Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.
Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.
Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekuatan Fisik Level 1
"Selamat siang Jack. Kami tahu apa yang baru saja kamu lakukan. Berhenti sekarang atau kamu akan menyesal."
Suara di ujung telepon terdengar dingin, datar, dan penuh ancaman. Bang Jack tidak bergeming. Ia berhenti di pinggir jalan dan menatap layar ponsel dengan tatapan tajam penuh amarah.
"Kalian siapa? Berani sekali mengancam Aku di telepon?"
"Kami pihak yang berkepentingan. Kamu sudah mengambil gambar dan merekam bukti yang tidak seharusnya."
"Itu bukti kejahatan! Kalian mencuri makanan anak sekolah demi mengeruk keuntungan pribadi!"
"Bisnis biasa saja. Jangan sok suci kamu ini. Uruslah dirimu sendiri dan keluargamu."
"Jangan bawa bawa keluarga! Kalian semua hanya pengecut!"
"Peringatan terakhir. Hapus semua data dan berhenti mengganggu operasi kami. Atau nyawamu melayang hari ini."
Telepon dimatikan secara paksa dari sisi lawan. Bang Jack menggeram kesal lalu menyimpan ponselnya. Ia sadar posisinya kini sangat berbahaya. Musuhnya bukan orang sembarangan.
[DETEKSI KEMARAHAN. NILAI KEADILAN MENINGKAT DRATIS.]
[SYARAT TERPENUHI. AKTIFKAN REWARD UTAMA: KEKUATAN FISIK LEVEL 1.]
Tiba-tiba rasa hangat yang luar biasa menyebar dari pusat tubuh ke seluruh penjuru saraf dan otot Bang Jack. Tulang-tulangnya terasa berdenyut kuat namun tidak sakit. Kulitnya terasa lebih kencang dan padat.
"Apa yang terjadi? Tubuhku terasa sangat ringan dan penuh tenaga begini!"
[INSTALASI SELESAI. KEKUATAN DIPERKUAT 5 KALI LIPAT DARI MANUSIA BIASA.]
[KECEPATAN REAKSI, DAYA TAHAN, DAN KEKERASAN TULANG MENINGKAT MAKSIMAL.]
Bang Jack mengepal dan melepaskan tangannya berulang kali merasakan perubahan yang terjadi.
Setiap gerakan terasa sangat lancar dan bertenaga. Ia yakin sekarang bisa mengangkat benda berat dengan mudah.
Tiba-tiba dari arah depan dan belakang muncul dua mobil hitam yang memblokir jalan sempit itu. Pintu mobil terbuka lebar. Lima orang pria bertubuh besar dengan jaket kulit turun serentak.
Mereka membawa besi beton dan pipa panjang. Tatapan mata mereka penuh niat buruk.
"Nah, si tikus ojol ada di sini. Tangkap dia dan hancurkan ponselnya!" teriak pemimpin kelompok itu.
Bang Jack berdiri tegak di tengah jalan tanpa rasa takut sedikitpun. Ia justru tersenyum menantang. "Kalian yang disuruh sama orang di telepon tadi kan? Utusan dari Sarang Hitam ya?"
"Pintar juga kamu bicara. Tapi hari ini kamu tidak akan bisa bicara lagi setelah kami habisi."
"Jangan banyak omong. Serang kalau berani. Aku tunggu di sini."
"Hajar dia!!!!"
Mereka semua menerjang maju bersamaan. Pukulan dan tendangan melayang bertubi-tubi ke arah Bang Jack.
Namun gerakan mereka terasa sangat lambat dan kaku di mata Bang Jack yang sudah memiliki kekuatan baru. Ia menangkis sebuah pukulan pipa dengan telapak tangan terbuka.
Krak!
Pipa besi itu patah menjadi dua bagian di tangan Bang Jack. Para penyerang terbelalak kaget.
"Apa? Gila! Tangan ini terbuat dari baja apa?" kejut Bang Jack. "Wah ini keren. Sekarang giliran Aku menyerang," imbuh Bang Jack dengan suara rendah namun menggetarkan hati.
Ia melangkah maju dan melayangkan satu pukulan cepat ke arah perut pria terdepan.
Dug!
Pria itu terlempar jauh hingga menabrak kaca mobil belakangnya hingga pecah berkeping-keping.
"Rasakan ini! Hadiah dari Aku untuk kalian semua! Hiyaaaaakk!!"
Bang Jack berputar 360 derajat dan menendang dua orang sekaligus hingga terpelanting jauh. Dalam waktu singkat, lima orang preman itu sudah tergeletak di tanah, meringis kesakitan tak berdaya.
Bang Jack berdiri di tengah puing kekacauan dengan aura yang sangat berbeda dari sebelumnya.
[MISI PEMBELAAN DIRI SELESAI. KEKUATAN FISIK LEVEL 1 TELAH STABIL 100 PERSEN.]
"Masih kurang! Aku harus jadi lebih kuat lagi untuk menghancurkan sarang penipu itu!"
Tiba-tiba sebuah mobil mewah berwarna hitam mengkilap berhenti tepat di hadapannya.
