NovelToon NovelToon
Pasangan Misterius X & V

Pasangan Misterius X & V

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Transmigrasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Di mata dunia, pernikahan hanyalah sebuah formalitas saja.
Hingga suatu hari, seorang pria misterius yang selalu mengenakan topeng - yang dikenal sebagai asisten biasa - menikahi seorang wanita yang dijadikan alat penebus hutang.
Mereka tidak ada yang mencurigai apapun... hingga segalanya perlahan mulai berubah.

Ketika sang kakak menghilang secara tiba-tiba, sang adik perempuan dipaksa menggantikan posisinya sebagai istri.

Keputusan itu disetujui tanpa ragu oleh keluarga demi menebus hutang mereka.

Tidak ada seorangpun yang peduli dengan perasaannya... atau bahkan menanyakan keadannya.

Namun, mereka tidak pernah menyadari satu hal penting - adik perempuan mereka sebenarnya telah mati sejak berada di dalam gudang yang pengap karena dianggap telah mencoreng nama keluarga.

Kini, di dalam tubuh yang lemah dan penuh luka, telah tergantikan oleh jiwa lain.

Jika penasaran, ayo ikuti kisah mereka hingga akhir.

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Transmigrasi

"Aku tidak pernah melakukan itu, Pa... Ma..."

Suara Violet bergetar, matanya memerah menahan air mata yang terus menggenang.

"Aku tidak tahu kenapa aku tiba-tiba ada di kamar hotel itu. Aku dijebak... aku yakin, aku dijebak, Pa... Ma... Tolong percaya padaku...," suaranya semakin lirih dengan air mata yang mulai mengalir melewati pipinya.

Sedangkan di sebuah kamar, Agnesia, kakak perempuan Violet, ia tersenyum smirk. "Setelah ini, kau akan semakin dibenci oleh Papa dan Mama."

"Kau selalu mendapatkan perhatian dari para guru. Tapi, itu tidak apa... karena sekarang, kau akan mulai dibenci oleh semua orang."

Agnesia pun menutup pintu kamarnya dengan pelan. Dalam hatinya, ia bersorak ria mendengar suara tangisan Violet.

Dalam hatinya, ia berkata, "Itulah akibatnya, jika kau melampaui diriku."

"Pa, Ma... tolong percaya padaku kali ini saja..." ucap Violet yang semakin putus asa.

Tapi, yang ia dapatkan hanya tatapan dingin dari mereka.

Ayahnya yang bernama Darius Alexander menatap Violet dengan emosi. Bahkan urat nadi di lehernya terlihat jelas.

"Buktikan! Buktikan jika kamu tidak bersalah, Violet!"

Violet terdiam.

"Bagaimana aku bisa membuktikannya, Pa? Keamanan hotel itu sangat ketat... aku bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi."

Mamanya Viony Alexander mendengus pelan, seolah muak mendengar ucapan Violet. "Halah... kau selalu saja punya alasan untuk menghindar. Tapi bukti yang kami dapatkan, semuanya terlihat jelas dalam video itu."

Ucap mamanya sambil membuka ponselnya dan memperlihatkannya pada Violet, "Kau lihat ini, Violet. Jelas sekali kamu ada dalam video itu sedang berbuat yang tidak senonoh."

Violet menggelengkan kepalanya sambil terus menangis. "Tidak, Ma. Itu tidak benar."

"Pelayan! Bawa Violet ke gudang belakang rumah! Kunci pintunya dan jangan pernah ada yang berani untuk membukakan pintu untuknya. Jika terlihat, orang itu akan saya pecat dan akan di blacklist dari semua kantor yang menaungi para pelayan!" tegas Papa Darius.

Kalimat itu terasa seperti pisau yang menusuk lebih dalam dari apapun. "Tidak, Pa... Ma... jangan lakukan itu, aku tidak bersalah."

Tanpa penjelasan lebih lanjut, tanpa kesempatan untuk membela diri lagi, Violet akhirnya diseret menuju gudang belakang rumah.

Sebuah ruangan sempit, pengap dan gelap. Di dalamnya hanya ada kasur tipis, meja kecil dan sebuah cermin yang sudah usang.

Pintu ditutup.

Klik.

Pintu terkunci.

Sunyi. Kesunyian yang ia rasakan dalam gudang itu.

Violet terduduk dengan lemas dekat sebuah meja. Ia menundukkan kepalanya dan bertumpu pada lututnya.

Ia menangis, sesak, marah yang ia rasakan bercampur menjadi satu.

Selama ini... bukankah aku selalu diperlakukan seperti ini?

Sejak kecil, ia tidak pernah diperlakukan dengan adil.

Saat ia mendapat nilai tinggi, yang ia terima hanyalah tuntutan untuk lebih baik lagi.

Namun kakaknya... selalu dipuji, bahkan saat hasilnya jauh di bawahnya.

