak perlu minta maaf terus, lagian dia itu sekarang sudah menjadi suami kamu, kamu sudah halal untuk memegang nya, jangan kan memegang pipi nya. Kamu memegang bagian tubuh nya yang lain pun, juga tidak masalah!" Ucap Julia dengan nada yang ter dengar mencibir.

Qiandra yang sekali lagi akan mengucap kan kata maaf pun, akhir nya mengurung kan niat nya. Karena dia sudah tidak boleh mengucap kan kata maaf lagi. Jadi Qiandra memilih untuk mematung dan tidak menjawab apa yang ibu mertua nya itu kata kan.

"Pernah kah kamu melihat, almarhum ibu mu meminta maaf, karena telah memegang bagian tubuh almarhum ayah mu. Bukan kah itu sangat ter lihat lucu." Ucap Julia lalu menghenti kan ucapan nya.

Karena tentu saja pernikahan Qiandra dan juga orang orang normal pada umum nya jelas jelas ber beda, karena pernikahan orang lain di lakukan atas dasar cinta. Sedang kan pernikahan yang di lakukan Qiandra kini hanya di lakukan di atas kertas. Julia yang sadar akan kesalahan dari ucapan nya itu, ingin sekali menarik ucapan nya kembali.

"Iya nyonya, saya sadar akan kesalahan saya, iya memang seharus nya seorang istri tidak perlu meminta maaf, hanya karena memegang bagian tubuh suami nya yang lain," Ucap Qiandra sehingga membuat Julia menepuk jidat nya ber kali kali.

'Dia ini bodoh apa gimana? Ya udah lah, dari pada pusing mikirin menantu yang sangat lola, diambil sisi positif nya saja. Aku harus nya senang, karena punya menantu lola seperti ini. Jadi dia tidak akan pernah sadar jika aku melakukan sebuah kesalahan.' Batin Julia dari dalam hati nya. Dia kini merasa bersyukur, karena ada seorang anggota keluarga nya yang menurut ke pada nya, tidak seperti anak nya Felix yang punya IQ tinggi dan sangat suka membantah. Sangat sulit sekali bagi Julia untuk membohongi anak nya.

Walau pun dia melakukan kebohongan untuk sebuah kebaikan, bukan untuk tujuan yang lain.

"Ya sudah, ini peralatan untuk membersih kan bagian tubuh anak ku!" Ucap Julia sembari menyerah kan baju piyama milik anak nya, dan perlengkapan yang lain.

"Apa kah saya harus membersih kan tubuh nya nyonya?" Tanya Qiandra dengan suara yang terdengar begitu polos.

"Iya!" Ucap Julia sembari menggertak kan gigi gigi nya.

"Apa saya juga harus membuka baju yang suami saya kenakan nyonya? eh ... mommy mertua," Tanya Qiandra lagi.

Julia yang benar benar tidak tahan, akhir nya memilih meninggal kan menantu nya itu. Dia percaya dengan menantu nya yang sangat polos dan ter lihat patuh itu, apa lagi? di setiap sudut kamar anak nya. Sudah ter pasang CCTV. Julia memilih menyerah dan percaya aja pada menantu nya.

"Mommy mertua! Kenapa meninggal kan saya? Saya sekarang harus bagaimana?" Ucap Qiandra dengan nada yang terdengar begitu polos.

"Terserah apa yang akan kamu lakukan, ingat di setiap sudut kamar ini terpasang CCTV, Kamu pernah melihat orang membersihkan tubuh seseorang yang sedang sakit bukan? Sekarang lakukan lah pada suami mu itu, bersih kan tubuh nya sampai bersih! Saya tidak mau tahu, bagaimana cara nya kamu membersih kan tubuh anak saya, saya akan kembali lagi dalam waktu 1 jam, saya harap tubuh anak saya sudah bersih dan sudah berganti dengan pakaian yang bersih!" Ucap Julia bagai kan sambaran petir bagi Qiandra.

Glek

Qiandra menelan ludah nya yang kelu, di saat dia sedang melamun memikir kan cara untuk membersihkan tubuh suami nya, tiba tiba pintu kamar nya di tutup begitu keras oleh mommy mertua nya.

Brakkk

Membuat lamunan Qiandra pun buyar, bahkan kini Qiandra seperti orang yang kebingungan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!