NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.
Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??
Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#21
Malam telah larut, taburan bintang menghiasi indahnya malam, suara serangga kecil memecah kesunyian, membuat banyak insan terlena oleh kesenangan.
Setiap perbuatan ada pertanggung jawaban, ada konsekuensi di setiap keputusan. stop menjadi hakim dunia, setiap insan berjalan dengan tujuan sesuai keputusan.
Di balik kokohnya pintu, udara yang dingin tetap menembus melalui celah celah kapilaritas. Terasa menusuk sendi dan tulang. Queen menarik selimut sebatas dada, di sebelahnya ada erfan yang bersandar dengan memainkan ponsel.
Dua manusia beda usia ini, terlibat percakapan ringan memecah kecanggungan dan kesepian.
"masih dingin sayang?" tanya erfan.
"sudah lumayan tidak mas, masih dingin di gunung" jawab queen.
Erfan membelai kepala queen, lalu memiringkan badan dan menyangga kepala dengan tangan.
"tadi kenapa tidak ikut minum mas?" tanya queen.
" tidak, aku sedang tidak ingin minum, dan itu sudah biasa, jika aku tidak ingin minum ya mereka minum tanpa ku, bedanya kalau biasanya mereka minum dengan kekasih mereka masing dan aku sendirian , kalau sekarang aku sudah ada kamu yang menemaniku." jawab erfan.
Erfan menyikap rambut yang sedikit menutupi wajah queen, queen tersenyum lalu menggenggam tangan erfan.
" Terimakasih sudah mengenalkan aku pada teman-teman kamu mas, terimakasih sudah mengajakku mendaki" kata queen.
" nex time kita ke laut jika ada cuti panjang lagi ya" jawab erfan.
Erfan melabuhkan kecupan pada kening queen, lama.. hingga kecupan itu turun kehidung, lalu erfan meraih bibir queen, pelan... Semakin dalam... Dan... Saling melumat hingga menimbulkan sensasi luar biasa.
Erfan melepaskan ciumannya, menatap queen dengan penuh damba, queen membalas tatapan itu dengan penuh has××× yang sudah di ubun-ubun, erfan kembali mencium queen, tangannya sudah tidak terkondisikan, baju mereka sudah terlepas, suara desahan mengisi setiap sudut ruangan.
" dek... Bolehkah??" tanya erfan di sela-sela aktifitas.
" aku sudah tidak...." belum sempat queen menjawab, erfan susah membungkam dengan ciuman.
" jangan mengingat masa lalu mu sayang, akupun tak pernah menanyakan soal selapis penghalang itu, aku di sini untukmu" ucapan erfan membuat queen terdiam. Lalu mengangguk.
Erfan kembali bermain di dada queen, lalu pelan-pelan..... Erfan mengendalikan permainan. Ini adalah yang pertama untuknya... Tapi erfan menikmati dan tidak menyesali.... Keringat mendominasi, keduanya tersenyum sebelum saling memeluk dan terlelap kelelahan.
*******
Queen terjaga beberapa jam setelah tertidur, dia menoleh menatap erfan yang masih memejamkan mata dengan tenang. Pikiran queen menerawang jauh, banyak pertanyaan memenuhi pikiran. Hembusan nafasnya membangunkan erfan, lalu tangan erfan menggenggamnya seolah berkata "semua baik-baik saja"..... Queen tersenyum dan mengangguk meski erfan tidak berkata apa-apa.
"masih gelap sayang, ayo tidur lagi... Sebelum mas mengulang yang semalam" canda erfan.
Queen langsung merebahkan badannya, dan memejamkan mata kembali, tetapi tidak bisa, lalu dia memilih untuk mandi air hangat, dan keluar ke ruang tamu. Di ruang tamu dia tidak tenang, sebab sayup-sayup terdengar suara desahan dari kamar samping. Queen masuk kembali kedalam kamar, dan menemukan erfan yang menahan tawa.
" sudah mas bilang di sini saja, jadi salting sendiri kan" kata erfan.
queen cemberut lalu menjawab " lagian ini udah selesai subuh mas, masak iya masih lanjut"
Erfan langsung terbahak-bahak. "Jangankan pagi-pagi begini, siang bolong aja gak ada batasnya sayang"
Lalu erfan meraih tangan queen, dan meminta queen duduk. " jangan tinggalin aku ya dek, sampai nanti batas waktu kita bisa menikah" kata erfan.
"Aku hanya minta jangan mengekangku atau mengaturku mas, sebab aku masih ingin bebas menikmati masa muda sebelum menikah" jawab queen.
