Kebun jagung milik Bu Sarah selalu berbuah lebat setiap saat, dengan luas yang begitu luar biasa sehingga bila tidak tau jalan maka akan tersesat di dalam sana.
Namun kabar yang beredar mengatakan bahwa kebun jagung itu memang meminta tumbal nyawa manusia, kebun milik janda cantik itu memang sudah di jauhi oleh para warga karena Mereka sangat takut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. Mencari Imron
"Nunggu apa kau dari tadi terlihat gelisah saja?" Ridwan menatap sang adik yang dari tadi memang terlihat gelisah.
"Ini Imron dan Alia katanya mau datang ke sini tapi sejak tadi kok tidak ada datang ya." Amir menatap Ridwan yang malam ini menginap di rumah dia.
"Coba hubungi saja dulu Karena siapa tahu dia agak lupa jalan rumah Kita." suruh Ridwan karena mereka memang sudah lama tidak datang ke sini.
"Tidak bisa, sudah sejak tadi aku menghubungi mereka tapi tidak ada yang bisa dihubungi loh ini." Amir berkata dengan gelisah.
"Lagian sudah lama tidak datang ke sini malah memilih malam, kalau malam memang agak sulit melihat jalan." keluh Ridwan.
Amir hanya diam saja karena sekarang dia kepikiran dengan Imron dan juga Alia yang masih belum datang ke rumah dia, untuk Amir merasa cemas juga Kenapa mereka tak kunjung datang padahal sudah sejak tadi mengatakan bahwa telah memasuki kawasan kampung pandan Arum ini.
Bila mereka tidak tersesat maka sudah pasti sejak tadi ada di rumah Amir dan menikmati makanan yang sudah disediakan, walau Amir seorang duda namun tetap saja dia bisa memasak dan akan menghidangkan makanan lezat untuk tamu yang datang berkunjung ke rumah ini, terlebih lagi Amir juga sudah mengetahui bahwa Imron telah bangkrut.
Jadi saya bisa mungkin dia akan menjamu dan memberi hiburan agar Imron tidak terlalu berduka atas musibah yang sedang dia alami itu, sama sekali Amel tidak mengetahui bahwa Imron dan sang istri telah tersesat di ladang jagung dan saat ini telah menghadapi kemalangan begitu besar sehingga tidak mungkin bisa sampai ke rumah ini lagi.
Sebab sebagai orang baru tentu saja mereka kurang mengetahui apa yang ada di desa ini sehingga langsung main masuk saja di kebun jagung itu, jadilah sepasang suami istri tersebut harus menderita karena mereka telah memasuki tempat yang sangat mengerikan dan telah di hindari oleh banyak orang.
Mungkin bila siang hari makan masih terlihat enak tapi ini kalau sudah malam maka akan terlihat begitu seram dan tidak ada orang berani datang ke sana, sebab tempat itu terlihat sangat mengerikan sekali dan tidak ada orang yang berani untuk mendekat atau bahkan dengan niat mencuri sebiji dua biji di kebun jagung milik Bu Sarah.
Semua menjauh sebisa mungkin karena telah beredar kabar bahwa kebun jagung itu ada sosok penunggu yang begitu mengerikan, bukan tidak pernah diselidiki tapi kebun jagung itu memang telah diteliti namun tidak ada yang bisa membuktikan bahwa kebun jagung itu telah memakan korban dari desa ini.
Jadi para warga hanya menghindari saja agar tidak terjadi hal yang sangat tidak mereka inginkan, sebab ketika diselidiki juga sama sekali tidak ada hal buruk di sana sehingga mereka tidak bisa menyembuhkan Sarah telah melakukan perbuatan kejam kepada orang yang masuk ke dalam kebun jagung milik dia.
Dulu kebun jagung itu tidak demikian karena masih terlihat biasa saja dan bahkan banyak para pemuda yang mencuri di kebun jagung itu, bahkan pernah Bu Sarah mengalami kebangkrutan yang begitu besar karena hampir seluruh jagung milik dia habis dalam satu malam karena dirampok oleh orang yang tidak bertanggung jawab kala itu.