Hadiah?

Kasih sayang?

Perhatian?

Semuanya hanya untuk kakaknya.

"Apakah aku... benar-benar anak mereka?" gumam Violet lirih.

Air matanya jatuh tanpa suara.

Ketika ia memikirkan sekolahnya, hidupnya tidak pernah tenang seperti di rumah. Ia sering menjadi target ejekan, bullying oleh geng kakaknya.

Perlahan, harapan untuk mendapatkan kasih sayang dan perhatian mulai runtuh.

Ia melihat ke sekeliling. Dipojok sana, ada sebuah pecahan kaca.

Violet berjalan dengan tubuh yang gemetar mengambil serpihan cermin itu.

Sambil memegang serpihan kaca dengan kuat, ia bergumam lirih.

"Kalau saja... ada seseorang yang bisa membuktikan kebenaran ku..."

"Kalau saja... ada yang bisa membalas semua rasa sakit ini..."

Ia memejamkan matanya

"Aku akan sangat berterima kasih. Kalau saja transmigrasi ada di dunia ini, aku akan menyerah, dan membiarkan jiwa orang lain menempatkan tubuhku ini dengan sepenuhnya."

Violet pun langsung melakukan satu hal terakhir dalam hidupnya dan seolah tak peduli pada rasa sakit apapun.

Kesadarannya perlahan mulai memudar, tubuhnya kian melemah karena kelelahan dan tekanan yang ia rasakan selama ini.

...****************...

Di tempat lain...

Di jalanan sepi, yang hanya diterangi lampu kota, suara mesin mobil meraung keras.

Seorang gadis mengemudi dengan kecepatan tinggi, senyum tipis menghiasi wajahnya, seolah dunia hanyalah lintasan balap baginya.

Namun dalam sekejap... segalanya berubah.

Ketika tikungan tajam, ia hendak memelankan kecepatan. Tetapi remnya sama sekali tidak berfungsi.

Ia cemas dan takut.

Ia pun berusaha mengendalikan laju mobilnya, tetapi, itu semua terlambat.

Tiba-tiba, dari arah depan muncul sebuah mobil bak terbuka dengan kecepatan tinggi.

Ia berusaha mengalihkan mobilnya ke sisi kanan, namun terlambat, mobil itu menghantam keras mobilnya, menyeretnya hingga ke jurang.

"Daddy..."

Suaranya melemah, penuh penyesalan.

"Maafkan aku... aku tidak mendengarkanmu..."

Ia memejamkan matanya, air mata mengalir di pipinya.

"Kalau aku diberi kesempatan lagi... aku akan mematuhi semua perkataan daddy..."

Mobil itu terjun bebas ke jurang dan menabrak bebatuan, hingga akhirnya, "BOOM!" Mobil itu meledak sangat kencang.

Di belakang, seseorang tengah menatapnya dengan dingin.

"Kau selalu mendapatkan apapun yang kamu mau Irene. Kali ini, aku akan merebut semuanya. Termasuk kasih sayang dari daddymu."

Mobil itu melaju meninggalkan mobil Irene yang terbakar.

Kemudian, cahaya emas muncul dari langit, menghantam mobil yang Irene gunakan.

Dari cahaya emas itu, terlihat jiwa Irene ditarik dari tubuhnya.

...****************...

Di tubuh yang lemah, Irene perlahan mengerjapkan matanya pelan, menyesuaikan dengan cahaya bulan tipis yang masuk melalui celah jendela.

"Eunghhh..." lenguhnya.

Irene pun melihat ke sekeliling.

"Dimana... aku?"

"Bukankah... tadi aku kecelakaan mobil? Seharusnya tubuhku sudah hancur karena ledakan itu," gumam Irene yang belum menyadari kenyataan.

Irene pun perlahan bangkit, namun luka ditangannya membuat ia meringis "Ashhh" Ketika melihat tangannya, ia terkejut karena ada luka di pergelangan tangannya yang cukup dalam.

Irene pun berdesik menghalau rasa sakit yang ia rasakan. Ketika berjalan beberapa langkah, ia melihat ke arah cermin, dan betapa terkejutnya ia, melihat tubuhnya yang kurus dan kecil.

"Ini... ini bukan tubuhku?! Aku ada dimana sebenarnya?!" jerit Irene.

Tiba-tiba saja, kilasan memori menghantam kepalanya. Membuat Irene terjatuh pingsan.

Semuanya gelap, ketika Irene perlahan membuka matanya.

"Halo! Apa ada orang?"

Irene mulai berjalan pelan menyusuri setiap langkahnya.

Setelah lama berjalan, akhirnya ia menemukan sebuah titik cahaya.

"Kak Irene"

"Siapa yang memanggilku? Keluarlah!" jerit Irene.