Kaca jendela mobil diturunkan perlahan. Seorang pria tampan berpakaian rapi dan berseragam dinas tersenyum ramah.
"Selamat sore Bang Jack. Kerja bagus mengalahkan anak buah mereka. Aku sudah menunggu lama kehadiranmu."
Pria di dalam mobil itu tersenyum ramah namun tetap terlihat berwibawa dan resmi. Ia mengenakan seragam dinas yang rapi.
Bang Jack masih waspada dan tidak langsung mendekat. Ia menatap tajam orang asing di hadapannya.
"Siapa Bapak? Kenapa tahu namaku? Dan kenapa ada di sini tepat setelah kejadian tadi?"
"Aku pejabat dari tim pengawas pusat. Namaku Herman. Aku yang kirim tip besar ke rekeningmu tadi."
Bang Jack terbelalak kaget mendengar pengakuan itu. Ia segera mengecek notifikasi transfer di ponselnya. Nama pengirim memang sesuai dengan nama yang disebutkan pria di dalam mobil mewah tersebut.
"Jadi Bapak yang kirim uang puluhan juta itu? Untuk apa sebesar itu? Aku tidak terima uang sembarangan."
"Itu tanda terima kasih dan modal awal untukmu melanjutkan misi. Aku tahu kamu orang jujur dan berani."
"Jadi Bapak juga tahu soal pengurangan porsi makanan dan pencurian bahan di gudang?"
"Tentu saja tahu. Aku yang menyuruh sistem mencarimu. Kami butuh orang luar untuk membongkar segalanya."
Bang Jack menghela napas lega. Ternyata ada pihak berwenang yang juga menginginkan keadilan. Ia mendekat dan berdiri di samping pintu mobil sambil tetap menjaga jarak aman.
"Kenapa tidak bertindak langsung saja? Bapak kan pejabat. Kuasamu pasti besar."
"Masalahnya rumit Bang. Mereka punya perlindungan tingkat tinggi dan mata ada di mana-mana. Kami butuh bukti kuat."
"Oke, Aku mengerti. Jadi apa yang harus Aku lakukan selanjutnya? Aku siap membantu."
"Misi barumu sangat mudah. Ikuti truk pengiriman selanjutnya dan cium baunya. Jangan biarkan satu kotak pun lolos."
"Cium baunya? Maksud Bapak apa? Aku kan pengemudi, bukan anjing pelacak," tanya Bang Jack bingung.
Tiba-tiba suara sistem kembali terdengar di dalam kepala dengan notifikasi warna hijau menyala terang.
[DETEKSI INSTRUKSI BARU. BUKA KEMBALI SKILL. AKTIFKAN: INDRA PENCUMAN.]
[SKILL BARU TERSEDIA: PENCIUMAN SUPER. AKTIFKAN SEKARANG?]
"Apa itu skill penciuman super? Apa fungsinya buatku?"
[DENGAN SKILL INI, TUAN BISA MENDETEKSI BAHAN MAKANAN BURUK, KADALUARSA, ATAU BERBAHAYA DARI JARAK JAUH.]
"Wah, canggih juga. Aktifkan saja sistem. Aku butuh semua kemampuan yang ada."
[PROSES INSTALASI SENSOR FACTORY. SENSOR TERHUBUNG KE OTAK. SELESAI 100 PERSEN.]
Tiba-tiba hidung Bang Jack terasa gatal dan hangat. Seluruh indra penciumannya terasa terbuka lebar dan sangat sensitif.
Aroma udara sekitar yang biasa saja kini terasa sangat detail dan tajam. Ia bisa membedakan setiap jenis bau.
"Wah! Ini luar biasa. Aku bisa mencium bau kopi di warung seberang jalan dengan jelas sekali."
"Itu baru permulaan Bang Jack. Sekarang coba arahkan hidungmu ke arah jalan menuju kota."
Bang Jack menoleh dan menarik napas panjang melalui hidung. Wajahnya langsung berubah masam dan jijik.
"Apa bau menyengat itu? Bau anyir, asam, dan busuk sangat kuat sekali menembus hidung!"
"Itu bau daging dan bahan makanan yang sudah rusak atau kadaluarsa. Mereka mau mengirimnya hari ini."
"Gila! Mereka berani mengirim makanan busuk untuk anak sekolah? Ini pembunuhan!"
"Benar. Itulah tugasmu hari ini. Cari sumber bau itu dan hentikan pengirimannya sebelum sampai tujuan."
"Siap Pak Herman! Aku janji tidak akan biarkan satu pun kotak beracun itu sampai ke tangan anak-anak."
"Bagus. Ayo bergerak cepat. Truknya sudah berangkat lima menit yang lalu dari gudang utama."
Bang Jack segera berlari menuju motornya dengan langkah yang jauh lebih ringan dan cepat. Ia menyalakan mesin dan siap mengejar target yang ditunjuk. Namun sebelum pergi, Herman kembali berbicara.
"Ingat Bang Jack. Musuhmu bukan cuma preman pasar. Ada nama besar di balik semua ini."
"Nama besar siapa Pak? Siapa dalang utamanya?"
"Dia Pemilik tunggal organisasi SARANG HITAM. Dan dia bukan manusia biasa."