Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENCAPAI BAHAN MAKANAN
Keesokan harinya, Selina yang terbangun dengan perut lapar perlahan bangkit dari ranjang jeraminya dan keluar dari dalam gua.
Begitu tiba diluar gua, Selina meregangkan kedua tangannya dan menghirup nafas dalam-dalam, "Segarnya..", gumamnya dengan kedua mata berbinar cerah.
Selina menarik nafas panjang beberapa kali, berusaha memasukkan udara bersih dan murni kedalam paru-parunya, rasa lelah yang kemarin ia rasakan seolah hilang seketika digantikan oleh rasa segar dan bersemangat.
Didunia modern yang padat penduduk dan penuh polusi, mendapatkan udara sesegar dan pemurnian ini merupakan hal yang sangat langkah sehingga Selina tanpa sadar mulai menghirup udara pagi yang masih terdapat titik-titik embun pagi dengan rakus.
"Baiklah, karena sudah bangun maka sekarang sudah waktunya untuk mencari bahan makanan", ucapnya bersemangat.
Mengingat aliran sungai yang kemarin ia lewati, Selina pun segera berjalan menuju kesana. Sambil berjalan menuju sungai, melihat ada pohon bambu, ia pun segera mengeluarkan pisau batu yang tadi sengaja ia bawa dan memotong satu dan meruncingkan ujungnya agar bisa ia jadikan tombak untuk menangkap ikan di sungai.
Begitu tiba di tepi sungai, kedua mata Selina terbelalak dengan mulut terbuka lebar melihat ikan yang berukuran besar dan gemuk di dalam air yang mengalir, membuat Selina tanpa sadar meneguk ludahnya beberapa kali, membayangkan bagaimana enaknya ikan bakar yang akan dibuatnya nanti.
Ikan-ikan di dunia beastman semuanya berukuran besar dan gemuk. Seekor ikan saja sudah cukup untuk ia makan sepanjang hari.
Melihat bayangannya yang terpantul di permukaan air, Selina menghela napas berat. Meski fitur wajahnya mirip dengan wajah aslinya di dunia modern, tapi kondisinya sangat buruk.
Bukan hanya terlihat kusam, permukaan wajahnya juga sangat kasar karena tak pernah dirawat serta pipinya yang sangat tirus hingga ia terlihat lebih tua dari usianya.
Tubuhnya sangat kurus, hanya menyisakan tulang dan kulit tanpa ada daging, sehingga penampilannya mirip anak yang mengalami gizi buruk.
Krucukkkk...
Perut Selina kembali berbunyi nyaring membuat gadis itu pun segera mengangkat tombak bambu yang baru dibuatnya dan berusaha untuk menghunuskannya ke ikan yang ada didalam sungai.
Beberapa kali Selina berusaha menghunus tubuh ikan tapi gagal, membuatnya sedikit frustasi tapi karena sangat lapar dan ingin memakan ikan yang besar dan gemuk itu, ia pun mengabaikan pakaian dan tubuhnya yang telah basah kuyup, terus menghunuskan tombak bambu ke arah Ikan-ikan yang ada didalam sungai.
Setelah berjuang sangat lama pada akhirnya tombak bambu Selina berhasil menembus tubuh satu ikan yang langsung ia angkat dan jatuhkan ke bebatuan di tepi sungai.
Selina pun segera memukul-mukul tubuh ikan yang masih mengelepar ke batu beberapa kali hingga tubuh ikan tak lagi bergerak. Selanjutnya, Selina pun segera berbaring di atas rerumputan di samping sungai karena kelelahan.
"Uu.. uu... uu...", Selina tidak sanggup menahan tangisnya. Dunia beastman sangat keras, ia yang hanya manusia biasa tanpa kemampuan apapun entah akan bertahan berapa lama didunia yang masih menganut hukum rimba ini.
Melihat bentuk tubuh dan wajah yang sangat mirip, ia sempat berpikir apakah orang dengan nama yang sama dengan dirinya ini adalah leluhurnya atau mungkin salah satu kehidupan masa lalunya sebelum ia berenkarnasi di dunia modern.