"Aku di sini Kak Irene"

Akhirnya Irene pun melihat sebuah siluet berwarna putih.

"Apa kamu yang memanggilku?" tanya Irene.

"Iya kak, aku yang memanggilmu untuk datang ke sini."

"Kenapa?" tanya Irene bingung.

"Sebelum aku menjawab pertanyaan kakak, aku ingin memperkenalkan diriku terlebih dahulu."

"Namaku Violetta Rosalyn. Umurku baru menginjak 17 tahun," ucap Violetta.

"Kenapa kamu ada di sini? Kenapa kamu menarik diriku? Apa kamu tau siapa aku?" tanya Irene dengan berbagai pertanyaannya.

"Aku tau, nama kakak Irene Dominic. Usianya 23 tahun. Kakak dulunya hanya seorang anak yatim piatu, yang kemudian diangkat anak oleh Axel Dominic," jelas Violetta.

"Bagaimana kamu tahu semua itu? Sedangkan teman-temanku tidak tahu semua itu," ucap Irene terkejut.

"Aku tahu, karena aku sudah mati kak. Aku menarik jiwa kakak ke sini, untuk membalaskan dendamku pada keluarga Alexander dan teman-teman geng kakakku termasuk kakakku sendiri Agnesia Alexander. Selain itu, aku juga tau kenapa kakak meninggal," jelas Violet dengan mata yang membara

"Apa yang kamu tau?!" seru Irene.

"Teman balap kakak yang menggunakan mobil berwarna putih, yang membuat rem mobil kakak blong. Ia melakukan itu ketika tidak ada orang yang melihat, sedangkan kakak saat itu tengah berada di kamar mandi."

Irene yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya erat.

"Sialan! Jadi kecelakaan itu sudah direncanakan!" desis Irene.

"Maka dari itu kak, aku membawa jiwa kakak untuk membalaskan dendam kematian kita berdua. Tapi, aku akan membiarkan kakak mengambil alih tubuhku sepenuhnya, karena aku sudah muak menjalani kehidupan ini."

"Baiklah kak, waktuku sudah habis, aku harus segera pergi. Bye bye kak... temukan jawabannya kenapa wajah kita berdua terlalu mirip kak."

Jiwa Violet pun menghilang dari pandangan Irene.

...****************...

Kembali ke kenyataan...

"Hah... hah... hah..." Irene menarik napas kencang, seolah ia baru saja menemukan kebenarannya.

"Jadi, Selena yang menyebabkan aku meninggal?! Awas saja kau Selena. Aku akan mengambil kembali apa yang menjadi hakku. Dan aku tidak akan membiarkan dirimu terlalu lama untuk menikmati semuanya. Untuk keluarga Alexander, aku akan membalaskan rasa sakit Violet yang asli."

...... to be continued ......

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
akang atuh harusnya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
My Alpha My Luna 🤔 ganti nama pa begimane ini nda mudeng /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: 🫨 Ooohh
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Vier jangan buat aku iri dong/Scream/ aku malah pernah kesiram air mendidih sepanci, kamu gak khawatir sama aku gitu/Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: pasti kalau kaget teh...

disini juga ada yang kesiram air panas, tapi sampai melepuh, ngeri😬😬
total 11 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kenapa gak kamu panggil kakanda aja sih🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Betul betul betul🤣🤣🤣
total 6 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
uhukkkk my luna😱 Luna Maya kah?
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: bukan bukan/Scream/ Luna maya punya Maxime /Scream/
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Ciaaaa My Alpha
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nanti ada bagiannya🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
bestinya si Irene gimana? belum di basmi tuh cacar ular
Dewi Payang
Aman berarti🤭🤭🤭
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: selamat selamat🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Wh, ada Supra X disini🤭 peace kak✌️
Dewi Payang: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Dewi Payang
Sang gelang udah bertemu jodohnya😍
Dewi Payang
Kelakuan Aerin🙈🙈🙈🙈
Dewi Payang
Apa.dia Angkasa?
Dewi Payang: Weh mantap😁
total 2 replies
꧁𐌡𐌉𐌙𐌀𐌍𐌀♡♥︎࿐
karna gak penting katanya cuyy 😌
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Se-sayang itu Daddy nya/Proud/
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰: iya lgi😭
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
jadi siapa wanita itu?
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: yang jualan tahu bulat🏃🏃🏃
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo kembali fokus pada tujuanmu Vio, kasihan mereka jika terlalu lama menunggu hadiah darimu🙃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Jadi di dalem tubuh Violet ada berapa jiwa 🤔 masih nda mudeng aku 🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Emang ada berapa lagi yg belom keluar /Slight/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nama na sammaaa 🤣🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wahhh, iya 🤭... aku baru ngeh loh teh🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Mak na saha tah 🤔
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: tempeh mahal, tahu aja teh 🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!