"Kalau tidak Ayo keluar saja dulu untuk mencari keberadaan mereka." ajak Ridwan karena dia juga ikut cemas.
"Oke lah, kasihan ini karena mereka pasti tidak tahu jalan." Amir segera menyambar kunci motor.
"Sudah selamat malam begini dan mereka ini kenapa alah malah memilih rute malam." Ridwan mengambil jaket.
"Itu yang membuat aku kesal juga pada mereka ini, Imron masih terbawa sikap orang kaya sehingga tidak mau mendengar orang lain katakan." ucap Amir dengan nada tinggi.
"Nama nya juga baru bangkrut jadi mana bisa untuk menyesuaikan secepat itu, pasti dalam pikiran dia yang masih seperti yang dulu lah." ujar Ridwan berusaha untuk maklum.
"Aku kurang suka sebenarnya dengan tingkah Imron itu, ingat tidak dulu ketika dia masih jaya dan kita minta tolong?" Amir berkata saat mereka sudah melaju di atas motor.
"Ya ingat, oleh sebab itu aku tidak mau menerima mereka di rumah ku." jawab Ridwan enteng saja karena dia memang sudah menolak.
Amir menggerutu kecil karena dia yang menjadi korban untuk menolong Imron agar sepupu mereka itu memiliki tempat tinggal untuk sementara, sebab ternyata Ridwan sudah menolak terlebih dahulu dan dia tidak mau menerima sepupu mereka agar bisa tinggal di rumah Ridwan itu sendiri sehingga mau tidak mau dia memilih di rumah Amir.
Kalau untuk warga desa yang memang menjadi penduduk asli di sini maka malam tidak terasa begitu menegangkan, terlebih lagi desa pandan Arum ini bukan desa biasa Karena ada seseorang yang menjaga desa tersebut dari gangguan manusia biasa dan juga gangguan gaib, jadi orang yang sudah mengenal tentu saja tidak akan merasa takut.
Amir dan Ridwan masuk kategori orang yang tidak takut dengan kegelapan malam desa pandan Arum, terlebih lagi bila hanya mencari di sekeliling desa seperti sekarang ini. namun yang menjadi kesulitan itu adalah mereka tidak tahu kemana arah kepergian Imron dan juga Alia, padahal sepupu mereka menuju kebun jagung.
"Mobil ya sebanyak ini jadi mana kita tahu mobil Imron yang mana." Ridwan berdiri di tepi jalan untuk menatap mobil lewat.
"Kalau menurut aku pasti mobil yang sudah rusak dan juga jelek, mana ada dia harta yang mewah lagi." sahut Amir sambil menyulut rokok.
"Masih aku ingat dulu ketika Alia datang ke rumah Ibu, dia bahkan tidak mau salaman dengan Julia." Ridwan teringat dengan masa itu.
Amir mengangguk kecil karena Alia memang sangat angkuh dan juga dia tidak bisa menghargai orang lain, terlebih lagi dulu Julia mengalami masa yang kelam ketika tinggal di rumah mereka bersama karena dia adalah menantu yang paling miskin.
"Semua itu pasti ada karma, apa yang mereka tanam itu yang mereka tuai." Amir berkata pelan.
"Heh ngapain kalian nongkrong di pinggir jalan seperti ini?" tegur Arya ketika dia baru selesai membeli martabak.
"Ini kami menunggu saudara yang katanya mau datang, jadi kalau ditunggu di persimpangan begini siapa tahu bisa kelihatan." jawab Amir.
Arya memutuskan untuk berhenti dengan mereka juga dan mengobrol bersama karena dia memang sedang tidak ada pekerjaan, di rumah juga tidak ada yang bisa diajak ngobrol serius sehingga lebih baik keluar seperti ini dan menikmati udara yang ada di luar rumah.
Selamat sore semua nya, jangan lupa like dan komen kalian semua ya.
benar-benar lucknut 🤬
dan mobil yg ada di gudang yg di tutupin terpal hitam psti mobil nya si Imron 😱😱
semuanya psti ada hubungannya dg Bu Sarah 😡😡
mknya buruan donk Kendal kamu cari pasangan biar gak jomblo trs 🤣🤣
apakah itu iblis peliharaan nya Bu Sarah ❓❓