"iya sayang, aku juga belum ada kepikiran nikah, tapi aku serius dengan hubungan ini. Kecuali kalau kamu hamil, mau tidak mau memang kita harus menikah. " kata erfan
" nanti pas turun ke apotik ya mas, aku mau beli pil KB" kata queen.
"iya sayang, nanti kita beli" jawab erfan.
Erfan menari pelan kekasihnya, dalam posisi duduk, mereka kembali ber××××× saling merajut bahagia dunia. Ntah berapa kali mereka mengulang, terserah teman-teman yang berimajinasi dalam berhitung.
Waktu bergulir, jam menunjukkan angka 11.30... Queen terbangun dengan rasa lapar , erfan yang sudah bangun terlebih dulu sudah memesan makanan, di ikuti teman-teman erfan.
" queen masih tidur fan? " tanya rendi, salah satu teman erfan.
" tadi aku tinggal sih masih, nggak tau kalau sekarang. " jawab erfan.
"kamu serius sama dia" tanya rendi lagi.
"ya serius lah, aku sudah seintim itu, masak kalian masih tanya keseriusanku lagi" jawab erfan
" kami tidak ingin kamu tersakiti lagi "
"terimakasih kawan" jawab erfan sambil tersenyum.
Setelah membersihkan badan, queen keluar dari kamar dan sudah di tunggu yang lain. Ada rasa tidak enak sebenarnya, tapi queen hanya menundukkan kepala.
" sepertinya mereka habis membicarakan aku" gumam queen.
" maaf baru bergabung" ucap queen
" tidak apa, tidak usah sungkan" jawab yang lain
" duduk sayang, kita makan dulu sebelum pulang" kata erfan.
queen menganggukkan kepala lalu duduk bersama mereka. Mereka semua makan sambil bercerita dan bercanda. Queen hanya tersenyum dan sesekali menganggukkan kepala.
Setelah makan mereka semua bergegas pulang karena besok harus bekerja di tempat masing-masing.
"asalamualaikum " queen mengucap salam.
"waalaikumsalam" jawab kedua orang tua nya
" tadi erfan telp tidak bisa mengantar sampai rumah" kata bapak.
" iya pak, mas erfan langsung berangkat kerja.
"Ya sudah kamu mandi dan istirahat" kata ibu
" terimakasih bu"
Setelah mandi, queen tidak langsung tidur, dia memilih duduk santai bersama ibu dan bapak nya.
"queen, kita harus segera pindah dari sini" kata ibu
" loh kenapa bu?? Kan kita sudah membayar kontrakan" kata queen.
" kata pak ajis, rumah ini akan di pakai sendiri". Jawab bapak
" kita di beri waktu 1 bulan untuk mencari tempat baru" lanjut bapak
" tadi ibu dan bapak sudah mencari-cari lokasi yang cocok untuk kontrakan baru, tapi kalau kamu menemukan yang lebih baik dan murah, ya tidak apa-apa" kata ibu
" queen ikut saja bu, yang penting ada kamar mandi lengkap" jawab queen
" nanti kita cari lagi nak, jangan terlalu di pikirkan".
Queen mengeluarkan sejumlah uang dan di berikan ke ibu nya " bu... Ini ada uang 5 juta untuk mencari kontrakan, sisanya tunggu gajian ku tanggal 25"
" kok banyak nak??, jangan semua, sebagian kamu simpan untuk kebutuhanmu" kata ibu.
" tidak bu, aku masih punya simpanan" jawab queen.
" baiklah nak, sisanya ibu juga ada simpanan" kata ibu.
Queen tersenyum pada ibu dan bapak, lalu ikut memakan ubi rebus yang sudah hangat.
" kamu belum ada rencana menikah nak??" kata ibu
" bu, aku memang menjalin hubungan dengan erfan, tetapi begitu juga dengan abdi, aku belum mau menikah, seperti yang sudah aku sampaikan, jangan membahas pernikahan dulu dengan ku bu" jawab ibu
" iya tidak apa-apa, menikah bukan perkara cinta, tetapi kesiapan mental dan materi, jangan seperti ibu bapak yang seumur hidup kontrak" kata bapak.
" jangan bilang begitu pak, queen malah senang, asal selalu bersama bapak dan ibu, mba wulan sudah jauh, aku tidak ingin kita jauh juga, sekalipun aku menikah, aku tetap ingin bersama bapak dan ibu" queen menjelaskan...
Suara adzan menghentikan percakapan mereka, mereka segera mengambil wudlu dan bersiap beribadah.