Semakin dipikir semakin membuat Selina merasa sedih. Selama ini, dari cerita dan drama yang ia tonton, seseorang akan mengalami transmigrasi setelah mati di dunia asalnya sehingga jiwanya di tarik masuk kedunia lain secara acak dan rata-rata mereka yang mengalami transmigrasi akan mendapatkan cheat atau biasa disebut sistem dan kemampuan ajaib yang tidak dimiliki oleh orang lain. Tapi dirinya, bukan hanya tak memiliki cheat curang itu, Selina juga tak mengetahui apapun mengenai dunia beastman ini karena ingatan dari si pemilik tubuh asli juga sangat minim.
Sebagai betina yang sejak lahir sudah sakit-sakitan, Selina tak mendapatkan perlakuan baik di keluarga Sein karena dianggap sampah yang tak berguna yang tak memiliki nilai untuk keluarga besarnya sehingga ia sama sekali tak pernah keluar dari kediaman, sehingga tak banyak ingatan mengenai interaksi di dunia beastman ini dalam ingatannya.
Karena minim informasi, Selina terpaksa harus mencari tahu sendiri agar ia bisa mendapatkan gambaran untuk bertahan hidup didunia yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup.
krucukkkk…
Bunyi perut menyadarkan Selina dari lamunannya. Ia sekarang sudah berada disini dan mau tak mau ia harus bertahan agar tetap hidup.
Dengan pemikiran seperti itu, Selina pun segera mengusap kasar bekas air mata yang menetes di pipi dan segera bangkit, mengambil seekor ikan yang berhasil ditangkapnya hari ini dan mulai membersihkan sisiknya dan mengeluarkan isi perutnya dan kemudian ia cuci disungai sebelum ikan itu ia bawa pulang untuk dibakar.
Tak lupa Selina mengisi air dalam tabung bambu sebagai persediaan air untuk minum sebelum ia melangkah pergi menuju rumahnya.
Dalam perjalanan pulang, Selina yang berjalan sambil mengamati kondisi lingkungan sekitarnya menemukan sebuah pohon lemon.
"Apakah ini pohon lemon?", gumamnya terkejut.
Setelah satu buah berwarna kuning sebesar telapak tangannya diambil dan ia gigit, kedua matanya menyipit karena rasa asam yang familiar. Sedetik kemudian kedua matanya pun berbinar cerah karena dengan adanya lemon maka ia bisa membuat ikan yang baru didapatkannya tak lagi amis dan juga bisa dipergunakan untuk memarinasi daging agar bau amisnya tak membuat perut mual.
Selina yang sangat gembira mendapatkan buah lemon pun segera memetik beberapa buah dan memasukkannya kedalam kantong kain yang dibawanya.
Ketika mengambil buah lemon yang terjatuh di tanah, tanpa sengaja ia melihat ada daun bawang tumbuh rimbun tak jauh dari ia berdiri.
Melihat rumput yang tumbuh disekitar daun bawang, Selina menduga jika tak ada yang memetik tumbuhan tersebut karena mereka mengira itu hanyalah rumput merasa sangat senang sehingga iapun mengambil semua daun bawang yang ada hingga ke akar-akarnya karena ia berencana untuk menanamnya dihalaman samping rumahnya agar jika memerlukan tanaman tersebut ia tak harus keluar terlalu jauh untuk mencarinya.
Selina mengamati lingkungan sekitarnya lagi, berharap ia bisa menemukan bahan makanan lain yang mungkin bisa ia jadikan bahan makanan.
Krucukkkk...
Mendapatkan kembali alarm dari perutnya, Selina pun bergegas kembali kerumah untuk membakar ikan dan makan, berencana akan melanjutkan pencarian bahan makanan nanti setelah perutnya sudah terisi agar memiliki tenaga lebih untuk berjalan.
Begitu tiba didepan gua batu miliknya, iapun segera membuat api dan menancapkan ikan yang sudah ia tusuk dengan dua bambu di dua sisi dan tubuh ikan sudah ia lumuri lemon dan taburi potongan daun bawang agar rasa amis ikan hilang dan rasanya lebih gurih.
“Sayang aku belum menemukan garam. Jika ada garam, maka rasa makanan akan lebih nikmat lagi", guman Selina bermonolog.
Akhirnya, siang ini Selina bisa memakan makanan normal, membuat ia merasa puas. Setelah menghabiskan satu ikan dan perutnya membuncit, Selina yang kelelahan setelah berjuang keras menangkap ikan di sungai tak menunggu lama segera terlelap begitu tubuhnya berbaring diatas ranjang.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya